Micro Influencer: Kekurangan, Kelebihan dan Tips Memilihnya

Influencer marketing sekarang jadi metode pemasaran yang sangat populer. Karena popularitasnya inilah, influencer kemudian tersegmentasi dalam beberapa tingkatan, salah satunya micro influencer, yang akan kita bahas dalam artikel kali ini.

Dalam dunia bisnis, pemanfaatan teknologi digital banyak digunakan dalam pemasaran produk. Kini, banyak perusahaan yang memanfaatan talent dari social media celebrities atau orang-orang yang terkenal di media sosial untuk mempromosikan produk atau layanannya. Salah satunya menggunakan jasa micro influencer.

Para social media celebrities ini kemudian lebih populer dengan sebutan influencer. Dalam Merriam Webster Dictionary, kata influencer ia definisikan sebagai orang yang memberikan pengaruh, mengilhami, atau memandu tindakan orang lain.

Secara spesifik, influencer ini merupakan seseorang yang mampu membangkitkan minat pada sesuatu (customer product) dengan mempostingnya di media sosial.

Marketing influencer sendiri terdiri atas beberapa jenis sesuai dengan tingkatannya, antara lain mega influencer, macro influencer, micro influencer, dan nano influencer.

Tingkatan tersebut berdasarkan berdasarkan jumlah pengikut media sosial dari masing-masing influencer. Pada kesempatan kali ini, mari kita belajar lebih dalam mengenai salah satu jenis influencer, yaitu micro influencer.

Apa Itu Micro Influencer?

Sama seperti marketing influencer lainnya, micro influencer memiliki kekuatan untuk memengaruhi keputusan pembelian orang lain karena adanya otoritas, pengetahuan, posisi, atau hubungan dengan audiensnya.

Seseorang yang memiliki titel micro influencer biasanya memiliki jumlah followers sebanyak 10.000–100.000 pada akun media sosialnya.

Meskipun begitu, mereka memiliki tingkat engangement 60% lebih tinggi daripada selebgram. Karenanya, kehadiran mikro influencer berperan penting bagi sebuah brand untuk mempromosikan produknya melalui endorsement atau recommendation.

Influencer pada tingkatan ini biasanya memiliki audiens dengan kecenderungan kegemaran yang sama. Hal tersebut sangat cocok bagi sebuah brand untuk menggunakan jasa mereka jika ingin menyasar suatu area tertentu. Apalagi, mereka juga biasanya lebih dekat dengan para pengikutnya.

Hal tersebut karena mikro influencer kebanyakan merupakan seseorang yang memiliki reputasi baik dan menjadi key opinion leader (KOL) dari sebuah spesialisasi atau sebuah materi.

Sehingga, umumnya masyarakat memiliki kepercayaan tinggi terhadap influencer tersebut karena mereka memiliki kapasitas serta keahlian dalam bidang tertentu, misalnya beauty expertise, health expertise, diet expertise, dan sebagainya.

Selain itu, jumlah followers yang tidak terlalu banyak membuat engangement antara mikro influencer dan para followers terbilang kuat.

Ukuran audiens yang lebih kecil membuat followers mereka jauh lebih terlibat dan jangkauan mereka biasanya sangat ditargetkan. Keahlian yang micro influencer miliki memungkinkan mereka mendapatkan followers yang setia dan percaya dengan apa pun yang mereka posting di media sosial.

Biaya yang akan kamu keluarkan brand untuk menyewa jasa micro influencer juga masih terbilang terjangkau. Khusunya bila kamu bandingkan dengan macro influencer yang memiliki followers sebanyak 100.000–1.000.000.

Dengan demikian, perusahaan tetap mampu memperluas area pemasaran digitalnya melalui micro influencer dengan target pasar yang sama dan pengeluaran yang lebih hemat.

Akan tetapi, perusahaan juga harus selektif dalam memilih micro influencer. Hal tersebut karena beberapa micro influencer memasang harga yang sama tingginya dengan macro influencer. Padahal, umumnya mereka memiliki dampak yang lebih besar daripada tingkatan mikro.

Kelebihan Micro Influencer untuk Bisnis

Penggunaan jasa mikro influencer untuk endorsement dan recommendation tentu saja akan mendatangkan banyak keuntungan bagi suatu brand. Berikut ini penjelasan lengkap yang bisa kamu simak, Beautypreneurs.

Menjangkau Target Audience dengan Lebih Mudah

Salah satu kelebihan memanfaatkan jasa micro influencer adalah kemudahan dalam menjangkau target audiens. Setiap influencer memiliki followers dengan kecenderungan yang sama, sehingga kelompok audiens ini bisa jadi merupakan target pasar semua perusahaan.

