10 Jenis Pengawet dalam Kosmetik yang Aman Digunakan

Istilah bahan “pengawet” dalam kosmetik sering kali menimbulkan kontroversi di benak konsumen. Mengingat, mereka menganggap bahwa pengawet merupakan bahan yang tidak aman digunakan dan menimbulkan risiko pada kulit, seperti iritasi, gatal, hingga kemerahan. Tak heran, bila banyak yang bertanya, apa saja pengawet yang aman dalam kosmetik?
Jawabannya, ada. Justru menjadi bahan penting dalam kosmetik agar produk bisa bertahan lebih lama. Jadi, sebagai brand owner, kamu harus memahami jenis pengawet dalam kosmetik yang diperbolehkan maupun yang harus dihindari. Tujuannya supaya produk yang kamu ciptakan aman digunakan dan tidak menimbulkan risiko bagi konsumen.
Pentingkah Pengawet dalam Kosmetik?
Lemak dan minyak merupakan bahan utama pada kosmetik yang mudah ditumbuhi mikroorganisme, baik bakteri, amuba, maupun jamur. Hal ini bisa merusak bahan sehingga dapat menyebabkan perubahan pada bau dan warna.
Untuk menanggulanginya, diperlukan zat pengawet. Jadi, pengawet (preservatives) adalah bahan tambahan yang digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk, yang mana cara kerjanya menghambat atau mematikan mikroba.
Pengawet dalam kosmetik bertujuan agar produk bertahan dalam jangka waktu yang lama. Adanya bahan ini dapat bekerja sebagai anti kuman, sehingga bisa menangkal terjadinya bau tidak sedap karena aktivitas mikroba, sehingga kosmetik menjadi lebih stabil.
Ketika tidak ada pengawet dalam kosmetik, mikroba cenderung terbentuk, tumbuh, dan berkembang. Jika kamu menyimpan kosmetik bebas pengawet dalam lemari es, maka produk hanya akan bertahan sekitar lima hari kemudian akan rusak dan tidak efektif digunakan lagi. Jadi, pengawet dalam kosmetik sangat penting perannya untuk menjaga kualitas dan masa guna kosmetik.
Pengawet Alami dan Organik Apakah Ada?
Vitamin dan minyak esensial seperti vitamin E, ekstrak biji anggur, ekstrak rosemary, dan minyak pohon teh merupakan bahan alami yang dapat digunakan sebagai pengawet karena sifatnya bisa menangkal bakteri, sehingga membuat produk kosmetik menjadi tahan lama.
Namun, kelemahan pengawet alami ini harus digunakan dengan dosis tinggi agar hasilnya maksimal, sedangkan hal ini dapat memicu iritasi pada kulit.


10 Jenis Pengawet yang Aman untuk Kosmetik
Pengawet yang aman untuk kosmetik beragam jenisnya. Berikut merupakan contoh-contoh bahan pengawet yang aman untuk kulit.
1, 2-Hexanediol
Bahan ini merupakan jenis pengawet sintetis, pengental, humektan, dan kondisioner. Bahan ini dapat membawa bahan-bahan lain untuk melewati skin barrier hingga ke aliran darah. Tidak terdapat manfaat langsung untuk kulit dan tidak mengakibatkan sensitivitas.
Boric Acid
Bahan ini memiliki manfaat sebagai anti jamur, namun dapat menyebabkan iritasi ringan pada kulit yang sensitif.
Ethylhexylglycerin
Bahan ini berfungsi sebagai pelembut kulit sintetis yang juga digunakan sebagai bahan pengawet dan zat pensuspensi untuk bahan pengawet lainnya.
Hoelen
Hoelen adalah jamur yang tumbuh di bawah tanah pada akar pinus dan pohon-pohon lain yang memiliki sifat pengawet, menenangkan, dan mengikat air ketika dioleskan pada kulit.
Sodium hydroxymethylglycinate
Jenis pengawet yang aman selanjutnya adalah Sodium hydroxymethylglycinate. Bahan ini berasal dari asam amino dan digunakan sebagai pelembut kulit dan pengawet.
Baca Juga: Manfaat Sodium Cocoyl Isethionate dalam Kosmetik, Simak Ya!
Sorbic acid
Jenis pengawet dalam kosmetik yang aman selanjutnya adalah sorbic acid. Bahan ini berfungsi sebagai pengawet yang berasal dari abu gunung yang juga diproduksi secara sintetis.
Zinc gluconate
Zinc gluconate merupakan jenis pengawet yang aman, terbuat dari asam ringan yang dihasilkan dari glukosa gula.
