Tips Promosi Hard Selling Untuk Brand Kosmetik, Cobain Yuk!

tips promosi hard selling untuk brand kosmetik

Membuat konten promosi yang menarik memang penting untuk mendorong konsumen membeli produkmu. Meski banyak ditinggalkan, konten hard selling terbilang cukup ampuh untuk tujuan tersebut. Lantas bagaimana cara dan tips promosi hard selling untuk brand atau produk kosmetik?

Perkembangan industry kosmetik semakin pesat dari waktu ke waktu, sebagai contoh kamu bisa menemukan brand baru yang banyak bermunculan di masyarakat.

Dalam hal ini, ada banyak strategi promosi yang kamu gunakan untuk meningkatkan penjualan dan awareness produk kosmetik yang kamu miliki.

Salah satunya dengan menerapkan strategi promosi hard selling, yang kerap diremehkan namun berdampak besar pada penjualan produk.

Nah, lantas mengapa strategi hard selling ini tak begitu diminati? Serta bagaimana tips promosi hard selling untuk brand kosmetik yang tepat? Simak ulasannya di bawah ini!

Pengertian Hard Selling

Sebelum membicarakan tips promosi hard selling untuk brand kosmetik, tak ada salahnya buatmu untuk tahu konsep dan pengertian dasar dari strategi pemasaran satu ini.

Nah, hard selling sendiri adalah sebuah pendekatan periklanan, penjualan atau promosi yang menonjolkan kesan mendesak dan langsung.

Lewat strategi ini, pelanggan akan diarahkan untuk melakukan transaksi atau pembelian dalam jangka pendek. Tanpa memberikan konsumen untuk memikirkan atau mengevaluasi pilihan mereka.

Sayangnya, menurut beberapa ahli, jenis pemasaran ini terbilang kurang efektif dan justru merugikan bagi bisnis. Sebab, konsumen yang membeli cenderung tak merasa nyaman, dan berkemungkinan kecil untuk kembali membeli produk.

Namun, di satu sisi, strategi hard selling memiliki nilai lebih dan dalam penerapannya kamu bisa menyesuaikan dengan target pasar maupun kebutuhan bisnismu.

Konten Hard Selling dalam Digital Marketing

Pada praktik pemasaran konvensional, strategi hard selling melibatkan aktivitas untuk ‘mendesak’ konsumen melakukan pembelian. Karenanya, cara ini bisa menumbuhkan rasa tak nyaman dan terpaksa pada diri konsumen.

Namun, ketika menerapkannya dalam pemasaran digital ada beberapa hal yang berbeda, namun konsepnya berdekatan.

Karena pada dasarnya hard selling memperlibatkan pendekatan pemasaran yang to the point atau memberikan promo secara langsung pada target market. Maka dalam konten pemasaran digital pun penerapannya demikian, kamu tak perlu membentuk story telling yang terlalu rinci seperti dalam soft selling.

Sehingga ketika membaca konten yang kamu buat, baik dalam bentuk desain maupun artikel, audience memahami bahwa kamu tengah melakukan promosi.

Kelebihan dan Kekurangan Hard Selling

Nah, sebelum membahas bagaimana tips membuat konten promosi hard selling untuk brand kosmetik. Penting untukmu melihat kelebihan dan kekurangan dari metode pemasaran satu ini.

Dengan begitu, kamu bisa menentukan bagaimana tepatnya skema konten hard selling yang cocok untuk kamu terapkan pada brand atau bisnis kosmetikmu.

Kelebihan Hard Selling

Beberapa kelebihan metode pemasaran hard selling antara lain:

Menciptakan Kesan Urgensi pada Konsumen

Kelebihan hard selling yang pertama adalah dapat menciptakan kesan urgensi pada konsumen. Ini terbilang cukup efektif untuk membantu meningkatkan penjualan produk kosmetik yang kamu tawarkan.

Ketika konsumen merasa terdesak atau terdorong untuk melakukan pembelian, maka pendapatan perusahaan pun akan bertambah.

Lebih Cepat dan Lugas

Seperti yang telah kita sebutkan sebelumnya, bahwa dalam metode hard selling ini memiliki sifat yang cepat dan lugas. Artinya, dalam sebuah konten pemasaran tersebut, kamu dapat langsung mempromosikan dengan ‘keras’ mengenai kelebihan atau keunggulan produk.

