9 Langkah Membangun B2B Company Branding, Catat Ya!

b2b company branding

Bagi pelaku bisnis atau tim pemasaran mungkin sudah tidak asing dengan istilah B2B Marketing. Pemasaran jenis ini sering digunakan oleh perusahaan besar dan ritel. Sebab skala penjualan terhitung dalam jumlah yang besar.

B2B marketing sendiri merupakan singkatan dari Business to Business. Bagi orang awam mungkin istilah ini cukup asing. Namun tidak perlu khawatir, sebab artikel kali ini akan membahas tuntas mengenai B2B marketing.

Strategi pemasaran yang satu ini sebenarnya sudah diterapkan sejak lama. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, B2B juga ikut berkembang. Bahkan saat ini B2B marketing juga dapat dijalankan secara online.

Oleh karena itu perusahaan-perusahaan yang memiliki startegi B2B marketing perlu melakukan B2B Company branding. Nah, sebelum jauh melangkah ke company branding, alangkah baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa itu B2B marketing. Seperti apa? berikut penjelasan selengkapnya.

Apa Itu B2B Marketing?

Sekilas telah kita singgung bahwa strategi pemasaran yang satu ini biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun tak menutup kemungkinan pula buat kamu yang baru merintis bisnis juga membuat strategi pemasaran seperti ini.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa B2B marketing merupakan singkatan dari Business to Business. Yakni bisa diartikan sebagai strategi penjualan sebuah perusahaan bisnis kepada perusahaan lainnya. Jadi pembeli atau pengguna jasa berasal dari perusahaan juga. Bukan perorangan.

Jika penjual dan pembeli berasal dari perusahaan, secara otomatis skala penjualan akan lebih besar dibandingkan jika pembeli berasal dari perorangan. Sebagai contohnya B2B marketing ini sering digunakan oleh perusahaan ritel.

Barang atau produk yang sudah dibeli dalam jumlah yang besar akan kembali dijual oleh perusahaan tersebut. Bisa dengan merek baru atau merek lama sesuai dengan produk yang dibuat.

Meskipun sasaran konsumen dari B2B marketing ini adalah perusahaan, namun strategi ini juga mempunyai target yang spesifik. Jadi hampir sama seperti system marketing yang lainnya. Untuk mencapai target yang spesifik tersebut, perusahan yang menerapkan strategi ini memerlukan B2B company branding.

Branding merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh perusahaan. Begitupun dengan perusahaan B2B. Seperti apa langkah untuk membangun B2B company branding? Berikut strategi yang perlu kamu jalankan.

Langkah Membangun B2B Company Branding

Melakukan branding berarti juga membangun image perusahaan. Oleh karena itu B2B company branding tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan. Sebab image adalah hal pertama yang akan dilihat oleh konsumen ketika akan melakukan kerjasama atau pembelian.

Oleh karena itu harus dibangun sekredibel mungkin. Supaya bisnismu makin terpercaya. Dengan begitu perusahaan juga tidak akan ragu untuk melakukan pembelian dengan skala yang besar pada perusahaanmu.

Nah, untuk melakukan B2B company branding ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan. Apa saja? Berikut langkah-langkahnya:

Tentukan Target Audience

Langkah pertama dalam strategi B2B company branding adalah menentukan target audience yang ingin kamu raih. Dengan menentukan target audience kamu akan mengetahui tujuan dan bentuk branding yang ingin kamu lakukan. Untuk menentukan target audience, kamu perlu melakukan riset.

Dari riset tersebut kamu bisa mengetahui siapa peminat terbesar dari produkmu. Dengan begitu kamu bisa menimbang-nimbang siapa target audience yang akan kamu pilih. Saat melakukan riset, kamu harus memposisikan diri sebagai problem solving atau pemecah masalah.

Pahami masalah yang dialami oleh audience. Kamu harus mengetahui pain point dari audience tersebut. Setelah memahami masalah yang mereka alami, perusahaanmu bisa hadir di tengah-tengah mereka sebagai pemecah masalah.

Dengan begitu target audiencemu akan sangat tepat. Tak hanya demikian, kamu juga perlu mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Olah data tersebut menjadi strategi baru yang mengarah kepada target audience. Jadi kamu bisa membuat strategi branding B2B dengan tepat.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam melakukan riset tersebut. Yakni survei pelanggan, survei yang dilakukan di toko resmimu, interview pelanggan, melakukan percakapan di customer service hingga percakapan di antara tim sales.

