Strategi Closed Loop Marketing, Definisi, Tahapan dan Cara Kerjanya

strategi closed loop marketing

Dalam dunia bisnis dan pemasaran, banyak sekali jenis analisis yang dapat digunakan, salah satunya adalah closed loop marketing.

Closed loop marketing merupakan salah satu jenis analisis yang berfokus pada data. Seperti yang diketahui, data adalah sumber informasi terbesar dan memiliki peran penting dalam penentuan strategi lanjutan.

Dalam hal ini, perusahaan membutuhkan data konsumen mulai dari latar belakang hingga kebiasaan berbelanja.Data-data tersebut nantinya akan dianalisis agar dapat membantu perusahaan mengoptimalkan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Jadi, apa itu closed loop marketing? Bagaimana cara kerjanya? Dan tahapan apa yang perlu dilakukan dalam penerapannya? Langsung cek detail penjelasannya di bawah ini, ya, Beautypreneurs.

Apa Itu Closed Loop Marketing?

Closed loop marketing atau pemasaran loop tertutup adalah bentuk dari analisis pemasaran berbasis data dan insight untuk meningkatkan return of investment (ROI).

Dengan kata lain, pada dasarnya strategi ini serupa pendekatan pemasaran yang menggabungkan komponen analitis dan operatif dari hubungan konsumen dalam sistem manajemen hubungan konsumen.

Pendekatan closed loop marketing ditujukan untuk loyalitas konsumen dalam jangka panjang dan meningkatkan laba atas investasi dari setiap kegiatan pemasaran. Hal tesebut secara terus-menerus disesuaikan dengan persyaratan pasar dan persyaratan konsumen berdasarkan pada data konsumen.

Sistem hubungan konsumen yang cerdas, business intelligence, dan ERP adalah bagian dari pendekatan yang mengacu pada seluruh rantai nilai tambah dan manajemen data perusahaan, seperti data warehouse dan big data. Bentuk analisis ini terbilang hampir mirip dengan strategi data-driven marketing.

Pada umumnya, perusahaan yang menggunakan closed loop marketing menitikberatkan pada data untuk menginformasikan strategi pemasaran mereka.

Hal tersebut membantu perusahaan untuk menentukan langkah yang harus diambil dan menyingkirkan strategi pemasaran dengan tingkat keberhasilan kecil. Closed loop dalam analisis ini menjelaskan bagaimana departemen penjualan dan pemasaran bekerja sama untuk melaporkan prospek dan umpan balik secara terus-menerus.

Penggunaan closed loop marketing ini memberi gambaran dan pemahaman yang lebih baik terkait hubungan tim penjualan dan pemasaran.

Pada beberapa perusahaan, banyak terjadi kesalahpahaman atau perbedaan visi misi antara tim penjualan dan tim pemasaran. Padahal, kedua tim tersebut saling berkaitan dengan erat.

Dalam upaya memberikan gambaran dan bukti bahwa keduanya saling berkaitan dan berpengaruh pada nilai ROI, tim pemasaran juga membutuhkan data penjualan dari tim penjualan. Itu lah mengapa closed loop marketing dibutuhkan.

Cara Kerja Closed Loop Marketing

Closed loop marketing memerlukan pendekatan yang berfokus pada konsumen dan keinginan perusahaan untuk beradaptasi dengan kebutuhan konsumen. Kondisi tersebut menjadi jelas ketika perusahaan mempertimbangkan sirkulasi data.

Dalam hal ini, setiap kontak konsumen menghasilkan informasi yang relevan yang dikumpulkan oleh komponen operasi, seperti nama, usia, alamat, minat, dan transaksi atas produk yang diperoleh konsumen melalui saluran yang berbeda.

Selain itu, closed loop marketing juga memiliki variable yang sangat beragam. Namun, secara umum, tahapan dan cara kerjanya dijelaskan sebagao berikut.

