Strategi Community Management: Penjelasan, Manfaat dan Penerapannya

strategi community management

Menjaga hubungan baik dengan pelanggan lama adalah hal penting untuk kamu lakukan. Sebab, pelanggan lama inilah yang akan membantu bisnismu terus berjalan dengan melakukan pembelian ulang. Untuk membangun hubungan ini, kamu bisa menerapkan strategi community management, sudah pernah dengar?

Sebagian besar pebisnis baru, cenderung menghabiskan waktu mereka untuk menggaet calon konsumen baru. Hal ini memang tidak salah, dan memang harus dilakukan. Namun, bukan berarti mengabaikan pelanggan lama adalah hal yang bijak.

Sebab, bukan satu atau dua perusahaan besar yang juga memberi perhatian besar pada pembeli lama mereka. Terlebih ada banyak keuntungan yang bisa perusahaan dapatkan, termasuk repurchase, promosi gratis (word of mouth), dan banyak lainnya.

Nah, untuk merawat hubungan baik dengan konsumen ini, kamu bisa menerapkan strategi community management. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, langsung sikat sampai habis artikel ini!

Apa Itu Community Management?

Community management adalah suatu proses membangun komunitas antara pelanggan dan mitra bisnis dengan melakukan berbagai interaksi.

Strategi ini dapat Kamu lakukan secara daring (online) maupun secara luring atau langsung berinteraksi dengan audiens agar mereka teta terhubung dengan brand Kamu.

Tujuan dilakukannya interkasi ini adalah untuk mengidentifikasi komunitas yang tertarik dengan brand, produk, atau layanan dari suatu bisnis.

Saat ini kebanyakan brand lebih sering memanfaatkan internet untuk menerapkan strategi management community ini. Itu artinya strategi community management ini banyak diguanakan secara online. Hal ini karena internet akan lebih memudahkan menghubungkan banyak audiens.

Internet dan media komunikasi digital menjadi pilihan efektif dan efisien untuk menerapkan komunikasi dengan komunitas.

Oleh karena itu, pola serta perubahan penggunaan media komunikasi yang digunakan oleh individu dalam komunitas merupakan hal yang sangat perlu untuk dipahami dengan baik.

Pola serta perubahan penggunaan media komunikasi ini perlu dipahami dengan baik sebelum langkah-langkah penyampaian pesan dilakukan.

Di dalam community management umumnya, suatu bisnis akan berinteraksi dengan komunitas yang terdiri atas individu dengan kegemaran yang sama.

Mempererat hubungan dengan komunitas dinilai menjadi cara yang efektif untuk merekrut individu di dalam komunitas tersebut sebagai tenaga pendukung pemasaran.

Dengan memberikan citra yang baik pada komunitas, maka individu di dalam komunitas tersebut akan melakukan pemasaran dari mulut ke mulut.

Pemasaran dari mulut ke mulut tentu sangat berharga untuk perekembangan sebuah bisnis. Strategi pemasaran ini juga merupakan pemasaran yang tidak menguras kantong. Hal ini tentu akan menguntungkan bagi sebuah bisnis.

Selain itu, strategi community management merupakan strategi yang memanfaatkan nilai-nilai sosial yang ada dalam setiap individu dan menggunakan hal ini untuk menciptakan peluan bisnis yang lebih baik.

Karenanya, dalam penerapannya ia memfokuskan pada pencarian peluang baru berdasarkan pada kebutuhan yang berbeda dari masing-masing anggota masyarakat yang tergabung dalam komunitas.

Tipe Strategi Community Management

Poin utama dari strategi community management adalah untuk mengidentifikasi komunitas yang secara alami teratarik dengan merek, produk, dan pelayanan suatu perusahaan.

Setelah mengidentifikasi, fokuskan bisnis dan sumber daya untuk memelihara komunitas tersebut. Terdapat dua tipe strategi community management yaitu

Komunitas Pemasaran Organik atau Earned Marketing

Tipe komunitas ini tercipta bantuan merek. Selain itu, komunita pemasaran organik akan bekerja untuk menghubungkan serta menguatkan relasi para anggota dalam komunitas untuk menciptakan kesetiaan pelanggan.

Komunitas Pemasaran sebagai Sponsor

Dalam hal ini perushaan terlibat secara langsung dengan komunitas pemasaran sebagai sponsor. Perusahaan dapat mendukung untuk mempromosikan kesejahteraan komunikas tertentu dalam masyarakat.

