8 Tahapan Pengembangan Produk Baru untuk Tingkatkan Value Brand

tahapan pengembangan produk baru

Banyaknya bisnis baru yang lahir meningkatkan daya saing antar produk ataupun jasa yang ditawarkan. Untuk menghadapi krisis sebagai dampak persaingan, perusahaan harus selalu menciptakan ide baru untuk menarik konsumen. Di sinilah kamu harus mempelajari tahapan pengembangan produk baru agar idemu memberikan hasil yang baik.

Sudahkah perusahaanmu memiliki produk unggulan? Apakah bisnismu mengalami kenaikan atau justru mengalami penurunan? Faktor inilah yang mengharuskanmu untuk memahami tahap-tahap pengembangan produk. Selain agar perusahaan memiliki produk unggulan, juga agar bisnismu tidak mengalami kemerosotan.

Hampir setiap sektor bisnis baik besar maupun kecil, selalu berkaitan dengan kegiatan produksi, pengembangan, manufaktur hingga penjualan. Ketika perusahaan sudah memiliki produk, maka bagian manajemen akan membuat strategi untuk mengembangkan produk tersebut. Jika perusahaan tidak melakukan pengembangan, maka hasil yang didapatpun tidak akan ada perubahan.

Bisnis memerlukan inovasi dan pengembangan produk baru untuk menjaga keberlangsungan dan stabilitas. Sehingga perusahaan mampu mempertahankan loyalitas konsumen dan dapat bersaing dengan banyaknya produk baru yang muncul di pasaran.

Lalu, apa saja yang harus kamu lakukan? Simak dan ikuti langkah-langkah pengembangan produk baru berikut ini!

Definisi dan Manfaat Pengembangan Produk

Sebelum mempelajari mengenai tahapan pengembangan produk baru, maka perlu kamu ketahui terlebih dahulu definisi pengembangan produk serta manfaatnya.

Definisi Pengembangan Produk

New product development atau lebih banyak dikenal sebagai pengembangan produk baru merupakan istilah untuk menyebut strategi dan proses pengembangan produk yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Proses tersebut meliputi perbaikan produk lama, memperbanyak manfaat produk hingga menyesuaikan unsur-unsur baru yang dikehendaki segmen pasar mengenai suatu produk.

Tujuan pengembangan prdoduk baru adalah untuk menjaga kestabilan angka penjualan produk serta memperluas segmen pasar. Misalnya, produk kosmetik yang memproduksi lipstick jenis batang dengan pilihan warna terbatas mulai memproduksi lipstick jenis cream dan menambah pilihan warna.

8 Tahapan Pengembangan Produk Baru

Berikut ini tahapan pengembangan produk baru yang harus kamu lakukan untuk meningkatkan brand value kosmetikmu.

Rancang Ide Produk Baru

Pada tahap paling awal perancangan produk baru, pasti ada banyak ide menarik yang bermunculan. Biasanya ide-ide tersebut berasal dari:

Langkah pertama dalam tahapan pengembangan produk baru adalah membuat rancangan produk. Kumpulkan ide-ide baru yang menarik melalui cara berikut:

  1. Program internal perusahaan yang khusus menggali ide produk baru
  2. Mengumpulkan ulasan dari mitra kerja
  3. Hasil amati, tidur dan modifikasi (ATM) produk milik kompetitor
  4. Hasil melakukan survei terhadap konsumen. Atau bisa dengan metode lain yang paling sesuai dengan perusahaanmu.

Penyaringan atau Pemilihan Ide

Setelah ide-ide terkumpul tentu jumlah yang didapat terlalu banyak untuk dieksekusi. Oleh karena itu, perlu adanya tahap penyaringan atau pemilihan untuk mendapatkan ide terbaik. Tujuan yang paling penting adanya tahap penyaringan adalah sebagai berikut:

  1. Menekan risiko terjadinya kegagalan produk
  2. Memilih ide yang paling memungkinkan untuk dieksekusi atau dikerjakan. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati. Untuk menyaring ide-ide yang ada harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:
  3. Alasan produk harus diciptakan
  4. Apa saja proses dan sumber daya yang diperlukan serta dimiliki
  5. Bagaimana tahap produksi
  6. Bagaimana tahap pemasaran
  7. Pertimbangan proses regulasi (lingkungan, kebijakan pemerintah, dan lainnya).
  8. Memperhitungkan profit dan tingkat ROI
  9. Legalitas serta ketersediaan bahan mentah
  10. Dan beberapa pertimbangan lainnya.

