
Blog
Glycolic Acid Tidak Boleh Dicampur dengan Apa? Cek di Sini, Yuk!

Glycolic acid dikenal sebagai salah satu bahan eksfoliasi paling efektif. Namun, karena sifatnya cukup kuat, bahan ini tidak bisa digunakan sembarangan dan perlu dipadukan dengan formula yang tepat. Itulah kenapa banyak orang akhirnya bertanya-tanya glycolic acid tidak boleh dicampur dengan apa agar tetap aman?
Memahami aturan kombinasi bahan aktif pun sangat penting agar manfaat glycolic acid bekerja maksimal tanpa merusak perlindungan kulit. Jadi, sebelum Anda mencoba produk berbahan ini, kenali dulu glycolic acid tidak boleh dicampur dengan apa supaya pemakaiannya tetap nyaman dan aman.
5 Manfaat Glycolic Acid untuk Wajah
Glycolic acid merupakan salah satu AHA (Alpha Hydroxy Acid) yang paling populer karena mampu bekerja hingga ke lapisan kulit lebih dalam. Nah, sebelum tahu glycolic acid tidak boleh dicampur dengan apa, pahami dulu sejumlah manfaatnya seperti dilansir dari Halodoc:
Memudarkan Bekas Jerawat
Glycolic acid bekerja dengan mempercepat proses regenerasi kulit sehingga sel kulit mati yang menyumbat pori dapat terangkat secara lebih optimal. Proses ini membantu memudarkan bekas jerawat yang terbentuk akibat peradangan dan penumpukan sel kulit mati. Dengan menembus lapisan kulit lebih dalam sekaligus mendorong pembentukan sel baru, bekas jerawat perlahan bisa tampak lebih samar.
Mengurangi Tanda Penuaan Dini
Glycolic acid juga dikenal sebagai agen anti-aging yang efektif karena mampu merangsang produksi kolagen dan elastin. Kedua protein ini berperan penting dalam menjaga kekenyalan dan kekuatan kulit, sehingga garis halus dan kerutan dapat terlihat lebih minimal. Dengan penggunaan teratur, glycolic acid membantu memperbaiki tampilan kulit yang kusam akibat faktor seperti sinar matahari, gaya hidup, maupun proses penuaan alami.
Mencerahkan Warna Kulit
Paparan sinar UV, kulit kering, dan penumpukan sel kulit mati dapat membuat wajah tampak kusam. Glycolic acid membantu mengatasi masalah ini dengan melarutkan ikatan antar sel kulit mati sehingga pengelupasan terjadi lebih lembut dan merata. Ketika lapisan kulit baru mulai muncul, warna kulit tampak lebih cerah, bersinar, dan segar.
Mengecilkan Tampilan Pori
Pori-pori yang tampak besar dapat memerangkap kotoran dan minyak, kemudian menyebabkan komedo maupun jerawat. Glycolic acid membantu mengurangi ukuran pori dengan membersihkan sumbatan serta memperbaiki struktur kulit di sekitarnya. Alhasil, tampilan pori-pori akan terlihat lebih kecil dan wajah pun tampak lebih bersih.
Menghaluskan Tekstur Kulit
Permukaan kulit yang terasa kasar umumnya disebabkan oleh akumulasi sel kulit mati dan pori-pori yang tersumbat. Glycolic acid membantu memperbaiki kondisi ini dengan memicu pergantian sel secara lebih cepat, sehingga tekstur kulit menjadi lebih lembut, halus dan kenyal. Namun, untuk merasakan berbagai manfaat ini, penting memahami glycolic acid tidak boleh dicampur dengan apa saja.


Glycolic Acid Tidak Boleh Dicampur dengan Apa?
Glycolic acid memang dikenal sebagai salah satu bahan yang efektif untuk eksfoliasi, namun penggunaannya tidak bisa sembarangan. Ada beberapa bahan aktif yang sebaiknya tidak dipadukan dengan glycolic acid karena dapat memicu reaksi negatif. Dirangkum dari Homey Button, kenali glycolic acid tidak boleh dicampur dengan apa saja agar kulit tetap aman!
Retinol
Menggunakan glycolic acid bersamaan dengan retinol dapat memicu over-eksfoliasi yang menyebabkan kulit menjadi kering, merah, dan iritasi. Keduanya sama-sama kuat dan bekerja mempercepat regenerasi kulit, sehingga lebih aman digunakan secara terpisah di malam berbeda untuk menghindari efek samping berlebih.
