Apa Itu AIDA Marketing? Simak Penjelasan dan Cara Kerjanya Yuk!

AIDA Marketing adalah (2)

Tujuan utama dalam bisnis adalah meningkatkan penjualan. Untuk mencapai tujuan utama itu dibutuhkan berbagai macam strategi. Salah satu straetegi yang paling sering digunakan dalam dunia bisnis adalah AIDA marketing.

Sekilas mungkin masih tampak asing di telinga. Namun jika dilihat dari cara pendekatan strategi yang satu ini, para pebisnis pasti sudah melakukannya. Yakni upaya menggandeng pelanggan untuk membeli atau menggunakan jasa yang sedang dipromosikan.

Teknik marketing yang satu ini juga dinilai sangat ampuh untuk membangun awareness dengan pelanggan. Selain itu AIDA marketing juga merupakan strategi yang tepat untuk mempertahankan pelanggan.

Pada dasarnya AIDA ini memang suatu rumus yang dijadikan patokan dalam dunia pemasaran. Untuk lebih lengkapnya, berikut penjelasan mengenai AIDA marketing. Selamat membaca!

Apa Itu AIDA Marketing?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa AIDA marketing adalah suatu rumus dalam dunia pemasaran. Rumus ini sering dijadikan patokan bagi pebisnis untuk meningkatkan penjualan, mencari pelanggan, hingga membandring suatu perusahaan.

AIDA sendiri adalah singkatan dari Awareness, Interest, Desire dan Action. Secara singkatnya AIDA marketing adalah strategi pemasaran yang mampu mengidentifikasi setiap tahapan kognitif yang dialami seseorang dalam memproses pembelian untuk suatu produk dan juga layanan.

Strategi ini akan menjelaskan berbagai proses dari pelanggan hingga mereka memuttuskan untuk melakukan tindakan. Seperti membeli atau pun menggunakan jasa yang ditawarkan. Dengan menggunakan strategi ini, konsep pemasaran akan lebih terstruktur.

Pelanggan pun akan dituntun hingga muncul dalam diri mereka untuk melakukan tindakan. Hingga mereka pun tidak sadar bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah atas dasar konsep AIDA marketing. Sebenarnya strategi ini bukan strategi baru dalam marketing.

Bahkan sejak puluhan tahun lalu, para pebisnis kuno sudah melakukan AIDA marketing dalam pemasaran produk. Seperti apa sih sejarah AIDA marketing ini? Merngapa sangat penting untuk dikuasai oleh para pebisnis? Well, berikut penjelasan selengkapnya.

Sejarah Singkat AIDA Marketing

Konsep atau strategi AIDA marketing berasal dari Elias St. Elmo Lowis. Ia merupakan seorang pencetus atau pelopor dunia periklanan dan penjualan Amerika Serikat. Elias adalah orang pertama yang melakukan pendekatan yang satu ini dalam mempromosikan produk.

Mulai pada tahun 1899, ia menjelaskan tentang bagaimana cara memikat atau menarik perhatian public ketika sedang memberikan informasi.

Serta menjelaskan bagaimana pula merubah mereka setelah membaca informasi tersebut menjadi pelanggan. Strategi ini pun mendapat perhatian para pebisnis lain dan terus berkembang.

Hingga pada tahun 1990, AIDA dikembangkan menjadi strategi yang menarik perhatian public, meningkatkan minat, persuasive hingga meyakinkan calon pelanggan. Sehingga mereka pun tidak akan ragu untuk melakukan tindakan.

Itulah sejarah singkat AIDA marketing. Hal penting selanjutnya yang perlu kamu ketahui adalah konsep AIDA marketing. Berikut penjelasan selengkapnya.

Konsep AIDA Marketing

Setelah membaca singkat tentang sejarah strategi pemasaran yang satu ini, pasti kamu semakin yakin bahwa AIDA marketing memang merupakan salah satu strategi yang pas untuk diterapkan dalam bisnis. Nah, untuk itu kamu juga harus paham terlebih dahulu mengenai konsep strategi pemasaran AIDA. Baca penjelasannya sampai selesai ya.

