Pengertian, Jenis dan Tips Menggunakan Carousel di Berbagai Platform Digital

carousel adalah

Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini sosial media menjadi kendaraan utama bagi para pelaku bisnis untuk melakukan promosi. Salah satu tolok ukur kesuksesan promosi melalui sosial media adalah dengan meningkatnya engagement. Dalam hal ini kamu bisa menggunakan konten carousel, lho.

Biasanya untuk meningkatkan engagement tersebut para content creator akan membuat konten yang berbasis carousel. Sebab konten jenis ini dinilai lebih interaktif dibanding yang lain. Bahkan juga bisa membuat postingan lebih bervariatif.

Apalagi jika kamu butuh mempromosikan sesuatu dengan materi yang seambrek. Carousel bisa menjadi salah satu solusinya. Kamu bisa memasang semua materi yang berupa foto maupun video dalam satu waktu.

Sebenarnya apa sih carousel ini? Well, kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang jenis konten digital ini beserta fungsi dan jenisnya, ikuti artikel berikut hingga selesai ya. Happy reading!

Saat menggunakan sosial media khususnya Instagram, pasti kamu sudah tidak asing postingan berslide. Yakni beberapa foto dan video yang diposting dalam waktu yang sama. Lebih tepatnya carousel adalah konten sosial media yang menampilkan beberapa gambar dan video dalam satu postingan.

Format yang seperti ini sering kita jumpai di sosial media Instagram. Karena berbasis sosial media foto, Instagram mempunyai inovasi format tersebut untuk memudahkan penggunanya. Biasanya jika di Instagram, carousel hanya dapat diisi dengan maksimal 10 gambar atau video dalam satu kali posting.

Format konten yang satu ini dinilai lebih interaktif. Karena audience akan dibuat penasaran dengan gambar yang diposting. Mereka akan cenderung menggeser gambar ke kanan hingga habis. Oleh karena itu format carousel dinilai jauh lebih interaktif dan efektif untuk meningkatkan engagement.

Menariknya kini carousel tidak hanya ada pada Instagram saja. Namun juga Facebook, Twitter hingga LinkedIn. Namun sebenarnya apa sih fungsi dari carousel ini? Apakah hanya untuk memposting beberapa konten dalam satu waktu saja?

Tahu nggak sih kalau konsep carousel di sosial media ini sangat sederhana. Namun meski demikian, ternyata jenis konten ini mempunyai beragam fungsi. Nantinya fungsi tersebut akan sangat berpengaruh terhadap upaya pemasaran yang dilakukan oleh marketer. Pernasaran apa  saja? berikut daftarnya.

Meningkatkan Engagement Rate

Engagement rate menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan promosi melalui sosial media. Engagement rate dipengaruhi oleh beberapa hal. Yakni like, komen, share hingga save. Semua kategori tersebut disebut dengan interaksi.

Salah satu fungsi dari carousel adalah untuk meningkatkan interaksi tersebut. Bahkan beberapa penelitian mengenai sosial media pun sudah membuktikan bahwa carousel membawa dampak peningkatan 1,92 persen terhadap engagement rate.

Baca Juga:

Promosi Event

Untuk melakukan promosi event, pasti kamu butuh beberapa gambar untuk menjelaskan rangkaian acaranya. Semakin detail akan semakin menarik perhatian pula. Sehingga potensi besar kesuksesan sebuah event akan semakin tinggi.

Konten ini juga terbilang cocok untuk mendukung community marketing. Yakni dengan mempromosikan event bisnis. Jika kamu menggunakan carousel, informasi yang akan kamu sampaikan akan jauh lebih dipahami dengan mudah oleh audience.

Menunjukkan Progres

Fungsi konten ini selanjutnya adalah untuk menunjukkan progress. Misalnya kamu telah melakukan suatu pekerjaan tertentu dan ingin menunjukkannya ke audience. Kamu bisa menggunakan format before after untuk menunjukkan progress tersebut. Sehingga pesan yang kamu sampaikan akan lebih mudah dipahami.

Menunjukkan Testimoni

Testimoni menjadi salah satu faktor yang cukup penting untuk kelancaran bisnis. Dengan adanya testimony kepercayaan pelanggan pun akan semakin terbangun. Sehingga mereka tidak akan ragu lagi untuk membeli produk yang kamu promosikan.

Nah, untuk memposting testimony tersebut kamu bisa langsung mempostingnya dalam satu waktu menggunakan jenis konten ini. Semakin banyak testimony yang kamu posting, akan semakin besar pula kepercayaan konsumen pada produkmu.

Menunjukkan Tutorial

Fungsi berikutnya adalah untuk menunjukkan tutorial. Konten tutorial ini memang dinilai sangat bermanfaat untuk audience. Bahkan juga paling diminati. Nah, untuk memudahkan audience memahami pesan yang ingin kamu sampaikan.