Ketika sebuah perusahaan memilih micro influencer dengan followers yang sesuai dengan target pasar, perusahaan tersebut akan lebih mudah untuk mendapatkan konsumen potensial.

Selain itu, influencer dalam tingkatan ini biasanya memiliki followers dengan segmentasi yang sama, misalnya audiens dengan kelompok usia tertentu atau minat tertentu.

Dengan memiliki audiens yang lebih spesifik dan tersegmentasi, perusahaan tersebut dapat mencapai tujuan pemasaran dengan lebih mudah. Hal tersebut karena promosi dan pemasaran tersebut telah mencapai target audiens dari brand kosmetikmu.

Peluang keberhasilan pemasaran digital ini pun akan lebih tinggi daripada dengan pemasaran digital oleh makro atau nano influencer yang mungkin memiliki kelompok audiens lebih banyak dan beragam.

Dengan demikian, hal tersebut dapat berimbas pada peningkatan engangement yang kemudian mengarah pada konversi penjualan.

Tingkat Keterlibatan Tinggi

Banyaknya jumlah followers tidak menjamin adanya keterlibatan tinggi antara seorang influencer dengan followersnya. Justru jumlah followers yang tidak terlalu tinggi, influencer tersebut dapat langsung berinteraksi dengan audiens melalui kolom komentar atau direct message pada media sosial mereka.

Keterlibatan audiens ini dapat menambah wawasan audiens mengenai produk atau layanan yang dipromosikan. Dengan keterlibatan tersebut, mikro influencer dapat menarik kesimpulan atas minat atau harapan audiens terkait produk atau layanan yang dipromosikan.

Menambah Kepercayaan Pelanggan

Dengan adanya mikro influencer, suatu perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan kredibilitas brand secara keseluruhan.

Hal tersebut karena konten promosi yang influencer tersebut buat dan bagikan di media sosial, cenderung lebih mudah pelanggan percayai layaknya rekomendasi pribadi yang oleh kenalan mereka.

Kepercayaan konsumen terhadap iklan dari sebuah perusahaan yang mengalami penurunan signifikan dapat ditingkatkan kembali melalui strategi pemasaran micro influencer ini.

Terlebih lagi, audiens yang menjadi followers dari micro influencer tersebut telah mempercayai opini yang dibagikan. Kekuatan kepercayaan audiens ini lah yang menjadikan sebuah brand tertarik untuk memanfaatan jasa micro influencer.

Engagement yang Tinggi

Jumlah followers micro influencer yang jauh lebih sedikit dibanding dengan macro influencer atau mega influencer membuat engangement dan relationship yang terjalin menjadi lebih dekat.

Seperti dilansir oleh Forbes, hal tersebut memungkinkan sebuah brand untuk berpartisipasi dalam percakapan sosial pada tingkat yang jauh lebih intim dengan audiens.

Dengan demikian, engangement dan relationship yang lebih dekat antara brand dan audiens dapat menambah tingkat kepercayaan sekaligus menciptakan keterlibatan yang lebih tinggi.

Biaya Iklan yang Lebih Ramah

Kelebihan lainnya dari penggunaan micro influencer dalam digital marketing adalah mampu menghemat pengeluaran untuk biaya iklan. Pasalnya, micro influencer hanya memiliki 10.000–100.000 followers, sehingga tarifnya jauh lebih murah dibanding dengan macro influencer dan mega influencer.

Terkesan Lebih Otentik

Seorang micro influencer tentu memiliki followers yang sangat setia. Followers tersebut mengikuti seorang micro influencer karena adanya alasan tertentu sesuai dengan minatnya.

Dengan memberikan informasi produk atau layanan secara detil, micro influencer dapat mengajar para followersnya untuk percaya pada keunggulan produk atau layanan yang ditawarkan oleh sebuah brand tertentu.

Tidak hanya itu, saat micro influencer mengunggah produk ataupun jasa yang ditawarkan oleh suatu brand, setiap followersnya kemungkinan besar merasa sesuai dengan produk kamu tawarkan.

Lagi-lagi hal tersebut karena followers tersebut memiliki kecenderungan selera dan minat yang sama dengan micro influencer yang diikutinya.

Kekurangan Micro Influencer

Meskipun hasil promosi yang dilakukan seorang micro influencer cukup efektif, tentu saja masih ada beberapa kekurangan yang harus diperhatikan suatu brand sebelum memutuskan untuk menyewa jasa micro influencer.

