Apa Itu Brand Equity? Ini Dia Manfaat dan Cara Penerapannya

apa itu brand equity

Pernah kah kamu menyadari bahwa di dunia ini selalu terdapat satu brand yang lebih terkenal dari brand lainnya dengan produk yang sama? Fenomena ini ada kaitannya dengan brand equity, yakni strategi pemasaran yang menonjolkan identitas brand sebagai kunci utama promosi.

Maybelline New York adalah salah satu contoh yang paling dominan di industry kosmetik dunia.  Bagaimana tidak? Kamu mungkin menemukan berbagai jenis kosmetik dengan penawaran dan variasi serupa. Namun, mengapa Maybelline seolah tetap di puncak rantai popularitas industry kosmetik?

Brand kosmetik asal New York, Amerika ini memang memiliki strategi pemasaran yang sangat epic. Salah satunya dapat kita lihat dari tagline fenomenalnya, “Maybe It’s Her, May Be It’s Maybelline”.

Tagline yang telah hidup lebih dari 50 tahun itu, hampir tak pernah mati dan tak tergantikan. Sampai-sampai, ketika kita akan memilih produk kosmetik dengan warna gelap, kuat, dan trendi, yang ada di pikiran justru hanya Maybelline New York.

Menarik, bukan? Fenomena ini sebenarnya sangat berkaitan dengan brand equity, apakah kamu sudah pernah dengar sebelumnya?

Apa itu Brand Equity?

Pernahkah kamu mendengar atau membaca tentang brand equity? Sebagai gambaran, brand kompetitor Maybelline New York menyajikan berbagai jenis produk kosmetik dengan pilihan warna dan mungkin teknik pemasaran yang tak kalah menariknya.

Namun, popularitas Maybelline di hati para pecinta kosmetik justru tak ada matinya. Dalam hal ini, adanya brand equity berperan sangat penting.

Dalam konsep analisis produk dengan pola SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat), kedudukan brand equity adalah sebagai strength atau kekuatan dari sebuah produk.

Eksistensi brand equity dalam sebuah perusahaan dapat menjadikan produk yang dipasarkan memiliki keunggulan yang membedakannya dari brand lain.

Hal tersebut tentu berhubungan erat dengan tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk dari perusahaan tersebut yang dapat mempengaruhi nilai produk atau jasa di pasaran.

Dengan adanya brand equity, produk dari sebuah perusahaan akan mudah dikenali, mudah diingat, dan dianggap unggul dari segi kualitas.

Itulah mengapa biasanya pelanggan rela membayar produk atau jasa dari sebuah perusahaan dengan harga yang tinggi meskipun brand kompetitor menawarkan harga miring.

Jadi, inti dari brand equity adalah nilai lebih yang perusahaan dapatkan sebagai akibat dari brand yang mudah dikenali dan berkesan di mata konsumen dibanding dengan brand kompetitor.

Wah, mantap, bukan? Setelah berkenalan dengan brand equity, mari kita berselancar lebih jauh untuk mengetahui manfaat brand equity bagi sebuah perusahaan!

Manfaat Brand Equity untuk Bisnis

Perusahaan yang memiliki brand equity mampu meningkatkan keberhasilan pemasaran dan menarik konsumen baru maupun pelanggan lama. Oleh karena itu, brand equity yang kuat dapat mendatangkan banyak manfaat bagi perusahaan seperti berikut ini.

Mampu Bertahan di Tengah Persaingan

Brand yang mendapatkan kepercayaan besar dari konsumen menjadikannya tahan terhadap persaingan yang ada.

Hal tersebut menunjukkan kekuatan brand equity berdampak besar terhadap loyalitas konsumen. Sehingga, brand equity dikatakan sebagai salah satu cara terbaik membangun kesetiaan pelanggan.

Seperti kita tahu, brand kompetitor selalu hadir dengan produk dan harga yang lebih menarik. Tapi faktanya, 59% konsumen akan lebih memilih produk dari brand yang mereka percaya.

Meningkatnya Customer Retention

Apa itu customer retention? Customer retention atau retensi pelanggan adalah cara untuk membuat pelanggan kembali membeli produk (repeat order) dengan upaya memuaskan mereka.

