Insight Bisnis

HKI untuk Brand Kosmetik: Syarat, Biaya, & Prosedur Pendaftarannya

HKI untuk brand kosmetik

Sebagai brand kosmetik, memiliki produk yang bagus saja tidak cukup, terlebih di tengah persaingan industri yang ketat ini. Kamu juga perlu memberikan perlindungan pada identitas brand dan agar inovasi produk tidak mudah ditiru oleh kompetitor. Di sinilah HKI untuk brand kosmetik berperan sangat penting.

Tanpa adanya HKI pada produk yang kamu keluarkan, kemungkinan adanya duplikasi nama, logo, formula, hingga desain kemasan semakin tinggi. Alhasil, brand kosmetik kamu akan kehilangan unique selling point (USP) serta kepercayaan konsumen.

Untuk itu, yuk, cari tahu pentingnya HKI untuk brand kosmetik dan cara mengurusnya dengan benar pada artikel ini!

Pengertian HKI dan Hubungannya dengan Brand Kosmetik

HKI (Hak Kekayaan Intelektual) merupakan hak untuk menikmati hasil atau kreativitas intelektual tertentu, secara ekonomis.

Dalam dunia bisnis, HKI merupakan elemen yang sangat penting karena dapat memberikan nilai unggul pada pebisnis ketika ingin membidik target pasar yang diinginkannya. Bahkan, bukannya tidak mungkin, kalau HKI juga bakalan membuat proses inovasi produk jadi lebih mudah, dan memberikan perlindungan bisnis kosmetik yang kamu jalankan kala di masa-masa sulit.

Salah satu bentuk HKI yang digunakan dalam bisnis kosmetik dengan brand sendiri adalah Hak Merek, yang bisa membantu mengamankan bisnis kamu. Merek atau brand merupakan penanda identitas dari sebuah produk atau jasa yang akan diperdagangkan. Lebih dari itu, merek juga bisa berperan untuk merepresentasikan citra, reputasi, dan karakter produk serta perusahaan produsen.

Mengingat sifatnya yang sangat penting, kamu perlu memberikan perlindungan hukum terhadap nama brand yang kamu miliki. Salah satunya dengan memproses perlindungan HKI, dalam hal ini Hak Merek.

Bentuk HKI ini akan membantu memberikan hak eksklusif bagi pemilik brand kosmetik agar dapat menggunakan merek tersebut dalam kegiatan perdagangan barang/jasa, sesuai dengan jenis dan kelas untuk nama brand tersebut didaftarkan.

Di sinilah peran penting HKI untuk brand kosmetik yang kamu miliki. Dengan mendaftarkan brand kosmetik untuk memperoleh Hak Merek, maka kamu bisa mencegah adanya duplikasi nama brand dengan melarang penggunaan nama merek oleh brand lain.


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia

Alasan Pentingnya HKI untuk Brand Kosmetik

Meski terdengar merepotkan dan sebenarnya kamu bisa membuat brand kosmetik tanpa harus mendaftarkan HKI, sebenarnya perlindungan hukum ini dapat memberikan manfaat besar bagi bisnismu.

Mulai dari melindungi citra perusahaan/bisnis, mempermudah proses penjualan kosmetik, pun memberikan nilai lebih pada brand kosmetik milikmu, sehingga dapat menjangkau target pasar yang diinginkan.

Selain itu, kamu pun bisa menyimak manfaat HKI untuk brand kosmetik berikut ini!

Melindungi Aset dari Pembajakan/Duplikasi

Tahukah kamu, kalau ternyata HKI secara garis besarnya masih bisa dibagi jadi dua kategori dasar, yaitu Hak Kekayaan Industri dan juga Hak Cipta?

Keduanya memiliki aplikasi dan jangkauan kelas yang berbeda. Sebab, pada umumnya Hak cipta digunakan untuk melindungi karya/produk seni, sastra, dan juga ilmu pengetahuan.

Sementara itu, hak kekayaan industri digunakan untuk melindungi bisnis dan segala komponennya, meliputi perlindungan paten, merek, desain industri, desain tata letak, pun rahasia dagang suatu perusahaan.

Nah, dalam masalah brand kecantikan, Hak Kekayaan Industri inilah yang akan digunakan. Karena dengan mengurus HKI sejak awal akan membantu melindungi brand dari adanya pembajakan atau duplikasi.

Karenanya, sebagai pebisnis kosmetik yang baik, kamu sebaiknya memberikan perlindungan HKI terhadap brand kosmetik milikmu. Dengan demikian, kamu bisa melindungi brand kosmetik dari serbuan kompetitor atau pemilik modal besar, serta pelaku pembajakan produk.

Meningkatkan Kompetisi dan Memperluas Pangsa Pasar

Nilai lebih dari perlindungan HKI adalah kemampuannya dalam meningkatkan kompetisi dan memperluas pangsa pasar dari brand kosmetik kamu.

