Kenali Kandungan Oklusif dalam Skincare, Manfaat dan Jenis-jenisnya

manfaat oklusif dalam skincare

Sebagai basic skincare, pelembap adalah produk legendaris yang hampir semua orang gunakan. Nah, dalam pelembap sendiri terdapat banyak kandungan aktif yang bisa membantu membuat kulit tak mudah kering. Salah satu jenis kandungan skincare pelembap adalah oklusif atau occlusive, sudah pernah dengar?

Kamu mungkin sudah sangat familiar dengan humektan atau emolien, pasalnya jenis kandungan pelembap ini kerap digembar-gemborkan dalam iklan-iklan skincare. Tapi, oklusif sendiri cukup jarang mendapatkan sorotan yang sama.

Padahal nih, kandungan oklusif dalam skincare ini juga tak kalah hebatnya dalam merawat kelembapan kulit wajah. Nggak percaya? Langsung simak penjelasannya berikut ini, ya!

Apa itu Kandungan Oklusif dalam Skincare?

Kandungan oklusif dalam skincare biasa dijumpai dalam produk pelembap. Kandungan oklusif ini bersifat sebagai penghalang sekaligus pelindung lapisan kulit. 

Menurut Direktur Senior Komunikasi Ilmiah, Olay Frauke Neuser Ph.D. yang dilansir dari goodhousekeeping. Menyatakan bahwa Kandungan oklusif merupakan agen pelembab yang bekerja membentuk lapisan pelindung serta penghalang pada permukaan kulit untuk mempertahankan kelembapan.

occlusive in skincare product

Keunggulan lain dari kandungan ini adalah membantu melindungi kulit dari efek iritasi eksternal yang disebabkan oleh gesekan, serbuk sari, dan cuaca dingin.

Adapun beberapa kandungan oklusif yang pastinya familiar kamu temui, seperti petrolatum dan shea butter. Kedua kandungan tersebut juga terkenal karena bertindak sebagai emolien yang menghaluskan dan melembutkan.

Perbedaan Oklusif dengan Humektan dan Emolien

Selain kandungan oklusif, kamu pasti sering menjumpai kandungan humektan dalam formula skincare. Memang benar, kedua bahan ini bersifat sebagai pelembap kulit yang mampu menjaga kadar air pada lapisan terluar kulit. 

Tetapi sebenarnya, kedua bahan ini memiliki fungsi yang berbeda. Kandungan humektan seperti asam hialuronat dan gliserin bekerja untuk menarik dan mengangkut air ke dalam kulit. Sedangkan kandungan oklusif berfungsi untuk menghentikan proses penguapan air dan kelembapan alami kulit dengan cara menciptakan lapisan penahan air di bagian atasnya.

Namun pada skincare tertentu, kandungan oklusif dan humektan ini bisa kamu jumpai dalam produk yang sama untuk mendapatkan hasil lebih maksimal. Meski begitu mulai sekarang, kamu jangan sampai salah mengenali kedua fungsi bahan pelembap tersebut, ya.

Jenis Oksklusif yang Populer dalam Skincare

Kandungan oklusif dalam skincare juga memiliki beberapa jenis. Dan pastinya kamu tidak asing dengan nama-namanya, seperti:

Petrolatum

Pernah menjumpai kandungan petrolatum dalam skincaremu? Yup! Petrolatum menjadi salah satu bahan pelembap yang sering berada dalam formulasi skincare. 

Petrolatum berasal dari mineral oil yang terdiri dari hidrokarbon kompleks. Selain itu, kandungan ini lebih unggul dalam membantu mencegah hilangnya kadar air pada kulit, khususnya kalau kita bandingkan dengan bahan oklusif lainnya.

Silicon

Bahan silikon banyak digunakan dalam produk kosmetik karena sifat oklusifnya. Ada beberapa jenis kandungan silikon tapi semuanya tidak dibuat sama, seperti sifatnya yang bisa larut dan tidak larut dalam air atau minyak. 

