15 Rekomendasi AB Testing Tools yang Wajib Kamu Tahu, Apa Saja?

ab testing tools

A/B testing jadi salah satu metode efektif untuk menganalisa dan mengetahui strategi promosi yang terbaik untuk perusahaan. Kamu wajib banget tahu 15 rekomendasi AB testing tools untuk kegiatan promosi digitalmu berikut ini.

Cara kerja A/B testing adalah membandingkan dua versi dari suatu hal untuk mengetahui mana yang bekerja lebih baik. Hal yang dimaksud di sini berkaitan dengan kepuasan pelanggan.

Semisal perusahaanmu membandingkan dua variabel atau versi aset marketing untuk mengukur perbedaan performa di masing-masing versi dan melihat mana yang bekerja paling baik.

Dengan begini, kamu dapat mengetahui sudut pandang pelanggan dalam melihat bisnismu. Karena kamu tidak bisa sepenuhnya menggantungkan diri pada tim untuk menentukan sebuah produk dan strategi marketing.

Pendapat pelanggan juga sangat penting karena bisnis apa pun yang sedang kamu jalankan tidak lain memang untuk meraih dan mendapatkan perhatian konsumen.

Namun dengan catatan, membandingkan hal dalam metode A/B testing ini untuk memilih dua hal yang terlalu berbeda. Sebab, kamu justru tidak akan bisa melihat mana bagian yang paling berpengaruh bagi keputusan pelanggan.

Nah, banyak orang yang enggan melakukan A/B testing karena terbilang terlalu sulit. Apa benar begitu?

Sebenarnya enggak ada alasa untuk menghindari metode ini, sebab setidaknya ada 15 jenis A/B testing tools yang dapat kamu gunakan dalam promosi digital. Apa saja?

Pentingnya A/B Testing dalam Strategi Digital Marketing

Jika kalian bertanya seberapa penting metode A/B testing digunakan dalam strategi digital marketing suatu perusahaan, maka jawabannya cukup penting.

Tidak bisa hal ini kamu samaratakan lantaran tujuan seorang marketer berbeda-beda bergantung perusahaan masing-masing. Namun tidak bisa kita pungkiri juga, bahwa A/B testing memang memberi banyak manfaat bagi strategi digital marketing suatu perusahaan.

A/B testing ini memungkinkan individu, tim, dan bisnis untuk membuat perubahan berdasarkan pengalaman pengguna untuk mengumpulkan data. Berikut beberapa manfaat A/B testing yang umum dipilih oleh perusahaan, diantaranya:

Menyelesaikan masalah pelanggan

Salah satu manfaat utama A/B testing adalah menyelesaikan masalah pelanggan atau bisa disebut sebagai calon konsumen.

Biasanya mereka memiliki tujuan tertentu ketika mengunjungi situs perusahaanmu. Entah mereka ingin mengetahui lebih jauh mengenai produk atau layanan yang perusahaanmu tawarkan, atau bahkan ingin melakukan transaksi.

Namun, terkadang ada hal-hal yang menghambat mereka untuk melakukan tujuan awalnya itu. Semisal pelanggan tersebut ingin membeli sebuah produk tapi tidak menemukan tombol “beli” pada situs perusahaanmu. Tentunya mereka akan kebingungan dan bukan tidak mungkin malah membatalkan niat awalnya.

Maka dengan melakukan A/B testing, kamu bisa menganalisis kekurangan tersebut sehingga tidak akan terjadi lagi hal semacam itu. Perusahaanmu juga tidak akan dipandang buruk oleh pelanggan.

Meningkatkan traffic website

Melakukan A/B testing juga bisa meningkatkan traffic website, dan hal ini sangat menguntungkan bisnismu. Bagaimana mungkin?

Pelanggan yang puas dengan situsmu akan kembali mengunjunginya berulang kali. Mereka pun akan penasaran ingin berselancar lebih jauh ke dalam situs tersebut.

Misalnya, mereka sudah membuka bagian landing page dan tertarik untuk mengklik “chat lebih lanjut”. Berkat A/B testing, hal tersebut bsia terjadi dan terus meningkatkan traffic website perusahaanmu.

Igin tahu bagaimana cara meningkatkan traffic website? Simak di sini!

Meningkatkan conversion rate

Selain traffic website, metode A/B testing mampu meningkatkan conversion rate sebuah situs. Apa itu conversion rate? Conversion rate adalah presentase efektivitas halaman bisnis untuk menarik pengunjung melakukan sebuah tindakan.