Awareness (Mencari Perhatian Konsumen)

Konsep pertama dalam strategi pemasaran ini adalah awareness atau mencari perhatian konsumen. Yep, tahap pertama ini sangat penting adanya. Bisa dibilang kalau lagi PDKT, tahan ini adalah perkenalan. Yakni bagaimana caramu mengenalkan produk kepada para audience.

Pada tahap perkenalan ini kamu harus berhasil mencuri atensi mereka, Buatlah perkenalan seunik dan semenarik mungkin supaya mereka terus mengikuti produk yang sedang kamu pasarkan.

Berikan edukasi dan semua informasi terkait dengan produkmu. Tak lupa untuk selalu mengikuti atau menciptakan tren untuk mendapatkan perhatian mereka.

Salah satu cara yang cukup efektif dilakukan saat ini adalah pengenalan dengan digital. Kamu bisa menyewa influencer untuk mengenalkan produk atau jasa yang kamu promosikan dalam ranah yang lebih luas lagi. Sehingga produkmu akan mencuri banyak perhatian public.

Interest (Membuat Konsumen Tertarik)

Tahap selanjutnya setelah mencuri perhatian para konsumen adalah menarik mereka. Atau lebih tepatnya membuat para calon konsumen ini tertarik pada produk atau jasa yang sedang kita tawarkan. Tahap ini juga merupakan indicator bagi kesuksesan tahap pertama.

Jika tahap pertama sukses, maka akan ada banyak orang yang tertarik dengan produkmu. Lantas bagaimana cara membuat para calon konsumen ini tertarik pada produk yang kita pasarkan? Yakni dengan cara memberikan informasi tentang keunggulan dari produk yang kamu pasarkan.

Sebab jika ditilik dari sisi psikologi, konsumen cenderung menyukai keunggulan dan kelemahan dari sebuah produk. Usahakan semua keunggulan yang kamu tawarkan juga merupakan solusi bagi permasalahan yang sedang mereka alami.

Dengan menawarkan solusi tersebut, calon konsumen akan merasa tergerak dan tertarik dengan produk yang kamu tawarkan. Jadi potensi keberhasilan pada tahap ini pun cukup besar.

Desire (Membuat Konsumen Membeli)

Konsep selanjutnya adalah menciptakan keinginan calon konsumen untuk membeli produk. Setelah memperkenalkan dan menarik mereka dengan menawarkan berbagai keunggulan serta solusi untuk mereka, kini saatnya membangun keinginan para calon konsumen untuk membeli.

Namun perlu diingat bahwa tidak boleh ada unsur paksaan dalam tahap ini. Sebab konsumen cenderung tidak suka dipaksa. Lantas bagaimana solusinya? Well, kamu harus menawarkan kebutuhan bagi mereka. Yakinkanlah mereka bahwa produk yang kamu tawarkan merupakan keperluan bagi calon konsumen.

Untuk itu sangat penting bagi kamu untuk mengetahui target pasar. Sehingga tata bahasa, desain dan kepentingan promosi lainnya bisa disesuaikan sesuai dengan target.

Action (Konsumen Membeli Produk)

Kesuksesan konsep satu, dua dan tiga terletak pada konsep terakhir ini. Yakni action. Semakin banyak action atau konsumen yang membeli produkmu, itu berarti semua konsep yang kamu lakukan bisa dibilang sukses.

Untuk itu menjaga kualitas produk adalah sangat penting. Sebab pada tahap ini para konsumen juga akan menilai apakah produkmu layak untuk digunakan kembali atau tidak. Jika kamu tidak menjaga kualitasnya, maka potensi akan kabur semakin tinggi.

Selain itu pada tahap ini juga sering dilakukan trial untuk suatu produk tertentu. Yakni ini untuk menguji apakah konsumen akan kembali membeli atau tidak. Pada tahap ini pula kamu harus benar-benar meyakinkan konsumen untuk berlangganan produk yang kamu pasarkan.

