Cara Menurunkan Bounce Rate di Website dan Toko Online, Catat Ya!

apa itu bounce rate

Mendapat banyak pengunjung adalah salah satu tujuan utama website. Untuk mencapai tujuan tersebut, pebisnis atau pun blogger tak segan untuk melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah megoptimasi SEO. Dengan adanya optimasi tersebut diharapkan pengunjung website akan lebih meningkat. Tapi apa kamu tahu adanya bounce rate bisa membuat peforma Website-mu tak optimal?

Mendorong audience untuk mengunjungi laman toko online-mu saja tak cukup. Karena tentunya tujuan untuk membuat toko online ini pastinya tak hanya untuk menjaring pembaca atau pengunjung saja, bukan?

Melainkan untuk menciptakan pembelian produk yang kamu tawarkan. Lantas, bagaimana kalau audience tersebut merasa tidak nyaman dan memilih untuk pergi? Pengunjung tersebut hanya beberapa detik saja berada di website kamu dan memutuskan untuk menutupnya kembali. Situasi inilah yang disebut dengan bounce rate.

Pengguna atau pengelola website pasti sudah tidak asing dengan istilah bounce rate. Istilah yang satu ini juga dikenal sebagai salah satu penentu kesuksesan sebuah website. Semakin tinggi bounce rate yang didapat, maka semakin dianggap gagal pula website tersebut. Begitu pun sebaliknya.

Maka tak heran jika bounce rate dianggap sebagai salah satu indicator kesuksesan website. Lantas apa sih definisi dari bounce rate itu sendiri. Apa penyebab bounce rate tinggi pada website dan bagaimana cara mengatasinya?

Well, buat kamu yang belum tahu tidak perlu khawatir. Sebab atikel ini akan mengupas tuntas tentang bounce rate dan cara mengatasinya. Selamat membaca.

 Apa Itu Bounce Rate?

Jika kamu sudah bergelut di dunia website, pasti istilah yang satu ini sudah tidak asing lagi. Bounce Rate merupakan presentase pengunjung yang langsung meninggalkan website setelah membuka satu halaman saja.

Selain itu, menurut Yoast SEO, bounce rate merupakan presentase pengunjung yang meninggalkan website setelah membuka satu halaman tanpa melakukan tindakan apa saja. Misalnya klik link, CTA atau pun mengklik internal link lainnya pada website tersebut.

Tentu saja bounce rate menjadi hal yang paling tidak diinginkan bagi pengelola dan pemilik website. Sebab semakin tinggi bounce rate yang didapat, itu berarti bisa membuktikan bahwa website kita semakin tidak diminati. Mulai dari segi konten, tulisan ataupun desain dari website tersebut.

Lantas bagaimana sih cara menghitung bounce rate itu? Umumnya bounce rate dihitung menggunakan single page visit atau kunjungan halaman tunggal terhadap semua traffic yang masuk. Misalnya dalam sehari pengunjung websitemu 1000 dan 500 di antaranya adalah single page visit. Itu berarti bounce rate yang kamu peroleh adalah 50%.

Seperti yang diketahui bahwa semakin tinggi presentase yang kamu dapatkan, maka semakin banyak pula evaluasi yang harus kamu lakukan. Namun agar lebih praktis, kamu tidak perlu menghitung bounce rate secara manual.

Sebab kamu bisa mengetahui presentase tersebut dengan menggunakan Google Analytic. Kamu cukup memantau pergerakan pengunjung websitemu melalui tools yang sudah disediakan oleh Google tersebut. cukup pratis sekali bukan? Buat kamu yang belum tahu bagaimana cara mengeceknya, berikut penjelasan selengkapnya.

Cara Mengecek Bounce Rate

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa kamu tidak perlu mengecek bounce rate secara manual. Cukup dengan menggunakan Google Analytic, kamu bisa mengeksplor segala hal yang dilakukan oleh pengunjung website. Berikut cara mengecek bounce rate menggunakan Google Analytic.

  1. Buka Google Analytics
  2. Klik Behavior > Overview

Pada menu overview kamu dapat melihat rata-rata bounce rate semua halaman. Nah, kamu bisa melihat data bounce rate tersebut per halaman website.

