Kegiatan MMI

Business Growth Series Vol. 9 Hadirkan Ali Sayfudin Ungkap Strategi Konten & Sales 

Webinar Business Growth Series Vol. 9

Surabaya, 30 September 2026– PT Mash Moshem Indonesia kembali menggelar Business Growth Series Vol. 9 secara daring pada Rabu (30/9) dengan menghadirkan Mohammad Ali Sayfudin, Founder & CEO Asik Creative & Kolme Management sekaligus Digital Marketing Strategist dan Creative Content Consultant, sebagai pemateri utama. 

Mengusung tema “The Content Growth Playbook: Strategi Konten & Digital Marketing untuk Meningkatkan Reach, Trust & Sales”, webinar ini membahas strategi mengembangkan konten hingga mendukung jangkauan, kepercayaan audiens, dan penjualan.

Lebih dari 80 peserta mengikuti pembahasan yang mencakup storytelling, UGC, content distribution, affiliate, hingga pengembangan content asset untuk mendukung pertumbuhan bisnis.


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia

Storytelling Content untuk Menarik Perhatian Audiens

Saat ini, media sosial menjadi salah satu cara penting bagi brand untuk menjangkau audiens. Karena itu, konten tidak cukup hanya berisi informasi tentang produk, tetapi juga perlu dikemas dengan cara yang menarik agar audiens mau berhenti scroll dan mengikuti ceritanya.

Pesan mengenai produk juga tidak harus menjadi hal pertama yang disampaikan. Alur konten dapat dimulai dari sesuatu yang dekat dengan audiens, seperti rasa penasaran, masalah, atau pengalaman yang mereka alami.

Baca Juga: Fadil Aditya Edwin Kupas Optimalisasi GMV Max & Affiliate di Growth Series Vol. 8 

Dalam storytelling content, Ali menjelaskan terdapat tiga jenis hook yang dapat digunakan, yaitu curiosity, problem, dan relatable. Ketiganya dapat membantu menarik perhatian audiens sejak awal sebelum masuk ke isi konten.

Setelah mendapatkan perhatian audiens, cerita dapat dilanjutkan dengan alur problem, story, solution, hingga CTA. Dengan alur ini, konten tidak hanya menarik di awal, tetapi juga memiliki arah yang jelas hingga mengajak audiens melakukan tindakan.

UGC untuk Membangun Trust lewat Pengalaman Audiens

Selain storytelling, User Generated Content (UGC) menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan audiens. Konten ini dapat berangkat dari masalah, pengalaman, bukti, dan opini nyata sehingga terasa lebih dekat dan relevan. Salah satu formula yang bisa digunakan adalah Before–Experience–After–Opinion. 

Cerita dimulai dari kondisi sebelum menggunakan produk, dilanjutkan dengan pengalaman dan perubahan yang dirasakan, lalu ditutup dengan opini setelah mencoba produk. Penggunaan soft CTA juga dapat membuat ajakan terasa lebih natural dan tidak terlalu hard selling.

Satu produk juga tidak harus selalu dibuat dengan cara yang sama. Berbagai creative angle dapat dicoba untuk melihat respons audiens. Pendekatan ini bisa diterapkan di berbagai platform seperti Shopee, Instagram, dan TikTok yang sama-sama menggunakan konten video untuk menjangkau audiens.

Semakin banyak variasi konten yang dibuat, semakin banyak data yang bisa dipelajari. Dari sana, brand dapat melihat angle yang paling menarik perhatian dan berpotensi menghasilkan penjualan untuk kemudian dikembangkan kembali.

Bagi Anda yang ingin mengembangkan brand kosmetik dengan strategi yang lebih terarah, Mash Moshem siap membantu kebutuhan pengembangan produk kosmetik Anda dari ide sampai strategi pemasaran. Klik banner di bawah untuk mengetahui layanan yang tersedia dan konsultasikan kebutuhan brand Anda bersama kami. 



Memperluas Distribusi Konten lewat Kreator, Affiliate, dan GMV Max

Setelah konten dibuat, langkah berikutnya adalah memastikan konten tersebut dapat menjangkau lebih banyak orang. Karena itu, brand tidak hanya mengandalkan akun sendiri, tetapi juga dapat melibatkan kreator yang sesuai dengan target pasar.

Kreator dapat membuat konten dengan gaya masing-masing berdasarkan brief dari brand. Satu produk dapat dikembangkan menjadi berbagai konten dengan cerita, wajah, dan sudut pandang yang berbeda.