Nah, itulah konsep dari AIDA marketing yang wajib kamu ketahui. Selanjutnya adalah varian AIDA marketing. Apa saja? Berikut daftar dan penjelasan selengkapnya.

Varian AIDA Marketing yang Dapat Kamu Coba

Konsep AIDA marketing tidak berhenti begitu saja. Seiring dengan perkembangan jaman, strategi pemasaran yang satu ini juga terus berkembang. Bahkan beberpa di antaranya juga menambahkan tahapan baru pasca pembelian. Berikut beberapa daftar varian baru AIDA marketing:

Hierarchy of Effects

Awareness, Knowledge, Liking, Preference, Conviction, Purchase

McGuire’s Models

Presentation,  Attention, Comprehension, Yielding, Retention, Behavior.

Modified AIDA Model

Model AIDA ini memiliki unsur awareness, interest, conviction, desire, dan action.

AIDAS Model

Attention, Interest, Desire, Action, Satisfaction

AISDALSLove Model

Sementara itu, model AIDA Marketing ini cukup unik, karena memiliki unsur Awareness, Interest, Search, Desire, Action, Like/dislike, Share, dan Love/Hate.

Itulah beberapa varian startegi AIDA marketing. Beberapa varian ini diklaim cukup efektif dalam dunia marketing di era modern saat ini. Nah selanjutnya, bagaimana cara menerapkan model AIDA marketing untuk bisnis yang sedang kamu jalankan? Berikut penjelasan selengkapnya.

Cara Menerapkan Model AIDA Marketing untuk Bisnis

Bisa dibilang bahwa AIDA ini bukan hanya sekedar teknik marketing biasa. Namun keberadaannya juga dinilai sebagai model komunikasi. Bukan hanya model pemasaran. Sebab strategi yang satu ini mampu mengidentifikasi bagaimana cara berkomunikasi dan juga kapan berkomunikasi dengan konsumen.

Namun perlu diingat bahwa setiap konsumen mempunyai cara komunikasi yang berbeda. Itu bisa kita lihat dari platform apa yang mereka gunakan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu penting sekali jika kamu akan menerapkan model AIDA marketing, kamu perlu mengingat beberapa pertanyaan kunci. Berikut daftar pertanyaannya:

Awareness

Bagaimana membuat konsumen mengetahui produk kosmetik yang kita pasarkan?

Apa strategi yang pas untuk memasarkan produk kosmetik dalam menjangkau konsumen?

Apa pesan yang ingin ingin kamu sampaikan dalam produk kosmetikmu?

Platform apa yang cocok untuk kamu gunakan dalam pemasaran produk dan brand kosmetikmu?

Interest

Bagaimana agar konsumen tertarik pada produk kosmetik yang sedang kita kembangkan?

Apa saja bukti yang dapat mendukung reputasi merek atau produk?

Apa strategi konten yang akan kita gunakan untuk memasrkan produk kosmetik?

Bagaimana kita menyampaikan informasi tentang keunggulan produk kosmetik kepada konsumen?

Desire

Apa yang membuat produk kosmetikmu layak untuk diinginkan?

Bagaimana untuk berinteraksi secara pribadi dan membuat hubungan emosional? Melalui obrolan langsung atau media sosial?

Action

Apa bentuk ajakan dan di mana kita menempatkannya?

Apakah sudah cukup mudah bagi konsumen untuk terus terhubung dengan produk?

Bagaimana cara konsumen untuk terlibat dalam promosi produk di seluruh platform yang tersedia dan mereka gunakan?

Itulah beberapa pertanyaan ampuh yang dapat kamu gunakan untuk AIDA marketing dalam bisnismu. Namun sebelum yakin untuk menggunakan strategi yang satu ini dalam bisnis yang kamu kembangkan, alangkah baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan dari teknik marketing yang satu ini. Berikut penjelasan selengkapnya.