  1. Konsumen potensial mengunjungi situs dari referral perusahaan, seperti email pemasaran atau pencarian organik. Kemudian, tools pemasaran yang perusahaan gunakan seperti HubSpot akan mendeteksi sumber referral dari masing-masing pengunjung.
  2. Melalui landing pages dan lead capture forms, perusahaan bahkan dapat mengumpulkan lebih banyak data konsumen. Contohnya, adanya call to action dalam email marketing, tautan diskon, toko dan banyak lainnya.
  3. Informasi tambahan tersebut akan memberikan insight dari setiap page visit pada situs tersebut. Setelah itu, konsumen yang mengikuti alur akan dideteksi melalui CRM. Jika tidak terdeteksi, biasanya perusahaan akan melakukan follow up hingga mencapai “closed the loop”. Pada titik ini, perusahaan sudah dapat closed the loop karena touch point atau titik sentuh sudah terdeteksi dan dapat dianalisis.

Aspek Penting dalam Closed Loop Marketing

Berikut ini beberapa aspek penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan sebelum menerapkan closed loop marketing.

Hubungan Konsumen

Hubungan perusahaan dengan konsumen berada di garis terdepan dari semua kegiatan. Semakin baik hubungan perusahaan dengan konsumen, maka semakin tinggi pula pendapatan rata-rata per nilai untuk perusahaan.

Faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan adalah akuisisi konsumen, perilaku konsumen, dan pengambangan basis konsumen.

Siklus Hidup Konsumen

Pada dasarnya, perusahaan ingin mengikat konsumen dengan produk atau layanan selama mungkin. Sehingga, seluruh siklus hidup konsumen harus diperhatikan. Optimalisasi nilai-nilai seumur hidup konsumen dapat dicapai dengan merancang siklus ini.

Segmen Konsumen

Tiap konsumen tentunya memiliki minat, keinginan, dan preferensi yang berbeda satu dengan lainnya. Berbagai jenis konsumen dapat dibagi menjadi beberapa segmen untuk mendukung proses pembelian dan pengambilan keputusan serta meningkaykan relevansi kegiatan pemasaran untuk kelompok sasaran tertentu. Misalnya, personalisasi merek dan konsumen daoat dikustomisasi menggunakan feedback dari konsumen.

Multichannel Marketing

Interaksi konsumen dengan perusahan bisa sangat beragam. Saluran yang relevan dengan kelompok sasaran dan pendekatan multichannel marketing dapat memandu perilaku komunikasi sehingga konsumen memilih sendiri saluran mana yang disukai. Pendekatan terintegrasi memastikan komunikasi yang koheren terjalan di sepanjang corong konsumen.

Touch Point

Saluran digital dan interaksi offline adalah touch point atau titik sentuh konsumen dan perusahaan. Dalam hal ini, pengalaman konsumen dengan merek perusahaan dapat secara aktif terbentuk.

Sehingga, momen kontak yang berbeda sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, seperti brand awareness, penargetan ulang, penjualan atas, dan lintas penjualan.

Perjalanan Konsumen

Sebelum konsumen memutuskan untuk melakukan pembelian, konsumen mengambil jalur yang berbeda dan melewati fase yang berbeda. Saluran, touch point, dan kontak pelanggan dapat diatur sedemikian rupa sehingga perjalanan konsumen ditemani oleh perusahaan.

Tahapan Closed Loop Marketing dalam Bisnis

Berikut ini tahapan yang harus dilakukan oleh perusahaan sebelum memulai closed loop marketing agar perusahaan siap secara kultur maupun operasionalnya.

Dapatkan dukungan dari atasan

Seperti seharusnya, sebelum melakukan atau menerapkan closed loop marketing tidak bisa hanya bergantung pada tim penjualan dan tim pemasaran, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari atasan atau pimpinan perusahaan.

Membiasakan data-driven culture

Sebelum memulai proses analisis, tim yang terlibat harus mengerti nilai dari mengumpulkan, membagikan, dan mengalisis data.

Pastikan komunikasi antara tim pemasaran lancar

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam membangun suatu hubungan. DI sinilah peran manajer tiap tim untuk memastikan kelancaran komunikasi antar tim melalui rapat atau diskusi untuk mengupdate progress dan data.

Tinjau pendekatan yang digunakan

Dalam proses ini, perlu dipastikan bahwa pendekatan pemasaran serta tolok ukur yang digunakan sudah akurat.

