Insight Kosmetik

Apakah saat Puasa Boleh Memakai Skincare? Simak Fakta Hukumnya

apakah saat puasa boleh memakai skincare

Pemakaian produk perawatan kulit sering kali dianggap sebagai rutinitas biasa, tetapi dalam konteks ibadah, hal ini membuatnya lebih sensitif untuk dibahas. Anda mungkin pernah berhenti sejenak untuk mempertimbangkan batasannya. Dari situ, topik apakah saat puasa boleh memakai skincare muncul sebagai ruang diskusi yang memerlukan pemahaman.

Pemahaman yang tepat membantu Anda bersikap lebih tenang tanpa rasa ragu berlebihan. Dengan mengetahui konteks penggunaan produk dari sudut pandang yang lebih luas, keputusan yang diambil terasa lebih mantap. Maka dari itu, pembahasan seputar apakah saat puasa boleh memakai skincare di bawah ini menjadi penting untuk dipahami.

Apakah saat Puasa Boleh Memakai Skincare?

Pembahasan mengenai apakah saat puasa boleh memakai skincare sering muncul, karena perawatan kulit dilakukan langsung pada permukaan tubuh yang aktif menyerap. Mengacu pada situs institusi keagamaan Mesir, Egypt’s Dar Al-Ifta, mayoritas ulama memandang penggunaan krim atau minyak pada kulit tak serta-merta membatalkan puasa. 

Pandangan ini sejalan dengan pendapat ulama mazhab Hanafi dan Syafi’i yang menilai bahwa zat yang meresap lewat pori-pori bukan termasuk sesuatu yang masuk melalui jalan terbuka. Penjelasan tersebut diperkuat oleh Al-Marghinani dalam kitab Al-Hidaya yang menyebutkan bahwa minyak dan krim hanya memberikan rasa lega pada kulit tubuh.

Namun, mazhab Maliki memberikan catatan yang lebih ketat. Menurut Al-Dardir, apabila seseorang merasakan minyak atau krim hingga ke tenggorokan, maka puasanya perlu diganti. Oleh karena itu, memahami perbedaan pandangan ini membantu Anda bersikap lebih hati-hati saat menimbang apakah saat puasa boleh memakai skincare.


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Statistik product & brand
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Statistik product & brand

5 Tips Pakai Skincare saat Puasa yang Tepat

Setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan apakah saat puasa boleh memakai skincare, Anda juga perlu memahami kiat-kiat menggunakan produk perawatan kulit guna menjaga kesehatannya di tengah perubahan pola makan dan istirahat. Berikut ini langkah-langkah optimal dalam menyusun urutan perawatan harian agar kulit tetap lembap:

Pastikan Produk Skincare Berlogo Halal

Memilih produk yang telah memiliki logo halal membantu Anda merasa lebih tenang, karena komposisinya telah melalui proses penilaian yang sesuai dengan standar kehalalan. Selain aspek ibadah, hal ini juga menunjukkan bahwa bahan dan proses produksinya diawasi dengan lebih ketat.

Mengaplikasikan Hanya di Kulit

Saat menggunakan skincare, pastikan pengaplikasiannya benar-benar terbatas pada area kulit dan tidak berisiko masuk ke mulut atau tertelan secara tidak sengaja, terutama untuk produk bibir atau area sekitar mulut. Ketelitian sederhana ini penting agar perawatan tetap selaras dengan prinsip kehati-hatian selama berpuasa.

Baca Juga: Apakah Memakai Lipstik Membatalkan Puasa? Ini Hukumnya

Pilih Produk yang Menghidrasi

Selama berpuasa, kulit Anda cenderung lebih mudah kehilangan kelembapan, karena asupan cairan yang terbatas, sehingga produk dengan fokus hidrasi menjadi pilihan yang tepat. Pemahaman ini juga relevan ketika membahas apakah saat puasa boleh memakai skincare, karena produk yang menghidrasi umumnya bekerja di lapisan luar kulit saja.

Sederhanakan Tahap Skincare

Rutinitas yang terlalu panjang justru berpotensi membuat kulit kewalahan, sehingga tiga langkah sederhana sering dianggap lebih efektif dan realistis saat puasa. Untuk siang hari, Anda dapat membersihkan wajah, melembapkan, lalu mengaplikasikan sunscreen, sedangkan malam hari cukup fokus pada pembersihan dan mengunci kelembapan kembali.

Perhatikan Waktu Pemakaian Skincare

Waktu terbaik menggunakan skincare adalah setelah sahur dan setelah berbuka, ketika tubuh sudah kembali mendapat asupan cairan yang cukup. Dengan pengaturan waktu yang tepat, kulit Anda tetap terawat tanpa mengganggu kenyamanan maupun kekhusyukan ibadah puasa.

5 Bahan Skincare yang Sebaiknya Dihindari saat Berpuasa

Menjaga kondisi kulit tetap terhidrasi selama berpuasa memerlukan ketelitian ekstra dalam memilih produk skincare. Setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan apakah saat puasa boleh memakai skincare, Anda juga perlu memahami deretan bahan yang sebaiknya dihindari guna mencegah efek samping akibat penurunan kelembapan alami tubuh:

Alkohol

Kandungan alkohol dalam skincare berpotensi menarik kelembapan alami kulit secara berlebihan, sehingga wajah terasa lebih kering dan tidak nyaman. Saat tubuh juga membatasi asupan cairan, efek ini bisa terasa lebih nyata pada kulit sensitif.