Sehingga konsumen bisa langsung menangkap alasan dan nilai menjual dari produkmu. Selain itu, karena memang ditujukan untuk konsumen potensial, maka teknik ini bisa memberikan hasil yang lebih cepat dibanding teknik soft selling.

Cocok untuk Penjualan Berbasis Komisi

Buat kamu yang bekerja sebagai reseller, afiliator, hingga marketing, strategi hard selling terbilang cocok untuk penjualan berbasis komisi. Karena sifatnya yang lebih mudah dan cepat dalam mendatangkan pembelian, keuntungan yang kamu dapatkan pun akan jadi lebih banyak.

Cocok untuk Produk dengan Nilai Urgensi Besar

Kosmetika merupakan salah satu produk yang sangat penting bagi masyarakat. Sebagai contohnya, kamu bisa menemukan paling tidak dua hingga tiga produk kosmetika dalam tiap rumah.

Nah, kabar baiknya strategi hard selling dinilai cocok digunakna untuk produk dengan nilai urgensi tinggi. Karena ketika seorang konsumen sedang mencari produk tertentu yang spesifik sesuai kebutuhan mereka, maka ketika melihat konten iklan langsung mereka akan cenderung tergoda melakukan transaksi.

Contohnya, ketika ada orang yang merasa resah karena jerawat membandel mereka akan cenderung tertarik dengan konten iklan yang langsung mempromosikan skincare anti jerawat.

Kekurangan Hard Selling

Selain beberapa kelebihan di atas, metode hard selling pun memiliki berbagai kekurangan yang juga harus kamu pelajari. Apa saja? Langsung simak daftar dan penjelasannya berikut ini.

Membuat Konsumen Merasa Tak Nyaman

Telah kita singgung di awal, bahwa salah satu kekurangan terbesar dalam metode hard selling adalah sifat ‘memaksanya’. Di mana sifat ini bisa membuat konsumen merasa tak nyaman ketika bertransaksi di tokomu.

Padahal untuk membuat pelanggan kembali berbelanja, meningkatkan reputasi brand, dan pemasaran lainnya sangat penting untuk memberikan kenyamanan pada konsumen.

Loyalitas Pelanggan Susah Terbentuk

Selanjutnya, loyalitas pelanggan juga akan susah terbentuk. Karena, sekali lagi, bahwa sebagian besar proses pembelian dalam metode hard selling itu terbentuk dari rasa terdesak dan tak nyaman.

Inilah yang akhirnya membuat konsumen enggan membeli produk dari tokomu secara berulang. Padahal memelihara hubungan dengan konsumen lama pun sangat penting, tak kalah dari menggaet konsumen baru untuk tokomu.

Nah, kamu bisa juga cari tahu soal cara memelihara hubungan dengan konsumen lama di sini.

Menciptakan Brand Image Negatif

Ketika konsumen merasa tak nyaman dan menyesal membeli produk di tokomu, mereka juga bisa memberikan ulasan yang tak mengenakkan, lho.

Yap! hal ini tentu akan berimbas pada citra brand atau bisnis yang akan memburuk. Dan bukannya laris, justru akan membuat konsumen baru enggan datang ke tokomu.

Tips Melakukan Hard Selling untuk Brand Kosmetik dalam Pemasaran Digital

Nah, setelah mengetahui nilai lebih dan kurangnya, apakah kamu masih tertarik untuk membuat konten hard selling untuk brand kosmetikmu?

Beautypreneurs, setiap metode pemasaran memang memiliki hitam-putihnya masing-masing. Kunci utamanya terletak dari bagaimana kamu mengolah kekuatan dari metode tersebut secara maksimal. Sehingga kekurangan yang ada dapat diminimalisir dan kamu bisa memperoleh tujuan yang ingin kamu raih.

Sebagai gambaran, berikut ini ada beberapa tips melakukan hard selling untuk brand kosmetik yang bisa kamu sesuaikan dalam metode pemasaran bisnismu.

Penasaran, kan? Lanjut baca sampai habis, ya!

Bidik Konsumen Potensial

Platform digital pada dasarnya sangat mendukung proses branding dan soft selling, tapi bukan berarti kamu tak bisa melakukan promosi langsung dan lugas ala hard selling.

Namun, agar tak terkesan membosankan dan meresahkan konsumen, konten hard selling ini harus ditujukan untuk konsumen potensial saja. Bisa konsumen baru yang benar-benar sudah tahu brand-mu, dengar dari review, atau pelanggan lama.

