7 Strategi Rebranding Untuk Bisnis Kosmetik, Tingkatkan Daya Saing Brand!

strategi rebranding untuk bisnis kosmetik

Untuk menjaga dan meningkatkan daya saing, strategi rebranding untuk bisnis kosmetik sangat perlu untuk kamu pelajari. Mengingat kompetisi di industri kosmetik tanah air dan luar negeri pun sangat ketat.

Dengan mengikuti tren yang ada, produk kosmetikmu tidak terkesan kuno. Bahkan jika kamu melakukan strategi promosi dengan benar, meskipun produkmu sudah lama terbentuk para generasi baru pun tidak akan sungkan untuk mencobanya.

Lantas strategi apa yang tepat untuk dilakukan? Solusinya adalah melakukan rebranding. Metode yang satu ini merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengenalkan merekmu kepada generasi baru. Ini untuk para pemilik brand lama yang ingin menyasar konsumen muda.

Untuk lebih tahu penjelasan selengkapnya tentang rebranding, kamu perlu membaca artikel ini hingga selesai. Selamat membaca!

Apa Itu Rebranding?

Dalam dunia bisnis pasti kamu sudah tidak asing dengan istilah rebranding. Rebranding merupakan strategi pemasaran yang merubah nama, symbol, logo ataupun bentuk desain dari merek yang sudah ada. Hal ini bertujuan untuk merubah citra perusahaan di mata public.

Dari merek lama menjadi baru. Hal tersebut bertujuan untuk mengubah citra perusahaan agar terlihat lebih modern. Rebranding di dasari oleh untuk tampil berbeda dan menciptakan identitas baru bagi sebuah merek.

Pada umumnya sebuah perusahaan melakukan rebranding dengan alasan agar selalu terhubung dengan pelanggan. Sebab seiring dengan berjalannya waktu pelanggan pun akan terus berganti. Namun meskipun rebranding dikenal sebagai solusi pemasaran yang tepat, seringkali juga memiliki resiko yang cukup besar.

Bisa jadi setelah dilakukan rebranding justru konsumen semakin menurun. Karena tidak suka dengan produk baru yang dibuat. Oleh karena itu strategi ini perlu dipikirkan dengan matang. Begitu juga dengan tujuan untuk ke depannnya.

Selama ini ada dua jenis branding yang sering dilakukan oleh perusahaan. Yakni proactive rebranding dan reactive rebranding. Proactive rebranding merupakan strategi yang digunakan ketika perusahaan sadar akan adanya peluang untuk tumbuh, berkembang dan terhubung dengan pelanggan.

Sedangkan reactive rebranding adalah merek yang sudah ada tidak dilanjutkan atau dirubah. Sehingga perusahaan membuat brand baru. Biasanya hal tersebut berkaitan dengan merger dan akuisisi, masalah hukum hingga publisitas negatif seperti penipuan.

Selain itu rebranding juga memiliki beragam fungsi dalam bisnis kosmetik. Apa saja fungsinya? Berikut penjelasan selengkapnya.

Fungsi Rebranding Bagi Bisnis Kosmetik

Perusahaan melakukan rebranding dengan tujuan tertentu. Yang utamanya adalah agar selalu terlihat eksis dan trendy. Namun ternyata tak hanya itu saja yang akan didapatkan jika kamu melakukan rebranding dalam bisnis kosmetik. Karena rebranding memiliki beragam fungsi. Berikut daftarnya:

Terhubung dengan Audiens Baru

Fungsi dari rebranding yang pertama adalah terhubung dengan audience baru. Ini merupakan keuntungan yang cukup bagus untuk perusahaan. Sebab dengan memiliki audience baru itu berarti potensi memiliki pelanggan baru juga akan semakin tinggi.

Dengan memiliki audience baru kamu juga bisa menciptakan inovasi produk baru untuk mereka. Sebab pelanggan baru biasanya cenderung akan membawa bentuk dan inspirasi baru bagi sebuah produk.

Membedakan Brand dari Pesaing

Selain berfungsi untuk terhubung dengan audience baru, rebranding juga memiliki fungsi untuk membedakan diri dari pesaing. Jika terjun secara langsung dalam dunia bisnis, kamu pasti sudah tidak asing dengan brand kompetitor.

Untuk menarik perhatian dari pelanggan, kamu harus berani tampil beda dari kompetitor. Itulah nanti yang akan menjadi cirri khas bagi brand yang sedang kamu kembangkan. Dengan rebranding kamu bisa memiliki tampilan yang berbeda, produk yang berbeda hingga penawaran lain yang berbeda dari pesaing.  