AHA dan BHA

AHA dan BHA memang dikenal efektif untuk eksfoliasi, tetapi sifatnya yang aktif dapat membuat kulit lebih tipis dan mudah teriritasi jika digunakan terlalu sering saat puasa. Dalam kondisi hidrasi yang terbatas, bahan ini berisiko memicu rasa perih atau kemerahan yang mengganggu kenyamanan Anda.

Baca Juga: Rutinitas Skincare Pagi dan Malam saat Puasa: Kulit Sehat & Tidak Kering

Retinol atau Retinoid

Retinol bekerja dengan mempercepat regenerasi sel kulit, tetapi efek samping kering, mengelupas, atau tertarik bisa menjadi lebih intens ketika tubuh sedang beradaptasi dengan puasa. Jadi, memahami konteks apakah saat puasa boleh memakai skincare juga perlu dibarengi dengan kebijaksanaan dalam memilih bahan aktif yang tidak membebani kulit.

Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

SLS sering ditemukan pada produk pembersih dan dikenal mampu mengangkat minyak secara agresif dari permukaan kulit. Jika digunakan saat puasa, maka bahan ini dapat membuat kulit semakin kering.

Fragrance dan Essential Oils Tertentu

Pewangi sintetis maupun essential oil dengan aroma tajam berpotensi memicu iritasi, terutama pada kulit yang sedang sensitif karena perubahan ritme perawatan selama puasa. Menghindari bahan ini membantu Anda menjaga kondisi kulit tetap stabil tanpa reaksi yang tidak diinginkan.



Panduan Membuat Produk Skincare yang Aman untuk Bisnis

Berbekal pengetahuan tentang apakah saat puasa boleh memakai skincare, Anda dapat menghadirkan produk yang mengedepankan aspek kehalalan. Di PT Mash Moshem Indonesia, Anda mendapatkan jaminan kerja sama dengan fasilitas produksi yang berstandar sertifikasi ketat untuk memastikan bahan yang digunakan halal, melalui tahapan:

Mengonsultasikan Jenis Produk Skincare yang akan Dikembangkan

Kami mengajak Anda membahas karakter produk, seperti bentuk, fungsi utama, hingga segmen pengguna yang ingin disasar. Dengan gambaran yang jelas, arah formulasi dan pengujian dapat berjalan lebih terukur.

Memilih Perpaduan Bahan yang Tepat

Kami membantu Anda meracik bahan aktif dan pendukung yang aman, stabil, dan sesuai dengan standar kosmetik yang berlaku. Setiap formula melalui uji kualitas dan keamanan agar risiko iritasi dapat ditekan sejak tahap pengembangan.

Menetapkan Visual Label dan Kemasan

Tak hanya itu, kami juga memastikan label dan wadah disusun informatif, mudah dibaca, dan mencerminkan fungsi produk tanpa klaim berlebihan. Dalam konteks edukasi konsumen, informasi ini juga kerap dikaitkan dengan topik seperti apakah saat puasa boleh memakai skincare, sehingga pesan produk tetap relevan dan bertanggung jawab.

Produksi dan Registrasi Legalisasi

Seluruh proses produksi kami jalankan sesuai standar BPOM, dengan dukungan pengurusan sertifikasi seperti halal, cruelty free, hingga dermatology tested sesuai kebutuhan produk. Dengan sistem yang tertata, Anda dapat menghadirkan skincare yang aman sekaligus siap dipasarkan secara legal.

Merilis dan Menjual Produk Skincare

Di tahap akhir, kami akan mendorong Anda untuk melakukan promosi melalui penyampaian manfaat produk secara jujur melalui deskripsi yang rapi, edukatif, dan tidak menimbulkan salah tafsir. Hal ini bermanfaat untuk membangun kepercayaan konsumen, termasuk untuk produk skincare halal yang aman digunakan saat puasa.

Yuk, Bikin Produk Skincare yang Aman, Legal, & Halal untuk Brand Bersama PT Mash Moshem Indonesia!

Menciptakan produk skincare halal kini bisa dilakukan dengan rasa tenang dan arah yang jelas sejak tahap perencanaan. Anda tidak perlu lagi memikirkan isu seperti apakah saat puasa boleh memakai skincare, karena setiap produk yang dikembangkan di PT Mash Moshem Indonesia diperhatikan aspek kehalalan bahan, proses, dan standar yang berlaku.

Selama proses kolaborasi, Anda akan mendapatkan keterbukaan informasi terkait komposisi bahan yang sesuai kebutuhan pasar halal. Setiap tahapan dirancang adaptif, detail, dan berorientasi pada kualitas akhir produk, bukan sekadar menyelesaikan produksi. Jadi, mari merancang produk skincare yang membawa kepercayaan jangka panjang bagi brand Anda!


Gambar Banner CTA Desktop MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia
Gambar Banner CTA Mobile MMI - Keuntungan pakai jasa maklon kosmetik PT Mash Moshem Indonesia

author-avatar

About PT Mash Moshem Indonesia

PT. Mash Moshem Indonesia merupakan perusahaan jasa pembuatan kosmetik private label yang telah beroperasi sejak tahun 2011