Fadil Aditya Edwin Kupas Optimalisasi GMV Max & Affiliate di Growth Series Vol. 8

Surabaya, 29 Agustus 2026 — Mash Moshem hadirkan Fadil Aditya Edwin untuk membagikan insight tentang optimalisasi konten, affiliate, dan GMV Max dalam Webinar Business Growth Series Vol. 8.
Bertema “Optimasi Penjualan TikTok Shop Menggunakan GMV Max & Affiliate”, webinar ini mengajak peserta melihat lebih jauh bagaimana strategi penjualan di TikTok Shop dapat dioptimalkan, mulai dari menentukan benchmark dan KPI, meningkatkan produktivitas konten, hingga membangun strategi affiliate yang lebih efektif.
Pembahasan juga mencakup pemanfaatan GMV Max sebagai solusi otomasi yang mengoptimalkan konten organik, affiliate, dan iklan berbayar untuk mendorong performa penjualan.


Menentukan Target Penjualan agar Strategi Lebih Terarah
Mengawali sesi, Fadil membahas pentingnya menentukan target aktivitas dan KPI sebelum menjalankan strategi penjualan di TikTok Shop. Target penjualan kemudian bisa diterjemahkan menjadi kebutuhan aktivitas yang lebih konkret, mulai dari jumlah konten, affiliate aktif, hingga sesi live.
Dalam dummy case yang dipaparkan, target penjualan Rp1 miliar membutuhkan sekitar 3.000 konten per bulan, 500 affiliate aktif, dan 400 sesi live dengan durasi sekitar 3 jam. Gambaran ini menunjukkan bahwa untuk mencapai target penjualan, setiap brand owner perlu membangun aktivitas yang konsisten dan terukur, bukan hanya mengandalkan satu strategi.
Fadil juga mengajak peserta memahami cara menghitung profit dengan mempertimbangkan biaya operasional, sekaligus membandingkan ROI dengan dan tanpa affiliate. Perhitungan tersebut dapat menjadi acuan bagi para brand owner untuk melihat strategi yang paling efektif, baik dari sisi potensi penjualan maupun biaya yang perlu dikeluarkan.
Perbanyak Konten untuk Membuka Peluang Penjualan
Produksi konten secara konsisten menjadi salah satu kunci dalam mengoptimalkan GMV Max atau penjualan dalam platform TikTok. Bagi bisnis yang ingin mengembangkan penjualan di TikTok Shop, konsistensi produksi konten dapat membuka lebih banyak peluang untuk menemukan materi yang benar-benar menarik bagi audiens.
Konten-konten tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas iklan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak berhenti setelah menemukan satu konten yang performanya sudah bagus. Terus memproduksi dan menguji konten baru membantu menciptakan lebih banyak pilihan untuk menemukan materi yang berpotensi memberikan hasil lebih baik.
Menurut Fadil, respons audiens juga tidak kalah penting. Klik keranjang, like, komentar, save, share, dan lama waktu menonton dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana audiens merespons sebuah konten. Semakin lama audiens bertahan dan semakin tinggi interaksinya, semakin terlihat bahwa konten tersebut mampu menarik perhatian.
Untuk itu, konten perlu dibuat dengan memahami niche dan audiens yang dituju. Dengan menggabungkan konten yang konsisten, respons audiens, dan optimasi GMV Max, bisnis dapat memiliki lebih banyak peluang untuk menjangkau audiens sekaligus mendorong penjualan.