Sodium benzoate
Berasal dari garam asam benzoat yang digunakan sebagai pengawet yang aman dalam kosmetik. Penggunaan bahan pengawet ini juga sangat umum dalam industri kecantikan, tak hanya skincare, tapi juga dalam produk-produk perawatan rambut dan dekoratif.
Phenoxyethanol
Bahan ini termasuk pengawet sintetis yang banyak digunakan dalam produk kosmetik. Bahan ini bekerja dalam formula dan rentang pH, serta memiliki aktivitas spektrum luas terhadap banyak patogen dan bersifat stabil dalam sediaan produk.
Propylene Glycol
Berupa zat cair sintetis yang menyerap air, tidak berwarna, dan tidak berbau. Manfaatnya untuk menyerap air berlebih sekaligus menjaga kelembaban.
Pengawet yang Tidak Aman untuk Kosmetik dan Perlu Dihindari
Terdapat beberapa jenis pengawet yang tidak aman untuk kulit yang bisa menyebabkan dampak-dampak tertentu, seperti iritasi, rasa terbakar, ruam, hingga potensi kanker. Untuk itu, kamu perlu tahu dan menghindarinya. Pengawet yang tidak aman tersebut diantaranya sebagai berikut.
Formaldehyde
Formaldehyde dan formaldehyde-releasing preservatives (FRP’s) merupakan bahan pengawet yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri pada kosmetika. Namun perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan reaksi alergi.
Fragrance
Fragrance atau parfum pada penggunaan skincare sebaiknya dihindari. Karena bahan ini dapat menyebabkan sakit kepala, alergi, asma, gangguan pernapasan hingga merusak sistem reproduksi, bahkan kanker.
Fragrance mengandung bahan yang dapat mengganggu produksi androgen, keseimbangan hormon perempuan, gangguan metabolisme, dan resistensi insulin.
Baca Juga: Propylene Glycol Apakah Alkohol? Ketahui Kebenarannya Di Sini!
Oxybenzone
Bahan ini merupakan bahan kimia risiko tinggi. Kandungan ini dapat menyebabkan gangguan sistem hormon bahkan meningkatkan risiko kanker kulit.
Toluene
Bahan ini merupakan bahan kimia yang biasa digunakan untuk cat kuku dan pewarna rambut. Bahan ini dapat menjadi racun bagi sistem kekebalan tubuh bahkan menyebabkan cacat lahir. Sebab, kandungan ini merupakan pelarut petrokimia yang mudah menguap.
Diazolidinyl Urea
Diazolidinyl Urea memang dapat menjaga kamu dari bahaya mikroba, tetapi bahan ini memiliki sifat karsinogenik dan memiliki efek samping seperti iritasi kulit serta alergi.
Apakah Antioksidan Termasuk Pengawet?
Ketika kosmetik bertemu dengan oksigen, kerusakan dan degradasi bahan dapat terjadi. Beberapa produk menggunakan antioksidan sebagai pengawet karena antioksidan dianggap dapat melindungi kosmetik dari oksidasi.
Namun faktanya, manfaat utama antioksidan adalah melindungi dari kerusakan akibat radikal bebas, namun tidak mencegah pembentukan bakteri. Jadi antioksidan bukanlah pengawet.
Vitamin C dan antioksidan lainnya umumnya dipasarkan sebagai pengawet alami, tetapi hal ini tidaklah benar. Fungsi zat tersebut adalah untuk memerangi stres oksidatif ketika ada banyak radikal bebas.
Antioksidan dalam perawatan kulit melawan oksidasi, tetapi antioksidan tidak mencegah bakteri merusak kosmetik. Jadi, jangan mengandalkan antioksidan sebagai pengawet alami untuk kosmetik, ya!


Mengapa Paraben Menjadi Kontroversi?
Penggunaan paraben dalam industri kosmetik terbilang cukup kontroversial. Sebagai contoh, kamu akan sering menemukan artikel yang menyebutkan ‘bahaya-bahaya’ paraben untuk kulit.
Jenis kandungan yang termasuk dalam kelompok paraben adalah butylparaben, isobutylparaben, propylparaben, methylparaben, dan ethylparaben. Paraben digunakan karena bahannya yang lembut, tidak peka, dan sangat efektif dibanding jenis pengawet lainnya. Paraben dapat mencegah pertumbuhan bakteri serta jamur yang dapat mempengaruhi kualitas produk.
Namun, paraben sendiri memiliki unsur kimia yang terbilang mirip dengan estrogen, yakni hormon yang dapat menyebabkan penggandaan sel payudara, baik sel normal maupun kanker.