Distribusi ini juga dapat diperluas melalui affiliate marketing dan GMV Max. Menurut Ali, konten yang sudah menunjukkan hasil baik dapat dimanfaatkan kembali untuk advertising. Dari performanya, brand dapat melihat kreator dan angle mana yang paling menarik perhatian hingga mendorong transaksi.

Dengan cara ini, satu produk dapat menghasilkan banyak content asset. Semakin banyak variasi yang dibuat dan diuji, semakin besar pula peluang untuk menemukan konten yang sesuai dengan audiens dan menghasilkan reach, engagement, hingga sales.

Membawa Audiens dari Reach hingga Membangun Community

Views yang tinggi tidak selalu berarti sales. Karena itu, konten perlu mengikuti perjalanan audiens, mulai dari reach, trust, consideration, conversion, hingga retention. Setiap tahap membutuhkan jenis konten yang berbeda, mulai dari konten yang menghibur dan relatable, UGC dan social proof, hingga tutorial, FAQ, promo, dan CTA.

Setelah pembelian terjadi, hubungan dengan pelanggan juga perlu dijaga melalui konten berupa tips, edukasi, komunitas, atau cara menggunakan produk. Dengan begitu, konten tidak berhenti ketika transaksi selesai, tetapi tetap digunakan untuk menjaga hubungan dengan pelanggan.

Dalam strategi affiliate, pesan yang dibawa kreator juga perlu tetap sejalan dengan pesan brand. Kreator bebas menggunakan gaya komunikasi masing-masing, tetapi informasi utama mengenai produk harus konsisten agar audiens menerima pesan yang sama.

Selain Tiktok dan Instagram, platform Threads dapat menjadi ruang untuk membuat brand terasa lebih dekat dan manusiawi. Platform ini dapat digunakan untuk membangun awareness, community, dan authority, sekaligus membuka percakapan dengan audiens, termasuk generasi Z. 

Kontennya dapat dikembangkan melalui POV, story, education, dan conversation, sehingga brand tidak hanya hadir untuk menjual, tetapi juga membangun hubungan dengan komunitas.

Baca Juga: Business Growth Series Vol. 7 Bersama Aditya Pramana Kupas Strategi Konten dan Video Marketing di Era AI 

Antusiasme Peserta Warnai Business Growth Series Vol. 9  

Antusiasme peserta terlihat sepanjang Business Growth Series Vol. 9. Selain mengikuti materi, peserta juga aktif menyimak pembahasan tentang strategi konten, digital marketing, affiliate, hingga cara mengembangkan konten agar lebih efektif mendukung penjualan.

Interaksi semakin terasa saat sesi tanya jawab. Sejumlah pertanyaan diajukan peserta mengenai penerapan strategi konten dalam bisnis, mulai dari menentukan creative angle, membangun kepercayaan melalui konten, hingga memanfaatkan creator dan affiliate untuk memperluas jangkauan.

Berbagai pertanyaan tersebut membuat diskusi terasa lebih dekat dengan kebutuhan peserta. Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga bisa membahas tantangan yang mereka hadapi dalam mengembangkan konten dan pemasaran digital, sekaligus mendapatkan insight yang bisa diterapkan sesuai kondisi bisnis masing-masing.

Menjaga Komitmen Mendukung Bisnis Klien 

Melalui Business Growth Series Vol. 9, PT Mash Moshem tidak hanya memberikan edukasi seputar strategi konten dan digital marketing, tetapi juga menunjukkan komitmennya untuk terus membantu client mengembangkan bisnis kosmetik setelah produk selesai dibuat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui layanan after-sales yang memberikan dukungan kepada klien setelah produk diluncurkan. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya Mash Moshem untuk membantu melanjutkan pengembangan brand dan menyesuaikan strategi bisnis dengan kebutuhan di industri kosmetik.

Ingin mengembangkan brand kosmetik bersama PT Mash Moshem Indonesia? Klik banner di bawah ini untuk mengetahui layanan dan dukungan yang tersedia, lalu konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama tim Mash Moshem Indonesia.


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Statistik product & brand
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Statistik product & brand

author-avatar

About PT Mash Moshem Indonesia

PT. Mash Moshem Indonesia merupakan perusahaan jasa pembuatan kosmetik private label yang telah beroperasi sejak tahun 2011