Kelebihan dan Kekurangan AIDA Marketing

Sama seperti strategi pemasaran yang lainnya, AIDA marketing juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk itu, sebagai seorang pebisnis yang baik, kamu jangan hanya focus pada klaim kelebihannya saja, ya. Namun juga harus antisipasi terhadap kekurangannya. Berikut penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan AIDA marketing.

Kelebihan AIDA Marketing

Startegi AIDA marketing sendiri menawarkan bergam kelebihan. Salah satunya adalah mampu menggambarkan proses pembelian seseorang dengan sangat sederhana. Dengan konsep yang cukup jelas kamu bisa mengetahui alur untuk mendapatkan banyak pelanggan baru.

Selain itu AIDA marketing juga dapat membantu mengevalusi kelemahan dari produk sendiri. Tentu dengan mengetahui kekurangan ini kamu dapat dengan mudah menyusun strategi baru untuk memperbaiki kekurangan tersebut.

Kelebihan yang ketiga adalah dapat membantu membuat konten dan mengkonversi audience menjadi konsumen. Sesuai dengan tahapan yang sebelumnya telah kita uraikan, bahwa melalui konten kamu dapat membuat audience menjadi konsumen.

Selain itu alasan AIDA marketing masih cukup populer hingga saat ini adalah karena banyak variasi yang ada di dalam praktiknya. Sehingga kita tidak hanya berhenti di action saja. Namun juga ada tahapan lainnya yang ditawarkan untuk mempunya konsumen tetap stay.

Kekurangan AIDA Marketing

Jangan salah. Selain menawarkan berbagai kelebihan, AIDA Marketing ini juga mempunyai kekurangan loh. Salah satunya adalah tidak memperhitungkan buyer’s journey yang non-linear. Atau lebih tepatnya efek dari konsumen setelah pembelian.

Selain itu AIDA marketing juga tidak memperhitungkan impulse purchase. Tentu hal ini akan menjadi sangat rawan dalam bisnis kalau kamu tidak mendapatkan pelanggan yang lebih banyak.

Strategi ini juga tidak melibatkan faktor-faktor ketika membeli seperti ketersediaan barang, harga, kepuasan konsumen, dan rekomendasi dari lingkungan sekitar.

Mencoba berbagai strategi pemasaran hingga menemukan yang cocok untuk brand kosmetikmu bukanlah hal yang mudah dan instan. Meski begitu, langkah ini sangat worth it untuk kamu coba, Beautypreneurs. Mengingat tingkat kompeitisi di industri kosmetik Tanah Air juga begitu tinggi.

Melihat fenomena ini, Mash Moshem Indonesia berkomitmen memberikan pelayanan jasa maklon kosmetik terlengkap untukmu. Kami tak hanya membantu menciptakan produk, namun menawarkan layanan aftersales yang berkutat dalam pembuatan media promosi bisnis digital maupun offline.

Seperti pembuatan brosur, brand and product knowledge, foto dan video produk, hingga behind the scene penciptaan produk kosmetik yang kamu buat bersama kami.

Semua media promosi ini dapat kamu gunakan dalam strategi pemasaran bisnismu. Tak hanya itu, kami juga memiliki program lanjutan berupa Webinar Digital Marketing Eksklusif untuk mendukung bisnis klien kami berkembang dan dapat bersaing di pasaran dengan lebih optimal.

Nah, sudah tahu kan, kenapa Mash Moshem Indonesia cocok untuk jadi partner bisnis kosmetikmu?

About Author

Related posts

total quality management adalah

Kenali Sistem Total Quality Management (TQM) dan 8 Elemen Pokoknya

Apakah kamu pernah mendengar istilah total quality management? Konsep awal total quality management awalnya diciptakan untuk sektor manufaktur, tetapi konsep tersebut sudah banyak digunakan untuk berbagai macam industri. Dalam penerapannya, konsep total quality management adalah meningkatkan budaya kerja, sistem,...

Continue Reading

Leave a Comment