Insight Kosmetik

Apa itu Produk Kosmetik Cruelty-Free? Ini Kriteria & Peluang Bisnisnya

produk kosmetik cruelty-free

Ketika membeli produk kosmetik, terkadang kita menemukan istilah “cruelty-free” pada label kemasan. Sayangnya, masih banyak yang belum memahami apa itu produk kosmetik cruelty-free dan mengapa penting dipahami? Padahal, istilah pada label ini berkaitan erat dengan tren produk kosmetik berkelanjutan.

Tren tersebut menjadi bukti semakin meningkatnya kesadaran konsumen dalam memilih produk kosmetik. Dari situlah, hadir kosmetik cruelty-free yang mana tidak melibatkan uji coba pada hewan dalam proses pengembangannya. 

Jadi, sebelum memilih, sebaiknya kamu pahami terlebih dahulu apa itu produk kosmetik cruelty-free dan kriterianya pada artikel di bawah ini!


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia

Apa  Itu Produk Kosmetik Arti Cruelty-Free?

Cruelty-free produk kosmetik mengacu pada penggunaan komponen/bahan dalam produk akhir tidak diujikan kepada hewan. Dalam hal ini, meski banyak pihak yang mengklaim ‘tidak ada bahaya berarti pada hewan uji coba’, aspek yang ditekankan dalam cruelty-free sebenarnya adalah menggunakan hewan sebagai bahan uji coba.

Singkatnya, produk kosmetik cruelty-free adalah produk yang tidak diuji pada hewan dalam proses pengembangan maupun produksi. Di sini, tidak ada hewan yang dijadikan subjek uji coba dalam mengukur keamanan produk kosmetik.

Ini juga yang membuat vegan skincare dan cruelty-free cosmetic berbeda. Meski kedua-duanya memiliki tujuan untuk melindungi kelestarian binatang, namun dalam cruelty-free cosmetic tidak serta merta menolak penggunaan bahan hewani.

Selama bahan-bahan tersebut tidak membuat ekosistem maupun keberadaan hewan tersebut di lingkungan menjadi terancam. Misalnya, penggunaan susu sapi, yogurt, beeswax, dan bahan-bahan hewani lainnya.

Beda Label Cruelty Free dan Vegan Kosmetik

Meski arti dan konsep antara label cruelty free dengan vegan sering tumpang tindih, serta disamaartikan, sebenarnya keduanya cukup berbeda. Cruelty Free merupakan konsep produk yang berfokus untuk mengurangi aktivitas penganiayaan dan uji coba produk pada binatang. Tentu, dalam praktiknya, tak sedikit aktivis yang juga menentang penggunaan bahan-bahan dari binatang dalam kosmetik.

Meski begitu, jika bahan-bahan tersebut tidak diambil tanpa proses penganiayaan, seperti penggunaan propolis dari sarang lebah atau asam laktat dari susu sapi. Tentu produk masih bisa masuk ke dalam cruelty free.

Sementara vegan kosmetik berkonsep seperti vegan dalam makanan, artinya menolak penggunaan bahan-bahan hewani dalam produk dan juga menolak proses uji coba pada binatang. Jadi vegan kosmetik menolak penggunaan hewan dalam bentuk apapun, pada penciptaan produk kosmetik.

Baca Juga: Maklon Kosmetik Vegan, Junjung Etika dan Nilai Kesehatan

Kriteria Produk Kosmetik dengan Label Cruelty-Free

Penggunaan label cruelty-free pada brand kosmetik, sebenarnya untuk menyiratkan bahwa proses pembuatan produk kosmetik ini tidak melibatkan kekerasan pada binatang. Seperti menggunakannya sebagai uji coba atau aktivitas lain yang membahayakan binatang dengan cara apapun.

Sayangnya, karena belum ada definisi atau undang-undang pasti mengenai produk kosmetik cruelty-free ini, kriteria resmi produk kosmetik cruelty-free pun masih sangat abu-abu.