Dari data itu kamu bisa melihat presentase pengunjung yang meninggalkan websitemu hanya dengan sekali kunjungan. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan ringkasan bounce dari keseluruhan halaman.

Lantas bagaimana jika bounce rate yang didapatkan sangat tinggi? Well, kamu tidak perlu khawatir. Sebab pada artikel ini juga akan membahas bagaimana cara mengatasi bounce rate yang tinggi pada website. Oleh karena itu, ikuti artikel ini sampai selesai ya.

Cara Menurunkan Bounce Rate pada Website dan Toko Online

Bounce rate yang tinggi memang seolah menjadi mimpi buruk bagi pemilik sekaligus pengelola website. Pasti dibutuhkan strategi baru untuk mengurasi presentase tersebut. Karena dengan memiliki bounce rate yang tinggi, itu berarti kualitas dari websitemu juga perlu dipertanyakan.

Biar presentasi bounce ratemu berkurang, simak beberapa strategi berikut:

Meningkatkan Kualitas Konten

Salah satu penentu bounce rate tinggi adalah konten. Bisa saja pengunjung yang sudah melakukan kunjungan di website tidak melakukan action yang lain lantaran konten yang kurang menarik atau pun konten yang tidak sesuai dengan kebutuhan pengunjung.

Meskipun ketika berkunjung mereka tidak membaca habis konten yang telah dibuat, namun setidaknya tata letak konten disusun dengan rapi. Hal tersebut dapat membantu pengunjung untuk lebih bisa menikmati konten yang dibuat.

Daripada konten acak-acakan yang justru dapat membuat mereka bingung. Jika pengunjung mengalami kesulitan ketika membaca konten pada websitemu, maka besar juga kemungkinannya untuk beralih ke website lain. Inilah yang dapat membuat bounce rate lebih tinggi.

Perlu diketahui bahwa di internet tidak hanya satu website saja yang membuat konten yang sama. Bisa saja konten yang kamu buat juga dibuat oleh website lain. Oleh karena itu memperhatikan kerapian konten adalah hal yang wajib untuk meningkatkan bounce rate. Bagaimana cara melakukannya?

Paragraf  Pendek

Hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah membuat paragraph pendek. Sebab pengunjung internet mempunyai kecenderungan untuk membaca cepat. Semakin padat konten yang kamu buat, maka semakin membantu pengunjung untuk memahami inti dari artikel yang kamu buat.

Sub Heading

Supaya mata tidak lelah, memberi sub heading pada artikel juga membantu pengunjung untuk cepat memahami isi artikel. Buatlah poin-poin penting pada artikel yang kamu buat. Sehingga pengunjung juga dapat dengan mudah membaca dan memahaminya.

Tambahkan Visual

Seperti yang kamu ketahui bahwa manusia adalah makhluk visual. Dengan menambahkan visual pada artikel konten yang kamu buat, akan sangat menghibur pengunjung dan membantu mereka untuk lebih terbawa suasana cerita. Visual tersebut sangat beragam. Mulai dari gambar, meme hingga video.

Membuat Alur Cerita yang Menarik

Cara menurunkan bounce rate selanjutnya adalah dengan membuat alur cerita yang menarik. Meskipun kontenmu tertata sangat rapi, namun tidak memiliki alur cerita yang menarik, kemungkinan untuk disukai oleh pengunjung pun sangat kecil.

Susunlah alur cerita yang menarik dan relate dengan apa yang pengunjung atau target pasarmu rasakan. Cerita yang kamu buat juga harus menjawab kebutuhan para pengunjung tersebut. Buatlah seolah-olah mereka berada di dalam cerita yang kamu buat.

Kamu bisa menggunakan beberapa kata pengganti seperti Anda, Kamu, Aku hingga Kalian. Buatlah pengunjung seolah-olah terlibat dalam konten yang kamu buat. Biar lebih relevan, kamu bisa memposisikan diri menjadi pembaca ketika membuat konten.

Selalu tanyakan pada dirimu apa yang dibutuhkan dan harus dituangkan pada tulisan tersebut. Dengan begitu tulisanmu juga akan lebih bernyawa dan hidup.

Gunakan Pop Up Sewajarnya Saja

Menggunakan pop up pada website memang sangat menambah nilai estetika dan informative. Namun jika pop up tersebut berlebihan justru akan sangat mengganggu pengunjung. Mereka akan merasa risih, lalu kemudian meninggalkan halaman tersebut tanpa melakukan tindakan apapun. Tentu saja hal ini akan membuat bounce rate semakin tinggi.