Repeat order atau pengulangan pesanan terjadi ketika konsumen yang sebelumnya melakukan pembelian atas suatu produk atau jasa merasa puas dan ingin membelinya lagi.

Pengalaman positif yang dialami konsumen atas pembelian tersebut mampu meyakinkan konsumen bahwa produk yang dikeluarkan dari brand tersebut sama bagusnya.

Tetap Diminati Walau Harga Naik

Pernah dengar istilah, kesetiaan dan rasa percaya tak akan bisa dibeli dengan uang, sebelumnya? Mungkin hal tersebut berlaku dalam dunia bisnis. Seperti yang telah dibahas di atas, brand equity terbukti bernilai positif terhadap loyalitas konsumen.

Maksudnya, kesetiaan konsumen terbentuk dari kepercayaannya terhadap nilai suatu brand, sehingga konsumen cenderung mengesampingkan harga.

Dengan demikian, apabila suatu brand menaikkan harga jual produk atau jasanya, konsumen akan tetap menerima kenaikan harga yang diberlakukan. Lagi-lagi, mereka percaya bahwa harga tersebut berbanding lurus dengan kualitas yang ditawarkan.

Kuatnya Eksistensi Perusahaan

Kesetiaan pelanggan terhadap suatu brand yang terus meningkat tentu akan memberikan dampak besar bagi perusahaan. Oleh karena itu dikatakan bahwa brand equity dapat menjadi fondasi untuk memperkuat eksistensi perusahaan.

Dalam hal ini, perusahaan yang telah memiliki eksistensi yang kuat hendaknya terus berinovasi untuk menciptakan produk dan layanan yang lebih baik dan kreatif agar tetap unggul dari kompetitornya. B

Elemen Penting dalam Brand Equity

Untuk mengenal lebih dalam mengenai brand equity, penting rasanya bagi kamu untuk memahami tentang elemen-elemen dasar dalam brand equity. Berikut ini elemen-elemen dasar dalam brand equity.

Brand Awareness

Banyak orang yang menyamakan pemahaman antara brand equity dengan brand awareness. Kedua hal tersebut memang memiliki kesamaan, tetapi brand equity memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding dengan brand awareness.

Mengapa demikian? Brand awareness atau kesadaran akan brand adalah bagaimana brand mengenalkan dirinya kepada target pasar dengan cara yang beragam, misalnya dengan membuat advertisement, free trial, influencer marketing, give away, hingga mengadakan event atau exhibition.

Adapun brand equity seperti di jelaskan di atas lebih mengacu pada hasil dari pengalaman pelanggan dengan brand.

Brand equity tentu memiliki nilai lebih karena mampu membuat suatu brand dikenali, diingat, dan dianggap unggul dari brand lainnya. Sehingga, brand awareness sebagai tahapan awal dari brand equity.

Brand Association

Saat membahas sabun detergen, brand apa yang pertama kali muncul di benak kamu? Kemungkinan besar, di pikiran kamu akan muncul brand Rinso. Juga, kalau membahas air mineral, brand apa yang muncul di benak kamu? Apa itu Aqua? Benar, gak?

Coba bayangkan, kalau kamu pergi ke warung untuk membeli plester luka, kira-kira apa yang akan kamu katakan? Kebanyakan dari kamu pasti akan mengatakan ‘’Bu, mau beli Hansaplast”. Bener, nggak?

Nah, ini lah yang kemudian yang bakalan kita sebut dengan brand association. Brand association adalah hubungan yang pelanggan buat dengan merek, konsep, emosi, citra, aktivitas, minat, dan pengalaman positif atau negatif yang mempengaruhi keputusan pembelian.

Dalam hal ini, perusahaan harus berupaya membuat brand dengan konsep yang bersinergi sehingga mudah tertancap di ingatan.

Perceived Quality

Perceived quality berkaitan dengan persepsi dan kesan konsumen tentang suatu produk atau layanan dari suatu brand. Untuk mendapatkan persepsi dan kesan positif dari konsumen, perusahaan perlu memperkuat kualitas produk dan customer experience.

Brand Loyalty

Setelah konsumen sadar akan adanya produk pada suatu brand, kemudian mereka mulai mengingat produk tersebut dalam urutan pertama dan tentunya memiliki kesan yang baik tentang produk tersebut, loyalitas pun akan terbangun. Loyalitas dalam diri konsumen terhadap suatu brand terbangun karena mereka sudah percaya dengan brand tersebut.

