Kegiatan MMI

Yugo Artono Hadirkan Framework Affiliate Terlengkap di Business Growth Series Vol. 4 Mash Moshem 

Business Growth Series Vol 4

Surabaya, 23 April 2026—- PT Mash Moshem Indonesia kembali menghadirkan webinar inspiratif dalam rangkaian Business Growth Series Vol 4, dengan tema “Strategi Membangun Jaringan Affiliate Aktif yang Berpotensi Menghasilkan Omzet Ratusan Juta dalam Satu Bulan.

Webinar digelar pada 23 April 2026 secara daring ini berhasil menarik lebih dari 280 peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari brand owner, seller TikTok Shop, tim marketing, hingga para pelaku UMKM yang ingin mengoptimalkan channel affiliate sebagai mesin pertumbuhan bisnis mereka. 

Business Growth Series ini menghadirkan Bapak Yugo Artono, TikTok Certified Trainer dan Affiliate Consultant di Reflux Asia. Berlatar belakang pengalaman panjang sebagai pelaku langsung di industri TikTok, Bapak Yugo membagikan wawasan yang tidak hanya teoritis, tetapi strategi nyata yang telah ia uji dan diterapkan bersama puluhan brand.


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia

Affiliate Bukan Soal Banyak Kreator, Tapi Ekosistem yang Tepat

Pak Yugo membuka sesi Business Growth Series Vol. 4 dengan satu pernyataan yang langsung meluruskan ekspektasi banyak peserta yakni keberhasilan affiliate bukan ditentukan oleh seberapa banyak kreator yang direkrut, melainkan oleh seberapa tepat ekosistem yang dibangun.

Ada tiga hal mendasar yang menurutnya sering diabaikan oleh pelaku bisnis. Pertama, seller tidak akan sembarangan memilih siapa yang menjualkan produknya. Kedua, kreator yang dipilih harus benar-benar memahami produk dan punya ketertarikan untuk mempromosikannya. Ketiga, produk yang ditawarkan harus memang dibutuhkan oleh pasar.

Tiga hal ini menjadi fondasi dari framework yang kemudian akan dibahas lebih dalam empat pilar utama untuk membangun jaringan affiliate yang aktif dan menghasilkan. Mulai dari produk, komisi, sampel, dan incubation. Dengan memahami empat pilar tersebut, pelaku bisnis bisa masuk ke tahap eksekusi dengan lebih terarah. 

Baca Juga: Alda Rezma Kupas Strategi Scaling TikTok di Webinar Business Growth Vol 3 PT Mash Moshem Indonesia 

Strategi Affiliate yang Benar Dimulai dari Produk, Bukan dari Jumlah Kreator 

Banyak brand langsung fokus merekrut kreator sebanyak mungkin tanpa bertanya lebih dulu apakah produk mereka memang siap untuk dijual lewat konten. Bapak Yugo meluruskan bahwa strategi affiliate yang benar dimulai dari pemilihan produk yang tepat. 

Produk untuk affiliate harus punya nilai jual yang kuat, visual yang menarik untuk dikontenkan, dan margin yang cukup agar program bisa berjalan berkelanjutan. Sebagai panduan konkret, ia menyarankan setiap brand untuk mengidentifikasi 3 hingga 5 produk utama yang benar-benar siap sebelum mulai menjalankan program affiliate.

Setelah produk siap, langkah berikutnya adalah merancang komisi yang tepat. Komisi yang baik bukan hanya soal angka yang besar, tetapi harus mampu menarik kreator masuk, mendorong mereka aktif membuat konten, dan menjaga loyalitas mereka dalam jangka panjang. Pak Yugo menegaskan satu prinsip yang sederhana namun sering disalahpahami yakni komisi bukan biaya, melainkan investasi yang menggerakkan ekosistem affiliate.

Selain itu, agar kreator bisa mempromosikan produk dengan lebih meyakinkan, mereka juga perlu merasakannya secara langsung melalui sample. Kreator yang pernah mencoba produknya sendiri akan membuat konten yang terasa lebih natural, lebih jujur, dan lebih mudah dipercaya oleh audiens, sehingga menghasilkan respons dan konversi yang jauh lebih baik.

