Pentingnya Masa Kedaluwarsa Kosmetik & Contoh Produknya

Pernah merasa ragu saat mau pakai produk skincare atau makeup yang sudah lama tersimpan di meja rias? Dilihat dari kemasannya mungkin masih bagus, tapi perihal keamanannya, apakah produk yang sudah lama tidak terpakai masih aman digunakan? Dari sinilah, kamu penting memahami masa kedaluwarsa kosmetik.
Pemakaian kosmetik melewati batas masa kedaluwarsa, bisa membahayakan kulit, bahkan memicu risiko kesehatan yang cukup parah. Oleh karena itu, sebelum membeli atau memakai produk, sebaiknya pahami ciri-ciri kosmetik memasuki masa kedaluwarsa dan cara melihatnya di bawah ini.


Pentingnya Mengetahui Masa Kedaluwarsa Kosmetik
Kadaluwarsa dalam produk kosmetik juga sangat penting untuk diperhatikan para konsumen. Tanggal kadaluawarsa biasanya terletak di bagian belakang produk dan menggunakan simbol tertentu. Seperti huruf M yang berarti Month atau bulan, dan huruf Y artinya Year atau tahun.
Tak sampai di situ saja, simbol-simbol dalam tanggal kedaluwarsa tersebut memiliki tujuan. Misalnya 6 M yang berarti produk kosmetik tersebut hanya bisa bertahan selama 6 bulan sejak kemasan dibuka pertama kali.
Sementara untuk simbol dengan wadah yang tertutup. Tutup yang telah dibuka melambangkan masa kedaluwarsa produk kosmetik tersebut secara efektif dimulai setelah segel dibuka.
Pencantuman masa kedaluwarsa ini bertujuan untuk mencegah adanya efek buruk yang akan terjadi di kemudian hari.
Panjang Masa Kedaluwarsa Kosmetik Berdasarkan Jenisnya
Setiap produk kosmetik memiliki masa kedaluwarsanya sendiri. Bahkan panjang umur simpan produk pun dapat berkaitan dengan jenis sediaannya, seperti:
Maskara
Maskara menjadi salah satu kosmetik wajib untuk mempercantik bulu mata. Selain umum digunakan, maskara juga menjadi alat make up yang paling rentan bakteri dan jamur. Ini karena tempat maskara dibuat seperti tabung yang minim udara.
Secara umum, maskara memiliki masa kedaluwarsa 3 sampai 6 bulan setelah pertama kali dibuka. Ciri yang dapat dilihat ketika maskara sudah kedaluwarsa adalah dari teksturnya.
Jika tekstur maskara sudah menggumpal maka itu tandanya maskara telah kedaluwarsa. Selain itu, maskara yang kedaluwarsa juga mengalami perubahan bau.
Adapun beberapa efek sampingnya bila kamu tidak berhati-hati. Pertama, mata akan menjadi merah bila tak sengaja menggunakan masara expired. Kedua, mata bisa terkena infeksi yang bisa saja ditandai dengan rasa gatal maupun perih.
Eyeliner
Kebanyakan eyeliner memang seperti pensil. Meski terbilang rendah risiko, tapi eyeliner tetap bisa memicu bakteri dan kuman menempel.
Masa kedaluwarsa eyeliner hampir sama dengan masa kedaluwarsa maskara yaitu selama 6 bulan lamanya. Tapi kamu juga bisa mencegah eyeliner agar tidak tekontaminasi bakteri atau kuman melalui cara:
- gunakan eyeliner secara teratur terutama saat mengaplikasikannya ke mata. Mungkin kamu ingin membuat riasan dengan lebih tajam. Maka kamu bisa menggunakannya lebih tebal.
- selanjutnya, bersihkan eyeliner setelah digunakan. Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan tisu beralkohol.
Foundation Cair
Selanjutnya ada foundation cair, sama halnya dengan maskara. Bentuk kemasan foundation cair seperti tabung dengan pump. Tapi jika kita bandingkan dengan bentuk tutup botol biasa, kemasan pump ini lebih tahan lama.
