Formula dan Bahan

Apakah Bahan Aktif Skincare Berbahaya? Cari Tahu di Sini!

apakah bahan aktif skincare berbahaya

Belakangan ini, kesadaran masyarakat untuk mulai memperhatikan kandungan dalam produk perawatan kulit semakin tinggi. Istilah bahan aktif pun semakin sering terdengar karena dipercaya mampu memberi perubahan nyata pada kulit. Namun, di balik popularitasnya, banyak yang masih bertanya-tanya soal apakah bahan aktif skincare berbahaya atau justru semuanya aman digunakan?

Pertanyaan ini wajar muncul, mengingat tidak semua orang benar-benar memahami fungsi dan potensi risiko dari setiap kandungan yang tercantum di label produk. Tak sedikit pula konsumen yang bahkan masih ragu mencoba karena khawatir efeknya pada kulit. Kalau Anda salah satunya, yuk, temukan penjelasan lengkap soal apakah bahan aktif skincare berbahaya berikut ini! 

Apakah Bahan Aktif Skincare Berbahaya?

Bahan aktif skincare adalah kandungan utama dalam sebuah produk yang berfungsi langsung untuk menangani masalah kulit, misalnya jerawat, kulit kusam, atau tanda penuaan. Berbeda dari bahan tambahan lain yang hanya mendukung tekstur, warna, atau aroma, bahan aktif inilah yang benar-benar bekerja menembus lapisan kulit untuk memberikan hasil nyata. 

Meski bahan aktif menentukan efektivitas produk, tapi tak jarang juga yang masih bertanya-tanya soal apakah bahan aktif skincare berbahaya. Pada dasarnya, bahan aktif yang digunakan dalam produk skincare sudah melalui uji keamanan sebelum dipasarkan, terutama jika produk tersebut terdaftar di BPOM. 

Artinya, selama digunakan sesuai aturan dan takarannya, kandungan tersebut aman bagi kulit. Walaupun pada dasarnya banyak bahan aktif skincare yang telah teruji keamanannya, namun ada juga beberapa yang bisa menimbulkan risiko negatif bagi kulit.

Beberapa bahan aktif ini biasanya memiliki sifat yang cukup keras, sehingga jika digunakan tanpa aturan yang jelas, dalam dosis berlebihan, atau tidak sesuai dengan kondisi kulit, bisa menimbulkan masalah baru. Dampaknya pun beragam, mulai dari iritasi ringan, kulit kering, sampai gangguan kesehatan jangka panjang.

Jadi, menjawab pertanyaan apakah bahan aktif skincare berbahaya, jawabannya bisa saja. Maka dari itu, penting mengenali apa saja contoh bahan aktif skincare yang berbahaya agar Anda bisa menghindarinya saat memilih produk perawatan. 



10 Bahan Aktif Skincare yang Berbahaya

Tidak semua bahan dalam produk skincare aman digunakan, meski sering kali terlihat menjanjikan hasil cepat pada kulit. Beberapa kandungan justru bisa memicu risiko kesehatan apalagi jika digunakan tanpa pengawasan dokter. Maka, penting untuk tahu apakah bahan aktif skincare berbahaya sebelum memasukkannya dalam perawatan kulit Anda. Dirangkum dari Alo Dokter dan Oka Doc, simak daftar bahan aktif skincare yang berbahaya agar Anda tak sampai salah pilih! 

Merkuri

Merkuri sering ditemukan dalam krim pemutih kulit karena kemampuannya mencerahkan dalam waktu singkat. Namun, zat ini dapat terserap melalui kulit dan menimbulkan masalah serius seperti ruam, jerawat, perubahan warna kulit menjadi keabu-abuan, hingga kerusakan permanen pada ginjal dan sistem saraf jika digunakan dalam jangka panjang. 

Hidroquinon

Hidroquinon kerap digunakan dalam produk pencerah kulit untuk mengurangi produksi melanin. Meski penggunaannya masih diperbolehkan dalam kadar rendah, pemakaian berlebihan atau jangka panjang tanpa pengawasan medis bisa menyebabkan kelainan pigmentasi kulit, seperti munculnya bercak hitam kebiruan (ochronosis).

Formalin

Formalin bukanlah bahan yang seharusnya ada di skincare. Zat ini bersifat karsinogenik (pemicu kanker) dan bisa menimbulkan iritasi kulit, gangguan pernapasan, serta rasa perih pada mata atau tenggorokan. Skincare yang mengandung formalin pun jelas tidak aman digunakan, apalagi untuk pemakaian rutin.

Baca Juga: 10 Kandungan Skincare yang Lagi Viral, Ampuh Atasi Masalah Kulit!

Phthalates

Phthalates kerap ditambahkan untuk membuat tekstur produk lebih lembut dan mudah menempel di kulit, tetapi pemakaiannya memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Pada skincare, kandungan ini berpotensi mengganggu sistem hormon atau endokrin, bahkan berisiko menimbulkan masalah kesuburan jika digunakan terus-menerus.

Timbal

Meski lebih sering dibicarakan pada kosmetik dekoratif, timbal juga kerap ditemukan dalam beberapa produk skincare. Sayangnya, paparan timbal berlebihan dapat menimbulkan keracunan, kerusakan organ penting seperti ginjal dan hati, serta membahayakan kehamilan dengan meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur.

Paraben

Paraben umum dipakai sebagai pengawet dalam produk skincare. Kendati begitu, zat ini sebenarnya sudah banyak dikaitkan dengan gangguan hormon, risiko kanker payudara, serta iritasi kulit seperti alergi atau dermatitis. Olehnya itu, walaupun masih banyak digunakan, sebaiknya Anda mulai lebih selektif memilih produk bebas paraben.

