Cara Membuat Storyboard Video Marketing Agar Konten Kian Menarik!

cara membuat story video marketing

Ketika membicarakan promosi digital, kamu perlu menyusun konten yang menarik untuk dapat memikat perhatian audience, baik dalam pembuatan konten tulisan, visual, maupun audio-visual. Nah, demi dapat menciptakan konten terbaik, kamu bisa menyimak cara membuat storyboard video marketing berikut ini.

Berdasarkan dari data HubSpot, sebanyak 43% orang lebih memilih melihat konten video pemasaran dari pada membacanya.

Kamu mungkin saat ini sudah ada rencana untuk membuat ide konten video untuk menunjang strategi pemasaran bisnis kosmetikmu, bukan?

Sebelum melakukan proses take perekaman dan pembuatan video, kamu wajib banget melakukan perancangan awal untuk mempermudah proses pembuatan video kontenmu nantinya.

Hal yang perlu kamu perhatikan pertama kali disini adalah perancangan storyboard, yang nantinnya akan menggambarkan reka adegan yang  inginkan.

Pembuatan storyboard ini akan memudahkanmu saat proses produksi, dan sudah memahami apa aja sih fotage yang akan kamu masukkan di dalam video konten.

Apa Itu Storyboard?

Storyboard merupakan bagian penting dalam proses pembuatan video, film dan sejenisnya. Isi dari storyboard ini sendiri berupa outline visual yang nantinya akan memudahkan tim kreatif dalam proses pengambilan gambar, editing, hingga promosi video yang ingin kamu buat.

Umunya, isi dari stroyboard berupa gambar-gambar thumbnail yang merefleksikan adegan di dalam video, mulai dari awal adegan sampai akhir adegan.

Gambar-gambar di dalam storyboard ini tersusun sesuai urutan, dan memiliki slide-slide yang berisi caption. Tak hanya itu, kamu juga bisa menuliskan catatan, yang nantinya akan membantu tim produksi untuk memahami direksi dan pengambilan video.

Pembuatan storyboard ini juga menjadi bagian penting untuk pembuatan video konten sebagai strtaegi marketing.

Karena salah satu usaha dari proses pembuatan video marketing yang wajib banget dilaksanakan adalah memanfaat kehadiran storyboard video.

Hal tersebut nantinya akan mempermudah proses produksi pembuatan video, selain itu storyboard yang sudah dikonsep dengan benar akan dapat menunjang peningkatan brand awareness.

Meskipun storyboard untuk marketing tidak sedetail dengan storyboard pembuatan film, storyboard dalam hal tetap menjadi bagian terpenting untuk membuat video konten yang berkualitas.

Manfaat Membuat Storyboard Video Marketing

Manfaat dari penggunaan storyboard untuk pembuatan video memang bukan kehausan, namun kalau untuk keperluan video konten disini  wajib untuk membuatnya, terutama untuk kalian yang baru memulai pembuatan video konten.

Di sisi lain, pembuatan storyboard akan sangat membantu kamu. Di mana pada saat proses pembuatan video kamu akan lebih efektif dan cepat di dalam penggarapannya.

Pembuatan storyboard akan sangat bermanfaat banget, dan berikut ini adalah beberapa manfaat dari pembuatan storyboard terutama untuk video marketing seperti berikut.

Mengorganisir Ide Cerita

Pembuatan storyboard untuk video marketing akan sangat membantu  dengan mudah menata dan mengatur setiap ide-ide yang sudah dirangkum sebelumnya (brainstorming).

Selain itu, hadirnya storyboard akan dapat membantu tim produksi vido memahami setiap ide yang kamu inginkan dalam bentuk outline visual yang sudah tertata dengan urutan yang sangat mudah untuk dimengerti.

Meningkatkan Efektivitas Waktu Produksi

Di saat kamu sedang melakukan proses pembuatan video konten untuk keperluan marketing, tentunya akan banyak detail-detail kecil yang nantinya menjadi poin penting.

Di sini hadirnya storyboard akan dapat membantu kamu untuk memperkirakan durasi adegan yang merangkum detail-detail kecil tersebut.

Hal ini akan membuat  menjadi lebih mudah melakukan proses menejemen waktu pembuatan video, sehingga tidak memakan waktu yang sia-sia dan waktu produksi menjadi lebih efektiv.

Menyelaraskan Pemikiran dengan Anggota Tim

Tentunya, ketika kamu mengimajinasikan perihal bagaimana visualisasi video konten yang kamu buat, di sini belum tentu tim kamu memiliki gambaran visual yang sama dengan imajinasimu.

Maka dari itu, di sini storyboard akan sangat bermanfaat untuk membantu mengkomunikasikan ide-ide yang sudah kamu imajinasikan kepada tim dalam bentuk outline visual yang sudah tertata rapi.

Menyederhanakan Proses Video Produksi

Perlu  ketahui, proses pembuatan video marketing tidak akan mudah, dan pastinya akan menemui berbagai halangan dan rintangan.

