Bisnis Model Canvas: Pengertian dan Cara Pembuatannya untuk Brand Kosmetik

Siapa sih, yang enggak pingin punya usaha atau bisnis sendiri yang sukses? Semua orang, khususnya seorang pengusaha, pasti memiliki impian ini.

Oleh karena itu, sangat penting bagimu untuk merancang ide dan strategi bisnis sebaik mungkin. Selain menggunakan business plan, kamu juga bisa menggunakan bsinis model canvas.

Sudah pernah dengar soal bisnis model canvas sebelumnya? Kalau belum, kamu enggak perlu khawatir, karena dalam artikel ini akan menjelaskan dengan detil apa yang dimaksudkan dengan bisnis canvas, manfaatnya buatmu, serta cara membuatnya.

Apa Itu Bisnis Model Canvas?

Sebelum jauh membahas bagaimana cara membuatnya, kamu perlu mengetahui apa sih yang dimaksud dengan bisnis model canvas.

Pada dasanya, bisnis model canvas adalah sebuah tool atau konsep bisnis yang belakangan ini sangat populer. Beberapa perusahaan besar seperti Amazon, Toyota, hingga Hyundai Menggunakan konsep bisnis ini untuk menjalankan usaha mereka.

Sebab dalam bisnis canva ini, kamu bisa sangat mungkin untuk menciptakan konsep atau ide dengan mudah serta lebih terstruktur.

9 Elemen dalam Bisnis Model Canvas yang Harus Kamu Tahu

Sebelum membahas bagaimana cara membuat bisnis model canvas, kamu perlu mengetahui berbagai elemen yang ada dalam konsep bisnis ini.

Yap! Seenggaknya ada sembilan elemen bsinis model canvas yang harus kamu tahu. Karena dalam proses visualisasinya, setiap elemen akan dimasukkan ke dalam kolom atau kotak dalam template bisnis canvas di bawah ini.

Nah, sebelum kita membahas bagaimana cara menggunakan template bisnis canvas di atas, mari ketahui sembilan elemen yang telah disinggung sebelumnya. Yuk, simak bareng-bareng!

Customer Segment (Segmentasi Pelanggan)

Elemen bisnis model canvas yang pertama adalah segmentasi pelanggan (customer segment). Maksudnya kamu perlu menentukan siapa saja pelanggan potensial yang kamu miliki dari brand kosmetik atau bisnis yang dijalankan.

Ini sangat penting karena tanpa segmentasi konsumen yang jelas, produk kosmetik yang akan kamu buat akan jadi lebih susah untuk dipasarkan. 

Sebagai contoh, ketika kamu memproduksi sebuah parfum dengan wangi dan elegan, kamu harus tahu siapa orang yang paling sering menggunakan produk ini.

Tentunya, orang-orang yang sangat suka dengan kesan elegan dan mewah. Karenanya, kamu bisa menyasar perempuan-perempuan muda, ibu-ibu, bahkan lelaki dewasa yang sudah aktif menghadiri acara-acara resmi seperti pernikahan.

Apapun produk yang kamu buat, langkah pertama yang paling penting adalah menentukan segmentasi pasar yang tepat.

Kamu juga bisa mencari tahu cara membuat segmentasi pasar untuk bisnis kosmetik di sini.

Value Propositions (Nilai Brand / Produk)

Setelah mengetahui segmentasi pasar, salah satu elemen dalam bisnis model canva yang perlu kamu perhatikan selanjutnya adalah value proposition.

Artinya, kamu perlu menimbang apakah nilai yang kamu tawarkan kepada konsumen yang menggunakan produk atau brand tersebut.

Dalam hal ini, value position juga bisa berbentuk solusi atas permasalahan yang dialami pelanggan, urgensi penggunaan produk, ataupun manfaat-manfaat apa saja yang diunggulkan dalam brand tersebut.

Value proposition ini memiliki kesamaan dengan Unique Selling Point (USP) dari sebuah produk. Karenanya, semakin unik dan efisien produk kosmetik yang kamu buat, maka akan semakin tinggi juga nilai jualnya.

Kamu bisa mencari lebih banyak soal Unique Selling Point (USP) di sini.

Channel

Yang dimaksud dengan channel dalam elemen bisnis model canvas ini adalah sarana interaksi antara pelanggan dengan brand kosmetik yang kamu miliki. Baik untuk tujuan promosi produk, pembelian, bahkan pengaduan.