Melansir informasi dari The Campaign for Safe Cosmetics, sebuah proyek dari Breast Cancer Prevention Partners mengungkapkan bahwa paraben saat ini masuk dalam daftar merah kosmetik yang harus dihindari karena bisa menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang, seperti masalah reproduksi dan kanker.
Meski begitu, banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa paraben masih aman dan bisa digunakan dalam kosmetik, asalkan pada dosis tertentu.
Walaupun paraben dianggap aman, sebaiknya kamu tetap berhati-hati dalam penggunaannya, terutama jika memiliki jenis kulit sensitif ataupun memiliki riwayat alergi terhadap pemakaian produk kosmetik.
Baca Juga: 8 Bahaya Kosmetik yang Mengandung Merkuri, Harus Waspada!
Panduan Membuat Kosmetik yang Aman untuk Bisnis
Pemahaman jenis pengawet dalam kosmetik yang aman maupun tidak boleh digunakan di atas menjadi modal awal penting sebelum terjun ke industri kecantikan. Bersama jasa maklon PT Mash Moshem Indonesia, kamu bisa membuat produk kosmetik yang aman dan menghindari jenis pengawet yang tidak boleh digunakan. Dengan dukungan fasilitas standar, semua tahapan pembuatan dilakukan sesuai prosedur keamanan yang berlaku, sehingga kualitas tetap terjamin. Untuk mewujudkannya, ikuti tahapan maklon melalui:
Diskusi Ide dan Konsep Produk
Tahapan awal yang perlu kamu lakukan adalah berdiskusi dengan tim PT Mash Moshem Indonesia perihal ide dan konsep produk kosmetik yang ingin diciptakan. Apakah produk skincare, parfum, makeup, atau sabun? Pada tahap ini, kamu juga akan dibantu tim untuk menentukan target pasar, apakah khusus wanita dewasa, remaja, atau justru pria?
Menentukan Komposisi Bahan Kosmetik yang Aman
Tim PT Maash Moshem Indonesia akan mengajak kamu untuk menyusun racikan bahan kosmetik, termasuk memilih jenis pengawet dalam kosmetik yang aman untuk kulit, sehingga meminimalisir adanya efek buruk pada konsumen. Formula ini akan langsung diuji oleh tim formulator sesuai prosedur keamanan yang berlaku untuk memastikan bahwa kualitas tekstur dan aroma produk layak digunakan pada kulit.
Merancang Desain Kemasan
Tak hanya formula, kamu juga akan didampingi tim multimedia untuk menentukan desain label dan kemasan produk sesuai identitas brand. Baik dari segi pemilihan warna, elemen tambahan, maupun font. Proses ini memastikan bahwa informasi pada kemasan dan label mudah dibaca serta dipahami oleh konsumen.
Proses Produksi dengan Fasilitas Standar
Tahapan produksi kosmetik kamu dilakukan dengan fasilitas standar CPKB Grade A, sehingga mendukung kemudahan untuk mendaftarkan pada legalitas produk sebelum diedarkan. Mulai dari registrasi BPOM, sertifikasi halal, serta klaim lain seperti cruelty free, dermatology tested, maupun minim iritasi.
Penyusunan Strategi Promosi dan Distribusi Produk
PT Mash Moshem Indonesia juga akan mendampingi kamu untuk melakukan distribusi produk sesuai target pasar, bahkan akan dibantu dalam penyusunan strategi promosi yang tepat. Langkah ini memastikan bahwa pemasaran yang kamu lakukan sudah tepat sesuai segmentasi pasar, sehingga produk mudah dikenal dan ditemukan konsumen.
Yuk, Bikin Produk Kosmetik yang Aman untuk Brand Sendiri Bersama PT Mash Moshem Indonesia!
Berbekal pengetahuan jenis pengawet dalam kosmetik yang aman maupun yang tidak diperbolehkan bisa kamu manfaatkan untuk menciptakan produk sesuai kebutuhan pasar. Tidak perlu memiliki pabrik sendiri, kamu bisa bekerja sama dengan jasa maklon kosmetik dari PT Mash Moshem Indonesia. Dengan dukungan tim profesional, kamu akan didampingi sejak awal penyusunan konsep hingga distribusi produk sampai ke tangan konsumen.
Hadir sejak 2011, PT Mash Moshem Indonesia telah bekerja sama dengan 1972+ brand dan menghasilkan 6080+ produk kosmetik berkualitas sesuai standar. Sekarang, saatnya kamu masuk dalam kategori brand owner kosmetik yang sukses bersama kami! Jadi, segera hubungi kami dengan tekan banner di bawah ini untuk konsultasi lebih lanjut!













