7 Cara Memakai Sunscreen agar Tidak Jerawatan, Ampuh Dicoba!

Sunscreen merupakan produk penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan munculnya jerawat setelah rutin menggunakan sunscreen. Nyatanya, masalah tersebut sering kali bukan karena produknya, melainkan cara penggunaan yang kurang tepat. Itulah mengapa penting memahami cara memakai sunscreen agar tidak jerawatan.
Dengan langkah yang benar, sunscreen dapat memberikan perlindungan maksimal dalam menjaga kondisi kulit tetap sehat tanpa menimbulkan masalah baru. Memahami cara memakai sunscreen agar tidak jerawatan juga bisa membuat rutinitas perawatan kulit menjadi lebih nyaman.


Kenapa Pakai Sunscreen Malah Jerawatan?
Timbulnya jerawat setelah pemakaian sunscreen bisa terjadi karena beberapa faktor. Maka dari itu, sebelum tahu cara memakai sunscreen agar tidak jerawatan, kenali dulu sejumlah alasan munculnya masalah ini:
Formula Terlalu Berat untuk Jenis Kulit
Setiap sunscreen memiliki tekstur dan kandungan yang berbeda. Jika Anda memiliki kulit berminyak atau rentan berjerawat, penggunaan sunscreen dengan formula terlalu tebal, berminyak, atau oklusif dapat menyumbat pori-pori. Akibatnya, produksi sebum terjebak di dalam pori dan memicu munculnya komedo hingga jerawat.
Kandungan Tidak Cocok dengan Kulit
Setiap kulit memiliki toleransi berbeda, sehingga penting memilih produk dengan kandungan yang sesuai. Beberapa bahan dalam sunscreen, seperti fragrance, alkohol tinggi, atau jenis minyak tertentu, bisa memicu iritasi pada kulit sensitif. Reaksi ini dapat menyebabkan peradangan ringan yang berkembang menjadi jerawat.
Tidak Membersihkan Sunscreen dengan Benar
Sunscreen dirancang agar tahan lama di kulit, sehingga tidak cukup dibersihkan hanya dengan air atau sabun wajah biasa. Jika sisa sunscreen menumpuk, pori-pori bisa tersumbat dan memicu jerawat. Karena itu, cara memakai sunscreen agar tidak jerawatan salah satunya dengan double cleansing, terutama setelah menggunakan sunscreen dengan tekstur tebal atau water resistant.
Pemakaian Berlapis dengan Produk Lain
Jerawat juga bisa muncul karena kombinasi sunscreen dengan produk skincare atau makeup yang tidak cocok. Lapisan produk yang terlalu banyak, terutama yang sama-sama berat, dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat. Kondisi ini sering terjadi jika Anda memiliki rutinitas perawatan yang terlalu kompleks tanpa menyesuaikan dengan kebutuhan kulit.
Reaksi Adaptasi Kulit terhadap Produk Baru
Saat pertama kali mencoba sunscreen baru, kulit bisa mengalami proses adaptasi. Pada sebagian orang, kondisi ini terlihat seperti munculnya jerawat kecil atau bruntusan. Jika reaksi ini bersifat ringan dan sementara, biasanya kulit akan kembali normal setelah beberapa waktu penggunaan.
Baca Juga: Kenapa Wajah Gatal Setelah Pakai Skincare Baru? Penyebab & Cara Mengatasinya
Jerawatan Saat Pakai Sunscreen, Harus Stop atau Lanjut?
Jerawatan saat memakai sunscreen tidak selalu berarti Anda harus langsung berhenti menggunakannya. Pada beberapa kasus, jerawat bisa muncul karena produk yang digunakan tidak sesuai jenis kulit, teksturnya terlalu berat, atau mengandung bahan yang berpotensi menyumbat pori. Namun, kondisi tersebut juga bisa timbul karena Anda belum menerapkan cara memakai sunscreen agar tidak jerawatan.