Pengembangan dan Pengujian Konsep

Setelah ide terbaik terpilih dengan berbagai pertimbangan, maka proses selanjutnya adalah tahap pengembangan produk baru hingga konsep siap diuji. Susun konsep dengan bahasa yang sederhana, sehingga konsumen mudah memahaminya.

Tahap pengembangan ini meliputi proses merancang ide produk hingga menjadi konsep produk. Konsep tersebut harus dibuat dalam beberapa alternatif menyesuaikan kebutuhan segmen pasar yang menjadi target.

Konsep-konsep tersebut harus mencakup fungsi, bentuk dan tujuan penciptaan produk, yang kemudian bisa kamu susun dan presentasikan sesuai dengan sudut pandang konsumen.

Sedangkan pada tahap uji, konsep yang telah kamu buat sebelumnya akan melewati pengujian ke pasar dengan skala kecil. Proses pengujian ini harus kamu lakukan dengan media yang mendukung, misalnya dalam bentuk video animase atau meodel tiga dimensi.

Namun, yang paling penting adalah memastikan bahwa pesan yang ada dapat tersampaikan dengan efektif pada konsumen. Sehingga, tujuan adanya uji coba ini bisa membawa hasil yang kamu inginkan.

Menyusun Strategi Pemasaran

Tahapan pengembangan produk baru selanjutnya adalah menyusun strategi pemasaran. Pada tahap ini perusahaan mencari cara agar produk dapat diterima oleh pasar. Agar dapat mencapai tujuan tersebut, kamu harus memperhatikan tiga poin penting berikut ini selama menyusun strategi pemasaran produk barumu:

  1. Jelaskan dengan detail mengenai siapa konsumen yang menjadi target, rencanakan proposisi nilai, pangsa pasar, target keuntungan, hingga target penjualan beberapa tahun awal pemasaran
  2. Selanjutnya, rencanakan strategi bauran pemasaran serta penjualan produk pada jangka panjang
  3. Ketiga, rencanakan anggaran pemasaran yang dibutuhkan, struktur serta metode penetapan harga yang dibuat dalam gambaran besar

Analisis Bisnis

Sebelum membuat analisis bisnis terkait produk baru yang akan kamu rilis, kamu harus lebih dulu melihat proyeksi penjualan di pasar. Proyeksi ini bisa didapat dari historical produk lain yang memiliki kategori sama dengan produk baru yang sedang dikerjakan atau dengan melihat produk yang sudah ada di pasar.

Ketika mengamati proyeksi penjualan, perhatikan proses pertumbuhan serta hal apa saja yang mendukung tercapainya perkembangan tersebut. Selanjutnya, integrasikan dengan strategi pemasaran yang sudah kamu susun sebelumnya.

Melalui hasil yang kamu dapat dari melakukan proyeksi penjualan, kamu akan dapat mengukur kemungkinan dan risiko yang mungkin terjadi ketika membuat penjualan maksimum dan minimum. Selain itu, kamu juga akan mendapat gambaran estimasi anggaran serta profit yang mungkin kamu dapatkan dari produk tersebut.

Dengan melakukan analisis bisnis kamu bisa mendapatkan gambaran mengenai faktor apa saja yang berpotensi menghambat atau menjadi masalah dalam proses pengembangan produk tersebut. Jika hasil analisis sejalan dan sesuai dengan tujuan perusahaan, maka kamu bisa melanjutkan proyek pembuatan produk tersebut ke tahap pengembangan.

Untuk analisis bisnis ini kamu bisa menggunakan metode SWOT, ketahui cara penerapannya di sini.

Mengembangkan dan Menyempurnakan Produk

Biasanya, ketika memasuki tahap ini produk belum benar-benar memiliki bentuk fisik atau masih berupa deskripsi, teks deskriptif ataupun video animasi. Nah, dalam tahap pengembangan dan pengujian produk mulai diproduksi secara nyata dalam jumlah terbatas. Berikut lebih jelasnya:

Pengembangan Produk

Setelah selesai melakukan tahap analisis bisnis dan produk memenuhi tujuan perusahaan maka produk yang sebelumnya kamu rencanakan siap untuk memasuki tahap pengembangan. Pada tahap ini akan membutuhkan banyak sumber daya, oleh karena itu buatlah batasan jumlah produksi.

Bergantung pada jenis produk yang akan kamu kembangkan, waktu yang kamu butuhkan pun bisa memakan waktu mingguan hingga tahunan. Sedangkan yang memegang tanggung jawab mengembangkan produk sesungguhnya adalah Departemen R&D.

Misalnya, ketika mau mengembangkan produk kosmetik barumu di Mash Moshem Indonesia. Tim R&D kami bisa membantumu menciptakan formula kosmetik baru yang unggul dan berkualitas tinggi di pasaran.