Dengan HKI kamu bisa mengatur dan melarang pihak lain yang menggunakan HKI brand kosmetik tanpa kewenangan hukum. Dengan demikian, kamu bisa bebas untuk memperluas dan bermain dalam area bisnis kosmetik tersebut untuk membidik target pasar yang diinginkan.

Baca Juga: 3 Cara Cek BPOM Kosmetik Asli atau Palsu dengan Benar

Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Kepercayaan konsumen adalah suatu hal yang sangat penting untuk didapatkan, apalagi dalam industri kosmetik.

Seperti yang kamu tahu, tak sedikit kini berbagai produk kosmetik bajakan yang muncul dan seolah dijual dengan bebas di pasaran. Selain memberikan kerugian pada pemilik brand kosmetik, pembajakan ini pun bisa menimbulkan masalah kesehatan serius pada konsumen.

Karena belum tentu bahan-bahan yang digunakan dalam skincare atau kosmetik bajakan ini aman dan telah melalui tahap uji coba sebelumnya.

Nah, dengan adanya HKI ini kamu bisa meningkatkan kepercayaan konsumen. Kalau produk yang kamu buat dari brand kosmetik pribadimu, telah diakui secara hukum legalitas dan keasliannya.



Cara Mengurus HKI untuk Brand Kosmetik

Kamu telah mengetahui apa itu HKI dan manfaatnya untuk brand kosmetik. Jadi, kamu pasti penasaran bukan bagaimana cara mengurus HKI untuk brand kosmetik?

Dilansir dari Indonesia.go.id, begini syarat dan cara mengurus hak merek untuk brand kosmetik yang perlu kamu tahu!

Perhatikan Jenis Merek Yang Tidak Dapat Didaftarkan

Langkah pertama untuk mengurus HKI untuk brand kosmetik adalah memperhatikan jenis merk yang akan kamu daftarkan terlebih dahulu.

Adapun beberapa kriteria yang membuat pengajuan HKI tidak diterima adalah sebagai berikut.

  • Merek yang didaftarkan bertentangan dengan ideologi negara peraturan perundang-undangan yang ada, juga tidak sejalan dengan moralitas, nilai agama, kesusilaan, ataupun ketertiban umum;
  • Merek yang didaftarkan sama / berkaitan dengan, atau hanya menyebut suatu barang/jasa yang dimohonkan pendaftarannya.
  • Adanya muatan atau unsur yang bisa menyesatkan masyarakat tentang asal, kualitas, jenis, juga ukuran, macam, serta penggunaan barang dan/ jasa yang dimohonkan pendaftarannya. Atau merupakan nama varietas tanaman yang dilindungi untuk barang dan/jasa sejenis.
  • Memuat keterangan yang keliru atau tidak sesuai dengan kondisi, kualitas, khasiat dari produk kosmetik yang diproduksi.
  • Merk/produk tidak memiliki daya pembeda
  • Dan/atau merupakan nama umum ataupun lambang yang juga milik umum.

Prosedur Pendaftaran Merek Kosmetik

Setelah memastikan tak ada hal-hal yang menghambat pendaftaran / permohonan HKI yang kamu lakukan, maka selanjutnya adalah menuju proses pendaftaran merek kosmetik.

  • Pertama, kamu perlu mengajukan permohonan pada Ditjen KI dengan melengkapi persyaratan yang sebelumnya diminta.
  • Setelah permohonan diajukan dan telah diterima oleh pihak Ditjen KI, kemudian pihak Ditjen KI akan melakukan pemeriksaan kelengkapan persyaratan tersebut. Jika diketahui belum lengkap, maka pemohon pun akan diminta untuk kembali melengkapi persyaratan dalam tempo paling lama selama dua bulan, terhitung sejak tanggal pengiriman pemberitahuan tersebut muncul.
  • Kemudian dalam kurun waktu paling lama 30 hari terhitung sejak tanggal penerimaan kelengkapan persyaratan tersebut, akan dilakukan pemeriksaan substantif dalam rentan waktu sembilan bulan lamanya.
  • Dalam kurun waktu paling lama 30 hari sejak tanggal penerimaan surat pemberitahuan pemeriksaan substantif dikirimkan, pemohon/kuasanya dapat menyampaikan tanggapannya dengan menyebutkan alasan.
  • Jika kamu tidak menyampaikan keberatan ataupun tanggapan, maka Ditjen HAKI akan menetapkan keputusan tentang penolakan tentang permohonan tersebut.
  • Kalau dalam kurun waktu paling lama 30 hari terhitung, sejak tanggal penerimaan surat pemberitahuan substantif, maka
  • Jika kamu menyampaikan keberatan ataupun tanggapan dan kamu sebagai melaporkan bahwa tanggapan tersebut dapat diterima.

Permohonan itu akan diumumkan dalam berita resmi merek dalam kurun waktu paling lama 10 hari sejak permohonan disetujui. Jika kamu melaporkan sebaliknya, maka permohonan dinyatakan ditolak.