Jika jerawat yang muncul hanya sedikit dan tidak disertai iritasi, Anda bisa mencoba tetap menggunakan sunscreen sambil memperbaiki cara pemakaiannya. Namun, jika jerawat muncul dalam jumlah banyak, terasa perih, atau disertai reaksi seperti kemerahan dan gatal, sebaiknya hentikan penggunaan sunscreen tersebut.
Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa kulit tidak cocok dengan kandungan di dalamnya. Setelah kulit kembali tenang, Anda bisa mencoba produk lain dengan formula yang lebih ramah untuk kulit berjerawat.
Pada dasarnya, sunscreen tetap menjadi langkah penting dalam rutinitas perawatan kulit, termasuk bagi yang rentan berjerawat. Jadi, bukan berarti harus berhenti total, melainkan mencari produk yang tepat dan menerapkan cara memakai sunscreen agar tidak jerawatan untuk memastikan kulit terlindungi tanpa menimbulkan masalah baru.


7 Cara Memakai Sunscreen agar Tidak Jerawatan
Terlepas dari fungsinya yang sangat penting, pemakaian sunscreen wajib dilakukan dengan tepat untuk memastikan manfaatnya optimal tanpa memicu efek buruk, seperti jerawat. Agar tak salah, pahami cara memakai sunscreen agar tidak jerawatan berikut ini:
Pilih Sunscreen Sesuai Jenis Kulit
Langkah pertama pastikan sunscreen yang digunakan cocok dengan jenis kulit. Untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat, pilih sunscreen berlabel non-comedogenic, oil free, atau bertekstur ringan seperti gel dan lotion. Formula yang sesuai akan membantu melindungi kulit tanpa menyumbat pori-pori.
Gunakan Setelah Skincare Menyerap Sempurna
Sunscreen dipakai sebagai langkah akhir setelah rangkaian skincare sebelumnya benar-benar meresap. Jika langsung ditumpuk saat kulit masih lembap atau lengket, produk bisa bercampur dan terasa lebih berat di kulit. Memberi jeda beberapa menit membantu sunscreen menempel lebih baik tanpa memicu penyumbatan pori.
Aplikasikan Secukupnya
Penggunaan sunscreen perlu disesuaikan dengan takaran yang dianjurkan, yaitu sekitar dua ruas jari untuk wajah dan leher. Terlalu sedikit membuat perlindungan tidak optimal, sedangkan terlalu banyak bisa terasa berat dan berisiko menyumbat pori. Takaran yang tepat membantu kulit tetap terlindungi tanpa memicu jerawat.
Aplikasikan Secara Merata dan Tidak Digosok Berlebihan
Cara memakai sunscreen agar tidak jerawatan yang berikutnya adalah oleskan secara merata ke seluruh area wajah tanpa menggosok terlalu keras. Gerakan yang kasar bisa memicu iritasi, terutama pada kulit sensitif atau berjerawat. Sebaliknya, aplikasi yang lembut membantu produk menyerap dengan baik tanpa mengganggu kondisi kulit.
Lakukan Reapply dengan Tepat
Mengulang pemakaian sunscreen memang penting, tetapi pastikan kulit dalam kondisi bersih atau setidaknya tidak terlalu berminyak. Jika langsung menumpuk sunscreen di atas wajah yang kotor atau penuh sebum, pori-pori bisa tersumbat. Olehnya itu, gunakan tisu atau blotting paper untuk mengurangi minyak sebelum reapply.
Jaga Kebersihan Tangan atau Alat Aplikasi
Sunscreen wajib diaplikasikan dengan tangan yang bersih. Tangan yang kotor bisa memindahkan bakteri ke wajah dan akhirnya memicu jerawat. Jika menggunakan sponge atau puff untuk reapply, pastikan alat tersebut juga dalam kondisi bersih.
Bersihkan Sunscreen dengan Teknik Double Cleansing
Setelah beraktivitas seharian, sunscreen perlu dibersihkan secara menyeluruh. Gunakan metode double cleansing dengan pembersih berbasis minyak atau micellar water, lalu lanjutkan dengan sabun wajah. Cara ini membantu mengangkat sisa sunscreen dan kotoran secara maksimal agar tidak menumpuk di pori-pori.