Umumnya, masa kedaluwarsa foundation cair selama 12 sampai 18 bulan. Untuk mengetahui, apakah foundation cair sudah kedaluwarsa atau belum, kamu juga bisa memperhatikan beberapa hal seperti adanya perubahan warna produk, baik sebelum atau setelah kamu aplikasikan.
Kemudian adanya perubahan tekstur, perhatikan jika tekstur cairannya sudah terpisah berarti foundie telah kedaluwarsa.
Ada juga tips, agar foundation cair kamu tidak mudah terkena bakteri, melalui:
- setelah menggunakan foundation cair usahakan jangan meletakkan spons atau jari tepat di bagian lubangnya. Jadi jangan sampai pompa tabung bersentuhan dengan benda lain agar tidak terkontaminasi bakteri.
- simpan foundation cair di dalam suhu ruang. Seperti tempat yang kering, jauhkan juga dari sinar matahari, dan jangan simpan foundie di tempat lembap.
Kosmetik Berbahan Dasar Krim
Selain produk padat, kosmetik juga memiliki tekstur krim yang juga penting diketahui masa kedaluwarsanya, di antaranya meliputi:
- concealer stick, pot, dan tube
- produk bedak padat berbahan dasar krim
- pensil hig
- blush on krim
- eye shadow.
Biasanya, produk kosmetik bertekstur krim ini memiliki masa kedaluwarsa sekitar 6 bulan lamanya. Sementara untuk penyimpanannya, kamu bisa menyamakan dengan penyimpanan untuk produk foundation cair.
Parfum
Parfum memiliki masa kedaluwarsa selama 8 sampai 10 tahun lamanya. Proses kedaluwarsa parfum bisa dipicu juga dari cara penyimpanannya yang tidak tepat.
Salah satu ciri parfum yang telah kedaluwarsa dapat dari kita ketahui dari perubahan aroma menjadi apek dan warna parfumnya menjadi memudar.
Ada tips yang bisa kamu lakukan agar parfum milikmu tahan lama. Seperti menyimpan parfum di tempat yang sejuk, dan gelap. Sebab tempat yang terang akan membuat parfum teroksidasi.
Baca Juga: Mengenali Ciri-ciri Parfum Kedaluwarsa dan Cara Menyimpannya dengan Benar
Bedak, Eyeshadow Padat, Blush On Padat
Selain produk kosmetik yang bertekstur krim. Produk kosmetik bertekstur padat juga memiliki masa kedaluwarsa sendiri, yaitu 2 tahun. Hal ini juga harus didukung penyimpanannya yang bersih.
Kosmetik pada cenderung lebih tahan lama daripada produk berbahan cair. Ini karena kosmetik padat minim kandungan air, jadi tidak rentan terhadap pertumbuhan jamur ataupun bakteri.
Meski demikian, jangan gunakan produk kosmetik yang telah berbuah teksturnya. Misal teksturnya berubah menjadi serbuk kasar atau justru menjadi lebih kering. Karena bisa jadi produk tersebut telah terkontaminasi jamur atau mendekati masa kedaluwarsa.
Lipstik dan Lip Balm
Lipstik dan lip balm adalah produk kosmetik yang paling banyak digunakan, terutama bagi perempuan. Normalnya, lipstik dan lip balm tahan sampai enam bulan lamanya. Tekstur produk ini lembap membuatnya rentan terkontaminasi bakteri . Untuk itu penyimpanan dan penggunaannya harus diperhatikan.
Salah satu tanda lipstik dan lip balm yang mendekati masa kedaluwarsa adalah adanya perubahan bau dan tekstur. Apabila lipstik atau lip balm kamu mulai kering, kesat, dan memunculkan bau tak sedap sebaiknya segera dibuang.