Jadi kamu tidak perlu repot untuk menunjukkan step by stepnya di caption. Sebab menurut beberapa penelitian, pengguna sosial media khususnya Instagram cenderung lebih suka membaca atau melihat postingan daripada membaca caption.

Launching Produk

Carousel juga sangat efektif digunakan ketika kamu akan mengumumkan produk baru. Sebelumnya kamu bisa menggunakan sneak peak dengan memposting beberapa ilustrasi mengenai produkmu.

Untuk membuatnya lebih menarik, kamu bisa mengilustrasikannya menjadi sebuah gambar dan video. Kemudian kamu bisa mempostingnya dalam satu waktu.

Setelah mengetahui fungsi dari carousel, kini saatnya untuk kamu para content creator mengetahui terlebih dahulu tentang jenis-jenis konten carousel. Apa saja? berikut penjelasannya.

carousel adalah

Konten berbasis carousel pun ada jenisnya. Yakni carousel post dan carousel ads. Apa perbedaan kedua jenis tersebut? Dan bagaimana penggunaannya dalam berbagai platform sosial media?

Untuk lebih jelasnya, langsung simak uraian berikut ini sampai habis. Jangan terlewat, ya, Beautypreneurs!

Carousel Post

Carousel post merupakan konten carousel yang diposting di sosial media. Biasanya para pembuat konten akan membuat materi minimal dua dan maksimal 10 slide. Semakin bervariatif semakin menarik perhatian para audience.

Untuk saat ini carousel post sudah tersedia di berbagai platform sosial media. Mulai dari Twitter, Facebook, Instagram hingga Linkedin. Berikut penjelasan selengkapnya.

Instagram

Sebagai konten yang berbasis foto dan visual yang menarik, Instagram menjadi pelopor utama platform sosial media yang menyediakan konten carousel. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa di Instagram carousel terdiri dari maksimal 10 slide.

Dari 10 slide tersebut bisa dikombinasikan dengan beberapa konten seperti foto dan video. Setiap slide harus berhubungan. Sebab postingan dengan bentuk ini cenderung menceritakan satu momen atau topic tertentu. Jadi antara slide satu dengan yang lainnya harus nyambung.

Selain itu slide pertama buatlah semenarik mungkin. Karena slide pertama akan menjadi penentu seseorang tersebut untuk menggeser ke slide selanjutnya atau tidak. Sedangkan untuk format foto harus berupa PNG atau JPG. Sedangkan video berupa MP4.

LinkedIn

Nggak mau kalah dari Instagram, LinkedIn juga memiliki format carousel. Bahkan dalam satu kali posting kamu bisa langsung mengunggah 100 konten. Wow!

Namun berbeda dari Instagram yang berbasis foto dan video, postingan di LinkedIn berfokus pada file. Yakni dengan format PPT, DOC, atau PDF.

Namanya platform pengembangan diri, dokumen tersebut harus berisikan informasi mengenai kamu. Sehingga nantinya akan mempermudah para rekruter untuk mempertimbangkanmu sebagai kandidat pegawai.

Namun perlu dipastikan pula bahwa format dokumen yang kamu unggah tidak melebihi 300MB. Format konten tersebut di LinkedIn berupa kotak dan vertical.

Carousel ads merupakan iklan di sosial media dengan format carousel. Format iklan ini dinilai lebih efektif dan efisien untuk promosi. Untuk menggunakan carousel ads kamu harus mengakses beberapa fitur sosial media yang kamu gunakan.

Facebook

Tak mau kalah dari Instagram, Facebook juga mempunyai fitur carousel. Carousel di Facecbook sangat memungkinkan kamu untuk mengunggah satu hingga sepuluh konten promosi. Sehingga iklan akan lebih jelas.

Facebook ads hanya berisi konten promo gambar saja. Kamu juga bisa menambahkannya dengan dengan cation singkat ataupun panjang seperti story telling. Pasti akan jauh lebih kreatif. Untuk format gambar yang diunggah adalah PNG dan JPG dengan ukuran tidak lebih dari 30 MB.

Instagram

Sama seperti Facebook, carousel ads di Instagram juga terdiri dari 10 slide. Kamu juga bisa mencampurnya dengan konten video. Mungkin sekilas memang tidak ada bedanya dengan Instagram post.

Namun ternyata jika dilihat dengan seksama carousel ads di Instagram sedikit berbeda. Yakni terdapat tulisan sponspred di atas postingan.

Menariknya, di Instagram tidak hanya dapat memposting carousel di feed saja. Namun juga di story. Format pun menyesuaikan bentuk Instagram story seperi biasanya. Yakni vertical.

LinkedIn

Selain ada lewat konten post, LinkedIn juga menyediakan carausel ads. Bedanya jika carausel post hanya dengan format dokumen, caraousel ads dengan format jpg atau png.