Misalnya, ketika kamu membuat brand kosmetik sendiri, tentu kamu bisa menggunakan website sebagai channel utama untuk membangun relasi dengan pelanggan.

Selain itu, dalam website ini pun kamu dapat menampilkan katalog produk kosmetik yang kamu buat. Bahkan di media pemasaran online ini kamu bisa langsung melaksanakan transaksi jual beli, lho!

Tak hanya website, kamu juga bisa menggunakan berbagai jenis media promosi dan penjualan online untuk menjangkau lebihbanyak target konsumen.

Baca Juga: 11 Jenis Media Promosi Online yang Cocok untuk Brand Kosmetik

Customer Relationship

Elemen dalam bisnis model canva selanjutnya adalah customer relationship. Masih berhubungan dengan point sebelumnya, kamu bisa menentukan bagaimana cara untuk berkomunikasi dengan konsumen.

Tujuannya, kamu dapat memilih strategi terbaik untuk berinteraksi dengan pelanggan. Juga menyajikan kesan ramah, menyenangkah, sehingga pelanggan akan senang dan nyaman ketika melakukan konsultasi.

Selain dapat menjaring konsumen baru, elemen ini juga bisa membantu menjaga hubungan baik antara konsumen dan brand kosmetik milikmu.

Revenue Streams

Elemen selanjutnya adalah revenue streams, yakni yang membahas tentang sumber pendapat dari bsinis atau brand kosmetik yang kamu jalankan.

Pada elemen bisnis model canva satu ini, kamu harus mengetahui bagiamana dan dari mana toko kosmetik online-mu dapat memperoleh pemasukan.

Misalnya, ketika kamu mengelola sebuah toko kosmetik, maka pendapatan utama yang kamu peroleh tentu berasal dari penjualan kosmetik tersebut.

Namun, kamu bisa juga mengembangkannya dengan memabngun sistem berlangganan atau menjual produk berdasarkan paket-paket.

Kamu bahkan bisa mengembangkan bisnis ini dengan menawarkan produk-produk baru, juga menambahkan inovasi serta manfaat baru dari produk kamu.

Key Activities

Elemen bisnis canvas selanjutnya adalah key activities, yang akan menjelaskan bagiaman sistem operasional dari bisnis kosmetik yang jalankan.

Sebagai contoh, key activities ini akan mengelola bagaimana produk-produk tersebut akan dihasilkan, dipasarkan, bahkan bagaimana pembeli bisa menemukan serta membeli produk tersebut.

Selain itu, kamu juga perlu memastikan bahwa penyimpanan dan distribusi produk kosmetik ini bisa berjalan dnegan baik. Sehingga konsumen akan menerima produk tersebut dalam keadaan yang baik dan memuaskan.

Baca juga: Cara Mengelola Stock Di Gudang Penyimpanan Produk Kosmetik Berikut Ini

Key Resources

Agar key activities dapat berjalan dengan lancar, kamu memerlukan keberadaan key resources. Maksudnya, kamu perlu menentukan besaran sumber daya dan modal sesuai kebutuhan operasional bisnis kosmetik milikmu.

Ketika akan menjalankan bisnis dengan brand kosmetik sendiri, kamu perlu memenuhi beberapa key resources. Misalnya dengan menentukan ketersediaan produk kosmetik yang akan dijual, sesuai dengan kebutuhan target konsumen yang akan dicapai.

Selain itu, kamu juga harus menyiapkan website sistem pembelian dan transaksi yang memudahkan konsumen. Misalnya dengan memastikan laman ini dapat diakses dengan mudah dan cukup mobile-friendly dengan sistem katalog produk kosmetik yang baik dan menarik.

Key Partners

Jika key resource membicarakan sumber daya internal, maka key partner adalah jenis sumber daya / modal eksternal yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Ketika akan mengembangkan bisnis kosmetik dengan brand sendiri, tentu key partner yang dimaksud adalah perusahaan penyedia jasa maklon terpercaya.

Dalam hal ini, Mash Moshem Indonesia dapat menjadi partner terpercaya dari brand kosmetikmu. Karena kami visa menciptakan berbagai jenis produk kosmetik dengan manfaat yang beragam, bahan-bahan yang unik, juga mendukung proses promosi yang akan kamu lakukan kedepannya.