  • Untuk permohonan yang telah diterima sebelumnya, Ditjen KI menerbitkan Sertifikat Merek kepada pemohon/kuasanya dalam waktu paling lama 30 hari terhitung sejak tanggal berakhirnya jangka waktu pengumuman.
  • Kamu dapat mengajukan permohonan banding kepada Komisi Banding, dengan catatan apabila permintaan pendaftaran merek ditolak oleh Ditjen KI berdasarkan alasan yang bersifat substantif.

Baca Juga: 7 Cara Daftar BPOM Parfum dengan Benar, Mudah dan Cepat!

Persyaratan Pendaftaran Merek Kosmetik

Setelah melihat itu, kamu mungkin bertanya-tanya apa saja syarat yang perlu didaftarkan sebagai pengajuan HKI. Nah, berikut beberapa hal yang perlu kamu siapkan.

  • Melengkapi informasi tentang tanggal, bulan dan tahun permohonan;
  • Mempersiapkan nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat kamu sebagai pemohon;
  • Juga menyiapkan nama lengkap dan alamat kuasa, apabila pemohon tersebut diajukan melalui kuasa;
  • Kamu perlu menyebutkan dan melampirkan sampel warna-warna, apabila Merek kosmetik yang dimohonkan pendaftarannya menggunakan unsur-unsur warna;
  • Juga menyebutkan nama negara dan tanggal permintaan pendaftaran Merek kosmetik yang pertama kali, dalam hal permohonan diajukan dengan hak prioritas.

Surat permohonan pendaftaran merek kosmetik yang kamu punya, maka kamu harus melampirkan beberapa dokumen berikut.

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), namun kalau kamu masih memiliki kewarganegaraan asing, bisa dengan halaman sesuai kuasa hukumnya.
  • Melampirkan fotokopi akta pendirian badan hukum, yang sebelumnya telah disahkan oleh notaris. Ini jika kamu mengajukan berdasarkan atas nama badan hukum tertentu.
  • Melampirkan fotokopi dokumen peraturan pemilikan bersama, apabila kamu mengajukan permohonan atas nama lebih dari satu orang. Intinya, jika kamu membangun bisnis kosmetik secara kolektif.
  • Kalau kamu mengutus, menyewa, atau mewakilkan pembuatan maka harus ada surat kuasa yang harus kamu lampirkan.
  • Melampirkan bukti biaya pembayaran pendaftaran merk kosmetik.
  • Melampirkan 10 lembar etiket Merek Kosmetik
  • Melampirkan surat pernyataan yang menunjukkan kalau merk kosmetik yang didaftarkan adalah benar-benar milik kamu sendiri.

Biaya Pendaftaran Merek HKI Kosmetik

Selain memahami prosedur pendaftarannya, kamu juga perlu mengetahui biaya yang dikeluarkan dalam mendaftarkan HKI untuk brand kosmetik di kelas 3 ini.

Biaya pendaftaran merek telah diatur dalam Kementerian Hukum Republik Indonesia Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, meliputi:

  • Biaya Pendaftaran Merek Dagang: RP1.800.00 untuk setiap kelas barang atau jasa dengan waktu sekitar 12 sampai 18 bulan agar merek bisa terdaftar secara resmi
  • Biaya Pendaftaran Paten: Rp7.500.000 untuk paten biasa dan Rp1.750.000 untuk paten sederhana
  • Biaya Pendaftaran Desain Industri: Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000 per produk dengan waktu 6 sampai 12 bulan.

Yuk, Miliki Brand Kosmetik dengan Legalitas Lengkap Bersama PT Mash Moshem Indonesia!

Mengurus HKI untuk brand kosmetik memang sedikit cukup rumit, terlebih buat kamu yang masih pemula. Jadi, bermitra dengan jasa maklon PT Mash Moshem Indonesia bisa meringankan beban kamu dalam pengurusan legalitas brand, bukan hanya HKI, tapi juga sertifikat Halal MUI dan BPOM.

PT Mash Moshem Indonesia bukan hanya menyediakan layanan pembuatan produk kosmetik saja, tapi juga memiliki layanan pengurusan legalitas. Mulai dari izin edar BPOM, sertifikat Halal MUI, HKI, HSA Singapore, dan sebagainya. Dikerjakan oleh tim ahli, proses pendaftaran legalitas brand kamu akan dilakukan secara transparan, menyeluruh, cepat, dan aman. Jadi, yuk, segera konsultasikan kebutuhan brand kosmetik kamu bersama tim ahli dengan tekan banner di bawah ini!


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Statistik product & brand
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Statistik product & brand

author-avatar

About PT Mash Moshem Indonesia

PT. Mash Moshem Indonesia merupakan perusahaan jasa pembuatan kosmetik private label yang telah beroperasi sejak tahun 2011