Kegiatan MMI

Jordan Susantio Ungkap Framework Meta Ads dalam Business Growth Series Vol.5 

Webinar Business Growth Series Vol.5

Surabaya, 26 Mei 2026 — Banyak pelaku bisnis mengeluhkan performa iklan yang tidak berkembang meskipun anggaran pemasaran terus ditingkatkan. Fenomena ini menjadi latar belakang terselenggaranya webinar Business Growth Series Vol.5 yang diselenggarakan oleh PT Mash Moshem Indonesia pada Selasa, 26 Mei 2026.

Mengusung tema “Meta Ads Digital Selling Framework: Strategi Local Brand Scale Omset 0–80 Juta dalam 90 Hari dengan Iklan Terukur & Profit Konsisten”, webinar ini menghadirkan Jordan Susantio, Digital Selling Expert, Meta Ads Strategist, sekaligus Performance Marketer sebagai pembicara utama. 

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang bisnis, mulai dari pelaku UMKM, pemilik brand lokal, hingga profesional yang ingin memahami strategi pemasaran digital yang relevan dengan perkembangan algoritma Meta saat ini.


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia

Evaluasi Sebelum Scale Up: Penyebab Iklan Tidak Berkembang 

Pada sesi awal webinar, Bapak Jordan Susantio menjelaskan bahwa keberhasilan Meta Ads tak hanya ditentukan oleh besaran anggaran yang dikeluarkan. Menurutnya, performa iklan yang optimal lahir dari kombinasi strategi yang tepat, konten yang relevan, serta proses evaluasi dan optimasi yang dilakukan secara berkelanjutan. 

Dalam pemaparannya, ia juga menyoroti bahwa banyak pelaku bisnis cenderung langsung menambah budget ketika hasil kampanye tidak sesuai harapan. Padahal, sebelum melakukan scale up, terdapat sejumlah faktor yang perlu dianalisis terlebih dahulu untuk menemukan akar permasalahan yang sebenarnya. 

Jika ada iklan yang stuck, berarti ada masalah dalam sistem Meta Ads. Bisa karena audiens sudah jenuh, angle kurang pas, hook tidak kena, atau visual yang belum berhasil menarik perhatian target market,” jelas Pak Jordan. 

Pak Jordan menekan bahwa penjualan merupakan proses yang bersifat repetitif. Oleh karena itu, tujuan utama menjalankan Meta Ads bukan sekadar menciptakan satu iklan yang berhasil, melainkan membangun sistem yang dapat menghasilkan penjualan secara konsisten melalui proses pengujian dan optimasi yang berulang. 

Framework Meta Ads untuk Menemukan Winning Campaign 

Selanjutnya, peserta webinar dikenalkan pada framework Meta Ads yang dapat digunakan untuk menemukan dan mengembangkan winning campaign secara lebih terstruktur. Keberhasilan iklan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dikeluarkan, tetapi juga oleh kemampuan memahami produk, membaca perilaku pasar, dan mengambil keputusan berdasarkan data yang diperoleh dari kampanye yang berjalan. 

Eksplor Produk: Memahami Nilai Produk Sebelum Beriklan

Salah satu teknik yang dibahas adalah explore product, yaitu memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Pendekatan ini berfokus pada empat aspek utama, yaitu output (hasil yang diinginkan pelanggan), risk (risiko atau keraguan sebelum membeli), duration (waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil), dan effort (usaha yang perlu dilakukan pelanggan).

Dengan memahami keempat aspek tersebut, setiap pelaku bisnis dapat menyusun pesan iklan yang lebih relevan dengan kebutuhan target pasar. Alih-alih hanya menjelaskan fitur produk, materi iklan dapat lebih menonjolkan manfaat yang dicari pelanggan, mengurangi keraguan sebelum membeli, memberikan ekspektasi hasil yang jelas, serta menunjukkan kemudahan penggunaan produk.

Baca Juga: Yugo Artono Hadirkan Framework Affiliate Terlengkap di Business Growth Series Vol. 4 Mash Moshem 

Belajar dari Kompetitor Lewat Spying Facebook Ad Library

Peserta juga diajak memanfaatkan Facebook Ads Library sebagai sarana riset kompetitor dan pasar. Melalui fitur ini, pelaku bisnis dapat mempelajari berbagai iklan yang sedang aktif ditayangkan, mulai dari pesan pemasaran, penawaran, visual, hingga sudut pandang komunikasi (angle) yang digunakan oleh brand lain dalam industri yang sama.