Dalam hal ini, kamu bisa mendorong mereka untuk mengikuti call to action (CTA) yang sudah dibuat. Nantinya kamu akan tahu CTA seperti apa yang sesuai dengan mereka.

Hasilnya, kamu bisa mendapat lebih banyak subscriber, pembelian, data pelanggan, serta lain-lain yang kamu masukkan dalam list CTA-mu itu.

Menurunkan bounce rate

Manfaat lainnya yang juga bisa dirasakan saat melakukan A/B testing adalah bounce rate situs perusahaanmu akan menurun.

Jika melakukan metode ini, kamu bisa tahu copywriting, anchor text, hingga desain yang sesuai dengan keinginan pelanggan. Dengan begitu, mereka akan menetap lebih lama di dalam situsmu.

Selain empat manfaat yang telah dijelaskan di atas, sebenarnya masih banyak manfaat lainnya dari AB testing. Namun seperti yang telah dibahas sebelumnya, tujuan tersebut bisa saja berbeda antara marketer satu dengan yang lainnya. Sehingga hal ini juga akan memengaruhi manfaat apa yang akan mereka dapatkan.

Ketahui berbagai cara menurunkan bounce rate lainnya di sini.

15 Rekomendasi A/B Testing Tools

Seperti yang telah kamu tahu, melakukan A/B testing penting untuk membantu marketer atau pemilik usaha tahu seperti apa desain, teks copy atau fitur-fitur tambahan lainnya yang pengguna sukai.

Tidak hanya itu, pengujian ini juga akan lebih membantu memahami seberapa besar pengaruh tes terhadap conversion rate-nya.

Dengan begitu, versi final dari perubahan oleh tim marketer perusahaanmu akan menghasilkan performa terbaik untuk website.

Lantas, kira-kira apa saja pilihan AB testing tools yang memiliki kualitas terbaik? Ini 15 rekomendasi AB testing tools yang terjangkau untuk para pelaku UMKM.

Google Analytics Content Experiments

Google Analytics Content Experiments adalah salah satu AB testing tools yang gratis dan bisa diinstall dengan mudah. Alat yang satu ini memungkinkan marketer untuk menguji hingga lima versi penuh pada satu halaman, masing-masing akan dikirim ke pengunjung dengan URL yang berbeda.

Kamu bisa membandingkan performa halaman web yang berbeda menggunakan sampel acak dari pengunjung.

Bukan hanya itu, kamu juga bisa mengetahui berapa persen pengunjung yang ingin dilibatkan dalam test. Kamu harus memilih secara objektif, apa saja yang ingin diuji dan dapatkan update melalui email tentang bagaimana hasil dari eksperimen yang telah dilakukan perusahaan.

Optimizely

Optimizely termasuk A/B testing tools terlengkap untuk berbagai kebutuhan eksperimen dan personalisasi web. Dilengkapi fitur Web Experimentation yang akan memudahkanmu menjalankan beberapa eksperimen dengan aman di halaman yang sama.

Selain itu, Optimizely juga populer karena kecanggihannya. Kamu bisa menggunakan tools yang satu ini di luar situs web dan memperluas optimisasi ke aplikasi ponsel, messaging platform, dan lain sebagainya, sehingga kamu dapat mengoptimalkan seluruh aspek user experience.

Dengan segala kecanggihan ini, Optimizely lebih cocok untuk situs web yang memiliki traffic tinggi, atau perusahaan yang serius dalam testing dan personalisasi.

Unbounce

Unbounce adalah elemen kunci untuk memaksimalkan konversi landing page. Tool yang satu ini memungkinkan marketer untuk melakukan A/B testing dengan mudah.

Cukup ambil beberapa ide baru dan tempatkan pada beberapa variasi landing page baru, klik “publish”, maka test akan mulai berjalan untuk mengumpulkan data.

Yang membuat tool ini jadi memudahkan marketer dalam penggunaannya adalah krena fitur-fitur spesialnya. Mulai dari fitur drag and drop serta kumpulan best-practice landing pages template.

Pada bagian dashboard juga menawarkan tampilan statistik real-time kunjungan, konversi, dan varian data konversi.

Wingify Visual Website Optimizer

Wingify Visual Website Optimizer berisi kumpulan testing dan optimization. Kamu bisa dengan cepat membuat puluhan versi berbeda dari headlines, images, buttons, forms, dan lainnya.