Ini dapat perusahaan lakukan dengan memberikan waktu atau uang, sebagai bentuk aktivitas dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Manfaat Menerapkan Community Management untuk Bisnis

Dari pengertian community management di atas tentu manfaat menerapkan community management untuk bisnis sangat banyak. Adapun manfaatnya dijelaskan sebagai berikut.

  1. Mengetahui keluhan pelanggan
  2. Mengubah pelanggan menjadi lebih loyal
  3. Mendekati lebih banyak calon pelanggan
  4. Mendapatkan feedback yang dibutuhkan untuk menjadi brand yang lebih baik
  5. Meningkatkan brand awareness dan menciptakan citra yang lebih positif
  6. Menjaring lebih banyak leads
  7. Meningkatkan potensi mengubah leads menjadi pelanggan potensial bahkan menjadi pelanggan setia
  8. Memudahkan untuk mengetahui kebutuhan dan harapan pelanggan pada suatu brand.
  9. Menyebarkan pesan perusahaan dengan lebih efektif
  10. Memperluas cakupan penerimaan pesan perusahaan
  11. Mempercepat penyampaian pesan kepada target pasar

Community management merupakan sebuah strategi yang melibatkan brand atau bisnis untuk berinteraksi dengan sebuah komunitas yang berisikan individu yang memiliki kegemaran yang sama.

Strategi community management banyak diterapkan secara online. Misalnya, grup media sosial, situs blog yang tertarget, dan atau online message board forum.

Membangun komunitas pada ranah lingkungan online memang memberikan pebisnis atau perusahaan memiliki koneksi penting kepada pelanggan. Hal ini membuat perusahaan atau suatu brand memiliki hubungan yang baik, kontinu, dan solid dengan pelanggan.

Penerapan Strategi Community Management dalam Bisnis

Agar suatu brand dekat dengan audiens maka diperlukan strategi community management yang efektif dan efisien untuk diterapkan dalam sebuah bisnis. Berikut beberapa tips penerapan community management.

Memilih Platform Media Sosial yang Sesuai

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan strategi community management adalah memilih platform media sosial yang sesuai dan tepat. Kamu perlu mengetahui demografi audiens agar bisa memilih platform yang tepat untuk menjangkau mereka. 

Sebagai contoh, target audiens bisnis Kamu adalah milenial maka Kamu bisa meenggunakan platfprm media sosial seperti Instagram atau Twitter. Namun, untuk audiens yang sudah berumur atau berkeluarga Kamu bisa mencoba platform media sosial berupa Facebook.

Melakukan Riset Pelanggan 

Langkah berikutnya yaitu melakukan riset pasat dan riset pelanggan. Langkah ini sangat penting untuk mengetahui apa saja yang audiens dukai dan seperti apa jenis konten yang menarik bagi audiens.

Dengan mengetahui dua hal tersebut, tentu Kamu akan lebih mudah untuk meningkatkan engagement dengan audiens.

Menetapkan Metrik Kesuksesan

Setelah menetapkan platform apa yang tepat untuk digunakan dan jenis konten apa yang disukai audiens, Kamu juga perlu menetapkan metrik kesuksesan.

Strategi community management dapat dibilang sukses jika usaha yang dilakukan sesuai dengan tujuan awal brand. Jadi, dalam strategi ini, metrik kesuksesan setiap brang bisa berbeda. Adapun beberapa contoh metrik kesuksesan dari strategi community management, antara lain:

  1. Adanya peningkatan jumlah followers
  2. Meningkatnya brand awareness
  3. Kenaikan jumlah traffic ke website
  4. Peningkatan jumlah konten yang disukai dan dibagian
  5. Kenaikan konversi.

Lakukan Eksperimen dengan Menyiapkan Konten yang Berbeda

Jika Kamu ingin meningkatkan engagement dari audiens, ini saatnya untuk bereksperimen dengan mempersiapkan konten yang berbeda untuk bisnismu.

Kamu bisa membuat beberapa jenis konten yang berbeda untuk mengetahui jenis konten mana yang memiliki tingkat engagement tinggi.

Selain itu, lakukan testing untuk melakukan pengujian dan melihat jenis konten apa yang disukai oleh audiens, sekaligus meningkatkan peluang mereka berinteraksi dengan brand.