Dengan begitu, konsumen pun tidak akan berpaling ke brand lain meskipun mendapatkan tawaran yang lebih menarik. Hubungan antara brand dan konsumen pun akan terjalin lebih awet.

Bahkan, apabila brand tersebut mengeluarkan produk baru, konsumen akan dengan senang hati memilih brand andalan mereka alih-alih memilih produk kompetitor.

Property Brand Assets

Apakah kamu ingat dengan brand HP paling terkenal di awal tahun 2000-an? Ya, Nokia. Nokia adalah raja pasar HP pada zamannya yang kemudian tumbang digilas kompetitor. Saat itu, Nokia menolak Android dan mempertahankan Windows.

Padahal, kebiasaan pengguna berubah seiring waktu, sehingga fleksibilitas brand dalam berkembang dibutuhkan. Itulah mengapa perusahaan perlu memperluas brand asset untuk mempertahankan brand equity. Caranya bisa dengan memiliki hak paten, menjalin kerja sama, dan rutin melahirkan inovasi baru.

Cara Membangun Brand Equity

Setelah mengetahui seluk beluk brand equity, apakah kamu akan menerapkan konsep ini ke perusahaan atau bisnis kamu? I think it’s a must!

Ya, kamu wajib memahami dan membangun brand equity pada bisnis kamu kalau kamu ingin bisnis kamu semakin maju dan berkembang.

Dengan begitu, kamu tidak perlu susah-susah lagi menjelaskan ke semua orang kalau brand kamu lah yang terbaik, karena brand kamu sudah dikenali, diingat, dan dianggap unggul dari brand lain.

Hebat, kan dampak brand equity terhadap kesuksesan penjualan sebuah perusahaan? Nah, coba deh kamu praktikkan cara-cara di bawah ini untuk membangun brand equitymu sendiri!

Ciptakan Produk yang Berkualitas dan Unik

Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk membangun brand equity adalah dengan menciptakan produk yang berkualitas dan unik.

Tekankan pada dirimu bahwa menciptakan produk yang berkualitas menjadi nilai yang tidak bisa diganggu gugat. Percayalah bahwa menjual produk yang berkualitas akan meningkatkan kepercayaan dan pengalaman konsumen.

Menciptakan produk yang unik dan inovatif juga akan menarik minat konsumen untuk membeli. Pada awalnya mungkin konsumen hanya akan mencoba produk kamu karena penasaran. Tetapi, setelah mengetahui bahwa produk kamu berkualitas, kemungkinan besar mereka akan melakukan repeat order.

Dalam hal ini, Mash Moshem Indonesia bisa membantumu menciptakan produk kosmetik terbaik dan unggul di pasaran. Kamu bahkan bisa memilih bahan, mengatur manfaat produk yang ingin kamu buat, serta menentukan jenis sediaan produk tersebut.

Tak perlu khawatir soal keamanan dan legalitas produk, maklon kosmetik kami telah mengantongi sertifikat CPKB golongan A. Sehingga secara legal dan diakui oleh BPOM, mampu menciptakan berbagai jenis kosmetik dengan beragam sediaan.

Bangun Awareness yang Kuat

Hal berikutnya yang harus kamu lakukan adalah membangun awareness yang kuat. Kamu harus memastikan brand kamu dikenali oleh konsumen dan calon konsumen ketika mereka mencari produk atau jasa yang diperlukan.

Tidak hanya itu, kamu juga harus bisa melihat produk sesuai persepsi yang brand kamu perlukan. Hal tersebut perlu kamu lakukan karena brand image akan memengaruhi demografi target audiens dan angka penjualan produk.

Banyak cara untuk membangun brand awareness, misalnya membuat konten yang sifatnya storytelling. Di sini kamu bisa membuat konten iklan yang merepresentasikan target pelanggan berupa demografi, perilaku, dan lain-lain.

Selain itu, konten iklan tersebut juga dapat berisi kisah mengenai brand kamu, mulai dari sejarah, tujuan, nilai, dan masih banyak lagi.