Selain itu kamu juga bisa melakukan observasi di lapangan, data analitik dari program dan software yang digunakan, data dari insights yang ada di social media yang digunakan dan masih banyak yang lainnya. Cara-cara tersebut bertujuan untuk mengetahui isi hati dari target audience.

Sebagai tips yang lebih jitu lagi, kamu bisa menggunakan bahasa yang sesuai dengan target yang dituju. Dengan begitu, audience akan merasa lebih nyaman dan nyambung dengan konten yang kamu buat. Sehingga mereka akan memiliki koneksi dengan perusahaan.

Tentukan Core Value 

Setelah menentukan target audience, langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah dengan menentukan core value. Core value yang dimaksud adalah nilai-nilai yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan menentukan core value ini kamu bisa menampilkan citra perusahaan yang lebih baik lagi.

Sehingga akan menjadi image positif dan  nilai plus di mata audience. Selain itu core value juga dapat dijadikan landasan perusahaan. Yakni nilai-nilai teguh yang dipegang perusahaan. Bahkan core value ini juga dapat menyatukan karyawan dan staff.

Dengan landasan nilai-nilai ini mereka akan berjalan sesuai visi dan misi perusahaan. Calon klien pun akan lebih percaya lagi dengan perusahaan yang kamu jalankan. Nah, untuk menentukan core value tersebut, kamu bisa membuatnya bedasarkan pertanyaan-pertanyaan berikut.

  1. Apa yang menjadi prioritas perusahaan?
  2. Apa yang perusahaan pedulikan?
  3. Mengapa bisnis ini perlu dilakukan?
  4. Apa tujuan akhir bisnismu?
  5. Siapa saja yang butuh dilibatkan?
  6. Apa saja yang kamu perlukan dalam membangun bisnis?
  7. Masalah apa yang perlu dijawab atau diselesaikan?
  8. Bagaimana kamu mengukur kesuksesan?
  9. Bagaimana suatu masalah diselesaikan?
  10. Budaya apa yang ingin kamu miliki di perusahaan?

Usahakan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jujur. Libatkan pemimpin perusahaan dan staff penting serta terkait lainnya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Sehingga dari jawaban itu kamu bisa menyimpulkan dan membuat core value perusahaan.

Core value yang sudah terbentuk akan menjadi landasan bagi perusahaan. Jadi kegiatan branding yang akan dilakukan akan lebih terarah. Potensinya akan sukses pun semakin besar. 

Tentukan Brand Personality dan Tonality

Tidak hanya menentukan core value saja, namun kamu juga harus menentukan brand personality dan tonality. Brand personality merupakan kepribadian yang dimiliki oleh perusahaan. Sedangkan tonality merupakan suara perusahaan tersebut.

Yang dimaksud kepribadian dalam konteks ini adalah citra seperti apa yang akan kamu buat tentang perusahaan kepada audience. Tentu saja kepribadian ini merupakan poin yang cukup penting. Sebab kepribadian ini akan menjadi hal utama yang dilihat calon klien ketika akan melakukan transaksi.

Untuk menentukan citra perusahaan, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan audience terlebih dahulu. Setelah audience terbentuk, kamu bisa membangun image atau citra perusahaan yang pas dan sesuai dengan target. Dengan begitu branding yang kamu lakukan juga akan berpotensi untuk sukses besar.

Sedangkan suara yang dimaksud di sini adalah bagaimana kamu berkomunikasi dengan audience. Mulai dari gaya bahasa dari konten yang kamu buat hingga desain yang kamu gunakan. Dari aspek tersebut akan terbentuk citra dan suara dari perusahaamu.

Meskipun target akhir dari audience yang kamu tuju adalah perusahaan, namun tidak ada salahnya untuk menentukan kepribadian dan suara dalam branding. Dalam poin ini kamu harus bisa mempercayakan perusahaan tersebut dengan perusahaanmu.

Junjung tinggi integritas, kualitas dan juga kejujuran. Dengan nilai-nilai tersebut, perusahaan pun tidak akan ragu untuk melakukan kerjasama. Sehingga penjualan pun akan semakin meningkat.