Phenoxyethanol

Phenoxyethanol juga sering digunakan sebagai alternatif pengawet dalam skincare, tetapi jika kadar penggunaannya terlalu tinggi, zat ini dapat memicu alergi pada kulit wajah. Dalam beberapa kasus, paparan berlebih phenoxyethanol dikaitkan dengan potensi gangguan sistem saraf.

Baca Juga: Symwhite 377 Tidak Boleh Dicampur dengan Bahan Apa Saja?

BHT (Butylated Hydroxytoluene)

BHT adalah antioksidan sintetis yang kerap dipakai dalam produk perawatan kulit seperti moisturizer. Namun, penelitian menunjukkan bahwa zat ini dapat mengganggu hormon dan berisiko menimbulkan kerusakan hati jika terakumulasi dalam tubuh.

Polyethylene Glycol (PEG)

PEG banyak digunakan sebagai pelarut dalam produk sunscreen dan lotion. Sayangnya, kandungan ini sering terkontaminasi zat berbahaya seperti ethylene oxide dan 1,4-dioxane yang bersifat karsinogenik. Jika digunakan terus-menerus, bahan ini pun bisa meningkatkan risiko kanker dan masalah pernapasan.

Propylene Glycol

Kandungan ini biasanya ditemukan dalam skincare berbentuk krim atau cair. Meski membantu melembapkan, penggunaannya dalam dosis tinggi bisa memicu iritasi, kemerahan, hingga reaksi alergi pada kulit sensitif. Olehnya itu, bahan ini sebaiknya dihindari terutama untuk kulit yang sensitif. Dengan mengenali apakah bahan aktif skincare berbahaya dan contohnya, Anda bisa lebih bijak dalam memilih produk perawatan kulit. 



Panduan Membuat Skincare yang Aman

Tertarik merintis bisnis skincare, tapi takut salah langkah ketika hendak memulainya? Jangan khawatir, Anda bisa manfaatkan jasa maklon seperti Mash Moshem Indonesia. Hadir sejak tahun 2011, Mash Moshem Indonesia bisa membantu dari awal hingga akhir, sehingga Anda tidak perlu repot mengurus proses produksi. Yuk, simak langkah-langkahnya! 

Konsultasi Seputar Konsep Skincare

Langkah pertama adalah berdiskusi tentang ide produk skincare yang akan dihadirkan. Pada tahap ini, Anda bisa menyampaikan kebutuhan, target pasar, hingga ciri khas yang diinginkan. Proses konsultasi ini penting agar produk skincare Anda punya identitas yang berbeda dan nantinya bisa lebih kompetitif di pasaran.

Meracik Formulasi dan Sampel Skincare

Berikutnya, menentukan formulasi. Tak perlu khawatir soal apakah bahan aktif skincare berbahaya, karena proses ini akan dilakukan oleh tim R&D yang sudah berpengalaman dalam meracik bahan yang aman dan efektif. Anda juga akan mendapat sampel untuk diuji sebelum masuk tahap produksi massal. Dengan begitu, Anda bisa memastikan kualitas sekaligus keamanan produk dari awal.

Pengurusan Legalitas Skincare

Produk skincare wajib memiliki izin edar, baik dari BPOM maupun sertifikasi tambahan sesuai kebutuhan. Proses legalitas ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan bukti bahwa produk sudah melewati serangkaian uji keamanan. Dengan demikian, konsumen akan merasa lebih yakin untuk menggunakannya tanpa perlu ragu atau cemas soal apakah bahan aktif skincare berbahaya di dalamnya.

Merancang Desain Kemasan Skincare

Kemasan bukan hanya soal tampilan estetik, tetapi juga melindungi isi produk agar tetap stabil dan higienis. Tim desainer Mash Moshem Indonesia akan menyesuaikan kemasan dengan konsep yang diinginkan. Desain yang menarik akan membuat produk terlihat lebih eksklusif dan berbeda dari kompetitor. 

Produksi Massal

Jika sampel dan legalitas sudah rampung, barulah masuk ke tahap produksi massal. Proses ini dilakukan di pabrik Mash Moshem Indonesia yang dilengkapi mesin canggih, teknologi modern, dan pengawasan ketat oleh tim ahli. Hal ini memastikan produk tetap konsisten kualitasnya dari awal hingga akhir produksi.

Susun Strategi Pemasaran

Mash Moshem Indonesia tidak hanya mengurus produksi, tetapi juga menyediakan layanan strategi pemasaran. Di tahap ini, Anda bisa dibantu untuk menyusun branding, promosi, hingga distribusi sesuai dengan target pasar. Inilah yang akan membuat produk skincare Anda mampu bersaing di industri kecantikan.

Yuk, Ciptakan Produk Skincare yang Aman Bersama Mash Moshem Indonesia!

Yuk, ciptakan produk skincare yang aman dan terpercaya bersama Mash Moshem Indonesia! Dengan dukungan tim berpengalaman dan layanan maklon yang lengkap, Anda bisa mewujudkan brand impian tanpa harus bingung soal proses produksi, legalitas, hingga strategi pemasaran. 

Bersama Mash Moshem Indonesia, membuat produk skincare yang berkualitas bukan lagi sekadar mimpi! Yuk, klik banner di bawah untuk konsultasikan ide produk Anda dengan tim kami! 



author-avatar

About PT Mash Moshem Indonesia

PT. Mash Moshem Indonesia merupakan perusahaan jasa pembuatan kosmetik private label yang telah beroperasi sejak tahun 2011