Dapatkan data lengkap untuk marketing automation

Closed loop marketing menggunakan mature approach atau pendekatan kedewasaan yang akan memberikan data lebih dalam dan spesifik untuk para tim pemasaran.

Verifikasi proses penjualan berjalan dengan lancar

Saat tim penjualan belum yakin akan strategi penjualan, maka closed loop marketing tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perlu dipastikan proses dan strategi yang digunakan berjalan dengan baik.

Pakai tools yang tepat

Teknologi data management yang perusahaan punya harus bisa mendukung omnichannel marketing measurement, marketing automation, dan data-driven strategy secara menyeluruh.

Tools Closed Loop Marketing

Dalam upaya mengimplementasikan closed loop marketing, perusahaan memerlukan tools pendukung. Berikut ini beberapa tools yang bisa dipertimbangkan.

Customer Relationship Management Software (CSM Software)

Customer relationship management (CSM) software adalah salah satu tools yang dapat digunakan untuk melihat secara menyeluruh serta mengelompokkan data statistik dari konsumen.

Selain itu, perusahaan juga bisa mendapatkan akses informasi seputar bisnis untuk mengirimkan sales force automation, customer support, dan lain-lain.

Beberapa tools CSM yang banyak direkomendasikan antara lain Salesforce, InfusonSoft, NetSuite, Hatchbuck, dan CRM+.

Software Untuk Manajemen Solusi Marketing

Selain tools untuk manajemen data konsumen, perusahaan juga memerlukan perangkat lunak untuk menjalankan strategi [emasaran yang telah direncakan.

Beberapa tools bisa membantu tim pemasaran untuk mencapai tujuan melalui media sosial dan menyediakan laporan, seperti HubSpot, Marketo, dan Vocas.

Data Management Tools

Dalam upaya mengolah dan menggunakan data sebaik-baiknya, perusahaan membutuhkan suatu perangkat lunak pengolahan data yang efektif.

Salah satu contoh yang bisa perusahaan gunakan adalah Google Analytics. Selain karena popularitasnya, fitur digital marketing dari Google ini menyediakan data pengunjung dan peforma Website dengan visuali yang jelas serta rinci.

Begitulah sekiranya penjelasan mengenai closed loop marketing. Sebagai kesimpulan, closed loop marketing adalah bentuk dari analisis pemasaran berbasis data dan insight untuk meningkatkan return of investment (ROI).

Dengan demikian,strategi ini dapat membantu pemilihan strategi yang efektif dalam pemasaran digital dan membantu perhitungan ROI yang lebih tepat serta terukur.

Nah, selain strategi closed loop marketing ini, kamu bisa menemukan berbagai tips pemasaran digital lainnya di laman Berita Terkini.

Selain membuat strategi pemasaran, kamu juga bisa meningkatkan loyalitas dan tingkat penjualan perusahaan dengan menciptakan produk kosmetik yang berkualitas. Tak hanya itu, akan jadi nilai lebih juga kalau kamu bisa menambahkan manfaat inovatif dan bahan-bahan baru yang unik dalam produkmu.

Lantas bagaimana cara membuat produk kosmetik yang inovatif ini? Mash Moshem Indonesia bisa membantumu, lho.

Lewat jasa maklon kosmetik yang kami tawarkan, kamu tak perlu kerepotan dalam membuat produk yang unik dan inovatif di pasaran. Karena tim formulator kami selalu berinovasi dan bereksperimen untuk menciptakan produk-produk terbaru.

Kamu bahkan bisa terlibat aktif dalam penyusunan formula kosmetik, misalnya dengan menentukan dan mendiskusikan bahan. Mengajukan manfaat serta spesifikasi produk yang kamu inginkan.

Enggak percaya? Langsung hubungi tim kami via Contact Us untuk pertanayaan lebih lanjut!

About Author

Related posts

total quality management adalah

Kenali Sistem Total Quality Management (TQM) dan 8 Elemen Pokoknya

Apakah kamu pernah mendengar istilah total quality management? Konsep awal total quality management awalnya diciptakan untuk sektor manufaktur, tetapi konsep tersebut sudah banyak digunakan untuk berbagai macam industri. Dalam penerapannya, konsep total quality management adalah meningkatkan budaya kerja, sistem,...

Continue Reading

Leave a Comment