Cat Kuku
Tak hanya produk kosmetik, ada juga produk manicure seperti kuteks. Kuteks memiliki masa kedaluwarsa selama 1 sampai 2 tahun. Selain itu, kamu juga bisa memperpanjang masa kedaluwarsa tersebut dengan cara mencampurkan cairan kuteks dengan pengencer atau nail polish thinner.
Adapun beberapa ciri jika kuteks mulai kedaluwarsa. Seperti perubahan tekstur dari cair menjadi menggumpal dan lengket. Kemudian, cairan kuteks yang tidak bisa menyatu saat dikocok.
Skincare
Skincare juga bisa kedaluwarsa yaitu selama 6 bulan, dan paling lama 1 tahun. Ciri-ciri skincare ketika akan memasuki masa kedaluwarsa adalah terjadinya perubahan warna, dari yang cerah menjadi ke abu-abuan. Skincare kedaluwarsa juga ditandai dengan adanya perubahan aroma dan tekstur.
Agar tidak gampang teroksidasi dan tahan lama, kamu perlu memperhatikan penyimpanannya. Sebaiknya simpan skincare di tempat yang sejuk. Untuk meminimalisir terkontaminasi bakteri, pastikan menutup skincare dengan rapat.


Ciri-ciri Kosmetik Memasuki Masa Kedaluwarsa
Secara umum, ada banyak kesamaan masa kedaluwarsa dalam produk kosmetik. Berikut ciri-ciri kosmetik telah memasuki masa kedaluwarsa, di antaranya:
- Perubahan warna dari produk kosmetik. Contohnya, dari warna skincare yang awalnya cerah menjadi gelap atau keabu-abuan bahkan terlihat aneh.
- Mengalami perubahan aroma atau bau. Misalnya produk kosmetik beraroma buah, bunga, atau sejenisnya tiba-tiba menjadi apek dan aneh.
- Adanya perubahan tekstur produk kosmetik. Pada jenis kosmetik bertekstur cair atau krim, biasanya perubahan tekstur ini sangat tampak, dari yang awalnya lembap menjadi kering.
Baca Juga: 6 Cara Menetralkan Wajah Sebelum Ganti Facial Wash dengan Tepat
Cara Menyimpan Kosmetik yang Tepat untuk Mencegah Kontaminasi
Masa kedaluwarsa kosmetik sebenarnya bisa diminimalisir jika penyimpanan produk dilakukan dengan benar. Dengan begitu, produk bisa terhindar dari bakteri dan kontaminasi, sehingga masa kedaluwarsa bisa sedikit lebih lama. Adapun tips menyimpannya melalui:
Tempat Penyimpanan
Pertama, hindarkan produk kosmetik kamu dari tempat yang mudah terpapar matahari. Gantilah dengan menyimpan produk di tempat sejuk, gelap, dan lembap. Hal ini dikarenakan, kosmetik yang mengandung bahan aktif jadi jika terpapar matahari akan membuat produk mudah teroksidasi.
Proses oksidasi kosmetik ini juga ditandai dengan adanya perubahan warna pada produk. Oksidasi juga dapat menyebabkan bahan aktif dalam produk bisa menghilangkan khasiat aslinya.
Menggunakan Bantuan Aplikator
Produk kosmetik juga rentan terkontaminasi bakteri, dan jamur. Untuk meminimalisir hal tersebut, usahakan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan produk di area wajah.
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Seperti menggunakan bantuan spatula, pipet, atau alat lain untuk mengaplikasikan skincare ke wajah.
Bakteri bisa menempel di produk kosmetik lewat tangan. Untuk itu, agar produk tetap terjaga pilihlah alat bantu yang nyaman.
Menutup Rapat Setelah Digunakan
Selain menyimpan produk di tempat tertentu, kamu juga harus menyimpan kosmetik dengan baik setelah menggunakannya. Sebaiknya tutup rapat produk yang selesai kamu pakai.
Usahakan tidak ada angin yang bisa masuk karena nantinya dapat mengoksidasi skincare atau memicu bakteri serta jamur menempel.