Kosisten

Semua jenis strategi pemasaran membutuhkan konsistensi. Begitu juga dengan strategi community management. Strategi ini juga membutuhkan konsistensi dalam penerapannya.

Salah satu cara menjaga hubungan baik dengan audiens yaitu dengan sering melakukan komunikasi dengan audiens.

Oleh karena itu, dibutuhkan konsistensi untuk selalu dan terus memberikan konten atau bahan diskusi yang disukai oleh audiens. Dengan demikian, audiens akan merasa lebih dekat dengan brand Kamu.

Ukur Hasilnya

Setelah menerapkan semua tips di atas, jangan lupa untuk mengukur hasilnya. Saat melakukan pengukuran, ada beberapa cara yang bisa Kamu lakukan.

Mengukur hasil dapat dilakukan dengan melakukan social listening, analisis platform media sosial, hingga menggunakan tools marketing analytic untuk melakukan analisis data.

Saat melakukan proses yang satu ini, pastikan Kamu menggunakan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan dari perusahaan Kamu. Pada umumnya semua strategi pemasaran memiliki tujuan yang sama yaitu menjalin hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Beda Community Management dan Social Media Marketing

Berdasarkan dari penggunaan internet dan media sosial sebagai sarana untuk membangun komunitas, wajar jika Kamu merasa bingung membedakan antara community management dan social media marketing.

Padahal dua jenis strategi pemasaran digital ini sama sekali berbeda. Mulai dari cara kerja, penerapan, sampai cakupan tujuannya bertolak belakang.

Agar lebih jelas, langsung simak beda community management dan social media marketing berikut ini, ya!

Social Media Marketing Adalah

Strategi social media marketing adalah merupakan sebuah strategi pemasaran yang dilakukan pebisnis di media sosial, serta umumnya bertujuan meningkatkan awareness dan menjangkau calon konsumen baru.

Dalam jenis strategi pemasaran ini, ada beberapa metrik digital marketing yang wajib Kamu perhatikan, yaitu engagement rate, SoV, CTR, reach dan impression, hingga seberapa banyak traffic ke website dari hasil konten yang Kamu buat di sosial media.

Seseorang yang bertanggung jawab dalam proses penerapan strategi community management yaitu social media manager.

Community Management Adalah

Community management adalah sesuatu yang terjadi setelah proses produksi dan pendistribusian konten di media sosial.

Proses ini dapat kamu lakukan dengan melakukan diskusi sosial yang berhubungan dengan posisi brand di mata masyarakat. Serta, menjadi bagian dari layanan konsumen karena dapat memberikan tanggapan langsung terhadap keluhan dan minat mereka terhadap brand. 

Seseorang yang bertanggung jawab dalam proses penerapan strategi community management adalah community manager. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa perbedaan utama dari social media marketing dan community management adalah tujuannya. Seperti dalam tabel berikut:

NoPembedaCommunity managementSocial media marketing
1.Pengertiansesuatu yang terjadi setelah proses produksi dan pendistribusian konten di media sosialproses mendistribusikan konten marketing melalui media sosial untuk menjangkau pelanggan baru
2.Orang yang bertanggung jawabcommunity managersocial media manager
3.Tujuan dan fokus utamanyafokus pada proses menyiarkan pesan brand dengan konten media sosialfokus pada membangun citra brand melalui diskusi di media sosial maupun platform lainnya
Tabel perbedaan community management dan social media marketing

Setelah mempelajari strategi community management ini, kamu pasti setuju kalau sangat penting menggunakannya dalam strategi pemasaran yang kamu lakukan. Mengingat pasar brand kosmetik dari hari ke hari kian kompetitif, karenanya penting bagimu untuk mempertahankan konsumen lama dan membuat mereka lebih loyal pada brand.

Nah, untuk membuat strategi ini berjalan dengan lebih optimal, kamu harus bisa memberikan layanan dan menawarkan produk kosmetik terbaik. Dalam hal ini, Mash Moshem Indonesia dapat membantumu, Beautypreneurs.

Kami memiliki tim formulator yang berpengalaman dan ahli di bidangnya. Sehingga, kami dapat membuat produk kosmetik yang unggul dan unik di pasaran, tentunya lengkap dengan legalitas yang kamu perlukan.

Bagaimana? Apa kamu sudah tertarik untuk maklon kosmetik di Mash Moshem Indonesia?

About Author

Related posts

Leave a Comment