Namun secara umum, berdasarkan berbagai organisasi legalitas dari penjuru dunia mengonsepkan bahwa produk kosmetik cruelty-free selalu mengusung beberapa karakter seperti berikut ini:

  • Bahan-bahannya telah diuji pada hewan, tetapi produk akhirnya belum.
  • Merek menyewa perusahaan lain untuk melakukan tes.
  • Merek atau pabrikan mengandalkan hasil pengujian dari organisasi luar.
  • Pengujian dilakukan di negara yang berbeda dengan negara tempat merek tersebut berada (biasanya China karena memerlukan pengujian hewan).
  • Merek tersebut hanya menggunakan pengujian hewan jika diwajibkan oleh hukum sebagai bagian dari ekspansi ke pasar luar negeri (biasanya China).
  • Setidaknya satu hewan dilukai atau dibunuh dan digunakan untuk bahan (apa artinya “produk hewani”), tetapi tidak ada pengujian.
  • Merek, atau perusahaan yang terlibat dalam rantai pasokannya, telah mengandalkan hasil pengujian hewan sebelumnya dari organisasi lain, tetapi mereka tidak melakukan pengujian sendiri, merugikan hewan apa pun, atau mengambil produk atau produk sampingan yang berasal dari hewan.
  • Baik bahan maupun produk tidak pernah diuji pada hewan, dan perusahaan yang terlibat tidak melukai atau menyembelih hewan apa pun.
  • Merek tersebut memiliki sertifikasi bebas kekejaman (bukan peraturan hukum, tetapi tetap memberikan tingkat akuntabilitas yang lebih tinggi). Tiga definisi terakhir tersebut adalah bentuk produksi bebas kekejaman yang paling etis.

Sejarah Singkat Tren Cruelty-Free Cosmetics Product

Awalnya ide cruelty-free tidak ada hubungannya dengan pengujian produk pada hewan. Itu lebih tentang alternatif produk yang tidak memerlukan penyembelihan hewan.

Masalah ini lebih menarik bagi vegetarian dan vegan daripada orang-orang yang tidak ingin hewan menderita rasa sakit dan trauma karena dijadikan sebagai bahan uji coba.

Kekhawatiran mungkin terdengar serupa, tetapi mereka fokus pada kelompok orang yang berbeda. Pikirkan tentang bagaimana ada konsumen yang makan daging tetapi berbelanja tanpa kekejaman, serta mereka yang vegetarian dan vegan tetapi tidak peduli dengan gerakan bebas kekejaman.

Bermula dari Tuntutan Aktivis Hak Binatang Tahun 1959 hingga Sekarang

Pada tahun 1959 aktivis hak-hak binatang Muriel Dowding mendirikan Beauty Without Cruelty, sebuah badan amal yang akhirnya menjadi produsen kosmetik vegan.  Dowding mendorong perusahaan pakaian jadi untuk memproduksi bulu palsu daripada menyembelih hewan dan menggunakan kulit mereka. Sekitar satu dekade kemudian, Marcia Pearson mendirikan Fashion With Compassion, organisasi serupa.

Selama tahun 80-an dan 90-an bahasa ” cruelty-free ” menjadi lebih umum, menurut konsultan bisnis hijau Shel Horowitz. Istilah ini mulai mengacu pada produk pengujian hewan dan perawatan pribadi, tidak hanya bulu palsu dan barang serupa. Sementara itu, tahun 90-an Cruelty Free International menyelidiki dan mengekspos perdagangan monyet yang digunakan dalam penelitian dan pengujian produk. Mereka juga menciptakan Program Kelinci Melompat.

Faktor penting lainnya dalam gerakan ini adalah tuntutan hukum konsumen terhadap merek kosmetik besar yang berbohong tentang pengujian produk mereka pada hewan.

Pada tahun 2012, para aktivis perempuan menuntut para pelaku industri kosmetik atas klaim palsu mengenai produk “cruelty-free” mereka. Perusahaan telah mengkompromikan nilai-nilai mereka untuk mengakses pasar Cina, di mana pengujian hewan diperlukan.

Antara 2012 dan 2017, minat terhadap gerakan bebas kekejaman melonjak, menurut data Google Trends. Pada tahun 2015 hingga kini, akhirnya banyak negara-negara yang mempertimbangkan adanya perubahan dan pembentukan aturan resmi mengenai kekerasan pada binatang dalam industrial. sedang mempertimbangkan undang-undang serupa yang akan melarang pengujian pada hewan.

Konsumen produk kecantikan menilai “tidak diuji pada hewan” dan bahasa bebas kekejaman lainnya sebagai klaim terpenting pada kemasan produk mereka, menurut survei Nielsen 2015. “Tidak mengandung produk hewani” juga menjadi salah satu minat utama.



Cakupan Produk-produk dengan Klaim Cruelty Free

Meski populer karena penggunaannya dalam produk-produk perawatan wajah, nyatanya cakupan klaim cruelty free tak hanya berkaitan dengan skincare saja, loh. Nah, berikut ini beberapa cakupan produk yang bisa mendapatkan klaim cruelty free.