Benzoil Peroksida
Benzoil peroksida adalah agen anti jerawat yang cukup agresif, sehingga bila dipadukan dengan glycolic acid dapat membuat kulit menjadi lebih kering dan sensitif. Kedua bahan ini sama-sama meningkatkan potensi iritasi, terutama pada kulit berjerawat yang sudah rentan. Maka, gunakan di waktu berbeda agar kulit tetap tenang dan tidak mengalami reaksi yang memperparah kondisi jerawat.
Asam Salisilat (BHA)
Karena glycolic acid dan salicylic acid termasuk eksfoliator kuat, memadukan keduanya membuat risiko eksfoliasi berlebihan meningkat. Hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi merah dan kering. Lebih baik gunakan AHA dan BHA di hari yang berbeda, terlebih karena salicylic acid kurang ramah untuk kulit sensitif, sedangkan glycolic acid cenderung lebih cocok untuk kulit normal hingga berminyak.
Baca Juga: Apakah Lactic Acid Aman untuk Ibu Hamil? Pahami Faktanya di Sini
Vitamin C
Baik glycolic acid maupun vitamin C memiliki sifat asam, sehingga penggunaan keduanya secara bersamaan dapat mengganggu keseimbangan pH kulit. Kondisi kulit yang terlalu asam dapat memicu ruam, sensasi perih, hingga iritasi, terutama pada kulit sensitif. Supaya tetap aman, gunakan vitamin C di pagi hari dan glycolic acid di malam hari agar manfaat masing-masing tetap optimal tanpa mengganggu stabilitas kulit.
Niacinamide
Niacinamide bekerja paling baik pada kondisi kulit dengan pH netral, sedangkan glycolic acid bersifat asam. Pemakaiannya di waktu bersamaan dapat mengubah niacinamide menjadi asam nikotinat yang berpotensi mengiritasi kulit. Perpaduan keduanya juga dapat menimbulkan kemerahan atau rasa panas. Dengan memahami glycolic acid tidak boleh dicampur dengan apa, Anda bisa mendapatkan manfaat bahan ini secara optimal tanpa menimbulkan efek negatif.
Contoh Produk Skincare Kandungan Glycolic Acid
Berkat manfaatnya yang beragam, glycolic acid sering dimasukkan dalam banyak produk skincare. Nah, setelah memahami glycolic acid tidak boleh dicampur dengan apa, ketahui beberapa contoh produk yang umumnya mengandung bahan ini:
Toner Eksfoliasi
Toner dengan kandungan glycolic acid biasanya digunakan untuk mengangkat sel kulit mati secara lembut dan mempercepat regenerasi kulit. Kandungan ini bekerja menembus lapisan permukaan kulit sehingga membuat teksturnya lebih halus dan membantu memudarkan noda hitam secara bertahap.
Serum Pencerah
Serum dengan glycolic acid diformulasikan lebih konsentrat sehingga mampu bekerja lebih dalam untuk meratakan warna kulit dan mengatasi hiperpigmentasi. Produk berbahan ini juga membantu memperbaiki tampilan pori-pori, mencerahkan area kusam, dan meningkatkan produksi kolagen.
Baca Juga: Lauric Acid Apakah Comedogenic? Pahami Faktanya di Sini
Krim Malam (Night Cream)
Night cream yang mengandung glycolic acid biasanya difokuskan untuk memperbaiki kulit saat tidur, ketika sel-sel bekerja lebih aktif. Kombinasi pelembap dan jenis AHA dalam produk ini membuat kulit terasa lebih halus di pagi hari sekaligus membantu memudarkan garis halus.
Masker Eksfoliasi
Masker wajah berbahan glycolic acid memberikan efek pengelupasan instan yang membantu membuat kulit tampak lebih cerah dan segar setelah pemakaian. Kandungan ini turut bekerja mengangkat sel kulit mati sekaligus membersihkan pori-pori yang tersumbat, sehingga pas dipakai terutama bagi pemilik kulit kusam atau tekstur tidak merata.
Cleanser AHA
Beberapa pembersih wajah juga mengandung glycolic acid untuk memberikan efek eksfoliasi ringan sejak tahap pertama skincare. Kandungan ini membantu melarutkan minyak berlebih, mengurangi penumpukan sel kulit mati, dan mempersiapkan kulit untuk menyerap produk berikutnya dengan lebih optimal. Nah, dengan berbagai pilihan produk ini, pastikan Anda tetap perhatikan glycolic acid tidak boleh dicampur dengan apa untuk menghindari efek samping.


