Insight Bisnis, Kegiatan MMI

Nurul Izzah Mazidah Kupas Strategi Bangun Tim Digital Marketing untuk Brand Baru

Business Growth Series Vol. 10 Ungkap Cara Bangun Tim Digital Marketing

Surabaya, 29 Oktober 2026— PT. Mash Moshem Indonesia sukses gelar webinar Business Growth Series Vol. 10 pada Kamis (29/10) melalui Zoom. Webinar yang diikuti lebih dari 80 peserta ini menghadirkan Nurul Izzah Mazidah, General Manager Asik Creative & Kolme Management, sebagai pemateri yang membahas strategi membangun tim digital marketing yang efektif.

Mengusung tema “Build Smart, Grow Fast: Strategi Bangun Tim Digital Marketing untuk Brand di Tahap Awal”, webinar ini mengajak peserta memahami cara menyusun tim digital marketing yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. 

Pembahasan ini ditujukan khusus bagi pelaku usaha atau brand owner yang sedang merintis brand maupun ingin mengembangkan strategi pemasaran digital secara lebih terarah untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Menentukan Kebutuhan dan Pembagian Tugas Tim Digital Marketing

Sebelum membangun tim digital marketing, brand perlu memahami tujuan bisnis, kendala yang dihadapi, kanal digital yang menjadi prioritas, serta kapasitas tim dan anggaran yang tersedia. Menurut Izzah, hal ini penting agar brand dapat menentukan kebutuhan tim sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, tanpa harus merekrut banyak orang sekaligus.

Struktur tim juga perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan bisnis. Brand yang baru dapat memulai dengan tim kecil yang memiliki peran fleksibel dan melibatkan freelancer untuk pekerjaan tertentu. 

Ketika bisnis berkembang, pembagian tugas bisa dibuat lebih spesifik. Sementara itu, brand yang sudah matang dapat membangun struktur tim yang lebih terorganisasi dengan alur kerja, indikator kinerja (KPI), dan evaluasi yang jelas.

Dalam menentukan struktur tim, brand owner perlu memahami fungsi yang dibutuhkan dan menyesuaikannya dengan kompleksitas pekerjaan. Misalnya, content planner atau copywriter bertugas merencanakan ide dan menulis konten, sedangkan content creator, editor, dan desainer menangani produksi hingga penyuntingan foto, video, dan materi visual.

Selain itu, advertiser mengelola iklan digital, marketplace specialist menangani aktivitas dan performa marketplace, sedangkan spesialis KOL dan affiliate mengelola kolaborasi dengan kreator serta distribusi konten promosi.

Namun, setiap fungsi tidak harus diisi oleh orang yang berbeda. Brand dapat menggabungkan beberapa peran dalam satu posisi selama sesuai dengan kemampuan individu dan beban kerjanya. Dengan pembagian tugas yang tepat, tim dapat bekerja lebih efektif tanpa membuat pekerjaan menumpuk pada satu orang.

Prinsip serupa juga penting dalam membangun bisnis kosmetik dan skincare, mulai dari menyiapkan produk hingga merancang strategi pemasaran. Apabila Anda ingin mengembangkan brand kecantikan sendiri, klik banner di bawah ini untuk mengetahui layanan maklon kosmetik dari PT. Mash Moshem Indonesia. 


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia

Bangun Workflow dan Kelola Anggaran yang Jelas

Selain menentukan struktur tim, brand juga perlu memiliki alur kerja (workflow) yang jelas agar setiap pekerjaan berjalan lebih teratur. Proses ini dapat dimulai dari menentukan tujuan bisnis, menyusun brief, membuat perencanaan, memproduksi konten, melakukan approval, mendistribusikan konten, hingga mengevaluasi hasilnya.

Setiap pekerjaan perlu memiliki penanggung jawab atau person in charge (PIC), tenggat waktu, dan target hasil yang jelas. PIC juga berperan dalam mengatur proses persetujuan dan revisi agar pekerjaan tidak berulang kali dikerjakan karena kesalahpahaman. Dengan alur kerja yang teratur, koordinasi menjadi lebih mudah dan pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih efisien.