Kosmetika

Mulai dari produk-produk dekoratif atau make up, seperti lipstik, eyeshadow, foundation, dan banyak lainnya. Juga produk-produk perawatan diri, seperti skincare, hair care, body care, dan banyak lainnya.

Produk Pembersih Rumah Tangga

Terdapat beberapa yang masuk dalam produk pembersih rumah tangga antara lain sabun cuci, deterjen, pembersih lantai, pembersih kaca, dan banyak lainnya.

Produk Rumah Tangga Lainnya

Termasuk produk-produk untuk mengolah makanan, produk alat-alat kantor, tisu, lilin, wax, lem, dan lain sebagainya.

Badan Penerbit Sertifikasi Produk Cruelty-Free untuk Kosmetik

Berikut ini ada tiga contoh badan atau organisasi penerbit sertifikasi produk-produk kosmetik cruelty free yang telah dinilai kompeten dan terpercaya. Apa saja? Langsung simak penjelasan ketiga organisasi tersebut di ulasan berikut ini!

Leaping Bunny 

Merupakan satu-satunya organisasi sertifikasi yang diakui secara internasional untuk merek bebas kekejaman. Diperlukan audit independen untuk memverifikasi bahwa klaim bebas kekejaman itu benar. 

Leapping Bunny merupakan standar emas dalam sertifikasi bebas kekejaman untuk perusahaan produk perawatan pribadi dan rumah tangga dan menunjukkan tidak ada pengujian hewan pada tahap pengembangan apa pun.

Beauty Without Bunnies – PETA

Program sertifikasi oleh PETA ini mengharuskan perusahaan untuk menandatangani pernyataan jaminan PETA atau memberikan pernyataan yang memverifikasi bahwa mereka tidak melakukan atau menugaskan pengujian hewan pada bahan, formulasi, atau produk jadi dan bahwa mereka berjanji untuk tidak melakukannya di masa mendatang.

Choose Cruelty Free (CCF) 

Merupakan organisasi nirlaba independen yang berbasis di Australia yang menentang pengujian pada hewan. Perusahaan yang mencari akreditasi harus menandatangani kontrak yang mengikat secara hukum. 

Agar terakreditasi, tidak ada produk dan bahan perusahaan, termasuk yang disediakan oleh pemasoknya, yang boleh diuji pada hewan. CCF juga memiliki kebijakan ketat tentang bahan-bahan yang berasal dari hewan.

Baca Juga: Apa Perbedaan In Vitro dan In Vivo dalam Uji Kosmetik?

Peluang Bisnis Produk Kosmetik Cruelty-Free Brand Sendiri

Semakin tingginya kesadaran konsumen terhadap produk yang aman dan tidak menimbulkan efek samping, membuat produk cruelty-free sekarang kerap menjadi pilihan. Buktinya, dari hasil riset Market Research.com mengungkapkan bahwa pendapatan pasar kosmetik cruelty-free global bernilai US$ 6,2 miliar pada 2023 dan diproyeksikan mencapai US$ 12 miliar pada 2032.

Tingginya nilai tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran konsumen terhadap kesejahteraan hewan, sehingga permintaan produk kosmetik cruelty-free turut mengalami peningkatan secara global. Hal ini bisa kamu manfaatkan untuk membuka bisnis kosmetik cruelty-free dan menjawab kebutuhan konsumen.

Selain itu, tren clean beauty dan vegan beauty yang semakin populer menjadi alasan kenapa bisnis ini terus meningkat setiap tahunnya. Jadi, meskipun brand kosmetik kamu masih baru dan dimulai dari nol, dengan menghadirkan produk cruelty-free, dijamin bisa bersaing bersama kompetitor besar. Dengan kata lain, peluang bisnis produk kosmetik cruelty-free sangatlah terbuka dan menguntungkan untuk kamu coba.

Panduan Membuat Kosmetik Cruelty-Free untuk Brand Sendiri

Melihat tingginya peluang bisnis produk kosmetik cruelty-free, kamu tentu tertarik buat memproduksi atas nama brand sendiri, kan? Tenang, kamu bisa mewujudkannya tanpa perlu memiliki pabrik sendiri hanya dengan berpartner bersama jasa maklon di PT Mash Moshem Indonesia. Setiap prosesnya dilakukan secara terkontrol dan sesuai standarisasi industri kosmetik, sehingga produknya dijamin aman, cruelty-free, hingga vegan.