Karena tool ini mempunyai berbagai fitur lengkap dan menarik untuk kamu coba. Yang tentunya bisa kamu gunakan untuk multivariate testing, behavioral targeting, heatmaps, dan usability testing.

Terdapat beberapa pilihan pengeditan yang bisa kamu pilih untuk mengubah setiap bagian dari halaman web. Dengan cara menentukan URL yang berbeda untuk membagi traffic dan mengukur halaman mana yang terbaik.

Genetify

Genetify adalah tool selanjutnya yang bisa diakses secara gratis. Tool ini menyediakan developers dengan JavaScript library untuk melakukan A/B test pada website.

Algoritma yang ada akan menyesuaikan dengan input, berdasarkan kunjungan pelanggan pada halaman tersebut atau tujuan apa yang telah mereka tetapkan.

Selain itu, tool ini juga akan mengidentifikasi bagaimana tata letak halaman yang lebih optimal. Terakhir, Genetify juga menyediakan demo interaktif tentang dasar cara kerjanya sehingga pemula yang pertama kali mencoba tool ini tidak akan kesusahan dalam praktiknya.

Convert

Convert merupakan kumpulan A/B testing, multivariate, dan split URL testing. Rekomendasi aplikasi AB testing tools ini menawarkan sebuah testing wizard sederhana untuk memandu marketer dalam pengaturan A/B test, cukup dengan drag and drop elemen untuk membuat situs sendiri.

Lebih lanjut, multivariate testing yang ada pada Convert juga mendukung untuk menggali lebih dalam tentang preferensi pengunjung.

Di samping itu, Convert juga memiiki fitur WYSIWYG editor, Google Analytics integration, revenue and conversion tracking, behavior and segmented targeting, serta masih banyak lagi. Fitur-fitur yang tersedia itu tentu memudahkanmu jika ingin menggunakan Convert sebagai pilihan.

Vanity

Vanity ini populer juga sebagai program open-source dan open public contributions, terutama fitur eksperimental seperti multi-series metrics.

A/B testing tools yang satu ini merupakan “experiment driven development framework” untuk Ruby on Rails. Vanity bisa pengguna pakai pada aplikasi Rails dengan memberikan template laporan yang sederhana.

Vertster

Hampir sama seperti convert, Vertster juga menyediakan multivarate testing, advanced URL split testing, yang ditambah heatmap reporting, dan segment optimization. Meski begitu, Vertster dikenal karena editor yang sederhana.

Dengan memanfaatkan tool ini, kamu bisa menguji gambar yang berbeda, grafis, logo, copy, saluran konversi, form, pesan, price points, shipping offers, pesan layanan pelanggan, warna, dan desain CSS.

A/Bingo

A/Bingo menjadi tool ketiga sejauh ini yang bisa kamu akses secara gratis. Tool ini merupakan plugin Ruby on Rails testing framework. Yang mana bisa menguji tampilan atau perbedaan perilaku dalam satu baris kode.

Selain itu, bisa juga kamu gunakan untuk mengukur setiap event sebagai konversi, dan test untuk statistical significance. Menariknya, A/Bingo juga mendukung multivariate testing dan menyediakan screencast untuk memulai.

Five Second Test

Five Second Test adalah A/B testing tools yang modelnya sederhana dan biasa digunakan untuk menguji first impressions sebuah desain. Caranya, cukup dengan meng-upload screenshoot atau mockup, dan atur pertanyaan yang ingin diajukan.

Butuh lima detik untuk melihat gambar yang telah diposting, kemudian barulah akan memberi solusi dari pertanyaan yang diajukan.

AB Tasty

Jika kamu baru terjun ke pengoptimalan conversion rate, AB Tasty adalah tool yang mudah kamu gunakan dan sangat terjangkau harganya. AB Tasty juga memiliki fitur-fitur lengkap yang memudahkanmu untuk bereksperimen melakukan perubahan di banyak halaman sekaligus.

Navigasinya juga mudah, karenanya kamu bisa memiliki kendali penuh atas jalannya testing melalui skenario bertarget lanjutan.

Selain itu, AB Tasty juga dengan fitur-fitur lain seperti heatmaps, page flow reports, dan personalisasi laman sesuai kebutuhan. Namun, ada catatan pada tool yang satu ini, yakni kamu bisa menikmati berbagai fitur canggih AB Tasty jika berlangganan paket level menengah dan paling tinggi.

