Formula dan Bahan

Lactobionic Acid Tidak Boleh Dicampur dengan Bahan Apa? Cek di Sini

lactobionic acid tidak boleh dicampur dengan

Merawat kulit dengan bahan aktif memang menawarkan banyak manfaat, tetapi cara memakainya perlu diperhatikan agar kulit tetap aman. Begitu juga dengan lactobionic acid, yang meski terkenal lembut, tetap memiliki batasan dalam penggunaannya. Oleh karena itu, penting memahami bahwa lactobionic acid tidak boleh dicampur dengan bahan tertentu untuk menjaga fungsinya tetap optimal. 

Nyatanya, masih banyak pengguna skincare mengira semua bahan aktif bisa dipakai bersamaan, padahal beberapa kombinasi justru bisa membuat kulit rentan iritasi. Dengan mengetahui sejak awal lactobionic acid tidak boleh dicampur dengan apa saja, Anda dapat menyusun rutinitas perawatan yang lebih tepat dan efektif tanpa khawatir menimbulkan masalah baru pada kulit.

Mengenal Lactobionic Acid dalam Kosmetik

Sebelum tahu lactobionic acid tidak boleh dicampur dengan apa saja, penting untuk memahami terlebih dahulu mengenai bahan ini. Mengutip Byrdie, lactobionic acid merupakan jenis polyhydroxy acid (PHA) yang berasal dari gula susu. Secara karakter, lactobionic acid bekerja sebagai agen eksfoliasi sekaligus membantu menjaga hidrasi, sehingga masuk dalam kategori kandungan yang bersifat multifungsi.

Adapun yang membuatnya berbeda dari asam AHA dan BHA adalah ukuran molekulnya yang jauh lebih besar. Struktur molekul yang besar tersebut membuat lactobionic acid tidak mudah menembus kulit terlalu dalam. Alhasil, proses eksfoliasi berlangsung lebih perlahan, tanpa menimbulkan sensasi cekat-cekit yang sering muncul saat memakai AHA atau BHA. 

Itulah alasan mengapa bahan ini dianggap sebagai pilihan yang lebih lembut, terutama untuk kulit sensitif atau yang baru mulai mencoba produk eksfoliasi. Asalkan Anda memperhatikan lactobionic acid tidak boleh dicampur dengan apa, penggunaan bahan ini bisa jadi solusi untuk mendapat kulit sehat tanpa khawatir risiko iritasi. 



5 Manfaat Lactobionic Acid untuk Wajah

Lactobionic acid dikenal sebagai salah satu kandungan yang memberi efek lembut namun efektif pada kulit. Sebelum memahami lebih lanjut soal lactobionic acid tidak boleh dicampur dengan apa, ketahui sejumlah manfaat bahan ini untuk wajah seperti dilansir dari Clinikally:

Meningkatkan Hidrasi dan Kelembapan Kulit

Lactobionic acid bersifat higroskopis, yakni mampu menarik dan mempertahankan kelembapan dari lingkungan sebelum mengikatnya ke kulit. Proses ini membantu menjaga hidrasi optimal sekaligus meningkatkan kekenyalan dan elastisitas kulit. Dengan kelembapan yang terjaga, tampilan garis halus dan kerutan pun dapat berkurang, sehingga membuat kulit terlihat lebih segar.

Memperkuat Fungsi Skin Barrier

Selain melembapkan, lactobionic acid juga berperan penting dalam memperkuat pelindung alami kulit (skin barrier). Ketika pelindung ini berada dalam kondisi prima, kulit mampu mengunci kelembapan lebih baik dan terlindungi dari iritasi akibat faktor eksternal. Penguatan barrier ini juga membuat proses eksfoliasi dengan lactobionic acid terasa lebih menenangkan karena risiko kemerahan dan peradangan menjadi lebih rendah.

Menenangkan Kulit Berkat Sifat Anti-inflamasi

Lactobionic acid memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan iritasi, kemerahan, maupun sensasi tidak nyaman pada kulit. Karena itulah kandungan ini sangat cocok bagi pemilik kulit sensitif asalkan tetap dipakai dengan memperhatikan lactobionic acid tidak boleh dicampur dengan apa saja. Dengan penggunaan teratur, kulit dapat terasa lebih stabil, tenang, dan tidak mudah mengalami peradangan.