Baca Juga: 5 Cara Memilih Setting Spray Sesuai Jenis Kulit yang Tepat
Panduan Bikin Sunscreen yang Aman untuk Semua Jenis Kulit
Tertarik menghadirkan sunscreen yang aman dan nyaman digunakan untuk semua jenis kulit? Anda bisa mewujudkannya dengan mudah bersama jasa maklon PT Mash Moshem Indonesia. Mulai dari perencanaan konsep, formulasi, hingga produk siap edar semuanya akan diurus dengan memperhatikan aspek keamanan. Berikut tahapannya:
Penentuan Konsep Sunscreen Sesuai Target Pasar
Tahap awal dimulai dengan menentukan konsep produk yang ingin dibuat. Pada tahap ini, brand owner dapat menetapkan target konsumen, jenis sunscreen yang diinginkan, hingga keunggulan produk yang akan ditawarkan. Misalnya, sunscreen khusus kulit sensitif, sunscreen ringan untuk remaja, atau sunscreen yang sekaligus mengandung pigmen warna seperti foundation. Konsep yang jelas akan memudahkan proses pengembangan selanjutnya.
Pengembangan Formula yang Nyaman untuk Semua Jenis Kulit
Setelah konsep ditentukan, tim formulator PT Mash Moshem Indonesia akan membantu merancang komposisi bahan yang aman untuk berbagai jenis kulit. Pengembangan formula sunscreen juga akan mempertimbangkan tekstur, tingkat perlindungan, serta kenyamanan saat digunakan. Pada tahap ini, pengujian sampel turut dilakukan untuk memastikan produk tidak memicu efek samping, seperti jerawat.
Mengurus Legalitas dan Registrasi Produk
Sunscreen termasuk produk yang membutuhkan legalitas lengkap sebelum dipasarkan. Karena itu, proses pengurusan izin BPOM, sertifikasi halal, serta dokumen pendukung lainnya akan ditangani secara profesional. Dengan legalitas yang jelas, produk sunscreen yang dibuat akan lebih terpercaya dan aman digunakan oleh konsumen dari berbagai jenis kulit.
Desain Kemasan yang Menarik dan Informatif
Berikutnya, tim PT Mash Moshem Indonesia akan merancang kemasan sunscreen yang praktis digunakan sekaligus menarik dan informatif, misalnya dengan mencantumkan petunjuk cara memakai sunscreen agar tidak jerawatan secara singkat dan jelas. Pada tahap ini, Anda selaku brand owner juga bisa request bentuk kemasan, ukuran produk, serta desain label yang sesuai dengan karakter brand.
Produksi Massal dengan Standar Berkualitas
Setelah semua tahap persiapan selesai, produk akan masuk ke proses produksi massal di pabrik PT Mash Moshem Indonesia yang telah berstandar CPKB Grade A. Proses ini dilakukan secara terkontrol untuk menjaga kualitas, stabilitas formula, dan keamanan produk. Hasilnya, sunscreen yang diproduksi memiliki mutu yang konsisten.
Susun Strategi Pemasaran
Tahap terakhir, tim PT Mash Moshem Indonesia akan mendampingi dalam menyusun strategi pemasaran yang selaras dengan konsep sunscreen yang dibuat. Pendekatan promosi bisa dikemas melalui konten edukatif, seperti tips cara memakai sunscreen agar tidak jerawatan sembari memperkenalkan keunggulan produk. Strategi ini membantu brand tampil lebih relevan dan dekat dengan kebutuhan konsumen.
Yuk, Ciptakan Produk Sunscreen yang Berkualitas untuk Brand Sendiri Bersama PT Mash Moshem Indonesia!
Saatnya ciptakan produk sunscreen yang berkualitas dan aman untuk berbagai jenis kulit bersama PT Mash Moshem Indonesia. Dengan pengalaman sejak tahun 2011, didukung tim profesional, fasilitas produksi berstandar, serta pendampingan dari tahap konsep hingga pemasaran, Anda bisa lebih fokus membangun brand tanpa harus repot mengurus proses teknis sendiri. Klik banner di bawah untuk mulai diskusi dengan tim!