Semua strategi ini kemudian disatukan oleh program inkubasi yang terstruktur. Fokusnya memastikan product views terus meningkat. Caranya dengan memenuhi kriteria dasar seperti stok yang cukup,shop experience score yang baik, komisi yang aktif, lalu memperkuat dengan harga yang kompetitif, tampilan produk yang optimal, serta dukungan promosi seperti voucher hingga GMV Max.



AARA Model Cara Membangun Pasukan Affiliate yang Loyal dan Menghasilkan 

Di bagian akhir sesi, pak Yugo memperkenalkan AARA Model, sebuah framework yang dirancang untuk membantu brand mengelola jaringan affiliate secara lebih terstruktur. AARA terdiri dari empat tahap yang saling berkaitan yakni acquisition, activation, retention, dan advocacy.

Semuanya dimulai dari acquisition, yaitu proses mencari dan memetakan kreator yang paling sesuai dengan produk yang akan dijual. Bukan sekadar mencari siapa yang mau bergabung, tetapi siapa yang benar-benar tepat untuk setiap kategori produk.

Setelah kreator bergabung, brand perlu segera menggerakkan mereka melalui tahap activation. Tujuannya sederhana yakni mendorong kreator untuk melakukan penjualan pertama mereka sesegera mungkin. Penjualan pertama ini penting karena menjadi bukti awal bahwa produknya bisa dijual dan kreatornya bisa menghasilkan.

Tantangan selanjutnya adalah menjaga agar kreator tetap aktif dalam jangka panjang. Di sinilah tahap retention berperan, yaitu merancang cara agar affiliator tidak berhenti setelah beberapa konten pertama, tetapi terus termotivasi untuk berpromosi secara konsisten.

Tahap terakhir adalah advocacy. Kreator yang sudah loyal dan terbukti menghasilkan didorong untuk mengajak kreator lain bergabung. Pada titik ini, jaringan affiliate brand tidak lagi bergantung pada rekrutmen dari satu arah, tetapi tumbuh secara organik dari dalam komunitasnya sendiri.

Baca Juga: Webinar Business Growth Vol.2 PT Mash Moshem Indonesia Hadirkan Aldo Adela, Kupas Tuntas Formula Konten Jutaan Views 2026 

Antusiasme Peserta Webinar Business Growth Series Vol.4 Terus Meningkat

Sepanjang sesi berlangsung, peserta webinar aktif mengajukan pertanyaan yang berangkat dari tantangan nyata yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari cara menyeleksi kreator yang tepat, merancang struktur komisi yang kompetitif, hingga bagaimana mendorong kreator yang sudah menerima sample tetapi belum juga aktif membuat konten. 

Ragam pertanyaan ini mencerminkan bahwa topik affiliate marketing kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis yang nyata dirasakan oleh para pelaku bisnis digital Indonesia. 

Tingginya antusiasme peserta juga menjadi pengingat bahwa tantangan dalam membangun affiliate bukan hal yang dialami sendiri. Banyak brand berada di titik yang sama, dan forum seperti inilah yang membantu mereka menemukan arah yang lebih jelas. 

Komitmen PT Mash Moshem Indonesia dalam Mendorong Pertumbuhan Bisnis yang Strategis

Business Growth Series Vol. 4 kembali membuktikan bahwa PT Mash Moshem Indonesia hadir bukan sekadar sebagai produsen kosmetik, tetapi sebagai mitra yang turut memikirkan pertumbuhan bisnis para clientnya. Setiap sesi dalam rangkaian ini dirancang untuk memberikan wawasan yang praktis dan langsung bisa diterapkan.

Pilihan topik affiliate marketing di edisi ini pun bukan tanpa alasan. Saat TikTok Shop semakin menjadi kanal penjualan utama bagi banyak brand, kemampuan membangun jaringan affiliate yang produktif menjadi keunggulan yang tidak bisa diabaikan.

Dengan menghadirkan praktisi yang berpengalaman langsung di bidangnya, PT Mash Moshem Indonesia terus berkomitmen untuk memastikan setiap brand yang bermitra memiliki bekal strategi terbaik untuk tumbuh secara berkelanjutan.


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Statistik product & brand
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Statistik product & brand

author-avatar

About PT Mash Moshem Indonesia

PT. Mash Moshem Indonesia merupakan perusahaan jasa pembuatan kosmetik private label yang telah beroperasi sejak tahun 2011