Tentukan Apa yang Akan Kamu Tawarkan 

Langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah menentukan apa yang akan kamu tawarkan. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa dengan menentukan audience, kamu bisa menemukan masalah yang mereka alami. Dengan begitu perusahaanmu bisa hadir di tengah-tengah mereka sebagai solusi. Solusi tersebut bisa sebagai barang atau pun jasa.

Selain itu hal yang harus kamu perhatikan adalah keunikan dari produk yang kamu buat. Meskipun berperan sebagai solusi, kamu juga harus berani tampil beda dan unik. Itu akan membuat produkmu nanti menjadi menonjol dan memiliki cirri khas.

Sebisa mungkin kamu harus mempunyai inovasi baru. Jangan sampai produk yang kamu buat sama seperti produk yang sama pada umumnya. Tentu hal itu akan sangat berpengaruh pada citra perusahaan. Bisa-bisa audience menilaimu sebagai plagiat.

Brand positioning dan differentiation ini bisa kamu tentukan dengan menentukan beberapa poin. Berikut poin-poin yang bisa kamu pahami dan terapkan.

a. Manfaat Produk 

Ketahui manfaat dari produk yang kamu buat. Ini merupakan poin penting pertama yang harus kamu ketahui ketika akan membuat produk. Usahakan produk yang kamu ciptakan mempunyai banyak manfaat dan beda dari merek lain.

Misalnya merek lain menawarkan tiga manfaat, berarti kamu harus menawarkan lebih dari itu. Buat sesolutif dan seunik mungkin. Sebab semakin banyak manfaat yang kamu tawarkan, akan membuat audience semakin tertarik pula. Itulah mengapa sangat penting mengetahui pain poin dari audience.

b. Kemasan Produk

Selain manfaat produk, dari segi kemasan juga harus kamu perhatikan. Buatlah kemasan produk seunik dan semenarik mungkin. Mulai dari bentuk kemasan hingga desain yang digunakan. Pemilihan warna juga menjadi poin yang sangat penting.

Sebab kemasan ini akan menjadi visual pertama yang akan dilihat oleh perusahaan. Sehingga kamu harus membuat kemasan semenarik mungkin supaya mereka semakin tertarik dengan produk yang kamu tawarkan.

c. Harga dan Kualitas Produk

Poin selanjutnya adalah harga dan kualitas produk. Seperti yang diketahui bahwa semakin murah suatu produk, akan semakin menarik pula di mata konsumen. Meskipun murah, kamu tidak boleh menampilkan kesan yang murahan.

Tetap jaga kualitas dari produk yang kamu buat. Dengan produk yang berkualitas dan harga yang miring, pasti akan membuat perusahaan tersebut melirik produk dari perusahaanmu. Sebab mereka akan seperti menemukan harta karun. Bisa membeli produk dengan harga yang murah namun berkualitas.

Di Mash Moshem Indonesia kamu tetap bisa memproduksi kosmetik berkualitas dengan modal yang relatif rendah. Sebab, kami bisa membantumu menyesuaikan formulasi dan berbagai kebutuhan produksi lain sesuai dengan budget-mu.

Selain itu, kami juga menawarkan nilai MOQ rendah untuk ODM maupun OEM Kosmetik. Kalau ODM, kamu hanya perlu memproduksi 1000 pcs per produk. Sementara untuk OEM Kosmetik, kamu boleh mulai memproduksi kosmetik dengan MOQ 100 pcs.

Nah, untuk memvalidasi kualitas dan keamanan produk yang kamu buat, Mash Moshem Indonesia juga memfasilitasi pengurusan legalitas BPOM dan berbagai sertifikat lainnya.

d. Kategori Produk

Tak hanya harga dan kualitas produk, kamu juga harus membuat kategori produk. Dengan membuat kategori produk ini kamu bisa memahami nantinya produk mana saja yang menjadi unggulan. Serta mana saja produk yang tidak unggul.

Dengan pengelompokan tersebut kamu akan mengetahui selera pasar. Lakukan evaluasi secara detail. Sehingga poin-poin yang berpengaruh bisa kamu kethahui. Selain itu kamu juga bisa menggunakan dan membuat strategi pemasaran yang baru.

Sebagai contoh, ketika akan membuat brand kosmetik, kamu bisa menentukan kategori produk apa yang ingin kamu produksi. Apakah produk perawatan wajah, rambut, tubuh, ataukah justru produk dekoratif seperti lipstik dan parfum.