Pop up memang terbilang dapat membantu pemilik website untuk memperoleh leads melalu subscriber atau newslatter. Namun tak bisa kita pungkiri juga bahwa rata-rata pengunjung membenci pop up. Bahkan menurut beberapa penelitian, 70% pengunjung website memilih meninggalkan halaman karena pop up yang berlebihan.

So, perhatikan hal tersebut ya. Jangan sampai pop up yang kamu pasang justru dapat menambah jumlah bounce rate yang kamu dapat.

Untuk mengoptimalkan pop up tersebut, kamu bisa gunakan kalimat copy yang menarik, seperti dalam artikel ini.

Pilih Topik yang Relevan

Stretagi selanjutnya untuk mengurangi boune rate adalah membuat konten yang relevan dengan produk. Misalnya websitemu menjual produk kecantikan. Nah, kamu juga harus membuat konten yang berkaitan dengan kecantikan.

Misalnya tips mengurangi jerawat, tips kulit makin glowing dan masih banyak yang lainnya. Jangan sampai kamu menjual produk tentang kecantikan, namun konten yang kamu buat justru tentang makanan. Tentu saja tidak nyambung.

Meskipun memilih topic yang relevan, alangkah baiknya kamu juga melakukan riset kata kunci yang relevan juga. Dengan meriset kata kunci tersebut kamu akan lebih mengetahui konten apa saja yang diminati oleh pengguna internet.

Buat Konten Sesuai Search Intent

Sebelum memutuskan untuk mengunjungi sebuah website, biasanya pengguna internet akan melakukan beberapa hal terlebih dahulu. Seperti memasukkan kata kunci tersebut ke mesin pencarian Google. Setelah itu Google akan menampilkan semua website yang menyajikan konten berkaitan dengan kata kunci.

Saat menampilkan hasil pencarian tersebut, pasti Google akan memberi deskribsi singkat atau search intent mengenai artikel pada sebuah website. Jika deskribsi artikel tersebut sesuai dengan apa yang dicari oleh pengguna, maka kemungkinan besar mereka untuk mengklik artikelmu pun sangat tinggi.

Begitu juga sebaliknya. Jika dalam search intent tersebut tidak sesuai dengan apa yang dicari, maka kemungkinan mereka akan mengunjungi websitemu pun akan semakin kecil. Oleh karena itu, untuk menentukan konten yang sesuai dengan search intent pembaca, kamu perlu memahami kata kunci.

Berdasarkan Search Intent, kata kunci dibagi menjadi empat bagian. Yakni informational, navigational, commercial investigation, dan transactional. Berikut penjelasannya:

Informational

Informational keyword merupakan kata kunci yang mengantarkan pembaca kepada konten yang dapat memberikannya penjelasan yang lengkap mengenai sebuah topic. Misalnya pengguna tersebut memasukkan kata kunci ‘cara membuat masker organik’. Nah, pengguna ingin mendapat informasi yang lengkap mengenai kata kunci tersebut dari awal hingga akhir.

Navigational

Yakni kata kunci yang langsung mengarah ke merek-merek tertentu. Biasanya, Youtube, Twitter, Instagram, hingga Gmail.

Commercial Investigation

Kata kunci jenis ini adalah kata kunci yang sering digunakan untuk mencari informasi tentang perbandingan sebuah produk dari berbagai merek. Misalnya ‘facial foam terbaik’,’lipstick terbaik’ dan masih banyak lainnya.

Transactional

Ini merupakan kata kunci yang sering digunakan oleh mereka yang akan melakukan transaksi. Contohnya adalah ‘beli foundation’, ‘beli maskara’ dan masih banyak yang lainnya.

Meningkatkan Kecepatan Website

Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan untuk menurunkan angka bounce rate adalah dengan meningkatkan kecepatan website. Seperti yang diketahui bahwa pengguna internet cenderung menyukai hal yang instan dan cepat.

Kebanyakan dari mereka tidak sabar menunggu website loading hingga memutuskan untuk menutupnya. Hal inilah yang membuat angka bounce rate semakin tinggi. Oleh karena itu meningkatkan kecepatan website sangatlah penting.

