Bikin Kulit jadi Kian Eksotis dengan Skin Tanning, Apakah Aman?

skin tanning (1)

Modern ini, definisi kecantikan berubah dan menjadi lebih luas. Yap! Bukan lagi soal orang dengan kulit putih bersih, namun juga kulit kecokelatan yang eksotis dan tampak seksi.

Hal inilah yang kemudian membuat banyak perempuan dan laki-laki ingin memiliki warna kulit yang lebih gelap. Mulai dari sering berjemur di pantai, juga menggunakan berbagai prosedur untum membuat kulit tampak kecokelatan.

Kegiatan atau prosedur yang dilakukan untuk membuat kulit tampak gelap ini disebut dengan istilah skin tanning.

Sayangnya ada banyak pro dan kontra mengenai skin tanning, karena dianggap membahayakan dan dapat menimbulkan masalah pada kulit. Lantas apakah benar begitu?

Nah, sebelum terburu-buru melakukan skin tanning, enggak ada salahnya untukmu mengetahui serba-serbi dari prosedur ini secara lengkap. Termasuk efeknya bagi kesehatan kulit, juga bagaimana langkah skin tanning yang aman dan tepat.

Apa yang Dimaksud Skin Tanning?

skin tanning (2)

Skin tanning merupakan proses untuk membuat kulit tubuh tampak lebih gelap, yang bisanya dapat dilakukan di dalam mapun di luar ruangan.

Umumnya orang-orang melakukan kegiatan ini dengan tujuan kecantikan. Namun ada beberapa orang juga yang mengklaim ingin membuat kulit mereka lebih tahan terhadap sun burn.

Skin tanning memanfaat radiasi sinar Ultraviolet (UV), baik dengan cara berjemur di bawah paparan sinar matahari secara langsung. Maupun, menggunakan teknologi tanning bed.

Akan tetapi pro dan kontra soal tanning ini pun bermunculan, karena sinar matari bisa membuar kulit terbakar dan menebalkan jaringan epidermis kulit. Tak hanya itu, sinar UVB yang ada dalam matahari pun dapat menimbulkan dampak buruk pada kesehatan tubuh.

Metode Skin Tanning yang Umum Digunakan

Metode skin tanning yang berkembang di masyarakat dan paling sering digunakan ada dua macam, yakni out door dan indoor tanning.

Nah, apa sih perbedaan dan keunggulan dari dua metode skin tanning tersebut? Langsung cek penjelasan lengkapnya lewat ulasan berikut ini, ya!

Outdoor Tanning (Tanning Luar Ruangan)

Metode pertama adalah outdoor tanning, yakni proses penggelapan warna kulit dengan bantuan cahaya matahari secara langsung. Kegiatan ini juga sering dikenal dengan istilah ‘berjemur’ dan banyak dilakukan di pantai.

Agar warna kulit merata, biasanya orang-orang akan menggunakan pakaian minim, seperti bikini. Namun, outdoor tanning bisa membawa risiko tersendiri, seperti sunburning.

Indoor Tanning (Tanning di Dalam Ruangan)

Metode tanning yang kedua adalah indoor tanning, proses ini dilakuakn di dalam ruangan menggunakan teknologi tanning bed dan tanning airbrush.

Yang disebut tanning bed merupakan suatu alat yang digunakan untuk membantu proses skin tanning, tanpa harus berpanas-panasan di bawah sinar matahari langsung.

Sama seperti namanya, alat ini berbentuk meyerupai kasur dan dilengkapi dengan penutup yang dapat memancarkan sinar UV langsung ke dalam kulit kamu.

Sementara itu, tanning air brush merupakan proses penggelapan dengan menyemprotkan cairan khusus dari airbrush pada kulit akmu. Cairan ini mengandung zat yang dapat membakar sel-sel kulit mati pada epidermis.

Karena sel-sel kulit mati ini terbakar, maka tubuh akan meregenerasi sel-sel kulit baru yang tampak lebih gelap dibandingkan sebelumnya.

Meski tak terpapar sinar matahari secara langsung, banyak ahli yang masih berspekulasi tentang keamanan indoor tanning untuk kulit.