VWO

VWO alias Visual Website Optimizer adalah A/B testing tools yang paling populer di antara para pebisnis. Bahkan beberapa perusahaan besar pun menggunakan rekomendasi AB Testing Tools ini lho.

Pamor VWO ini tentu bukan tanpa alasan, selain cocok untuk bisnis dengan budget terbatas, tool ini juga akan membantumu mendapatkan pengalaman A/B testing yang ekstensif. Di mana kamu bisa menguji secara multivarian dan dengan URL terpisah.

Dilengkapi pula dengan fitur editor visual untuk membuat variasi tanpa kode apapun, dan opsi penargetan serta segmentasi yang lebih advanced. Menariknya lagi, segmentasi behavior VWO membuat kamu bisa menargetkan audiens dengan cara yang lebih akurat ketimbang tools lainnya yang lebih mahal.

Kameleoon

Kameleoon dinobatkan sebagai salah satu lawan A/B testing tools yang tangguh. Mengapa? Karena ia satu-satunya yang berfokus pada data security dan data privacy.

Tak heran jika A B testing tools ini lebih sering digunakan oleh industri sensitif seperti health tech, financial tech, dan organisasi-organisasi besar lainnya.

Nilai plus lain dari tool ini lantaran menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mengoptimalkan user experience.

Kamu bisa memunculkan pengalaman digital yang dipersonalisasi berdasarkan probabilitas konversi setiap pengunjung. Penghitungan ini berdasarkan perhitungan waktu nyata tindakan para pengguna.

Keunggulan lainnya, Kameleoon sangat mudah pengguna operasikan, bahkan oleh mereka yang masih baru di dunia A/B testing.

Omniconvert

Omniconvert meruspakan salah satu rekomendasi AB testing tools yang menyediakan sejumlah software untuk mengubah data menjadi growth strategy.

Tool ini terbilang ideal untuk developer pemula dan perusahaan startup karena biaya berlangganannya yang murah dan fitur-fitur yang juga mudah untuk kamu gunakan..

Fitur paling popular dalam tool ini adalah editor CSS dan CS yang bersifat unlimited. Dengan menggunakan fitur ini, kamu memiliki kendali penuh untuk mengkode berbagai variasi.

Kabar baiknya, kamu juga bisa mengoptimalkan kode-kode tersebut, agar saat website loading tetap berjalan cepat dan testing masih berjalan. Untuk platform pengoptimalan konversinya disebut Explore, yang juga dilengkapi dengan bypass cache CDN.

HubSpot

HubSpot merupakan platform lengkap yang menggabungkan software marketing tools dan A/B testing tools. Tool ini ideal untuk bisnis yang baru merintis atau yang membutuhkan strategi untuk melacak testing yang sedang berjalan.

Kiranya ada empat fitur utama yang jadi kebanggan HubSpot, antara lain:

  • CRM untuk menangani data pelanggan.
  • Marketing Hub, yang mencakup berbagai alat pembuatan konten, halaman arahan, mengelola prospek, dan menjalankan A/B testing.
  • Sales Hub, yang memiliki berbagai tools khusus untuk meningkatkan dan mengotomatisasi proses penjualan.
  • Service Hub, merupakan fitur yang dapat membantumu dalam meningkatkan kualitas customer service agar dapat bekerja kian optimal.

Nah, itu adalah penjelasan soal 15 rekomendas AB testing tools yang harus kamu ketahui. Apalagi, kalau kamu memasarkan brand kosmetikmu secara digital.

Tentu enggak semua rekomendasi di atas harus kamu gunakan sekaligus. Kamu bisa menyesuaikan tiap tools yang ada dengan kebutuhan dan kegiatan promosi yang kamu lakukan.

Selain penjelasan rekomendasi AB testing tools di atas, kamu bisa simak tips digital marketing lainnya di laman Berita Terkini. Atau, selalu pantau kegiatan Webinar Digital Marketing Eksklusif yang Mash Moshem Indonesia adakan tiap bulannya, ya!

About Author

Related posts

total quality management adalah

Kenali Sistem Total Quality Management (TQM) dan 8 Elemen Pokoknya

Apakah kamu pernah mendengar istilah total quality management? Konsep awal total quality management awalnya diciptakan untuk sektor manufaktur, tetapi konsep tersebut sudah banyak digunakan untuk berbagai macam industri. Dalam penerapannya, konsep total quality management adalah meningkatkan budaya kerja, sistem,...

Continue Reading

Leave a Comment