Menangkal Kerusakan dengan Sifat Antioksidan

Berkat sifat antioksidannya, lactobionic acid mampu menetralkan radikal bebas, yaitu molekul berbahaya penyebab stres oksidatif. Alhasil, bahan ini mampu melindungi kulit dari efek buruk sinar UV dan polusi. Hal tersebut membuat kesehatan kulit secara keseluruhan tetap terjaga sekaligus meminimalkan kerusakan yang sulit dihindari sehari-hari.

Mendukung Pencegahan Tanda-tanda Penuaan

Perpaduan efek hidrasi, perlindungan barrier, sifat menenangkan, serta sifat antioksidan membuat lactobionic acid efektif dalam mencegah munculnya tanda-tanda penuaan. Kulit yang terhidrasi baik, terlindungi, dan minim peradangan juga cenderung mempertahankan elastisitasnya. Karena itu, bahan ini sering digunakan dalam rangkaian perawatan anti-aging untuk menjaga kulit tetap sehat dan awet muda.

Baca Juga: Lauric Acid Apakah Aman untuk Ibu Hamil? Pahami Faktanya di Sini

Lactobionic Acid Tidak Boleh Dicampur dengan Bahan Apa?

Lactobionic acid memang dikenal lembut di kulit, namun tetap merupakan exfoliant yang perlu digunakan dengan bijak. Untuk menjaga efektivitas sekaligus mencegah iritasi, penting memahami bahan-bahan apa saja yang sebaiknya tidak dikombinasikan dengannya. Merangkum berbagai sumber, lactobionic acid tidak boleh dicampur dengan sejumlah bahan berikut ini: 

Retinol dan Turunannya

Kombinasi lactobionic acid dengan retinol, retinal, atau retinoid dapat meningkatkan risiko iritasi karena sama-sama bekerja pada proses pembaruan sel kulit. Retinol sendiri sudah cukup aktif dan dapat menyebabkan kulit lebih sensitif, sehingga ketika digabung dengan lactobionic acid yang bersifat eksfoliatif, kulit bisa mengalami kemerahan, rasa panas, dan pengelupasan berlebih. 

AHA dan BHA Konsentrasi Tinggi

Walaupun lactobionic acid termasuk PHA yang lembut, bahan ini tetap berfungsi sebagai eksfoliasi sehingga tidak dianjurkan dipakai bersamaan dengan AHA seperti glycolic acid atau lactic acid maupun BHA seperti salicylic acid dalam konsentrasi tinggi. Kombinasi exfoliant ganda dapat menyebabkan over-exfoliation yang membuat skin barrier melemah, memicu kulit kering dan perih. 

Vitamin C Ascorbic Acid

Ascorbic acid memiliki tingkat keasaman yang spesifik agar dapat bekerja efektif sebagai antioksidan. Ketika dicampur dengan lactobionic acid, keseimbangan pH formula dapat terganggu sehingga efektivitas vitamin C menurun. Selain itu, kulit sensitif dapat bereaksi karena dua bahan aktif ini sama-sama memberi stimulasi. 

Benzoyl Peroxide

Berikutnya, lactobionic acid tidak boleh dicampur dengan benzoyl peroxide. Bahan ini merupakan agen antibakteri yang cukup kuat dan sering menyebabkan kulit menjadi lebih kering. Jika digunakan di waktu yang sama dengan lactobionic acid yang merupakan bahan eksfoliasi, kombinasinya dapat memperparah kekeringan sekaligus meningkatkan potensi iritasi. 



Panduan Membuat Kosmetik dari Lactobionic Acid

Jika Anda ingin mengembangkan produk kosmetik berbahan lactobionic acid namun tidak memiliki fasilitas atau keahlian produksi, menggunakan jasa maklon seperti Mash Moshem Indonesia adalah langkah paling praktis dan aman. 