Untuk membuat produk-produk ini, kamu bisa bekerjasama dengan perusahaan manufaktur kosmetik dengan sertifikasi CPKB golongan A seperti Mash Moshem Indonesia. Sebab, tanpa sertifikasi ini, perusahaan tidak bisa memproduksi beberapa jenis kosmetika, tentu ini akan menghambat laju bisnis yang kamu jalankan.

Buat Pesan yang Menarik

Langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah dengan membuat pesan yang menarik. Pesan ini akan disampaikan melalui siaran di akun pemasaran. Baik secara digital maupun konvensional. Seperti sosial media, website, email atau pun iklan.

Yang paling penting untuk membuat pesan yang menarik kamu tidak boleh asal-asalnya. Karena sifatnya nanti akan berbentuk konten, maka kamu harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Sehingga pesan yang disampaikan bisa langsung tertuju ke audience.

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika membuat pesan adalah kebutuhan pelanggan, manfaat dan keunggulan produk brand, menunjukkan core value yang kamu miliki hingga menggunakan bahasa yang sesuai dengan kepribadian dan tone dari brand. 

Buat Desain yang Menarik dan Estetik

Selain pesan yang menarik, desain yang estetik juga sangat perlu diperhatikan. Buatlah cirri khas yang unik dan menarik dari desain yang kamu buat.Sebab desain tersebut akan membangun image perusahaan yang sedang kamu bangun.

Pemilihan warna desain juga harus sesuai. Pilih warna yang senada. Sebab hal itu akan mempengaruhi bentuk dan cirr khas dari perusahaan. Tak lupa pula untuk membuat desain sesuai dengan fitur-fitur yang kamu gunakan.

Sebab setiap platform yang digunakan akan memiliki format yang berbeda pula. Dengan demikian kamu harus menyesuaikan format yang diberikan setiap platform tersebut. Baik dari sosial media maupun website.

Gunakan Banyak Channel 

Langkah selanjutnya yang bisa kamu gunakan adalah membuat banyak chanel. Semakin banyak chanel yang kamu buat, maka semakin besar pula potensi branding yang kamu buat. Sasar semua sosial media yang ada.

Semakin banyak sosial media yang kamu gunakan, akan semakin terjalin pula komunikasi yang baik antara kamu dan audience. Tak hanya demikian, perusahaanmu juga akan semakin dikenal oleh banyak khalayak.

Ingin tahu soal strategi omnichannel marketing, kamu bisa cari tahu di sini!

Libatkan Karyawan

Kamu juga bisa melibatkan karyawan untuk branding. Hal ini bisa disebut juga dengan pendekatan personal. Dengan melibatkan karyawan akan membuat audience semakin yakin dengan perusahaan atau produk yang kamu buat.

Selain itu audience juga tidak akan menilai perusahaanmu berdasarkan apa yang kamu buat saja. Namun juga nilai yang dimiliki setiap karywan. Semakin kredibel dan memiliki integritas yang tinggi, maka semakin besar pula potensi klien akan percaya dengan perusahaanmu.

Menambahkan Layanan Bagi Pelanggan

Langkah terakhir untuk melakukan B2B branding yang bisa kamu lakukan adalah dengan cara menambahkan layanan bagi pelanggan. Layanan ini sangat beragam. Salah satunya dengan memberikan layanan testimoni atau review dari produk yang kamu buat.

Selain dapat memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk berpendapat mengenai produk, layanan testimoni juga berguna untuk menambahkan kepercayaan bagi calon klien. Review tersebut sangat berguna untuk membangun kepercayaan. Dengan review tersebut pula pendapat yang natural akan terbangun. Sehingga mereka akan dapat menilai keunggulan produkmu secara nyata.

Selain testimoni, kamu juga bisa menambahkan layanan lain seperti memberi reward pada pelanggan. Dengan begitu mereka akan merasa mendapatkan berbagai benefit ketika melakukan transaksi dengan perusahaanmu.

Nah, itulah penjelasan dari B2B company branding. Meskipun strategi ini sering digunakan oleh perusahaan dengan skala yang besar, namun juga tidak ada salahnya buat kamu yang ingin mencobanya.

Selamat mencoba, Beautypreneurs!

About Author

Related posts

Leave a Comment