Ketahui Perbedaan Paid Promote dan Endorsement, Mana yang Paling Efektif?

perbedaan paid promote dan endorsement

Mengenal istilah Paid Promote dan Endorsement tentu tidak asing untuk kamu yang sudah biasa bergelut di media sosial! Kedua istilah tersebut udah lazim digunakan di instagram, tiktok, twitter, atau media lainnya. Namun, apa sih perbedaan paid promote dan endorsement? Serta mana yang paling efektif dan menguntungkan untuk brand kosmetikmu?

Kedua hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan penjualan produk melalui influencer yang memiliki pengikut rata-rata hingga yang tertinggi.

Meski terlihat sama karena menggunakan influencer untuk memasarkan produk. Namun nyatanya Paid Promote dan Endorsement memiliki perbedaan yang mendasar.

Sebelum kamu mengenal lebih jauh perbedaan Paid Promote dan Endorsement, yuk cari tahu pengertian dari masing-masing istilah tersebut. Karena saat kamu sudah mengerti pengertian keduanya, maka kamu bisa lebih mudah tahu perbedaan Paid promote dan Endorsement.

Simak artikel ini sampai selesai ya!

Apa itu Paid Promote?

Paid Promote atau yang memiliki artian promosi berbayar ini sudah sering digunakan dalam dunia bisnis. Paid promote merupakan promosi berbayar yang melibatkan influencer/media/selebgram untuk menyampaikan informasi atau kampanye brand dengan menggunakan materi yang kamu siapkan.

Saat menggunakan strategi Paid Promote jangkauan tidak hanya terbatas oleh followers dari si influencer atau pemilik brand saja. Namun bisa menjangkau audiens lebih luas karena konten tersebut bisa masuk tab explore di sosial media.

Ketahui Juga: Paid Promote – Manfaat & Cara Menggunakannya untuk Bisnis

Apa itu Endorsement?

Endorsement memiliki artian yaitu bentuk iklan yang menggunakan selebriti, influencer, atau tokoh terkenal yang memiliki pengaruh besar pada masyarakat. Sama-sama beriklan pada publict figure, lalu apa perbedaan keduanya?

Dijelaskan di atas bahwa Paid Promote melakukan iklan yang melibatkan influencer dengan materi yang diberikan oleh pemiliki brand. Namun endorsement tidak melakukan hal tersebut, karena strategi ini akan membebaskan influencer untuk membuat konten baru saat memasarkan sebuah brand.

Biasanya saat influencer melakukan endorse, mereka akan melakukan konten berupa review positif atau testimoni terkait produk tersebut. Strategi ini bisa terbilang efektif karena audiens bisa melihat review secara langsung dari influencer tersebut.

Saat kamu ingin melakukan Paid Promote atau Endorsement, jangan salah pilih influencernya ya! Karena followers yang tinggi tidak menjamin peningkatan jualan dari produkmu. Kamu juga harus melihat apakah influencer tersebut sesuai dengan target pasar, sehingga kamu juga bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.

Mau tahu lebih jelas soal Endorsement dalam Bisnis Kosmetik? Cek di sini!

Perbedaan Paid Promote dan Endorsement

Perbedaan dari Paid Promote dan Endorsement tidak hanya dari distribusi konten yang disebutkan di atas. Namun ada beberapa hal yang jauh lebih luas dan perlu kamu ketahui mengenai perbedaan keduanya.

Karena sebelum kamu melakukan strategi marketing ini, kamu juga harus memikirkan manakah yang sesuai dengan kebutuhan bisnismu. Yuk, kita kupas lebih jauh perbedaan Paid Promote dan Endorsement melalui artikel ini!

Mekanisme Promosi

Paid Promote dan Endorsement memiliki tujuan yang sama, yaitu memasarkan sebuah produk atau brand. Namun keduanya memiliki perbedaan yang mendasar dari segi mekanisme promosinya.

Pada sistem Paid Promote, influencer ataupun publict figure akan mengunggah foto, video, dan caption yang telah disediakan oleh pemiliki brand.

Biasanya para pemilik brand ini telah memberikan materi dan membayar sesuai yang telah disepakati oleh keduanya. Sehingga, pemilik brand tidak perlu mengirimkan barang mereka pada influencer untuk di review atau tidak perlu memberikan ulasan apapun.

Berbeda dengan Endorsement, para pemiliki brand, pemiliki modal, ataupun toko, harus mengirimkan barang mereka pada artis atau influencer tersebut. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan review dan ulasan positif mengenai barang dari pemiliki brand.

Jika pada Paid Promote pemiliki brand harus menyiapkan materi, maka pada sistem Endorsement kamu tidak perlu melakukan itu. Karena influencer tersebut harus membuat konten sendiri yang menampilkan dan memberi ulasan tentang produk kita. Sistem pembayaran dari Endorsementpun berupa barter produk tersebut.

Media Iklan

Perbedaan Paid Promote dan Endorsement selanjutnya ialah dari media iklannya. Meskipun sama-sama melakukan pomosi melalui media sosial, namun keduanya memiliki segmen masing-masing.

Banyak dari Paid Promote memilih akun publik dengan angka followers yang tinggi, seperti akun indozone, dagelan, awreceh, dan sebagainya.

Sedangkan Endorsement biasanya akun personal dari public figure atau artis tersebut. Hal ini karena endorse merupakan konten yang melibatkan konten review ataupun informasi yang langsung disampaikan oleh pemilik akun.