Hadir sejak 2011, Mash Moshem Indonesia bisa membantu seluruh proses dari nol hingga produk siap rilis. Proses ini termasuk memastikan formula stabil, aman, dan sesuai aturan, apalagi lactobionic acid tidak boleh dicampur dengan bahan tertentu sehingga perlu penanganan formulasi yang tepat. Berikut langkahnya:

Konsultasi untuk Mengembangkan Konsep Produk

Tahap pertama dimulai dengan konsultasi mengenai ide dan tujuan produk yang ingin Anda buat. Pada fase ini, Anda bisa menentukan apakah ingin merancang toner, serum, atau moisturizer berbahan lactobionic acid, sekaligus menyesuaikannya dengan karakter target pasar. Konsultasi ini membantu memastikan arah produk sudah jelas sebelum masuk ke proses teknis pembuatan.

Penyusunan Formulasi dan Pembuatan Sampel

Setelah konsep disepakati, tim formulator akan mulai menyusun komposisi bahan yang tepat, termasuk menentukan kadar lactobionic acid yang aman dan efektif. Tahap ini juga memperhitungkan stabilitas formula, terutama karena lactobionic acid tidak boleh dicampur dengan bahan-bahan tertentu yang dapat menyebabkan iritasi atau menurunkan efektivitas produk. Berikutnya, sampel akan dibuat untuk diuji, sehingga Anda bisa menilai tekstur, aroma, hingga hasilnya di kulit.

Baca Juga: 7 Manfaat madecassoside untuk Wajah, Bantu Perkuat Skin Barrier

Pengurusan Legalitas dan Izin Edar

Produk kosmetik wajib memiliki izin edar seperti BPOM sebelum dipasarkan. Mash Moshem Indonesia akan membantu proses administrasi ini, mulai dari penyusunan dokumen, pendaftaran, hingga verifikasi. Dengan legalitas yang lengkap, produk Anda menjadi lebih kredibel sekaligus aman untuk diedarkan secara luas.

Pembuatan Desain Kemasan

Tidak hanya formula, tampilan produk juga menjadi kunci kesuksesan penjualan. Pada tahap ini, tim desain akan membantu menciptakan identitas visual berupa kemasan, label, dan elemen branding lainnya yang sesuai dengan karakter produk. Hasil akhirnya akan dibuat menarik, informatif, dan tentunya tetap selaras dengan konsep brand Anda.

Proses Produksi Massal Berdasarkan Standar Industri

Setelah formula final dan izin edar rampung, produk akan diproduksi dalam jumlah besar menggunakan fasilitas Mash Moshem Indonesia yang sudah memenuhi standar GMP. Setiap batch melalui pengawasan kualitas untuk memastikan tekstur, warna, aroma, dan kandungan tetap konsisten. Proses ini menjamin produk Anda aman dan siap bersaing di pasaran.

Penyusunan Strategi Pemasaran yang Tepat Sasaran

Tahap akhir adalah merancang strategi pemasaran agar produk cepat dikenal. Mash Moshem Indonesia bisa membantu menyusun konsep branding, materi promosi, hingga strategi distribusi yang relevan dengan segmen yang dituju. Dengan pendekatan pemasaran yang terarah, produk berbahan lactobionic acid Anda berpeluang lebih besar diterima oleh konsumen dan berkembang di industri kecantikan.

Yuk, Bikin Kosmetik Kandungan Lactobionic Acid yang Aman Bersama Mash Moshem Indonesia!

Saatnya menghadirkan produk kecantikan yang bukan hanya tren, tetapi juga aman dan memiliki nilai lebih di mata konsumen. Dengan dukungan Mash Moshem Indonesia, Anda tidak perlu khawatir soal formulasi, keamanan, atau proses produksi karena semuanya ditangani oleh tim ahli yang berpengalaman. 

Anda cukup menyiapkan ide, sisanya biarkan para profesional yang mewujudkan menjadi produk berkualitas tinggi. Jadi, kalau Anda ingin menghadirkan kosmetik berbahan lactobionic acid yang terpercaya dan siap bersaing di pasaran, klik banner di bawah untuk memulainya sekarang! 



author-avatar

About PT Mash Moshem Indonesia

PT. Mash Moshem Indonesia merupakan perusahaan jasa pembuatan kosmetik private label yang telah beroperasi sejak tahun 2011