Jangan Terapkan Terlalu Sering

Tips melakukan hard selling selanjutnya adalah dengan membatasi jumlah penerapannya. Memang penting untuk menghasilkan penjualan dengan cepat, tapi kamu juga harus memperhatikan kenyamanan audience juga.

Agar mereka tidak bosan dengan akun jualanmu, maka akan lebih baik untuk menyelingi konten promosi dengan edukasi, konten kekinian, dan berbagai konten popular lain yang dapat menarik massa baru.

Berorientasi Pada Nilai dan Keuntungan Konsumen

Selanjutnya, ketika akan melakukan hard selling, penting untukmu menghadirkan brand kosmetik milikmu sebagai solusi dari masalah konsumen. Dengan kata lain, konten yang kamu ciptakan harus berorientasi pada kebutuhan, nilai guna, dan keuntungan untuk konsumen.

Sehingga ketika mereka menjumpai konten promosi dari brand kosmetikmu, mereka tergerak untuk membaca iklan tersebut sampai habis. Bahkan, terdorong untuk melakukan interaksi dengan bertanya, meninggalkan reaksi tertentu, hingga melakukan tujuan yang kamu arahkan dalam call to action.

Intinya, jangan hanya menjual produkmu dengan kasar. Tapi buatlah pembaca merasa membutuhkan dan menginginkan produk tersebut.

Gunakan untuk Menjual Produk dengan Harga Murah

Satu lagi, teknik hard selling ini terbilang lebih efektif ketika kamu gunakan untuk menjual produk dengan harga ekonomis. Karena pelanggan merasa tidak perlu terlalu lama berpikir atau menimbang jumlah biaya yang mereka keluarkan nantinya.

Contoh penerapannya bisa kamu lakukan untuk mengurangi stok produk yang menumpuk, saat promosi produk yang kurang popular dan banyak lainnya.

Tips melakukan hard selling untuk brand kosmetik ini juga bisa membantu menjaring konsumen baru, yang tertarik dengan diskon dan harga murah.

Tingkatkan Brand and Product Knowledge

Ketika melakukan promosi langsung, penting untukmu memiliki pengetahuan yang dalam mengenai produk juga brand kosmetik tersebut.

Tips melakukan hard selling untuk brand kosmetik ini penting agar kamu bisa menjelaskan produk tersebut pada konsumen, tentu dengan bahasa yang lebih luwes dan mudah mereka pahami.

Tak hanya itu, semakin kamu memiliki pengetahuan produkmu secara luas, maka kamu bisa menjawab semua pertanyaan dan keraguan konsumen mengenai produk tersebut.

Promosikan Konten di Berbagai Platform

Last but not least, tips melakukan hard selling untuk brand kosmetik selanjutnya adalah mempromosikan konten di berbagai platform. Baik media sosial, email, Website, dan berbagai iklan online lainnya.

Ketika menggunakan berbagai platform ini, kamu bisa menciptakan customer engagement dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan ataupun calon konsumen. Kamu bahkan bisa mendapatkan feedback secara langsung dari pengguna platform tersebut.

Nah, itu adalah berbagai tips hard selling untuk brand kosmetik yang bisa kamu terapkan dalam bisnismu. Apakah kamu siap untuk mencobanya, Beautypreneurs?

Ketika maklon kosmetik di Mash Moshem Indonesia, kamu tak hanya bisa memproduksi kosmetik unggulan. Tapi juga kami akan menyediakan berbagai layanan aftersales untuk mendukung proses promosi brand kosmetikmu.

Layanan aftersales ini meliputi foto produk, pembuatan brosur dan katalog produk, video produksi, hingga FAQ. Selain itu, kami pun mengadakan Webinar Digital Marketing eksklusif dari kami.

Penasaran, kan? Langsung hubungi tim kami di Contact Us untuk informasi lebih lengkap!

About Author

Related posts

total quality management adalah

Kenali Sistem Total Quality Management (TQM) dan 8 Elemen Pokoknya

Apakah kamu pernah mendengar istilah total quality management? Konsep awal total quality management awalnya diciptakan untuk sektor manufaktur, tetapi konsep tersebut sudah banyak digunakan untuk berbagai macam industri. Dalam penerapannya, konsep total quality management adalah meningkatkan budaya kerja, sistem,...

Continue Reading

Leave a Comment