Hasil pengamatan tersebut dapat membantu bisnis memahami preferensi audiens, mengidentifikasi tren pasar, serta menemukan inspirasi untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih relevan dan kompetitif. Selain itu, riset yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu brand menemukan peluang diferensiasi di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

Mengoptimalkan Iklan Berdasarkan Data

Selain riset pasar, peserta juga mempelajari pixel based iteration, yaitu metode optimasi iklan berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Meta Pixel. Data tersebut digunakan untuk mengukur efektivitas pesan, visual, dan format iklan yang dijalankan.

Pendekatan ini memungkinkan pelaku usaha mempertahankan materi iklan yang menghasilkan konversi, mengembangkan variasi kreatif baru, serta menghentikan iklan yang kurang efektif. Di saat yang sama, sistem Meta dapat membantu menemukan audiens yang lebih relevan dengan potensi konversi yang lebih tinggi, sehingga kualitas lead dan performa kampanye dapat terus meningkat secara berkelanjutan.



Strategi Komunikasi Iklan untuk Setiap Jenis Audiens 

Keberhasilan iklan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi kemampuaan menyampaikan pesan yang sesuai dengan kondisi audiens. Oleh karena itu, memahami audiens berdasarkan tingkat kedekatanya dengan produk menjadi hal penting. 

Pada prinsipnya, audiens dibagi menjadi tiga kategori, yaitu cold audience (belum mengenal produk), warm audience (sudah memahami kebutuhan atau masalahnya), dan hot audience (siap melakukan pembelian). Perbedaan karakteristik tersebut membuat setiap kelompok membutuhkan pesan dan pendekatan komunikasi yang berbeda. 

Untuk mendukung proses penjualan,setiap bisnis owner yang memutuskan untuk melakukan iklan di meta ads perlu memperhatikan tiga elemen utama, yaitu: 

  • Direct Offering untuk menyampaikan penawaran secara jelas.
  • Lower Risk untuk mengurangi keraguan calon pelanggan.
  • Dream Outcome untuk menonjolkan hasil yang ingin dicapai konsumen.

Setelah menemukan pesan iklan yang paling efektif, strategi tersebut dapat dikembangkan ke berbagai format konten dan materi promosi lainnya. Dengan cara ini, setiap pelaku bisnis dapat menjangkau lebih banyak calon pelanggan sekaligus meningkatkan peluang terjadinya penjualan. 

Antusias Peserta Warnai Webinar Business Growth Series Vol.5 

Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi yang berlangsung interaktif sepanjang acara. Beragam pertanyaan diajukan, mulai dari kendala dalam menjalankan Meta Ads, cara meningkatkan konversi, hingga strategi digital marketing lainnya seperti affiliate marketing dan pengembangan funnel penjualan.

Tingginya partisipasi peserta menunjukkan besarnya kebutuhan pelaku usaha terhadap edukasi bisnis dan pemasaran digital yang aplikatif. Selain memperoleh pemahaman mengenai strategi Meta Ads, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan bisnis dan brand mereka secara langsung.

Melihat tingginya minat dan kebutuhan tersebut, PT Mash Moshem Indonesia terus menghadirkan Business Growth Series sebagai wadah belajar dan berbagi wawasan bagi para pelaku usaha. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis yang lebih sehat, inovatif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Sebagai bagian dari layanan after sales, dukungan PT Mash Moshem Indonesia tidak berhenti saat produk diluncurkan ke pasar. Melalui berbagai webinar, pelatihan, dan program edukasi bisnis, para klien dapat terus memperoleh pengetahuan serta strategi yang relevan untuk mengembangkan brand dan meningkatkan daya saing bisnis mereka di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Statistik product & brand
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Statistik product & brand

author-avatar

About PT Mash Moshem Indonesia

PT. Mash Moshem Indonesia merupakan perusahaan jasa pembuatan kosmetik private label yang telah beroperasi sejak tahun 2011