Jumlah Followers Lebih Kecil

Dalam tingkatan marketing influencer, micro influencer menempati urutan ketiga dengan jumlah followers 10.000–100.000 akun.

Jumlah followers yang relatif lebih kecil tersebut membuat pencapaian hasil pemasaran tidak lebih besar dibanding dengan menggunakan macro influencer atau mega influencer.

Jangkauan Iklan yang Terbatas

Meskipun biaya iklan yang dikeluarkan untuk micro influencer relatif lebih murah, hal tersebut sebanding dengan hasil yang akan didapatkan. Jumlah followers yang lebih kecil membuat jangkauan iklan untuk promosi produk atau layanan sebuah brand menjadi terbatas.

Baca Juga: Beda Micro Influencer dan Macro Influencer, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Tips Memilih Micro Influencer yang Tepat untuk Bisnismu

Suatu brand atau perusahaan perlu berhati-hati dalam memilih micro influencer. Pasalnya, saat ini banyak influencer baru yang mengandalkan followers berbayar. Hal tersebut tentu saja berefek pada hasil kampanye yang dilakukan.

Hal tersebut karena followers yang pasif atau bahkan tidak aktif sama sekali menyebabkan konten yang diposting tidak mendapatkan engangement sesuai dengan yang diharapkan. Setidaknya terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan seperti berikut ini.

Appearance

Appearance atau penampilan seseorang dapat menjadi kesan pertama yang sangat penting. Audiens akan lebih menyukai tampilan aesthetic dan Instagram-able.

Apabila seorang micro influencer telah memiliki pemahaman yang baik dalam pengaturan feed postingannya sehingga terlihat aesthetic, maka ini dapat menjadi modal utama yang menjanjikan.

Niche Based Followers

Micro influencer pasti memiliki pengikut berbasis niche ataupun tempat tinggal dalam wilayah tertentu. Pada umumnya, seorang micro influencer atau manajernya akan memberikan data-data terkait calon audiensnya sebelum menyepakati kerja sama.

Dengan demikian, perusahaan atau brand dapat mempertimbangkannya dengan tepat berdasarkan demografi calon audiens yang tentunya harus sesuai dengan tujuan dan isi konten pemasaranmu.

Ingin tahu lebih banyak soal Niche Market? Ketahui di sini!

Circle of Friends

Seorang micro influencer biasanya mempunyai community atau networkingnyasendiri. Dalam hal ini, kamu harus memperhatikan lingkaran pertemanan micro influencer yang akan kamu jadikan sebagai rekan kerja sama tersebut.

Perlu kamu ingat bahwa semakin baik lingkaran pertemanan seseoang, semakin baik pula kualitas pengikutnya, dan sebaliknya. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan hal tersebut dengan matang untuk bekerja sama dengan micro influencer tersebut.

Strategi Kerja Sama dengan Micro Influencer

Setelah perusahaan atau brand menentukan untuk menggunakan jasa micro influencer sebagai promotor produk atau layanannya, mereka harus memahami lebih dalam strategi bekerja sama dengan seorang micro influencer. Di bawah ini beberapa hal yang harus kamu lakukan agar dapat bekerja sama dengan baik.

Tentukan Arah Tujuan Promosi Sejak Awal

Sebelum menetapkan perjanjian kerja sama dengan micro influencerm kamu juga harus menentukan target dan tujuan promosi terlebih dahulu. Apakah untuk meningkatkan brand awareness, online presence, income, atau menjangkau market baru?

Dengan menentukan tujuan promosi sejak awal, perusahaan dapat lebih memahami audiens yang menjadi targetnya. Hal ini juga dapat membantumu dalam memilih influencer yang tepat untuk mempromosikan dan me-review produk kosmetikmu.

Jangan sampai influencer pilihan kamu ternyata tidak memiliki followers yang sesuai dengan target audiens brand tersebut.

Cek Relevansi Setiap Micro Influencer

Setelah menentukan tujuan promosi, tahapan yang tidak kalah penting adalah pengecekan relevansi micro influencer terhadap produk atau layanan yang perusahaan tawarkan.

Perlu kamu ingat bahwa meskipun meskipun seorang mikro influencer telah memiliki audiens sesuai dengan target perusahaan, konten yang mereka buat akan relevan dengan bisnis perusaahaan tersebut.

Apabila perusahaan salah memilih influencer, bisa jadi kampanye digital atau promosi online tersebut akan terkesan tidak authentic.

Sebagai contoh, katakan lah sebuah perusahaan bergerak di bidang kosmetik untuk penuaan dini dan berniat untuk bekerja sama dengan salah satu mikro influencer yang berpengalaman.