Pembuatan storyboard sebelum produksi nantinya akan membantu memiliki konsep dasar sebagai pondasi agar video marketing bisa dibuat sesuai dengan keinginan awal.

Konsep-konsep dasar tersebut nantinya akan diikuti oleh seluruh tim pembuatan video dan menjadi pedoman.

Dari sini, storyboard akan membantu memcahkan setiap kebingungan-kebingungan juga kerancuan yang biasa hadir di saat proses pembuatan video, dengan tetap berpedoman pada storyboard.

Struktur Dasar dalam Membuat Video Marketing

cara membuat story video marketing

Aga pembuatan video marketing bisa berjalan dengan lancar, disini  dapat mengikuti struktur dasar yang perlu diperhatikan, seperti pembuka, rumusan masalah, solusi, dan call to action.

Pembuka

Di bagian pembuka ini,  harus dapat mendapatkan perhatian dari para audiens. Selain itu,  juga wajib banget untuk membangkitkan minat para audiens agar mereka memiliki dorongan rasa penasaran untuk menonton video sampai akhir.

Bagian pembuka ini adalah bagian yang nantinya bertujuan untuk membangun rasa misteri dan urgensi di dalam video marketing yanga akan kamu buat.

Rumusan Masalah

Pada bagian rumusan masalah, nantinya akan menguraikan setiap permasalahan yang sedang audiensmu hadapi.

Jangan lupa untuk menentukan ruang lingkup permasalahannya, agar nantinya kamu dapat memperhatikan siapa target audiensmu.

Contohnya,jika target audiensmu adalah lingkup Account Executive, di sini kamu wajib banget menyampaikan sebuah tawaran yang bertarget seperti:

“Bagaimana jika Anda bisa terhubung lebih cepat dengan para pelanggan?”

Solusi

Jika  sudah memikat audiens dengan pembuka video yang menarik perhatian, dan menyampaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh audiens, selanjutnya kamu wajib banget memperlihatkan kepada mereka perihal produk yang  tawarkan sebagai solusi.

Selain itu, sebisa mungkin melalui produk tersebut juga bisa menawarkan penyelesaian masalah yang sedang audiensmu hadapi.

Dari sini,  akan semakin detail nantinya, dengan memperlihatkan bahwa ada banyak audiens lain yang puas dan senang dengan produk yang kamu tawarkan.

Call to Action (CTA)

Call to Action (CTA) merupakan sebuah wadah di mana nantinya  benar-benar mengajak audiens untuk dapat mengambil sebuah tindakan.

Tindakan itu seperti halnya mengisi formulir, membeli produk, dan mengunjungi situs web yang kamu sediakan.

Selain itu,  juga harus memastikan ya, kalau alamat sistus web, merek, dan CTA semuanya jelas dan tertera pada bingkai di akhir video.

Usahakan pada screen ini, buat tampilannya menjadi lebih lama agar audiens bisa melakukan proses tindakan seperti di atas.

Mau tahu bagaimana cara membuat call to action yang menjual untuk storyboard video marketing? Simak di sini!

Cara Membuat Storyboard untuk Video Marketing

Setelah  memiliki berbagai macam ide dan gagasan perihal bagaimana video marketing bisa menjadi menarik, selanjutnya kamu tinggal melanjutkannya menjadi storyboard.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang mudah dan praktis untuk membuat susunan storyboard agar mudah dipahami. Bagaimana langkahnya? Simak penjelasannya baik-baik, ya, Beautypreneurs!

Membuat Timeline

Membicarakan storyboard, pastinya akan membicarakan tentang struktur visual. Pada langkah pertama ini, kamu sangat memerlukan untuk membuat urutan adegan di dalam video kamu.

Kemudian kamu perlu membangun narasi seperti apa yang ingin kamu munculkan di dalam video agar bisa sampai kepada audiens.

Untuk garis besar timeline-nya,  dapat menggunakan beberapa urutan yang sudah disebutkan di sub-bab ke-3 seperti pembuka, rumusan masalah, solusi dan call to action.

Tentukan Adegan Utama

Menentukan poin-poin penting di dalam video yang  buat adalah bagian yang harus diperhatikan untuk mengakhiri video denga call to action.

Bagian-bagian tersebut adalah seperti memperlihatkan perbedaan dari sebuah produk yang kamu distribusikan dengan produk-produk lainnya.

Di sini kamu bisa melakukan review produk dengan memperlihatkan bagian-bagian menariknya serta manfaat dari sebuah produk.

Bagian ini intinya memilah adegan mana yang nantinya dapat menarik perhatian penonton agar mereka bersedia melakukan tindakan terhadap produk.

Tambahan Detail yang Diperlukan ke Setiap Adegan

Bagian ini  harus dapat menentukan pendekatan apa yang akan dipakai nantinya.

Pendekatan tersebut bisa berupa pendekatan sederhana yang berfokus pada animasi atau bahkan dengan konsep yang lain.