Tetap Up to Date

Tak bisa dipungkiri bahawa seiring dengan berjalannya waktu, trend pun terus datang silih berganti. Strategi rebranding akan sangat efektif digunakan untuk hal yang satu ini. Dengan melakukan strategi rebranding untuk bisnis kosmetik, produkmu akan terlihat up to date dan modern.

Selain itu juga tidak terkesan kuno. Sehingga sangat efektif untuk menjaring pelanggan generasi muda untuk menggunakan produk kosmetik yang kamu buat. Mereka pun tidak akan ragu untuk mencoba kosmetikmu.

Mencerminkan Tujuan, Produk, Penawaran, atau Nilai Baru

Kamu sudah melakukan berbagai perkembangan, tapi sulit untuk menunjukkannya kepada khalayak umum? Solusinya adalah dengan rebranding. Dengan melakukan rebranding, kamu bisa menunjukkan tujuan baru dari produk yang kamu buat.

Tak hanya itu, kamu juga bisa memberikan penawaran baru yang lebih menggiurkan kepada pelanggan. Sehingga mereka akan merasakan dampak positif dari perkembangan bisnis kosmetik yang sudah kamu buat.

Meningkatkan Keuntungan Pada Bisnis

Jika dilihat dari segi keuntungan, rebranding sangat cocok untuk meningkatkan keuntungan pada bisnis kosmetik. Melakukan rebranding berarti juga menjaring pelanggan baru yang berbeda dari sebelumnya. Dengan adanya pelanggan baru, itu berarti penjualan juga akan semakin meningkat.

Selain itu juga dapat memperluas jangkauan produk. Tidak hanya berkutan pada satu pasar saja. Sehingga dengan adanya metode ini, peluang bisnis kosmetikmu akan meningkat.

Itulah beberapa fungsi dari rebranding untuk bisnis kosmetik. Lalu bagaimana cara menyusun strategi rebranding yang efektif? Untuk lebih lengkapnya, simak artikel di bawah hingga selesai ya. Happy reading!

Strategi Rebranding untuk Bisnis Kosmetik yang Efektif

Melakukan rebranding pada sebuah bisnis sangat tidak mudah. Apalagi bisnis kosmetik. Oleh karena itu kamu perlu strategi yang matang sebelum memutuskannya. Berikut adalah gambaran strategi rebranding yang efektif untuk bisnis kosmetik:

Mulailah dengan Alasan Bisnis yang Tepat

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memulai rebranding dengan alasan yang tepat. Kamu harus benar-benat menegtahui alasan apa yang mendasari kamu untuk melakukan rebranding.

Apakah hal tersebut didorong oleh pertumbuhan trend yang semakin pesat? Ataukah perusahaanmu ingin melakukan persaingan dengan kompetitor yang lebih mapan?

Itu sebuah harus diperhitungkan. Sehingga untuk ke depannya kamu bisa menyusun strategi rebranding yang lebih minim resiko negatif. Berikut ada beberapa alasan yang boleh kamu gunakan sebagai dasar untuk rebranding. Apa saja?

  1. Kamu perlu bersaing di level yang lebih tinggi atau di pasar baru
  2. Merek yang kamu bangun sudah tidak sesuai lagi denganmu. Atau tidak lagi mencerminkan perusahaan.
  3. Akusisi atau perusahaan dipisahkan dengan merek yang sudah ada
  4. Adanya alasan hukum yang membuatmu untuk merubah mereka
  5. Kamu perlu menyederhanakan dan memfokuskan pesan pada merek
  6. Adanya tim pemasaran baru yang membuatmu ingin membuat sesuatu yang baru juga

Riset Perusahaan dan Klien

Sebelum memutuskan untuk rebranding,  kamu juga harus melakukan riset yang mendalam terhadap perusahaanmu dan klien yang sedang kamu tuju.

Dengan adanya riset ini kamu bisa meyusun strategi yang lebih matang dari sebelumnya. Bahkan kamu juga bisa meneliti klien anda secara mendalam, agar tujuan kerjasama sukses dilakukan.

Tanpa melakukan riset ini, kamu hanya akan mengambil keputusan dan beroperasi berdasarkan perspektif internal saja. Tentu hal ini sangat tidak baik untuk dilakukan. Sebab akan sangat beresiko gagal untuk ke depannya.

Gunakan Positioning dan Messaging

Strategi rebranding untuk kosmetik yang perlu kamu lakukan selanjutnya adalah positioning dan messaging. Apa sih dua aspek ini? Positioning merupakan pemosisian pasar pada sebuah bisnis. Sedangkan messaging arsitektur perpesanan perusahaan.