Kamu bisa menggunakan berbagai jenis bahan/kandungan, mengikuti tren yang berkembang, atau bahkan berkreasi dengan produk kosmetik yang benar-benar baru di pasaran. Well, kami bisa membantumu dengan mudah!

Pengujian Produk

Tahapan tidak berhenti di situ, produk yang sudah jadi akan menjalani serangkaian tes semacam uji coba keamanan dan keefektifan produk untuk memastikan produk berfungsi sebagaimana mestinya.

Setelah melalui tahap pengembangan, produk masuk tahap pengujian. Produk yang sudah jadi akan melalui serangkaian tes seperti uji coba keamanan dan keefektifan. Penguji bisa dari karyawan internal, maupun pihak profesional dari luar perusahaan.

Pada beberapa jenis produk, perusahaan bisa melibatkan konsumen untuk memberikan evaluasi terhadap produk pra-rilis. Nantinya, hasil evaluasi tersebut akan menjadi catatan pengembangan agar produk bisa lebih baik.

Uji Pemasaran Skala Kecil

Meski produk baru sudah jadi dan siap kamu pasarkan, bukan berarti perusahaan harus melakukannya saat itu juga. Sebelum melakukan pemasaran dengan skala besar, perusahaan perlu melakukan uji pemasaran dengan skala kecil.

Hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dari pemasaran tersebut. Uji pemasaran di skala kecil ini sangat bermanfaat bagi perusahaan karena dapat memberikan gambaran yang lebih aktual. Selain itu, perusahaan juga dapat melakukan uji program pemasaran dan melihat efektifitasnya.

Perusahaan akan mendapat gambaran mengenai program tersebut yang mencakup strategi promosi, promosi, target pasar, dan lainnya. Hasil dari uji coba ini akan membuat perusahaan dapat berinvestasi lebih maksimal.

Komersialisasi

Melalui pemasaran pada pasar dengan skala kecil, maka perusahaan telah mendapatkan gambaran potensi produk di pasar. Gambaran tersebut dapat menjadi acuan mengenai keputusan perusahaan mengenai produk baru tersebut. Apakah produk harus diluncurkan segera, perlu diperbaiki, ditunda atau bahkan dibatalkan samasekali.

Jika keputusan terakhir adalah meluncurkan produk, maka perusahaan perlu membuat rencana lajutan yang lebih matang. Inilah tahap komersialisasi atau tahap pemasaran dalam skala besar. Tahap ini meliputi persiapan manufaktur produk skala besar hingga persiapan untuk memasarkan produk.

Pada proses ini perusahaan harus sangat berhati-hati. Berikut adalah beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan selama proses komersialisasi ini:

  1. Kapan waktu peluncuran yang tepat?
  2. Di wilayah mana saja produk akan kamu lauching?
  3. Produk akan diluncurkan secara jangka pendek atau panjang?
  4. Apakah perusahaan memiliki sumber daya yang cukup?

Peluncuran produk akan lebih baik untuk dilakukan secara bertahap. Yaitu dengan memperluas wilayah distribusi ketika permintaan pasar meningkat.

Nah, itulah rangkaian tahapan pengembangan produk baru yang harus perusahaan lakukan sebelum merilis produk baru mereka di pasar. Melakukan tahapan tersebut dengan teliti dan benar akan memberikan dampak yang sangat baik karena dapat menekan segala risiko seperti kerugian, kegagalan atau risiko lainnya. Apakah kamu siap membuat produk barumu sendiri sekarang?

About Author

Retno Ayu Wulandari

Seorang yang suka tidur, makan, dan menulis.

Related posts

strategi omnichannel untuk bisnis online

Strategi Omnichannel untuk Bisnis Online – Manfaat, Cara Kerja dan Penerapannya

Seiring dengan perkembangan teknologi dan era globalisasi, pemilik usaha perlu memikirkan kehadiran bisnisnya di ranah digital. Misalnya dengan memanfaatkan strategi omnichannel dalam bisnis online, sudah pernah dengar sebelumnya? Kini masyarakat menjadi begitu tertarik dan ‘ketergantungan’ dengan belanja online. Hampir...

Continue Reading
cara menggunakan google trend untuk bisnis

4 Cara Menggunakan Google Trend untuk Riset Bisnis, Ikuti Langkahnya!

Website menjadi salah satu aspek penting dalam digital marketing. Salah satu fungsinya yaitu untuk meningkatkan kedibilitas perusahaan. Dengan mempunyai website juga akan mempermudah orang untuk menemukan bisnis yang sedang kamu jalankan. Pengunjung yang banyak menjadi salah satu target mempunyai...

Continue Reading

Leave a Comment