Cost Structure

Elemen terakhir yang ada dalam bisnis model canvas adalah cost struktur atau sistem pembayaran. Pada bagian ini kamu harus bisa menjelaskan dengan detil bagaimana dan seberapa besar biaya yang dikeluarkan utnuk mengoperasikan bisnis kosmetik tersebut.

Kamu bisa mem-breakdown apa saja kebutuhan atau biaya yang ada pada tiap elemen sebelumnya. Khususnya pada elemen key activities, key resource, hingga key partner.

Tips dan Cara Membuat Bisnis Model Canvas untuk Brand Kosmetik

Setelah mengetahui apa saja elemen yang ada dalam bisnis model canvas, maka kamu sudah bisa langsung menerapkan cara membuat bisnis model canvas untuk brand kosmetik berikut ini.

Yuk, simak dengan baik step by step-nya!

Melakukan Riset Kompetitor

Langkah yang pertama dalam cara membuat bisnis model canvas adalah riset competitor. Bagi beberapa orang, strategi ini mungkin kurang menarik dan mereka bisa saja membuat bsinis model canvas sendiri.

Sebenarnya, dengan melakukan riset competitor kamu bisa mendapatkan wawasan dari keberhasilan serta kelemehana dari produk yang djual oleh brand competitor.

Dengan informasi-informasi ini, kamu bisa mengatur strategi dan mengembangkan produk kosmetik yang kamu buat untuk lebih unggul dari competitor.

Nah, untuk tahu lebih jauh soal riset competitor baca di sini.

Menyesuaikan Data dalam Kelompok yang Berurutan

Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data pada tiap elemen bisnis model canvas, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Setelah semua data ini terkumpul, kamu akan tahu bagaimana cara untuk menjadi prioritas dari sembilan elemen bisnis canvas tersebut.

Kamu juga bisa memetakan semua data yang telah didapatkan tersebut dalam kurun waktu tertentu. Karena dengan tenggat waktu yang semakin jelas, maka tujuan yang harus dicapai pun akan jelas dan pengukuran keberhasilan akan lebih mudah.

Menghubungkan Tiap Elemen yang Ada

Cara membuat bisnis model canvas untuk brand kosmetik selanjutnya adalah dengan menghubungkan tiap elemen yang ada. Sehingga akan membentuk kesalingan yang koherensi dan kohesi

Sebagai contoh, dalam nilai produk (value Propositions), kamu tentu menawarkan kosmetik dengan manfaat khusus. Secara otomatis, kamu juga memeliki segmentasi pelanggan yang jelas agar diketahi bagaimana revenue stream yang akan kamu dapatkan.

Fokus pada Kondisi Usaha Saat Ini

Selanjutnya adalah dengan focus pada kondisi usaha saat ini. Kamu memang bisa merancang bisnis model canvas untuk masa depan, namun akan lebih baik untuk memikirkan bagaimana keadaan atau kondisi usahamu saat ini.

Dengan begitu, kamu bisa mengatur strategi yang lebih tepat. Sehingga pengembangan dan kemajuan bisnis kosmetik kamu akan jauh lebih pesat.

Melakukan Review pada Draft Konsep Bisnis Canvas

Langkah terakhir dalam menyusun bisnis model canvas untuk brand kosmetik adalah dengan melakukan pengecekan ulang. Kamu harus memastikan bahwa setiap data yang tersusun dalam draft ini telah sesuai dengan kebutuhan kamu.

Selain itu, kamu perlu membuat penilaian dalam skala antara satu sampai sepuluh pada bisnis canvas yang telah dibuat tadi. Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan jika ada model yang menurut kamu bisa diperbaiki ataupun dioptimalkan.

Kamu telah mempelajari bagaimana cara membuat bisnis model canvas untuk brand kosmetik. Pada dasarnya, pengonsepan ini tergolong ke dalam bentuk business plan. Sehingga kamu bisa menyesuaikan isinya dengan kebutuhan brand kosmetikmu.

About Author

Related posts

fitur paket bundling tokopedia (2)

Fitur Paket Bundling di Tokopedia, Cara Mudah Jual Produk Lebih Banyak!

Ketika menjalankan toko online, kita pasti selalu menginginkan bisnis yang lacar dan jumlah penjualan tinggi. Nah, dengan mengaktifkan fitur paket bundling di Tokopedia, kamu bisa meraih jumlah penjualan yang besar dan kunjungan toko yang tinggi. Tokopedia merupakan e-commerce terpopuler...

Continue Reading

Leave a Comment