Untuk mendukung workflow, brand tidak harus menggunakan tools yang mahal. Spreadsheet, kalender konten, atau aplikasi manajemen proyek yang sudah digunakan tim sudah cukup selama komunikasi berjalan dengan baik dan setiap anggota memahami tanggung jawabnya.

Dalam membangun tim, brand owner juga perlu mempertimbangkan apakah pekerjaan sebaiknya ditangani oleh tim internal (in-house), freelancer, atau agency. Pemilihan model kerja perlu disesuaikan dengan kapasitas brand, anggaran, dan kompleksitas pekerjaan, bukan sekadar mengikuti tren. 

Brand dapat menggabungkan tim internal, freelancer, dan agency sesuai kebutuhan bisnis.  Dengan memprioritaskan kebutuhan yang paling berdampak dan mempertimbangkan biaya, kualitas, serta hasil kerja, brand dapat mengelola anggaran dengan lebih efektif sekaligus membangun tim secara bertahap sesuai perkembangan bisnis.

Baca Juga: 10 Strategi Digital Marketing untuk Bisnis Kecantikan

Satukan Strategi Konten, Iklan, dan Marketplace untuk Mendorong Penjualan

Konten, iklan, dan marketplace memiliki peran yang saling melengkapi dalam mengembangkan brand. Konten yang bagus membantu menarik perhatian audiens dan membangun identitas brand melalui pesan yang menarik dan konsisten. 

Setelah itu, iklan digunakan untuk menjangkau lebih banyak calon pelanggan yang sesuai dengan target pasar. Namun, memasang iklan saja tidak menjamin penjualan meningkat. Brand perlu menguji berbagai materi iklan, melihat respons audiens, dan menyesuaikan anggaran berdasarkan hasilnya. 

Konten organik juga tetap penting untuk membangun kedekatan dengan audiens dan mengetahui jenis konten yang paling menarik bagi mereka. Ketika audiens mulai tertarik, marketplace berperan sebagai tempat mereka mencari informasi produk dan melakukan pembelian. Karena itu, brand perlu memastikan foto, deskripsi, harga, stok, dan informasi promo tersedia dengan jelas. 

Performa toko juga perlu dipantau melalui data kunjungan (traffic) dan konversi untuk mengetahui apakah strategi yang dijalankan sudah efektif. Menurut Izzah, pemasaran perlu dirancang sebagai perjalanan yang mengarahkan audiens dari sekadar tertarik hingga akhirnya membeli produk. 

Prosesnya dimulai dengan menarik perhatian melalui konten, memperluas jangkauan melalui konten organik atau iklan, membantu audiens memahami produk, lalu mengarahkan mereka ke tempat pembelian. Hasil dari setiap tahap kemudian dievaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya. 

Porsi iklan dan konten organik tidak harus sama untuk setiap brand. Jika konten masih terbatas, brand sebaiknya berfokus membangun konten yang berkualitas dan konsisten, sambil menggunakan iklan dengan anggaran terbatas untuk melakukan pengujian. 

Sebaliknya, jika sudah ada konten yang memberikan hasil baik, anggaran iklan dapat ditingkatkan secara bertahap. Dengan menghubungkan ketiga fungsi ini, brand dapat menjalankan pemasaran dengan lebih terarah dan memanfaatkan anggaran sesuai kebutuhan bisnis. 

Nah, jika Anda ingin membangun brand kosmetik atau skincare sendiri, kami siap membantu pengembangan produk hingga mendukung kebutuhan bisnis Anda agar lebih terarah. Klik banner di bawah ini untuk mendapatkan konsultasi gratis dan mulai wujudkan ide brand kecantikanmu bersama Mash Moshem! 