Misalnya jenis silikon hidrofobik seperti dimethicone yang bekerja untuk menolak air. Selain itu, bahan ini memang terbukti mampu mempengaruhi hidrasi pada kulit, namun tetap membuat tekstur kulit terasa halus.

Selain itu, dimethicone ini juga banyak digunakan dalam produk penyembuhan luka karena dapat membentuk penghalang kedap air untuk melindungi kulit.

Beeswax

Selanjutnya, ada bahan oklusif efektif dari sarang lebah beeswax. Kandungan oklusif beeswax ini berfungsi sebagai pelembap yang membutuhkan konsistensi lebih kental agar tidak terpisah. Biasanya kandungan beeswax ini bisa kamu temukan dalam produk lip balm dan krim wajah. 

Carnauba Wax

Carnauba wax juga biasa disebut dengan brazil wax atau palm wax. Bahan ini berasal dari kandungan lilin nabati yang juga digunakan sebagai bahan pengental.

Squalane

Lalu ada bahan squalane yang bersifat lebih stabil, ringan, dan mudah menyerap ke kulit. Squalane juga termasuk emolien alami yang ada dalam kulit manusia.

Untuk tahu lebih banyak soal Squalane dan penggunaannya dalam kosmetik, cek di sini!

Shea butter

Selain petrolatum, kamu pasti pernah menjumpai nama bahan shea butter dalam kandungan skincare. Shea butter berasal dari kacang polong shea yang bertekstur kental. 

Bahan oklusif shea butter ini bersifat antioksidan dan mengandung asam lemak yang bagus untuk melindungi serta melembapkan kulit wajah.

Castor oil

Castor oil atau minyak jarak termasuk ke dalam bahan oklusif yang ada dalam skincare. Di dalamnya mengandung asam risinoleat, dan bersifat antioksidan yang dapat mencegah terjadinya kehilangan air dan mampu melindungi kulit dari efek radikal bebas yang dapat merusak kulit.

Bagaimana Oklusif Bekerja dalam Skincare?

Secara umum pelembap oklusif ini dapat membantu menjaga kulit tetap terhidrasi. Dengan cara mengurangi transepidermal atau kehilangan air sehingga kulit tidak mengalami kekeringan.

Tak hanya itu, pelembap oklusif juga menciptakan penghalang pada kulit dari udara dengan dua manfaat utama seperti:

  1. Menjaga kadar air dalam kulit tetap terkunci. Sehingga kulit tidak mengalami dehidrasi.
  2. Mencegah terjadinya iritasi kulit, alergi, dan efek partikel berbahaya lain yang dapat memicu masalah kulit bahkan bisa menimbulkan kerusakan.

Efektivitas pelembap oklusif ini juga dapat terpengaruh oleh beberapa faktor. Pertama dari ukuran molekulnya, dan kedua adalah jenis asam lemak yang terkandung di dalamnya. 

Mengapa? Karena ukuran molekul yang besar dapat bertahan lebih lama di permukaan kulit sehingga dapat menembus stratum korneum kulit lebih kuat. 

Jenis Kulit yang Cocok dengan Kandungan Oklusif dalam Skincare

Seperti dalam pemaparan sebelumnya, bahwa pelembap oklusif lebih cocok untuk orang dengan jenis kulit kering. Namun bisa juga untuk orang dengan tipe kulit sensitif atau normal.

Sementara untuk jenis kulit berminyak dan kombinasi, penggunaan skincare berbahan oklusif justru bisa memicu masalah lain. Karena kandungan pelembap oklusif yang kental dapat menyumbat pori-pori kulit dan akhirnya menumpuk bersama minyak.  Minyak dan oklusif yang tercampur bisa mengendap dan memicu jerawat.