Inilah mengapa setiap melakukan endorse, pemilik brand harus melakukan riset terlebih dahulu. Karena kamu harus memilih seorang influencer yang memiliki personal branding yang kuat dan berpengaruh terhadap publik.

Harga yang Berbeda

Dari segi yang satu ini, perbedaan Paid Promote dan Endorsement sangat signifikan. Hal ini juga dipengaruhi oleh sistem pembayaran keduanya yang berbeda.

Pada Paid Promote harga sudah ditentukan dan dibayar sesuai kesepakatan. Kamu juga perlu memberikan materi konten berupa gambar, video, ataupun caption pada influencer. Sehingga bisa dibilang, sistem ini memiliki harga yang lebih murah.

Sedangkan pada Endorsement, pemiliki brand melakukan pembayaran dengan barter produk. Misalnya, jika rate harga influencer berkisar Rp. 500.000, maka kamu harus memberikan barang atau produkmu senilai dengan harga tersebut.

Pemiliki brand juga bisa melakukan kombinasi produk dengan uang tunai yang telah disepakati. Karena mungkin influencer tersebut memiliki rate harga yang sangat tinggi dan tidak memungkinkan untuk barter produk.

Terlebih bentuk konten dari endorse menampilkan sebuah review, maka setiap artis yang melakukan promosi harus mendapatkan produk tersebut. Dan karena setiap influencer membuat kontennya sendiri, maka harga endorse tentu akan lebih tinggi daripada Paid Promote.

Tingkat Keberhasilan

Perbedaan Paid Promote dan Endorsement selanjutnya yaitu tingkat keberhasilannya. Berhasil tidaknya kamu menggunakan strategi ini sangat berdasar dari ketepatan kamu saat memilih influencer.

Karena saat kamu melakukan endorse atau paid promote, kamu juga harus menentukan apakah influencer tersebut sesuai atau tidak dengan target pasarmu. Sehingga kamu perlu melakukan riset sebelum mengambil keputusan dalam memilih influencer untuk mengiklankan brandmu.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa membedakan tingkat keberhasilan dari keduanya. Paid Promote selalu mengandalkan materi konten yang berasal dari pemiliki brand. Sedangkan endorse akan melibatkan pemiliki akun dalam memasarkan produkmu.

Jadi, sebenarnya endorse jauh lebih efektif untuk menentukan tingkat keberhasilan dari sebuah iklan. Karena setiap influencer akan mempromosikan produk tersebut dengan sangat bagus, menarik, dan menjelaskan detail-detail dari produk tersebut.

Sehingga audiens akan langsung ikut merasakan kelebihan dari produk yang sedang diiklankan oleh influencer. Mereka akan melakukan testimoni yang menyakinkan, sehingga audiens juga akan tertarik untuk membeli produk tersebut.

Namun, bukan berarti Paid Promote tidak efektif ya! Kamu bisa menggunakan metode ini saat kamu tidak memiliki banyak dana untuk melakukan endorse pada infuencer. Atau kamu bisa membayar akun besar untuk menyebarkan informasi promo atau diskon yang sifatnya sementara.

Kamu bisa membayar satu akun besar, kemudian menggabungkan beberapa akun kecil untuk mempromosikan produkmu. Hal ini cukup efektif untuk memberi tahu audiens bahwa produk yang kamu jual tengah mengadakan promosi atau diskon

Mana yang Terbaik, Paid Promote atau Endorsement?

Setelah kamu mengetahui beberapa perbedaan dari Paid Promote dan Endorsement, mana yang membuatmu lebih tertarik? Jangan sampai kebingungan lagi dalam membedakan keduanya ya!

Terlebih antara Paid Promote atau Endorsement, keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Namun yang terpenting kamu harus bisa melakukan riset terlebih dahulu sebelum menggunakan kedua metode tersebut.

Paid promote sangat cocok untuk kamu yang baru mencoba menggunakan jasa influencer dalam melakukan promosi untuk brandmu. Karena metode ini akan menghabiskan dana yang lebih sedikit dan mampu menyebarkan informasi dalam waktu yang singkat.

Namun jika kamu ingin membangun citra yang baik untuk brandmu, ingin meningkatkan penjualan yang pesat, ataupun menambah followers. Kamu bisa menggunakan metode endorse untuk melakukan iklan produk.

Karena jasa endorse akan membuat kesan bahwa influencer tersebut benar-benar menyukai produkmu, sehingga akan menginpirasi pengikutnya.

Terlebih jika pubict figure tersebut merupakan Key Opinion Leader dan memiliki banyak penggemar, bisa jadi produkmu juga bisa trending.

Nah, inilah beberapa penjelasan tentang perbedaan Paid Promote dan Endorsement yang perlu kamu tahu. Karena saat kamu sudah paham perbedaan keduanya, kamu juga bisa memilih metode mana yang akan kamu gunakan untuk mengiklankan brandmu.

Jangan lupa untuk menyesuaikan kondisi dan dana yang sedang kamu miliki saat ini. Jika tidak memungkinkan melakukan keduanya, kamu bisa melakukan strategi marketing yang lain untuk memasarkan produk.

Karena marketing pada dunia digital sangat banyak, dan kamu bisa mencoba banyak hal untuk memasarkan brandmu sendiri. Terima kasih sudah membaca artikel ini. Semoga bisa menambah ilmu dan bermanfaat untuk menambah wawasanmu. Sampai bertemu di artikel berikutnya!

About Author

Retno Ayu Wulandari

Seorang yang suka tidur, makan, dan menulis.

Related posts

Leave a Comment