Pemosisian pasar merupakan deskripsi singkat tentang posisimu di ruang pasar. Apakah sebagai  pemimpin merek yang inovatif ataukah penyedia barang dengan harga yang rendah.

Dengan memposisikan bisnis kosmetikmu dalam dua lini ini, kamu bisa mendapat gambaran tentang rebranding yang akan kamu lakukan untuk ke depannya.

Sedangkan arsitektur perpesanan ini merupakan artikelasi atau pesan yang ingin disampaikan merek kepada audience. Konsistensi sangat diperlukan pada bagian ini. Pesan inilah yang nantinya akan membangun citra perusahaan dan menjadi identitas utama.

Membangun Identitas Merk/Brand Kosmetik

Inilah bagian rebranding yang paling terlihat. Yaitu membangun identitas brand kosmetik yang sedang kamu bangun. Tidak hanya produk saja yang diperbarui, namun logo, warna, desain hingga kemasan juga perlu diperbarui.

Tentu ini sangat penting dalam rebranding. Banyak yang menyepelekan beberapa elemen tersebut, sehingga proses rebranding yang mereka lakukan pun carut-marut. Pikirkan dengan matang sesuai dengan tujuan rebranding yang kamu buat.

Selain itu, kamu juga perlu menyesuaikan berbagai elemen tersebut dengan audience yang kamu tuju. Atau pasar utama yang kamu tuju. Riset selera mereka. Dengan desain yang sesuai dengan selera pasar, tentunya rebranding yang kamu buat akan berpotensi berhasil pula.

Bangun Website dan Tingkatkan Visibilitas Online

Tak bisa dipungkiri bahwa seiring dengan kemajuan teknologi, promosi online dinilai sangat efektif. Apalagi untuk strategi rebranding. Oleh karena itu kamu tidak boleh meninggalkan hal yang satu ini ketika akan melakukan rebranding.

Dengan menggunakan website dan visibilitas online lainnya, brand kosmetik yang kamu buat juga akan semakin terpercaya. Audience pun tidak akan ragu untuk menjadi pelanggan. Apalagi jika kamu ingin melakukan kerjasama dengan klien, tentu dengan memiliki website akan sangat meyakinkan mereka.

Sebab semua orang saat ini sangat bergantung pada mesin pencarian. Mereka akan mencari segala macam informasi di sana. Nah, jika nama brand kosmetikmu tercantum di sana, maka kredibilitas merek juga akan semakin meningkat.  

Jaminan Pemasaran

Pada tahap ini kamu akan melakukan tahap pemasaran. Yakni memperkenalkan brand yang kamu bangun kepada khalayak umum. Untuk melakukan rebranding dengan strategi ini kamu bisa melakukannya dengan dua cara. Yakni secara konvensional dan online.

Untuk secara konvensional, kamu bisa melakukan pameran, mencetak brosur dan masih banyak yang lainnya. Sedangkan untuk online, kamu bisa menggunakan semua platform sosial media untuk menyampaikan pesan dari merek yang sedang kamu bangun.

Rencana Membangun Merek

Strategi terakhir yang bisa kamu lakukan untuk rebranding bisnis kosmetikmu adalah dengan rencana membangun merek. Yakni mematangkan rencana dan promosi untuk memasarkan merek baru kamu. Semua rencana perlu diperhitungkan dengan matang agar proses rebranding tidak gagal.

Komunikasikan keahlian perusahaan dengan baik. Sehingga krebilitas akan semakin terlihat. Selain itu juga sangat penting untuk memilih mitra yang tepat dan berpengalaman. Sehingga mereka juga bisa menjadi pondasi yang kuat untuk ke depannya.

Nah, itulah strategi rebranding untuk bisnis kosmetik yang bisa kamu praktekkan pada brand milikmu. Dengan begitu, kamu bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan perusahaan.

Untuk memperlancar strategi rebranding untuk bisnis kosmetik ini, Mash Moshem Indonesia bisa menjadi rekan yang tepat bagimu. Kami dapat membantumu memproduksi kosmetik unggulan dari berbagai jenis, manfaat, serta dilengkapi dengan sertifikat yang kamu butuhkan.

Kamu bisa menyesuaikan spesifikasi produk kosmetikmu dengan strategi rebranding yang kamu susun sebelumnya. Hubungi tim kami melalui Contact Us jika kamu tertarik membuat produk kosmetikmu bersama Mash Moshem Indonesia.

About Author

Related posts

Leave a Comment