Dilansir dari Hellosehat, sinar UVA yang ada dalam prosedur tanning bed bisa menembus jauh ke dalam paisan kulit, melebihi yang dilakukan oleh sinar UVB.

Kamu mungkin tidak bisa melihat dampak buruk UVA pada kulitmu ini secara kasat mata, namun radiasi ini pada dasarnya bisa membuat sel-sel dan jaringan kulit rusak. Apabila diserap dalam jumlah yang besar dan terlalu sering.

Baca juga Fakta Mengejutkan Sinar Matahari untuk Kecantikan Kulit Berikut Ini

Apalagi, efek tanning ini enggak akan langsung terlihat kalau hanya melakukannya sekali. Setidaknya perlu lebih dari dua kali penggunaan indoor taning baru kamu bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.

Kadar sinar UVA yang digunakan pada tanning bed bisa memiliki kekuatan yang sangat besar dibandingkan pada matahari, yakni 12 kali lipat lebih kuat!

Karenanya, orang yang terlalu sering melakukan indoor tanning berisiko terkena kanker kulit 2,5 kali lebih besar.

Berbagai Dampak Buruk Skin Tanning yang Harus Kamu Tahu

skin tanning

Bukan tanpa alasan mengapa ada orang-orang yang kurang merekomendasikan skin tanning untuk dilakukan. Karena proses ini melibatkan radiasi sinar UV untuk membuaut warna kulit menjadi lebih gelap.

Sementara, seperti yang kamu tahu sinar UV dari paparan sinar matahari bisa menjadi sumber dari berbagai masalah kesehatan dan kecantikan kulit.

Nah, sebelum mencoba skin tanning, berikut beberapa dampak buruk dari proses penggelapan kulit tersebut.

Memicu Adanya Kanker Kulit

Dampak buruk yang pertama adalah memicu kemunculan sel kanker kulit atau melanoma. Kondisi ini dapat terjadi karena kulit secara terus-terusan mendapat paparan sinar UV.

Sinar UV sendiri dapat menembus hingga ke dalam lapisan dermis, merusak jaringan dan sel-sel yang ada. Ini juga mempengaruhi kemampuan tubuh dalam melawan dan menghambat terbentuknya sel kanker.

Membuat Gejala Penuaan Datang Lebih Cepat

Sinar matahari yang berlebihan merupakan penyebab munculnya tanda penuaan pada kulit. Seperti bintik-bintik hitam, wajah yang kering dan kusam, hingga hilangnya kolagen dan elastin dari wajah.

Lagi-lagi sinar UVA dari matahari memegang peranan besar untuk memicu masalah penuaan dini ini. Karena menghambat fungsi kulit dalam bergenerasi, merusak kolagen dan skin barrier.

Memicu Kemunculan Gejala Actinic Keratosis

Dampak buruk lainnya dari proses penggelapan kulit ini adalah memicu kondisi actinic keratosis, yang merupakan gejala awal dari kanker kulit.

Kondisi ini dapat ditandai dengan kemunculan bercak-bercak pada kulit kepala, wajah, punggung tangan, juga dada akibat terpapar sinar matahari secara berlebihan.

Menurunnya Sistem Imun Tubuh

Meski sinar matahari dapat merangsang pembentukan vitamin D secara alami pada tubuh, terpapar dalam waktu yang lama ternyata bisa menimbulkan efek yang sebaliknya, lho!

Radiasi sinar ultraviolet yang berlebihan akan membuat tubuh jadi lebih sensitif, karenanya sistem kekebalan pun dapat semakin menurun dan melemah.

Dapat Berdampak Buruk Pada Mata

Selain buruk untuk kulit dan kesehatan tubuh pada umumnya, proses menggelapkan kulit tubuh ini juga dapat memberikan efek negative pada kesehatan mata.

Paparan sinar matahari yang berlebihan ini bisa menyebabkan adanya kerusakan pada kornea mata kamu. Akhirnya akan memicu kemunculan katarak.

Tips Aman Melakukan Outdoor Tanning

skin tanning (3)

Menyadari betapa banyak dampak buruk yang bisa kamu dapatkan jika melakukan skin tanning asal-asalan, kami menyadur informasi dari berbagai sumber untuk dapat memberikan tips aman melakukan outdoor tanning.