Panduan Membuat Skincare Kandungan Glycolic Acid
Ingin membuat skincare berbahan glycolic acid? Anda bisa bekerja sama dengan jasa maklon seperti Mash Moshem Indonesia. Berpengalaman sejak tahun 2011, Mash Moshem Indonesia akan mendampingi setiap tahapan dari penyusunan konsep hingga produk siap dipasarkan. Berikut langkah-langkahnya:
Konsultasi Awal dan Penentuan Konsep
Pada tahap ini Anda akan berdiskusi dengan tim untuk menentukan jenis skincare yang akan dibuat, seperti toner, serum eksfoliasi, atau krim malam. Tim juga akan membantu mengarahkan konsep berdasarkan tren pasar dan kebutuhan target konsumen. Termasuk di dalamnya membahas keamanan bahan aktif dan menjelaskan glycolic acid tidak boleh dicampur dengan apa agar produk tetap aman digunakan tanpa risiko iritasi.
Perancangan Formula dan Pembuatan Sampel
Setelah konsep disepakati, barulah dilakukan perancangan formula yang tepat agar glycolic acid bekerja maksimal tetapi tetap lembut di kulit. Mash Moshem Indonesia akan memastikan bahan aktif dipadukan dengan komponen pendukung yang stabil, mengingat glycolic acid tidak boleh dicampur dengan apa dalam beberapa kondisi tertentu. Anda juga akan menerima sampel uji untuk menilai tekstur, kenyamanan, dan efektivitas produk sebelum produksi dilanjutkan.
Pengurusan Legalitas dan Dokumen Resmi
Legalitas menjadi bagian penting agar produk skincare dapat dipasarkan secara aman dan memenuhi ketentuan hukum. Mash Moshem Indonesia akan mengurus semua kebutuhan seperti BPOM, sertifikasi halal, hingga uji pendukung lain yang dibutuhkan. Dengan legalitas yang lengkap, produk Anda tidak hanya aman dipasarkan tetapi juga memiliki nilai kepercayaan lebih di mata konsumen.
Pengembangan Desain Kemasan
Pada tahap ini, tim desain akan membantu menciptakan tampilan kemasan yang sesuai dengan identitas brand dan nilai produk. Warna, logo, hingga bentuk packaging disesuaikan agar memiliki daya tarik visual yang kuat dan informatif. Selain estetika, desain juga mempertimbangkan keamanan bahan aktif glycolic acid sehingga kemasan tetap bisa menjaga stabilitas formulanya.
Produksi dalam Skala Besar
Setelah formula dan legalitas rampung, proses masuk ke tahap produksi massal menggunakan fasilitas berstandar industri. Mash Moshem Indonesia memastikan setiap batch diproduksi dengan quality control ketat agar hasilnya konsisten dan tetap memenuhi standar keamanan. Dengan proses produksi profesional, skincare glycolic acid Anda bisa diproduksi dalam jumlah besar tanpa mengorbankan kualitas.
Penyusunan Strategi Pemasaran
Langkah terakhir adalah persiapan strategi pemasaran agar produk lebih mudah diterima pasar. Tim Mash Moshem Indonesia dapat memberi rekomendasi channel penjualan yang tepat hingga pembuatan materi promosi. Dukungan ini memungkinkan produk Anda lebih mudah dikenal sekaligus bersaing di pasar skincare yang semakin kompetitif.
Yuk, Bikin Produk Skincare Kandungan Glycolic Acid Bersama Mash Moshem Indonesia!
Jika Anda tertarik menghadirkan produk skincare dengan glycolic acid yang efektif dan aman, Mash Moshem Indonesia siap menjadi partner terbaik. Dengan tim formulator berpengalaman, fasilitas produksi bersertifikat, hingga layanan branding lengkap, And bisa mengembangkan produk impian tanpa repot.
Mulai dari konsultasi, uji sampel, legalitas, desain, sampai strategi pemasaran, semuanya bisa Anda dapatkan dalam satu tempat. Jadi, yuk, wujudkan brand skincare Anda bersama Mash Moshem Indonesia dengan menekan banner di bawah!