Optimalkan KOL dan Affiliate Marketing Sesuai Kebutuhan Brand

Selain mengembangkan konten dan iklan, brand juga dapat memanfaatkan KOL (Key Opinion Leader), influencer, dan affiliate untuk memperluas jangkauan pemasaran. KOL dan influencer membantu memperkenalkan brand kepada audiens melalui pengalaman serta konten yang mereka bagikan. 

Sementara itu, affiliate dapat membantu mendistribusikan konten dan mendorong transaksi melalui sistem komisi atau insentif. Agar strategi ini berjalan efektif, brand perlu menentukan tujuan kampanye sejak awal, mulai dari meningkatkan awareness, membangun engagement, mendatangkan kunjungan ke toko, hingga mendorong penjualan. 

Setiap brand owner juga dapat memilih kreator yang sesuai dengan target audiens, menyusun brief yang jelas, menentukan anggaran, dan menetapkan indikator keberhasilan atau KPI untuk mengukur hasil kampanye.

Proses kerja juga perlu dikelola dengan baik, mulai dari menghubungi kreator, memastikan kesediaan mereka berpartisipasi, memantau produksi konten, mengatur revisi, hingga mengumpulkan tautan dan data performa setelah konten dipublikasikan. 

Evaluasi dapat dilakukan berdasarkan tujuan awal, misalnya melalui jumlah tayangan dan jangkauan untuk mengukur awareness, interaksi untuk melihat engagement, kunjungan produk untuk mengukur traffic, atau jumlah pesanan untuk mengevaluasi penjualan.

Menurut Izzah, brand owner juga perlu menyesuaikan strategi dengan kapasitas tim dan anggaran yang tersedia. Misalnya, brand yang memiliki tim internal kecil, konten belum konsisten, dan anggaran terbatas sebaiknya memperkuat fondasi konten serta alur kerja terlebih dahulu. 

Setelah itu, brand dapat memilih kanal pemasaran yang paling relevan dan memanfaatkan bantuan freelancer, KOL, affiliate, atau agency sesuai kebutuhan. 

Dengan memahami fungsi setiap kanal, menentukan prioritas, dan menggunakan dukungan eksternal dengan tepat, brand dapat mengembangkan pemasaran secara bertahap tanpa membebani tim maupun anggaran yang tersedia.

Baca Juga: Business Growth Series Vol. 9 Hadirkan Ali Sayfudin Ungkap Strategi Konten & Sales 

Antusiasme Peserta Business Growth Series Vol.10

Webinar Business Growth Series Vol. 10 mendapat respons positif dari para peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi, mulai dari tantangan dalam mengembangkan bisnis, menentukan jenis konten yang perlu dikombinasikan, hingga memilih strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan brand.

Berbagai pertanyaan tersebut membuat diskusi semakin relevan dengan kondisi bisnis yang dihadapi peserta. Melalui sesi ini, peserta berkesempatan menggali lebih dalam materi yang disampaikan serta memahami cara menerapkannya sesuai kapasitas tim, anggaran, dan tujuan pemasaran masing-masing.

Melalui Business Growth Series Vol. 10, PT. Mash Moshem Indonesia menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan bisnis klien, tidak hanya melalui proses produksi kosmetik, tetapi juga melalui layanan after-sales. 

Dukungan ini bertujuan membantu klien mengembangkan brand setelah produk diluncurkan, termasuk dalam merencanakan strategi bisnis dan pemasaran sesuai kebutuhan yang ingin dicapai. 

Apabila Anda ingin mengembangkan brand kecantikan sendiri bersama PT Mash Moshem Indonesia, cukup klik banner di bawah ini untuk mengetahui layanan yang tersedia dan konsultasikan kebutuhan brand Anda bersama tim kami!


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Statistik product & brand
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Statistik product & brand

author-avatar

About PT. Mash Moshem Indonesia

PT. Mash Moshem Indonesia merupakan perusahaan jasa pembuatan kosmetik private label yang telah beroperasi sejak tahun 2011