Bahkan menurut Google, 53 persen pengguna internet akan meninggalkan website ketika loading lebih dari 3 detik. Sedangkan 73 persen lebih memilih tidak kembali lagi pada website yang mempunyai kecepatan yang sangat rendah.

Membuat Desain Mobile Friendly

Seperti yang diketahui bahwa saat ini sebagian besar kegiatan manusia dilakukan melalui smarthphone. Termasuk mencari segala informasi. Bahkan menurut Google, 94 persen pengguna internet menggunakan mobile untuk mengakses informasi daripada computer.

Oleh karena itu penting sekali untuk memperhatikan tampilan mobile. Namun sayangnya tidak semua tema pada website menyediakan tema yang responsive terhadap mobile. Hanya tema-tema tertentu saja yang mendukung untuk perangkat mobile.

Gunakan CTA yang menarik

Selain membuat desain yang mobile friendly, menggunakan Call To Action atau CTA yang menarik juga menjadi salah satu strategi yang perlu kamu terapkan untuk mengurangi bounce rate. Buatlah CTA semenarik mungkin dengan memilih kata atau kalimat persuasive.

Tak lupa, kamu juga harus mengimbangi kalimat persuasif tersebut dengan desain yang menarik. Sehingga CTA akan terlihat semakin menarik.  

Nah, kamu bisa juga cari tahu soal cara membuat CTA yang menarik dan menjual di sini.

Dalam sebuah konten artikel pasti setidaknya kamu akan menyematkan link di dalamnya. Pada umumya akan terdapat dua sampai lima link dalam sebuah artikel. Nah, jika pengunjung mengklik link tersebut dan berada pada tab yang sama, pasti akan sangat menganggu.

Sebab mereka harus mengklik tombol back untuk kembali ke artikel sebelumnya. Bayangkan saja jika mereka mengklik lima atau hingga 10 artikel. Pasti akan sangat melelahkan. Oleh karena itu penting sekali untuk mengatur link jadi Open In New Tab. Supaya pengunjung tidak perlu bersusah payah untuk mengklik tombol kembali.

Tunjukkan Kredibilitas

Website yang tidak kredibel juga menjadi salah satu penyebab tingginya angka bounce rate. Oleh karena itu penting sekali bagi kamu untuk meningkatkan dan menunjukkan kredibilas website. Kredibilitas Website ini juga sangat tergantung pada beberapa faktor. Misalnya, tema Website yang kamu gunakan.

Pilihlah tema yang berbayar. Sebab dengan tema yang tidak pasaran, kredibilitas websitemu juga akan terlihat. Selain itu isi konten juga sangat menjadi penentu kredibilitas website.

Buatlah konten-konten dengan sumber yang kredibel dan menyajikan data serta fakta yang valid. Dengan begitu konten artikelmu akan mendapat kepercayaan tersendiri dari pengunjung website. Bahkan mereka juga bisa menilai bahwa websitemu sangat professional.

Selain tema dan isi konten, penulis juga menjadi salah satu penentu kredibilitas. Jika penulis konten di websitemu sudah memiliki nama dan banyak pengikut, pasti krediblitas dan isi artikelmu juga terjamin.

Nah, setelah mengetahui apa itu bounce rate, cara mengeceknya, dan menurunkannya, kamu bisa membuat Website penjualanmu jadi lebih optimal. Memperhatikan aspek ini juga bisa membuatmu mengerti apa yang paling konsumen butuhkan dari toko online-mu. Sehingga kamu bisa memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan juga konten-konten sesuai konsumen butuhkan.

Selain rasio pantulan ini, kamu juga bisa menemukan berbagai fakta dan tips digital marketing lainnya di Berita Terkini. Selamat membaca dan mencoba, Beautypreneurs!

About Author

Related posts

total quality management adalah

Kenali Sistem Total Quality Management (TQM) dan 8 Elemen Pokoknya

Apakah kamu pernah mendengar istilah total quality management? Konsep awal total quality management awalnya diciptakan untuk sektor manufaktur, tetapi konsep tersebut sudah banyak digunakan untuk berbagai macam industri. Dalam penerapannya, konsep total quality management adalah meningkatkan budaya kerja, sistem,...

Continue Reading

Leave a Comment