Rentan Bikin Iritasi, Kenali 7 Bahan Photosensitive dalam Skincare Ini

bahan photosensitive (2)

Tahukah kamu, kalau enggak semua skincare bisa digunakan pada pagi atau siang hari, lantaran tak boleh terkena sinar matahari secara langsung?

Yap! Kondisi ini disebabkan adanya kandungan skincare yang bersifat photosensitive atau sensitif terhadap sinar matahari.

Istilah photosensitive mengacu pada reaksi berlebihan yang dialami kulit ketika terkena panas sinar matahari secara langsung. Reaksi yang ditimbulkan cukup beragam, misalnya kulit yang tebakar, iritasi, rasa perih, hingga muncul ruam kemerahan pada kulit.

Sebenarnya reaksi kulit manusia terhadap sinar matahari ini sangatlah normal. Namun, tingkat sensitifitas ini berbeda-beda tiap orangnya, dan kondisinya bisa meningkat dalam kondisi tertentu.

Saah satu hal yang dapat meningkatkan sensitifitas tersebut adalah kandungan tertentu dalam skincare. Kandungan ini bisa membuat kulit jadi lebih rentan iritasi bila terpapar sinar matahari secara langsung.

Kira-kira bahan apa saja yang bisa memicu photosensitive? Simak artikel ini sampai habis biar kamu tahu dan bisa lebih hati-hati dalam memilih skincare.

AHA dan BHA

manfaat fenugreek oil untuk kecantikan (2)

Bahan skincare bersifat photosensitive yang pertama adalah AHA dan BHA. Kedua bahan ini banyak ditemukan dalam produk scrub wajah, toner, krim pencerah wajah, maupun serum wajah.

Kedua bahan ini bekerja dengan mendorong eksfoliasi sel kulit mati dari epidermis, merangsang regenerasi sel baru yang lebih sehat, dan mengangkat kotoran serta minyak berlebih dari kulit.

Meski akhirnya dapat membuat wajah jadi lebih cerah dan tampak mulus, penggunaan skincare dengan BHA dan AHA pun harus diperhatikan dengan seksama.

Ini dikarenakan, keduanya bisa menyebabkan kulit jadi lebih rentan mengalami iritasi dan sensitif terhadap paparan sinar matahari.

Kandungan skincare yang bisa digolongkan ke dalam AHA dan BHA pun sangat beragam. Misal dari BHA ada salicylic acid, sementara AHA punya banyak jenis seperti asam glycolic, asam lactic, mandelinc acid, dan lain sebagainya.

Vitamin C

lemon essential oil

Kamu pasti sudah sering menemukan produk perawatan kecantikan kulit yang menggunakan kandungan vitamin C di dalam formulanya, bukan?

Yap! Senyawa yang juga tergolong dalam antioksidan alami ini bekerja dengan sangat efektif untuk melindungi kulit, khususnya dalam melawan radikal bebas pada kulit wajah.

Di sisi lain, vitamin C bisa bekerja sama seperti salicylic acid dalam membantu mencerahkan kulit wajah. Senyawa ini dapat mendorong regenerasi sel kulit baru yang lebih sehat, dan membuat sel kulit mati terangkat secara optimal.

Sifat asam dalam vitamin C pun berisiko untuk membuat kulit wajahmu jadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Karenanya, beberapa krim atau skincare yang mengandung vitamin C cenderung direkomendasikan dipakai pada malam hari.

Essential Oil atau Minyak Esensial

Essential oil atau minyak esensial bisa merupakan salah satu bahan alami yang kerap digunakan dalam kandungan skincare. Bahkan enggak sedikit juga resep masker wajah dan perawatan kulit DIY yang menggunakan bahan ini sebagai campuran.

Minyak yang juga dikenal dengan atsiri ini memang memilil segudang manfaat untuk kecantikan dan kesehatan kulit. Namun penggunaan essential oil pada kulit ini enggak bisa digunakan secara sembarangan, ya.

Sebab beberapa jenis essential oil bisa bersifat photosensitive, alias bisa bereaksi secara berlebihan di bawah paparan sinar matahari.

Karenanya, biasanya sebelum diaplikasikan pada kulit, essensial oil akan dilarutkan terlebih dahulu dengan minyak pembawa sehingga tidak akan bereaksi teralalu keras pada kulit.

Nah, beberapa ragam essential oil yang termasuk diantaranya bergamot, peppermint, grapefruit, lemon, bitter orange dan mandarin leaf.

Benzoyl Peroxide

Buat kamu yang bermasalah dengan jerawat membandel ataupun memiliki kulit acne pore, benzoyl peroxide pasti bukanlah kandungan yang asing buatmu.

Yap! Bahan yang bisa bekerja sangat efektif dalam mempercepat proses penyembuhan jerawat. Bahkan bisa membantu menyamarkan bekasnya dan membuat kulitmu jadi lebih cerah,

Tak hanya itu, benzoyl peroxide bahkan diketahui dapat mengatasi peradangan, karenanya bisa bekerja dengan baik dalam merawat kulit berjerawat.

Akantetapi, benzoyl peroxide bisa membuat kulit jadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Karenanya, produk perawatan yang mengandung bahan ini kerap digunakan pada malam hari atau night routine.

Cari tahu lebih banyak soal benzoyl peroxide dan manfaatnya untuk kulit di sini.