Jika ternyata, yang kamu pilih tersebut adalah seorang influencer setengah baya dengan rata-rata pengikut berusia remaja. Hal tersebut tentu tidak relevan dengan target audiens yang ingin kamu raih.

Oleh karena itu, perusahaan perlu mengecek relevansi mikro influencer sebelum menentukan mana yang akan kamu ajak kerja sama nantinya.

Selain memperhatikan unggahan influencer pilihanmu, cek pula konten seperti apa yang biasanya ia bagikan kepada para pengikutnya. Kemudian, cari tahu tentang perusahaan atau brand apa saja yang pernah bekerja sama dengan influencer tersebut.

Bangun Koneksi Sebelum Diskusi

Perusahaan yang telah menemukan yang pas untuk bekerja sama, sebaiknya membangun koneksi terlebih dahulu sebelum berdiskusi mengenai proyek iklan yang akan kamu buat bersama mereka.

Hal tersebut penting kamu lakukan, terutama jika perusahaan tersebut menginginkan kerja sama dalam jangka waktu yang panjang.

Upaya membangun koneksi dengan mereka dapat kamu lakukan dengan mengikuti akun media sosialnya. Pemberian likes dan comment pada postingan-postingan yang mereka unggah dapat menciptalan percakapan. Setelah koneksi terbangun, perusahaan dapat segera menghubungi influencer tersebut.

Apabila mereka tidak mencantumkan alamat email, perusahaan dapat langsung mengirim pesan melalui fitur pesan langsung (DM) yang tersedia pada masing-masing platform media sosial milik mereka. Dalam pesan tersebut, jelaskan identitas perusahaan, nama brand, dan tujuan kerja sama.

Terapkan Proses on Boarding

Setelah melalui tahapan-tahapan di atas, kamu perlu menerapkan proses on boarding. Secara sederhana, proses on boarding adalah proses penyesuaian diri seorang pekerja di tempat kerja barunya melalui serangkaian langkah strategis.

Dalam hal ini, perusahaan perlu membuat influencer merasa menjadi bagian penting dalam tim perusahaan. Perusahaan juga harus berusaha agar influencer tersebut merasa tertarik untuk bekerja sama sehingga mereka bersedia memberikan kinerja yang terbaik.

Selain itu, perusahaan harus menetapkan target yang jelas sejak awal agar influencer tahu apa saja yang harus mereka lakukan. Terakhir, kamu dapat memberikan influencer tersebut kebebasan untuk berkreasi dengan memastikan mereka sejalan dengan brief yang kamu berikan.

Pemilihan micro influencer sebagai promotor produk atau layanan dari sebuah brand merupakan alternatif yang baik mengingat biayanya cukup terjangkau dan hasil pemasaran cukup menjanjikan.

Strategi pemasaran digital ini sangat cocok untuk bisnis skala kecil hingga menengah. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan perusahaan besar juga akan tertarik untuk melakukan kampanye pemasaran melalui mikro influencer.

Sebelum itu, perlu kamu perhatikan bahwa seorang mikro influencer pasti memiliki kategori audiens tertentu. Oleh karena itu, setiap tim pemasaran harus lebih bijak dan teliti dalam menemukan mikro influencer dengan bidang yang sesuai untuk keperluan pemasaran.

Itu dia penjelasan lengkap mengenai mikro influencer beserta kelebihan, kekuangan, tips memilih mikro influecer yang tepat, dan startegi kerja sama dengan mikro influencer. Apa kamu tertarik untuk memperluas market bisnismu dengan mereka?

Menggunakan jasa influencer mikro ini bisa sangat ideal untuk kamu lakukan, bila kamu belum memiliki modal besar. Meski followers-nya tak begitu besar, jangkauan yang mereka buat tak kalah dengan influencer makro.

Terlebih, kamu juga mendapat untung karena bisa menggunakan lebih dari satu mikro influencer dengan sekali tarif makro influencer. Dengan kata lain, kamu bisa menjangkau konsumen yang lebih beragam dan dari kalangan yang berbeda. Menarik, bukan?

About Author

Related posts

total quality management adalah

Kenali Sistem Total Quality Management (TQM) dan 8 Elemen Pokoknya

Apakah kamu pernah mendengar istilah total quality management? Konsep awal total quality management awalnya diciptakan untuk sektor manufaktur, tetapi konsep tersebut sudah banyak digunakan untuk berbagai macam industri. Dalam penerapannya, konsep total quality management adalah meningkatkan budaya kerja, sistem,...

Continue Reading

Leave a Comment