Dalam bagian ini, usahakan jangan sampai audiens nantinya susah mencerna informasi yang ada di dalam video, terutama pesan-pesan penting.

Kamu bisa menggunakan tiap pendekatan untuk dapat menunjang pesan dalam video marketing. Dengan begitu, audience akan lebih mudah memahami dan menangkap tujuan yang ada dalam video nantinya.

Tulis Naskah Video

Bagian ini adalah bagian dasar pembentukan narasi, baik itu dalam bentuk dialog, suara atau bahkan kombinasi dari dialog dan suara.

Usahakan script yang sudah kamu susun harus dapat menguraikan setiap kata yang nantinya akan terucap dalam video.

Kamu juga dapat menyisipkan catatan kata-kata di dalam kotak adegan storyboard untuk mempermudah proses pemaknaan naskah.

Pilih Alat Untuk Membuat Storyboard

Jika kamu kesulitan dengan alat untuk pembuatan storyboard secara manual, tidak perlu khawatir.

Hal itu karena saat ini sudah banyak alat untuk membuat storyboard yang dapat kamu pilih sendiri.

Namun hal ini tidak menutup hal jika  yang lainnya lebih ingin menggunakan cara manual ya, seperti spidol, pensil warna, pena dan kertas.

Semua itu bebas, kamu dapat memilihnya sesuai dengan keinginan hati kamu. Berikut ini adalah beberapa alat yang dapat kamu gunakan untuk membuat storyboard antara lain;

  • Perangkat lunak atau software seperti Microsoft PowerPoint dan Google Sliders
  • Software desain grafis yang kamu perlukan, bisa adobe Photoshop, dan banyak lainnya.
  • Perangkat lunak dalam aplikasi iPad seperti Adobe Photoshop Sketch
  • Perangkat lunak storyboarding dari Storyboar That dan Amazon Storyteller

Membuat Sketsa

Bagian inilah yang menjadi bagian penting, di mana kamu akan mengerjakan sketsa demi sketsa untuk adegan di dalam video marketingmu.

Selain itu  juga akan menggambar setiap latar belakang dan juga karakter yang akan digunakan nantinya.

Di sini kamu ngga perlu khawatir ya  jika memang tidak memiliki skill menggambar yang mahir. Karena kamu dapat menyertakan gambar orang berupa foto, kok. Tentunya dengan berbagai macam gaya dan ekspresi serta latar belakang yang mendukung visual.

Beri Catatan Dengan Detail Pada Setiap Adegan

Walaupun berupa alat visual, dalam cara membuat storyboard video marketing kamu harus tetap menambahkan detail yang bersifat non visual juga, ya.

Hal ini untuk mencapai sebuah hasil yang terbaik. Kamu dapat menambahkan dialog atau over dari setiap skrip ke dalam thumbnail yang memerlukannya.

Selain itu kamu juga dapat menambahkan catatan berupa pengarahan untuk tim yang akan mengerjakan video seperti pencahayaan, komposisi sampai aspek figural.

Tambahkan Potongan (Cuts)

Cara membuat storyboard video marketing selanjtunya adalah menambahkan cut. Untuk itu kamu perlu memperbesar video menjadi lebih dekat dan jelas untuk menyoroti setiap adegan yang penting.

Kemudian  juga jangan lupa ya untuk menyertakan hal ini di dalam storyboard yang kamu buat untuk menjadi petunjuk lain yang berkaitan dengan jalannya video serta transisi ceritanya.

Nah, itulah ulasan mengenai cara membuat storyboard video marketing yang bisa kamu terapkan dalam bisnis kosmetik milikmu. Apakah kamu sudah menemukan gambaran ide video marketing apa yang cocok untuk brand-mu? Serta bagaimana eksekusinya?

Membuat video marketing sendiri memang tidak mudah. Kamu memerlukan beberapa tenaga ahli seperti script writer, video director, editor, hingga copywriter. Semakin lengkap dan kompeten tim kreatifmu, maka akan semakin baik konten yang kamu hasilkan nantinya.

Well, kalau maklon kosmetik di Mash Moshem Indonesia kamu enggak perlu bingung merekrut tim kreatif sebanyak itu untuk pembuatan video marketing. Karena kami memiliki layanan aftersales pembuatan video promosi dan produksi untuk brand kosmetikmu.

Enggak percaya? Simak langsung penjelasan fasilitas maklon kosmetik di Mash Moshem Indonesia lewat video berikut ini, yuk!

About Author

Related posts

total quality management adalah

Kenali Sistem Total Quality Management (TQM) dan 8 Elemen Pokoknya

Apakah kamu pernah mendengar istilah total quality management? Konsep awal total quality management awalnya diciptakan untuk sektor manufaktur, tetapi konsep tersebut sudah banyak digunakan untuk berbagai macam industri. Dalam penerapannya, konsep total quality management adalah meningkatkan budaya kerja, sistem,...

Continue Reading

Leave a Comment