Helmy Yahya Dukung Arah Kolaboratif PT Mash Moshem Indonesia dalam Factory Visit Bersama JCI

Tulungagung — PT Mash Moshem Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan industri kecantikan nasional melalui penyelenggaraan Exclusive Business & Factory Visit bersama JCI East Java dan Helmy Yahya, Sabtu (24/1). Kegiatan ini menjadi momentum bagi perusahaan untuk membuka ruang dialog dan kolaborasi lintas pelaku industri, sekaligus memperkenalkan proses manufaktur kosmetik yang selama ini berjalan di balik layar.
Sebagai perusahaan jasa maklon kosmetik yang telah beroperasi sejak 2011, PT Mash Moshem Indonesia secara konsisten mengedepankan standar mutu, keamanan, dan kepatuhan regulasi dalam setiap lini produksinya.
Lebih dari Satu Dekade Mendukung Brand Kosmetik dari Balik Layar
Dalam kunjungan pabrik tersebut, peserta mendapatkan gambaran langsung mengenai perjalanan PT Mash Moshem Indonesia yang telah lebih dari 15 tahun mendampingi berbagai brand kecantikan, termasuk yang berhasil menembus pasar internasional. Meski jarang tampil ke permukaan, perusahaan ini berperan penting dalam proses pengembangan produk kosmetik yang aman dan berdaya saing.
PT Mash Moshem Indonesia memposisikan diri bukan sekadar sebagai penyedia jasa pembuatan kosmetik (maklon kosmetik), melainkan sebagai mitra pertumbuhan jangka panjang bagi brand owner.


Perspektif Ekonomi dan Tantangan Industri Kosmetik ke Depan
Melalui seminar bertajuk Economic Outlook 2026, Helmy Yahya memaparkan pentingnya kesiapan sistem dan tata kelola dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Ia menekankan bahwa industri kosmetik yang berkelanjutan membutuhkan fondasi kuat, mulai dari kualitas produk hingga kolaborasi antar pelaku industri.
Pandangan ini sejalan dengan visi PT Mash Moshem Indonesia yang menilai bahwa kekuatan industri tidak dibangun secara individual, melainkan melalui sinergi yang berkelanjutan.
Factory Visit: Transparansi Proses dan Standar Produksi Kosmetik
Sebagai bagian dari rangkaian acara, PT Mash Moshem Indonesia mengajak seluruh peserta mengikuti factory visit untuk melihat langsung proses produksi kosmetik di fasilitas manufaktur perusahaan. Dalam sesi ini, peserta diajak berkeliling area produksi guna memahami alur kerja maklon kosmetik, mulai dari tahap formulasi, produksi, hingga quality control.
Melalui factory visit ini, PT Mash Moshem Indonesia ingin menunjukkan bahwa proses manufaktur kosmetik tidak hanya berfokus pada kapasitas produksi, tetapi juga pada penerapan standar mutu, keamanan, dan kepatuhan regulasi.
PT Mash Moshem Indonesia mengoperasikan fasilitas produksi yang telah mengantongi sertifikasi CPKB Grade A dan ISO. Perusahaan juga mendukung pemenuhan berbagai regulasi penting, seperti BPOM, Halal, HSA, hingga Vegan, sebagai bagian dari komitmen terhadap keamanan dan kualitas produk.
Baca Juga: “Mash Moshem Indonesia Hadirkan Webinar Effective Leadership di Beautypreneur Summit Vol. 11“
Sesi DIY Pembuatan Parfum di Mini Laboratory
Selain factory visit, PT Mash Moshem Indonesia juga menghadirkan sesi DIY pembuatan parfum yang melibatkan seluruh peserta secara langsung. Dalam sesi ini, peserta diajak merasakan pengalaman meracik parfum di mini laboratory PT Mash Moshem Indonesia.
Sebelum memulai, seluruh peserta dibekali alat pelindung diri (APD) lengkap berupa hair cap, sarung tangan, dan apron, sebagai bagian dari edukasi mengenai pentingnya higienitas dan standar keselamatan dalam proses produksi kosmetik.
Didampingi oleh tim profesional PT Mash Moshem Indonesia, peserta mempelajari dasar formulasi parfum hingga menciptakan racikan parfum versi mereka sendiri. Sesi ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis mengenai kompleksitas proses pengembangan produk, sekaligus menegaskan bahwa setiap produk kosmetik harus melalui tahapan yang terukur dan bertanggung jawab.


Prinsip “Collaboration Over Competition” sebagai Nilai Bisnis 2025–2026
Dalam kesempatan tersebut, PT Mash Moshem Indonesia menegaskan prinsip “collaboration over competition” sebagai nilai utama bisnis perusahaan untuk periode 2025–2026.
CEO PT Mash Moshem Indonesia menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan industri kecantikan.
“Yang kita punya dari tahun 2025 dan akan tetap kita bawa di tahun 2026 adalah collaboration over competition,” ujar CEO PT Mash Moshem Indonesia.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi tidak hanya terbatas pada hubungan antara manufaktur dan klien, tetapi juga dapat terjalin dengan komunitas, ekosistem industri, bahkan kompetitor.
Pendekatan ini diyakini mampu memperkuat daya saing industri secara kolektif, menciptakan standar yang lebih baik, serta mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Mitra Pertumbuhan dari Konsep hingga Pasar
Sebagai mitra strategis brand kecantikan, PT Mash Moshem Indonesia menyediakan layanan maklon terintegrasi yang meliputi:
- Pengembangan formula skincare, body care, hair treatment, parfum, men’s care, baby care, dan makeup
- Desain kemasan
- Produksi massal
- Pengurusan legalitas
- Dukungan after sales berupa konten foto dan video produk serta mentoring bisnis
Pendekatan menyeluruh ini dirancang untuk membantu brand owner tidak hanya meluncurkan produk, tetapi juga membangun bisnis yang berkelanjutan di tengah persaingan industri yang dinamis.
Berjalan Tenang, Fokus pada Dampak Jangka Panjang
Melalui acara bertema “From Concept to Market: Building Beauty Brands”, PT Mash Moshem Indonesia kembali menekankan pentingnya proses, konsistensi, dan pemahaman pasar. Perusahaan memilih untuk terus melangkah dengan pendekatan yang rendah hati, membiarkan kualitas dan hasil kerja menjadi representasi utama.
Ke depan, PT Mash Moshem Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan ekosistem industri kecantikan Indonesia melalui kolaborasi, standar produksi yang tinggi, serta pendampingan berkelanjutan bagi brand lokal agar mampu bersaing di pasar global.