Fungsinya pun berbeda. Jika melalui post bertujuan untuk mempromosikan data diri, melalui fitur ads kamu dapat mempromosikan sebuah event atau acara.

Tak hanya itu, carousel ads biasanya digunakan untuk mempromosikan lowongan kerja. Dalam sekali post, kamu bisa mengunggah konten yang berisi hingga 20 foto.

Twitter

Tak mau kalah dari ketiga platform tersebut. Twitter saat ini juga menyediakan yang namanya caraousel ads. Berbeda dari ketiga platform itu, di Twitter hanya dapat mengunggah dua hingga enam konten saja. Yakni yang berupa foto maupun video. Orientasi slide-nya pun horizontal dengan aspect ratio 1,91:1 atau 16:9.

Lantas bagaimana agar carousel post dan ads lebih maksimal performanya? Well, berikut adalah tips memaksimalkan caorusel post dan ads.

Tips Memaksimalkan Carousel Post dan Ads

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa jenis konten promosi ini sangat efektif membantu meningkatkan engagement dan media promosi. Nah untuk memaksimalkan itu, berikut ada beberapa tips memaksimalkan carousel yang wajib kamu coba.

Audience yang Tepat

Tips yang pertama untuk meningkatkan engagement dengan carousel adalah dengan memilih audience yang tepat. Jadi kamu harus memahami terlebih dahulu siapa audience yang akan kamu tuju. Sehingga postinganmu akan tepat dan sesuai sasaran.

Untuk lebih tepatnya kamu bisa menggunakan fitur targeting. Fitur targeting ini hanya tersedia untuk carousel ads. Dalam fitur tersebut kamu bisa memilih langsung siapa audience yang ingin kamu tuju. Mulai dari gender, usia hingga demografis.

Visual yang Menarik

Unsur utama yang membuat carousel menarik adalah terletak pada visual. Susunan desain dan copywriring yang menarik menjadi penentu utama.

Alih-alih menjelaskan semua topic di caption, kamu bisa menulisnya di postingan gambar tersebut. Sebab audience akan cenderung memilih untuk melihat gambar yang kamu sajikan daripada membaca caption.

Gunakan Slot Secukupnya

Seperti yang diketahui bahwa dalam postingan carosel biasanya terdapat 10 slot. Gunakan slot tersebut dengan benar. Namun jika materimu sangat minim, kamu tidak boleh memaksakan hingga 10 slot. Sebab itu akan telihat membosankan.

Call To Action

Jangan lupa untuk menambahkan maksud dan tujuanmu atau call to action di akhir rangkaian gambar yang kamu unggah. Ini bertujuan untuk menggriring audience untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tak lupa juga harus membuatnya dengan kalimat yang jelas.

Jika call to action yang kamu berikan bermaksud untuk mengklik link atau mendaftar sesuatu, alangkah baiknya kamu disediakan barcode di akhir slide. Sebab itu akan memudahkan audience untuk melakukan aksinya.

Ingin tahu bagaimana cara membuat Call To Action yang menjual? Simak di sini.

Slide Pertama

Slide pertama menjadi faktor penting sebagai penentu kesuksesan untuk sebuah carosel. Untuk membuat audience menggeser dari slide ke slide, kamu harus meyakinkan mereka di slide pertama. Kamu juga bisa menambahkan foto atau video yang menarik sebagai pemancing.

Slide pertama biasanya berupa judul besar dari carousel tersebut. Buat semenarik mungkin agar audience tertarik untuk menggeser dan mengikuti topic carouselmu.

Siap Membuat Carousel Post dan Ads?

Saat ini carousel memang menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan engagement di platform digital. Sebagai pelaku digital marketing, carousel post dan ads sangatlah cocok untuk meningkatkan brand awareness ataupun meningkatkan penjualan.

Pada dasarnya fitur media digital ini sendiri merupakan postingan atau iklan di sosial media yang interaktif. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa saat ini platform digital yang menggunakan jenis postingan ini adalah Instagram, Facebook, LinkedIn dan Twitter.

Meskipun mempunyai format yang berbeda, namun sebenarnya fungsi dan tujuan mereka sama. Yaitu untuk promosi.

Itulah pengertian tentang carousel yang wajib kamu ketahui. Bagaimana, sudah tertarik menggunakan postingan dengan format yang satu ini? Selamat berkarya.

About Author

Related posts

total quality management adalah

Kenali Sistem Total Quality Management (TQM) dan 8 Elemen Pokoknya

Apakah kamu pernah mendengar istilah total quality management? Konsep awal total quality management awalnya diciptakan untuk sektor manufaktur, tetapi konsep tersebut sudah banyak digunakan untuk berbagai macam industri. Dalam penerapannya, konsep total quality management adalah meningkatkan budaya kerja, sistem,...

Continue Reading

Leave a Comment