Namun dalam hal ini, penggunaan kandungan oklusif bisa juga menyesuaikan dengan formulasi dari masing-masing skincare yang mereka pakai. Atau bisa juga menyesuaikan dengan masalah kulit yang sedang kita alami.

Adakah Efek Samping dari Kandungan Oklusif?

Meski memiliki manfaat yang bagus untuk digunakan pada jenis kulit kering. Bukan berarti penggunaan kandungan oklusif tidak menimbulkan efek samping, meski kategorinya ringan. 

Pelembap oklusif berbahan lipid atau berminyak, bila diaplikasikan pada kulit sangat memungkinkan untuk membuat kulit menjadi berkilau. Dan biasanya orang cenderung menghindari hal ini.

Tapi tenang, dengan inovasi dunia kosmetik yang semakin canggih, efek tersebut dapat kita atasi. Khususnya dengan cara menggabungkan beberapa bahan-bahan lain yang konsentrasinya lebih rendah namun tetap efektif.

Sedangkan untuk beberapa masalah kulit tertentu, kamu masih bisa menggunakan kandungan oklusif berkadar tinggi. Misalnya penggunaan oklusif di area tertentu yang lebih kering dan rentan iritasi.

Cara Membuat Skincare dengan Kandungan Oklusif Sendiri 

formulasi produk kosmetik

Setelah menyimak penjelasan mengenai  keunggulan dari kandungan oklusif tadi, pasti kamu sekarang paham mengapa kandungan oklusif banyak digunakan dalam produk skincare dan kosmetik.

Nah, Beautypreneurs kira-kira kamu tertarik juga untuk membuat skincare dari brand-mu sendiri tidak? Jika iya, maka kamu wajib mewujudkannya lewat jasa maklon skincare Mash Moshem Indonesia

Eits! Tenang, karena kamu bisa menggandeng partner yang tepat seperti Mash Moshem Indonesia. Karena, kami telah berpengalaman dalam penciptaan berbagai produk kosmetik, serta memformulasikan berbagai jenis bahan terbaik, seperti oklusif. 

Tentunya, produk dari brand-brand kosmetik yang telah bekerjasama dengan kami sudah terdaftar secara resmi di BPOM dan mengantongi sertifikasi Halal dari MUI.

Di samping itu, untuk menciptakan produk skincare yang mengandung oklusif sendiri kamu juga perlu melakukan konsultasi dengan tenaga ahli yang memadai seperti tim kami. Plus, kamu bisa memilih formula yang unik sendiri dan sudah pasti kandungannya berbeda dari brand lainnya. 

Menariknya lagi, harga dari pembuatan produk skincare di Mash Moshem Indonesia bisa disesuaikan budget yang kamu miliki, jadi lebih fleksibel. 

Tentunya masih banyak lagi keuntungan-keuntungan lain yang bisa kamu dapatkan jika melakukan maklon di Mash Moshem Indonesia, loh. 

Penasaran, kan? Kamu bisa langsung menghubungi tim kami untuk mendapatkan informasinya secara lengkap. Tinggal klik tombol di bawah ini!

Ingin Punya Kosmetik Dengan Brand Sendiri?

Segera hubungi Mash Moshem Indonesia untuk membuat sampel kosmetik sesuai keinginanmu secara gratis.

    About Author

    Mash Moshem Indonesia

    PT. Mash Moshem Indonesia merupakan perusahaan jasa pembuatan kosmetik private label yang telah beroperasi sejak tahun 2011

    Related posts

    manfaat kandungan adaptogen dalam skincare

    Manfaat Kandungan Adaptogen dalam Skincare, Apa Saja?

    Tahukah kamu, manfaat kandungan adaptogen dalam skincare ada banyak macamnya. Kandungan ini nggak cuma bermanfaat untuk mempercantik kulit wajah, tetapi juga bisa membantu menyehatkan kulit kamu. Nggak seperti kandungan bahan aktif lainnya, kandungan adaptogen masih jarang dipakai sebagai komposisi...

    Continue Reading