Behind The Beauty Brand: Mash Moshem Ajak 50 KOL Intip Langsung Industri Kosmetik dari Balik Layar

Tulungagung, 23 Juli 2026 – Sebanyak 50 Key Opinion Leader (KOL) mengikuti rangkaian acara Behind The Beauty Brand: Exploring the Real Beauty Industry, kolaborasi antara PT Mash Moshem Indonesia dan Pancarona Management pada Kamis (23/7). Melalui kegiatan ini, para peserta diajak mengenal lebih dekat bagaimana sebuah produk kosmetik lahir, mulai dari proses riset, formulasi, produksi, hingga strategi membangun sebuah beauty brand yang kompetitif.
Acara berlangsung di fasilitas produksi PT Mash Moshem Indonesia, Rejotangan, Tulungagung, dengan menghadirkan tiga agenda utama, yaitu Factory Tour, DIY Beauty Lab, dan Beauty Industry Seminar bertajuk Beauty Industry Potential in 2026.
Tidak hanya melihat proses produksi secara langsung, peserta juga memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri kecantikan Indonesia, inovasi produk kosmetik, serta peluang membangun brand melalui kolaborasi dengan perusahaan maklon.


Factory Tour Tunjukkan Behind the Scenes Industri Kosmetik kepada KOL
Factory Tour menjadi pembuka rangkaian acara dengan mengajak para peserta menyaksikan langsung proses produksi kosmetik di PT Mash Moshem Indonesia. Selama tur berlangsung, peserta diajak melihat setiap tahapan manufaktur, mulai dari proses produksi, formulasi, filling, quality control, hingga pengemasan produk sesuai standar industri kosmetik.
Menyambut kehadiran Pancarona Management bersama para KOL, CEO PT Mash Moshem Indonesia, Scorpi Filia, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk memahami proses panjang di balik lahirnya sebuah brand kosmetik.

“Sebuah kehormatan bagi kami dapat menyambut kedatangan Pancarona Management beserta rekan-rekan KOL di fasilitas produksi PT Mash Moshem Indonesia di Rejotangan, Tulungagung. Kami secara khusus membuka pintu pabrik agar para peserta dapat melihat langsung proses di balik layar (behind the scenes), bagaimana sebuah brand dibangun dari nol (from scratch) hingga menjadi produk yang siap dipasarkan,” ujar Filia.
Menurutnya, kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara industri kecantikan dan para kreator digital.
“Di tengah pesatnya pertumbuhan industri kecantikan, sinergi antara pelaku industri, komunitas, dan content creator menjadi salah satu kunci untuk mendorong inovasi serta menciptakan pertumbuhan bersama,” tambahnya.
DIY Beauty Lab Ajak KOL Meracik 2in1 Hair Vitamin Spray
Setelah mengikuti Factory Tour, peserta melanjutkan kegiatan melalui sesi DIY Beauty Lab yang dipandu langsung oleh tim Research and Development (R&D) PT Mash Moshem Indonesia.
Pada sesi ini, para KOL mendapatkan pengalaman meracik 2in1 Hair Vitamin Spray, salah satu produk perawatan rambut yang dipilih karena mampu merepresentasikan tahapan dasar dalam pengembangan sebuah produk kosmetik.
Seluruh proses dilakukan secara interaktif, mulai dari pengenalan fungsi setiap bahan baku, teknik pencampuran formula, hingga proses filling dan pengemasan produk.
Baca juga “DIY Beauty Lab Vol. 17 Dorong Inovasi Body Care Lewat Workshop Body Infused Serum“
Selain praktik secara langsung, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemilihan bahan baku berkualitas, menjaga stabilitas formula, serta penerapan standar keamanan dan kualitas dalam industri kosmetik.
Melalui pengalaman ini, para peserta tidak hanya membawa pulang produk hasil racikan mereka sendiri, tetapi juga memahami bahwa setiap produk kecantikan lahir melalui proses riset, inovasi, pengujian, serta quality control yang panjang sebelum akhirnya dipasarkan kepada konsumen.

Beauty Industry Seminar Bekali KOL dengan Insight Membangun Beauty Brand
Rangkaian kegiatan ditutup melalui Beauty Industry Seminar bertajuk “Beauty Industry Potential in 2026” yang dimoderatori oleh CEO Pancarona Management, Ulfa Merdeka, dengan menghadirkan CEO PT Mash Moshem Indonesia, Filia Scropia, sebagai narasumber.
Dalam sesi seminar, Filia membahas perkembangan industri kecantikan Indonesia yang terus menunjukkan tren positif serta peluang besar bagi para pelaku usaha, content creator, maupun calon beautypreneur untuk membangun brand kosmetik sendiri.
Peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya melakukan riset pasar, menghadirkan inovasi produk, memahami kebutuhan konsumen, hingga memilih mitra manufaktur yang tepat agar sebuah brand mampu bersaing di tengah dinamika industri kecantikan.
Filia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah brand tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga didukung oleh proses pengembangan formula, pengujian kualitas, legalitas, hingga strategi produksi yang dilakukan secara profesional.
Melalui layanan One Stop Makloon Cosmetic Manufacturer, PT Mash Moshem Indonesia mendampingi para pelaku usaha mulai dari konsultasi konsep produk, pengembangan formula, pengurusan legalitas seperti BPOM dan Halal, proses produksi, hingga produk siap dipasarkan.

Komitmen Mash Moshem Indonesia Membangun Kolaborasi Bersama Komunitas
Menutup sesi seminar, Filia menegaskan komitmen PT Mash Moshem Indonesia untuk terus membuka ruang kolaborasi bersama komunitas, content creator, institusi pendidikan, maupun masyarakat yang ingin berkembang bersama industri kecantikan nasional.
“Pintu Mash Moshem Indonesia terbuka lebar untuk seluruh masyarakat, khususnya warga sekitar. Prinsip kami adalah local support local. Baik melalui program komunitas, kegiatan kreatif, maupun aktivitas CSR, kami siap berkolaborasi selama memiliki visi yang sama untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” tutup Filia.
Melalui penyelenggaraan Behind The Beauty Brand: Exploring the Real Beauty Industry, PT Mash Moshem Indonesia berharap semakin banyak masyarakat memahami proses di balik industri kosmetik sekaligus membuka peluang kolaborasi yang mampu melahirkan lebih banyak brand kecantikan lokal yang inovatif, berkualitas, dan berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.