Memahami Cara Kerja GMV Max untuk Meningkatkan Penjualan
Fadil juga menjelaskan pentingnya memahami learning phase, yaitu tahap ketika sistem mempelajari performa konten setelah video diposting. Dalam proses ini, setiap konten dapat memiliki status yang berbeda, seperti ditayangkan, tidak ditayangkan, perlu otorisasi, tidak tersedia, atau dikecualikan.
Konten yang ditayangkan dapat terus digunakan untuk mendukung aktivitas iklan. Sementara itu, jika konten tidak ditayangkan atau dikecualikan, bisnis perlu melihat penyebabnya terlebih dahulu dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Dengan memahami status tersebut, bisnis dapat mengetahui konten mana yang bisa terus digunakan dan mana yang perlu diperbaiki.
Jika performa konten atau campaign belum sesuai harapan, evaluasi juga perlu dilakukan berdasarkan respons audiens dan kondisi konten. Dari sini, bisnis dapat menentukan apakah konten perlu dipertahankan, diperbaiki, atau dikembangkan kembali.
Fadil turut mengingatkan agar para brand owner maupun tim digital marketing tidak terlalu sering mengubah campaign selama proses pembelajaran berlangsung. Perubahan seperti mengganti produk, mengubah target, atau adanya pelanggaran dapat memengaruhi proses tersebut. Karena itu, campaign perlu diberikan waktu untuk belajar agar sistem dapat menemukan kombinasi yang berpotensi memberikan hasil lebih baik.
Menjaga Relasi dan Mengoptimalkan Affiliate untuk Mendorong Penjualan
Dalam strategi affiliate, hubungan yang baik antara brand dan affiliate menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Kerja sama tidak hanya sebatas menawarkan produk dan meminta affiliate membuat konten, tetapi juga membangun komunikasi yang nyaman agar hubungan dapat berjalan dalam jangka panjang.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan brand owner untuk membangun relasi tersebut. Mulai dari mencari dan mengundang affiliate yang sesuai dengan produk, membuat grup komunikasi seperti WhatsApp, hingga mengadakan kontes konten affiliate. Selain mendorong affiliate untuk lebih aktif, kontes juga dapat menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mempromosikan produk.
Dengan pengelolaan yang lebih terarah, brand tidak hanya mengejar jumlah affiliate, tetapi juga membangun jaringan affiliate yang aktif dan memiliki hubungan yang baik dengan brand. Konten yang dihasilkan affiliate pun dapat dimanfaatkan dalam aktivitas iklan melalui GMV Max, sehingga kerja sama affiliate dapat menjadi bagian dari strategi penjualan secara keseluruhan.
Baca Juga: Rika Yeo Kupas Tuntas Strategi Tingkatkan Omset di Shopee pada Business Growth Series Vol.6
Struktur Campaign dan Konten Jadi Kunci Optimasi
Salah satu yang perlu dipahami, menjalankan GMV Max tidak cukup hanya dengan menyalakan iklan. Campaign juga perlu disusun dengan jelas agar brand bisa lebih fokus melihat performa setiap produk. Salah satu cara yang dibahas adalah menggunakan satu produk dalam satu campaign dan mengombinasikan beberapa produk untuk melihat konten mana yang memberikan hasil terbaik.
Selain produk, brand juga perlu menyiapkan konten yang cukup. GMV Max dapat menggunakan konten dari brand maupun affiliate, sehingga konten yang dibuat oleh affiliate juga bisa dimanfaatkan kembali untuk membantu aktivitas iklan.
Karena itu, brand disarankan untuk terus memperbanyak konten, menggunakan konten original, mencoba variasi konten dengan dan tanpa keranjang, mengoptimalkan produk, serta membangun kerja sama dengan lebih banyak affiliate. Semakin siap produk dan konten yang dimiliki, semakin besar peluang campaign untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Diskusi Interaktif Jadi Penutup Business Growth Series Vol. 8
Sesi Q&A menjadi salah satu bagian yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta Business Growth Series Vol. 8. Peserta aktif menggali berbagai hal yang berkaitan dengan GMV Max, konten, dan affiliate, termasuk bagaimana menerapkannya sesuai dengan kondisi bisnis masing-masing.
Melalui diskusi bersama narasumber, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih praktis mengenai strategi penjualan di TikTok Shop. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen PT Mash Moshem Indonesia untuk terus memberikan edukasi yang relevan bagi brand owner, tidak hanya dalam pengembangan produk, tetapi juga dalam branding, pemasaran digital, dan strategi bisnis yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha.