Retinol

Retinol merupakan bahan kosmetik yang didapat dari turunan vitamin A ini kerap digunakan dalam produk antiaging dan pencerah wajah.

Bahan aktif satu ini bisa membantu mengoptimalkan proses regenerasi kulit, meningkatkan dan merawat kadar kolagen dalam jaringan kulit, juga menangkal dampak buruk radikal bebas.

Sayangnya, karena bekerja dengan mendorong pengelupasan kulit, ini berarti juga membuat wajah kamu lebih tipis. Hasilnya, kulit akan kian rentan terdampak oleh paparan sinar matahari, mengalami iritasi, hingga membuat kulit terbakal.

Kojic Acid

Bahan skincare lain yang bisa membuat kulit jadi photosensitive adalah kojic acid. Bahan ini mengandung kadar asam yang tinggi, bahkan memiliki kandungan asam salisilat yang tergolong sebagai BHA.

Utamanya, Kojic Acid akan membantu mendorong pengelupasan sel kulit mati, memperlambat pembentukan melanin, dan merangsang regenerasi sel baru.

Meski dapat meningkatkan kecerahan kulit dengan cukup efektif, asam kojic dinilai cukup iritatif pada kulit dan bahkan bersifat photosensitive.

Cuka Apel

manfaat cuka apel

Buat kamu yang suka banget sama beauty hacks pasti udah enggak asing sama yang nammanya cuka apel. Gimana enggak? Bahan alami ini bisa dipilang cukup popular digunakan sebagai bahan pembuatan toner alami.

Tapi tahukah kamu kalau penggunaan cuka apel secara berlebihan dan kadar yang tinggi bisa menimbulkan photosensitive pada kulit?

Ini dikarenakan, dalam cuka apel terdapat kandungan asam yang tinggi dan terbilang sangat iritatif pada kulit. Bahkan, ketika digunakan secara langsung pada kulit pun bisa membuat wajah jadi kering dan membuat kulit kian sensitif.

Cara Menggunakan Skincare Berkandungan Bahan Photosensitive dengan Aman

Young woman dropping oil with pipette on face for fresh perfect skin.

Bahan photosensitive ini pada dasarnya memang hanya akan bereaksi berlebihan pada sinar matahari dan mengakibatkan kulit jadi mudah teriritasi.

Karenanya, bukan berarti tidak boleh digunakan sama sekali. Namun penggunaan skincare dengan bahan photosensitive haruslah diperhatikan dengan baik, misalnya dengan mengikuti kiat amannya di bawah ini.

Gunakan Pada Malam Hari

Sesuai sifatnya yang sangat rentan pada sinar matahari, salah satu cara aman untuk menggunakan skincare berkandungan photosensitive adalah dengan memakainya pada malam hari.

Selain bisa menghindari reaksinya dengan sinar matahari, penggunaan krim malam dengan kandungan retinoid, salicylic acid, dan sebagainya akan membantu memperlancar metabolisme sel kulit menjadi lebih baik.

Pakai Sunscreen untuk Melindungi Kulit

Penggunaan sunscreen pada dasarnya merupakan hal yang wajib kamu lakukan, mau kulitmu normal, berminyak, atau bahkan kering dan sensitif.

Apalagi kalau kamu menggunakan skincare berkandungan bahan photosensitive sebelumnya, tentu sunscreen jadi senjata wajib yang harus kamu siapkan.

Produk ini akan membantu menangkal dan mencegah sinar UV masuk ke dalam dermis, membakar kulit, maupun merusak sel-sel yang ada di dalamnya.

Perhatikan Dosis Bahan Potosensitif yang Ada dalam Skincare

Untuk mencegah adanya iritasi pada kulit, sebenarnya hal yang perlu kamu perhatikan baik-baik adalah memperhatikan dosis kandungan photosensitive yang ada dalam skincare tersebut.

Nah, kalau kamu masih mau mencoba skincare dengan kandungan ini, maka akan lebih baik untuk memulainya dengan konsentrasi yang rendah terlebih dahulu. Misalnya pada kisaran angka 0.5% hingga 1 % saja sudah cukup.

Tak cuma itu, mulai juga dari kosentrasi produk yang paling ringan dan mudah terserap kulit, seperti toner. Kalau kulit sudah beradaptasi selama beberapa minggu, kamu bisa beralih jenjang dengan menggunakan serum wajah.

Biasanya efek samping penggunaan skincare photosensitive ini akan muncul setelah 2-3 minggu pemakaian rutin, namun jika tidak ada masalah yang terjadi maka kemungkinan besar kulit kamu telah beradaptasi dengan produk ini.

Nah, itu adalah berbagai hal tentang kandungan photosensitive yang ada dalam skincare. Termasuk apa saja jenisnya, bahayanya buat kulit, juga bagaimana cara aman untuk menggunakan produk berkandungan bahan photosensitive.

Apakah kamu sudah pernah menggunakan produk perawatan wajah dengan kandungan photosensitive sebelunya? Kalau iya, maka tidak ada salahnya untuk membagikan pengalaman dan tips keamanan yang kamu lakukan di kolom komentar.

Karena kami dan pembaca yang lain akan senang mendengar ceritamu! Well, sampai jumpa di artikel selanjutnya, Guys!

About Author

Renny Ambar Sari

An author, content writer and editor.

Related posts

Leave a Comment