Dengan dukungan fasilitas produksi standar CPKB Grade A dan tim profesional, kamu akan didampingi dari nol hingga sukses memiliki brand kosmetik sendiri. Modalnya pun sangat fleksibel dan bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk memulainya, kamu bisa mengikuti tahapan maklon berikut.

Konsultasi dan Diskusi Produk

Tahap pertama, kamu akan diajak tim PT Mash Moshem Indonesia untuk menentukan produk kosmetik yang akan dibikin. Apakah skincare, parfum, body care, hingga hair care. Tim juga akan membantu kamu menyesuaikan target pasar, manfaat yang ditonjolkan, hingga konsep branding yang diinginkan.

Merancang Formula

Apabila konsep sudah sepakat, kamu akan didampingi tim ahli untuk merancang komposisi bahan yang cruelty-free maupun vegan sesuai manfaat yang diinginkan. Tim formulator akan melanjutkan ke tahap uji sampel untuk menguji stabilitas produk dari segi tekstur, aroma, warna, hingga efektivitasnya. Jika sampel belum sesuai seperti harapan, kamu masih bisa melakukan revisi kepada tim.

Pengurusan Legalitas

Agar produk kamu aman dan layak diedarkan secara luas, maka legalitas dan izin edar menjadi aspek yang harus dipenuhi. Tim PT Mash Moshem Indonesia akan membantu mengurus berbagai dokumen legalitas, seperti BPOM, sertifikasi halal, hingga pemenuhan uji cruelty-free dan vegan.

Membuat Desain Kemasan

Untuk menarik perhatian konsumen, kamu perlu menghadirkan kemasan yang unik dan lebih unggul dibanding kompetitor. Pada tahap ini, tim akan mendampingi kamu menentukan bentuk botol kemasan produk, pemilihan warna, tipografi, hingga desain label kemasan yang sesuai identitas brand serta mudah dibaca oleh konsumen. Dengan begitu, konsumen menjadi lebih tertarik dan produk kosmetik kamu memiliki nilai jual yang tinggi.

Produksi Skala Besar

Jika tahapan di atas sudah selesai, maka lanjut ke proses produksi skala besar di fasilitas standar CPKB Grade A. Seluruh proses ini dilakukan secara terkontrol dan diawasi langsung oleh tim ahli untuk memastikan setiap produk memiliki kualitas serta keamanan yang konsisten, termasuk pemenuhan cruelty-free.

Pendampingan Pemasaran Produk

Tim PT Mash Moshem Indonesia tidak akan lepas tangan setelah proses produksi, tapi juga menyediakan layanan after-sales. Pada tahap ini, kamu akan didampingi untuk melakukan pemasaran dan distribusi produk. Mulai dari penentuan strategi promosi, pemilihan channel pemasaran, hingga pembuatan konten promosi sesuai target pasar. Hasilnya, produk kosmetik kamu bisa lebih mudah sampai ke tangan calon konsumen dan dikenal banyak orang.

Yuk, Bikin Produk Kosmetik Cruelty-Free Brand Sendiri dengan Maklon di PT Mash Moshem Indonesia!

Tingginya permintaan produk kosmetik cruelty-free, kamu bisa memproduksinya sendiri atas nama brand sendiri dan menjualnya di pasaran. Tak perlu memiliki pabrik sendiri, PT Mash Moshem Indonesia akan membantu dari nol hingga produk siap edar sesuai target pasar. Legalitasnya lengkap, bukan cuma BPOM, Halal, HAKI, tapi juga ada HSA Singapore hingga vegan dan cruelty-free. Semua pengurusannya pun akan didampingi langsung oleh tim ahli, sehingga kamu tidak perlu bingung sendiri.

Hadir sejak 2011, PT Mash Moshem Indonesia telah berhasil membantu 2000+ brand dan menghasilkan 6113+ produk kosmetik BPOM yang siap edar di pasaran. Sekarang, saatnya kamu miliki produk kosmetik cruelty-free brand sendiri yang menjawab kebutuhan pasar, sehingga menjadi lebih unggul. Bersama kami, semua mimpi tersebut bisa terwujud. Untuk memulainya, kamu hanya perlu diskusi terlebih dahulu bersama tim ahli kami dengan tekan banner di bawah ini, Gratis!


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Statistik product & brand
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Statistik product & brand

author-avatar

About PT Mash Moshem Indonesia

PT. Mash Moshem Indonesia merupakan perusahaan jasa pembuatan kosmetik private label yang telah beroperasi sejak tahun 2011