Kamu juga harus membangun customer service yang baik, bukan hanya secara face to face, tetapi kamu perlu membangun hubungan dengan pelanggan via email atau media sosial. Jangan lupa juga untuk melibatkan logo atau elemen khas brand kamu pada setiap akan mengunggah konten promosi apapun, ya.

Jangan Lupa Komunikasikan Visi dan Misi Brand

Mengomunikasikan visi dan misi brand juga dapat menjadi cara jitu untuk membangun brand equity, loh! Kenapa begitu? Hal tersebut merupakan cara terbaik bagi brand kamu untuk meninggalkan persepsi baik di benak konsumen.

Caranya adalah dengan memaparkan manfaat dan solusi yang ditawarkan produk kamu pada konsumen. Misalnya, produk kosmetik Love, Beauty, and Planet yang menawarkan solusi atas pencemaran lingkungan akibat dari penggunaan detergen berbahan aktif yang berbahaya bagi lingkungan.

Brand ini mengenalkan produknya dengan menjelaskan visi dan misinya yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan.

Dengan begitu, konsumen akan lebih tertarik untuk memprioritaskan brand tersebut daripada brand lain dengan produk yang sama.

Lakukan Tes ke Target Audience

Setelah melalui tahap-tahap di atas, kamu sudah bisa melakukan tes atau uji coba ke target audiens. Dengan inisiasi ini, kamu bisa menyaring masalah dan solusi yang konsumen perlukan. Proses uji coba ini juga dapat digunakan untuk meraih feedback terkait plus minusnya produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Dalam skala yang lebih besar, uji coba ini dapat menjadi cara buat kamu untuk menunjukkan kepedulianmu terhadap konsumen. Hasilnya, proses ini dapat meningkatkan customer loyalty dan basis pelanggan perusahaan di masa-masa yang akan datang.

Tingkatkan Customer Experience

Setelah semua usaha kamu lakukan, jangan lupa untuk meningkatkan customer experience (CX). Customer experience mencakup banyak hal, mulai dari pelayanan pelanggan hingga kualitas produk yang diluncurkan.

Meningkatkan customer experience dapat menjadi cara jitu untuk mempertahankan kualitas brand equity pada produk kamu. Selain itu, kamu dapat menggunakannya sebagai cara untuk mempromosikan brandmu pada prospek konsumen baru.

Wah, akhirnya kita sudah sampai sini setelah lebih dalam mengenal brand equity. Apakah kamu sudah cukup mengenal apa itu brand equity?

Memiliki brand equity rupanya sangat bermanfaat untuk mengembangkan dan membuat brand kosmetikmu kian populer, lho, Beautypreneurs. Agar brand equity yang kamu bangun pun bisa membawa dampak yang signifikan untuk brand kosmetikmu, maka kamu perlu menciptakan produk terbaik dan unik di pasaran.

Nah, dalam hal ini, Mash Moshem Indonesia dapat membantumu. Lewat jasa maklon kosmetik yang kami tawarkan, kamu bisa bekerja sama dengan berbagai tenaga ahli dan kreatif yang telah lama menggeluti industri kosmetik.

Kamu bahkan bisa menciptakan trobosan-trobosan baru dalam industri kosmetik bersama tim formulator kami. Juga, dapat membuat desain kemasaran yang eye catching dan membuat konsumen mudah mengingat brand kosmetikmu.

Selain karena harga yang kami tawarkan cukup kompetitif, kami juga berkomitmen memberikan one formula for one brand. Artinya, formula produk kosmetikmu tak akan kami gunakan pada brand lainnya yang juga membuat produknya bersama kami.

Menarik, bukan? Dengan menghubungi tim kami lewat Contact Us, kamu sudah bisa mendiskusikan rencana bisnis dan brand kosmetikmu bersama tim kami,

About Author

Related posts

total quality management adalah

Kenali Sistem Total Quality Management (TQM) dan 8 Elemen Pokoknya

Apakah kamu pernah mendengar istilah total quality management? Konsep awal total quality management awalnya diciptakan untuk sektor manufaktur, tetapi konsep tersebut sudah banyak digunakan untuk berbagai macam industri. Dalam penerapannya, konsep total quality management adalah meningkatkan budaya kerja, sistem,...

Continue Reading

Leave a Comment