Berikut beberapa aturan yang harus kamu lakukan ketika ingin mencokelatkan kulit kamu dibawah sinar matahari. Perhatikan baik-baik ya, Guys!

Hindari Sinar Matahari di Pukul 11 Pagi Hingga 4 Sore

Aturan tanning yang pertama adalah menghindari sinar matahari pada pukul sebelas pagi hingga pukul empat sore. Pada rentang waktu ini, sinar matahari sedang berada pada suhu puncaknya, alias panas banget!

Sinar UV yang ada pada durasi ini dinilai sangat membayakan kesehatan kulit dan rentan menimbulkan sunburning. Kamu tahu, seperti gejala kemeraha, rasa perih, dan kulit yang melepuh seolah disiram air panas.

Karenanya, para ahli menganjurkan untuk melakukan tanning ini di jam-jam tertentu saja. Misalnya pada rentang pukul tujuh sampai sepuluh pagi, yang juga dikenal bisa menyehatkan karena dapat merangsang pembentukan vitamin D pada tubuh.

Gunakan Sunscreen Dengan SPF Tinggi

Aturan yang kedua adalah mengunakan sunscreen dengan SPF yang tinggi. Karena kamu akan terpapar sinar UV dalam rentan waktu yang cukup lama, maka ada baiknya untuk menggunakan sunscreen agar tidak terkena sunburn.

Oleskan sunscreen skitar lima belas hingga tiga puluh menit sebelum kamu berjemur, agar tabir surya dapat bekerja lebih efektif.

Jangan lupa aplikasikan pada seluruh permukaan kulit yang tida tertutupi pakaian, termasuk pada belakang telinga, area kelopak mata, ketiak, dan sepanjang garis rambut, agar proses tanning yang kamu lakukan dapat menghasilkan warna yang merata.

Perhatikan Durasi Skin Tanning Baik-baik

Aturan selanjutnya adalah memperhatikan durasi berjemur yang kamu lakukan. Ingat, jangan sampai melakukannya lewat dari satu jam ya, Ladies!

Justru ketika kamu berjemur, bila sudah merasa sangat panas atau badan telah terasa hangat, kamu harus segera meneduh. Ini menunjukkan bahwa kulit dan tubuhmu sedang membutuhkan cooling down dari sinar matahari.

Yang perlu diingat lagi, jangan lakukan tanning ini tiap hari. Maksimal ulangi proses dalam durasi 2-3 hari saja, ya!

Perhatikan Pola Konsumsi

Untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah masalah kesehatan yang bisa saja muncul karena tanning, ada baiknya untuk memperhatikan pola makan kamu.

Misalnya, sebelum tanning ada baiknya kamu menghindari minum minuman soda dan mengonsumsi yang manis-manis. Karena makanan-makanan ini bisa menyebabkan dehidrasi pada tubuh.

Lebih baik tingkatkan konsumsi air putih dan beralih ke makanan dengan kandungan nutrisi tinggi. Misalnya yang mengandung vitamin E, vitamin C, dan berbagai antioksidan lain yang mencegah kerusakan sel kulit dari dalam.

Gunakan Body Butter / Body Lotion

Nah, setelah berjemur lama di bawah sinar matahari, pastinya kulit kamu akan terasa hangat atau bahkan seperti terbakar. Untuk meredakan efek ini, kamu bisa menenangkan kulit dengan menggunakan body butter atau body lotion.

Pilih produk yang dapat meningkatkan hidrasi kulit, juga yang mengandung bahan pelembap, pendingin, dan yang menenangkan kulit.

Ketahui berbagai jenis produk perawatan tubuh dan manfaatnya di sini.

Nah, itu adalah berbagai hal yang perlu kamu ketahui sebelum melakukan skin tanning. Enggak apa-apa kalau kamu mau melakukan hal ini untuk mempercantik kulitmu.

Namun jangan lupa untuk selalu menggunakan sunscreen dan berbagai produk perawatan tubuh lain untuk mencegah adanya efek samping dari skin tanning.

About Author

Renny Ambar Sari

An author, content writer and editor.

Related posts

Leave a Comment