Panduan Membuat Produk Kosmetik yang Aman
Memahami masa kedaluwarsa kosmetik memang penting untuk kamu lakukan. Tapi, pernahkah kamu berpikir untuk mengembangkan produk kosmetik brand sendiri dan memberikan edukasi kepada konsumen terkait masa kedaluwarsanya dengan benar? Jika iya, kamu bisa bekerja sama dengan jasa maklon kosmetik di PT Mash Moshem Indonesia. Dengan dukungan tim ahli, kamu akan didampingi dari penentuan konsep hingga produk siap diedarkan.
Prosesnya mudah dan tidak ribet, kamu hanya perlu mengikuti tahapan maklon berikut ini.
Menentukan Konsep Produk
Tahap awal, kamu akan didampingi oleh tim ahli untuk menentukan konsep produk yang akan dikembangkan. Apakah berupa skincare, hair care, makeup, atau yang lainnya. Tahapan ini juga sekaligus menentukan segmentasi pasar brand kosmetik yang sedang kamu bangun.
Merancang Komposisi Bahan
Ketika konsep sudah disepakati, maka tim R&D akan merancang formula produk yang aman dan sesuai standar regulasi industri kosmetik. Kemudian, formulasi ini akan melewati tahap uji sampel untuk menguji dari segi tekstur, aroma, hingga keamanannya pada kulit.
Membuat Desain Kemasan
Tidak hanya formula, tim PT Mash Moshem Indonesia juga akan mendampingi kamu untuk membuat desain kemasan yang menarik dan sesuai identitas brand. Kamu bisa memilih bentuk botol yang digunakan, warna dan tipografi sesuai visi brand, hingga desain label yang menarik serta informasi terbaca dengan jelas, termasuk masa kedaluwarsa kosmetik.
Mengurus Legalitas Produk
Agar produk kamu legal diedarkan, maka wajib memenuhi legalitas dan izin edar, baik dari BPOM, halal MUI, hingga HAKI sekalipun. Tahap ini, kamu akan didampingi oleh tim PT Mash Moshem Indonesia dalam mengurus dokumen legalitas produknya.
Produksi Massal di Fasilitas Standar
Ketika semua tahapan di atas sudah siap, maka produk kosmetik kamu akan masuk ke produksi massal dengan teknologi modern di fasilitas standar CPKB Grade A. Setiap produksinya, akan langsung dilakukan quality control oleh tim ahli untuk memastikan keamanan dan kualitasnya sesuai regulasi industri kosmetik yang berlaku.
Pemasaran dan Distribusi
Tahap terakhir, kamu akan didampingi oleh tim ahli PT Mash Moshem Indonesia untuk melakukan promosi sesuai target pasar. Tim akan membantu kamu menyusun strategi pemasaran yang tepat, penentuan channel penjualan, hingga pembuatan konten promosi. Hasilnya, produk dan brand kamu akan lebih mudah dikenal oleh konsumen.
Yuk, Ciptakan Produk Kosmetik yang Aman untuk Brand Sendiri dengan Maklon di PT Mash Moshem Indonesia!
Sekarang, memiliki brand kosmetik sendiri bukanlah sebuah mimpi, karena bisa kamu wujudkan dengan mudah bersama jasa maklon di PT Mash Moshem Indonesia. Kamu akan didampingi dari nol, mulai dari penentuan konsep hingga produk siap diedarkan sesuai target konsumen.
Dengan dukungan fasilitas standar CPKB Grade A, produk yang kamu kembangkan sudah pasti berkualitas dan aman digunakan. Setiap tahapan maklon di PT Mash Moshem Indonesia, selalu dirancang agar hasil akhirnya sesuai regulasi industri kosmetik, sehingga minim efek samping untuk kulit. Jadi, yuk, langsung saja hubungi kami dengan tekan banner di bawah ini untuk konsultasinya!













