Penerapan Inbound Marketing dalam Pemasaran Bisnis, Mudah!

Saat ini tidak ada bisnis yang tidak dikaitkan dengan dunia digital marketing. Dengan kesadaran masyrarakat akan dunia digital ini, maka juga semakin banyak juga strategi pemasaran yang bisa kamu terapkan pada bisnismu. Salah satunya adalah inbound marketing, sudah pernah dengar?

Dalam dunia digital marketing, kamu bisa memakai berbagai stategi penjualan yang tak terbatas macamnya. Kamu bisa mempelajari berbagai strategi digital marketing melalui internet, mempelajarinya lewat buku, ataupun belajar langsung pada ahlinya.

Nah, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam menjalankan bisnismu, kamu bisa menggunakan salah satu strategi pemasaran yang satu ini. Ya, strategi yang akan dibahas pada artikel ini adalah inbond marketing.

Sekarang kamu akan bertanya-tanya, apa itu inbond marketing? Kemudian bagaimana cara penerapan inbond marketing dalam pemasaran bisnis? Kamu harus membaca artikel ini sampai tuntas untuk paham strategi ini ya. Gak usah basa-basi, yuk kenalan sama inbond marketing ini!

Pengertian dari Inbound Marketing

Inbound marketing pertama kali ditemukan oleh CEO dan co-founder dari HubSpot pada tahun 2005, yaitu Brian Halligan. Kemudian strategi ini kemudian dianggap sebagai cara pemasaran paling efektif untuk menjalankan bisnis secara online.

Secara garis besarnya, inbond marketing memiliki pengertian sebagai teknis pemasaran yang menggunakan konten dan juga interaksi yang relevan serta solutif. Sehingga bisa membuat bisnismu mudah ditemukan oleh konsumen, jadi konsumenlah yang akan mendekatkan diri mereka pada produk atau layanan kamu.

Konsumen saat ini sudah tidak bisa dilepaskan dari internet, segingga dengan adanya inbond marketing ini benar-benar akan memaksimalkan fungsi dari media sosial itu sendiri. Melalui sosial media dan platform-platform yang biasa digunakan oleh konsumen. Kamu bisa menyuguhkan konten-konten yang berkualitas dan menarik, sehingga bisa menarik perhatian konsumenmu.

Melalui hal itu, kamu telah melakukan upaya agar konsymenlah yang tertarik secara alami terhadap produk dan jasa yang kamu tawarkan. Jadi, kamu harus membuat konten yang tidak akan dianggap sebagai hal yang mengganggu oleh konsumen.

Agar tidak dianggap mengganggu, kamu harus membuat konten yang sesuai dan tidak sembarangan. Kamu bisa menganalisa persoalan ataupun kebiasaan yang dialami oleh konsumenmu. Hal ini dilakukan agar konten yang kamu buat bisa menarik dan juga memiliki nilai guna untuk mereka.

Karena pada umumnya, konsumen juga mencari solusi dari search engine atau sosial media mereka, sehingga inbond marketing bsa menjadi cara yang tepat untuk kamu terapkan.

Metode dalam Inbound Marketing

Pada dasarnya inbond marketing memiliki empat metode yang bisa kamu pelajari melalui artikel ini. Nah, apa saja metode dalam inbond marketing? Simak baik-baik penjelasan di bawah ini, check it out!

Attract

Metode dalam inbond marketing yang pertama adalah attract. Metode ini merupakan tugas untuk kamu agar membuat orang-orang yang asing atau belum mengenal bisnismu, menjadi tahu dan tertarik atas produk yang kamu tawarkan.

Pada metode inbond marketing kamu dituntut untuk membuat konten yang bermanfaat, dengan begitu kamu bisa menggunakan blog, media sosial, atau search engine optimization (SEO). Kamu bisa memulai bmembuat konten yang sesuai dengan hal-hal yang disukai oleh konsumenmu.Kemudian kamu bisa mengarahkan mereka pada produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Dengan begitu, kamu bisa menyediakan konten yang tepat, kemudian memanfaatkan media sosial dan SEO untuk memaksimalkan kunjungan ke website bisnis milikmu. Jadi, kamu bisa memanfaatkan ketiganya sekaligus, bukan?

Convert

Dalam tahapan metode ini, kamu sudah mendapatkan kunjungan pada website yang kamu miliki. Nah, setelah itu kamu harus membuat kunjungan tersebut menjadi kegiatan membeli atau bahkan menjadikan mereka pelangganmu.

Caranya yaitu dengan mendapatkan kontak konsumenmu, khususnya email mereka. Dalam digital marketing, email dari pengunjung menjadi hal yang sangat berharga. Karena dengan emial, kamu bisa membangun langkah awal untuk memulai hubungan dan meningkatkan rasa percaya. Kamu bisa memanfaatkan landing page, call to action, ataupun formulir opt in untuk memaksimalkannya.

Close

Dalam tahapan metode ini, kamu harus menyimpan detail kontak dari calon konsumen, dan kemudian menawarkan produkmu pada mereka. Hubungi caloon konsumenmu dengan menggunakan layanan yang kamu miliki, ataupun menggunakan email untuk menghubungi mereka.

Kemudian pada media sosial, kamu juga harus memberikan konten promosi yang bermanfaat. Jangan lupa untuk mengirim email follow up secara berkala untuk mengingatkan konsumen terhadap produk atau layanan terbaru.

Delight

Nah, saat kamu sudah melakukan metode-metode di atas, kamu bisa memastikan jika calon pelangganmu telah resmi menjadi pelanggan. Tapi tidak boleh puas dulu ya, karena kamu harus tetap berusaha mempertahankan hubungan baik dengan para konsumen tersebut.

Kamu bisa memuaskan mereka dengan kualitas terbaik dari produk atau layanan yang kamu miliki. Kamu bisa mengundang mereka pada event-event tertentu, memberikan diskon, promo, atau yang lainnya. Sehingga pelanggan dengan sendirinya akan sukarela mempromosikan bisnis kamu juga.

Element dalam Inbound Marketing

Setelah mengetahu metode dalam inbound marketing, sekarang kamu harus tahu apa saja elemen dari inbound marketing itu sendiri. Dalam prkatiknya, setidaknya ada 6 langkah yang bisa kamu terapkan saat menggunakan strategi ini. Mari simak penjelasannya di bawah ini yuk!

Riset

Tahap pertama dalam penerapan inbound marketing dalam pemasaran bisnis adalah melakukan riset. Kamu harus memastikan dan benar-benar memahami siapa konsumen yang akan menjadi target pasar dari produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Mulai dari rentang usia mereka, segmentasi sosial ekoomi dari konsumenmu, profesi, minat mereka, dan media yang sering mereka gunakan, juga lain sebagainya. Tidak lupa kamu juga harus memerhatikan kompetitor yang kamu miliki.

Kamu bisa mencari tau media sosial apa yang mereka gunakan, konten yang mereka buat, hingga bagaimana model ditribusi yang mereka gunakan.

Dengan adanya riset tersebut, akan membantumu untuk menentukan jenis serta format konten yang tepat dari produk yang kamu jual. Kamu juga bisa menentukan topik konten, dan juga kata kunci yang biasa mereka pakai untuk mencai informasi mengenai sebuah produk di media sosial ataupun search engine.

Membuat Portal untuk Konten yang Kamu Tampilkan

Penerapan inbound marketing dalam pemasaran bisnis yang kedua adalah dengan membuat atau memilih portal dari konten yang ingin kamu tampilkan pada konsumen.

Setelah mengetahui jenis dan format konten tersebut, kamu bisa membangun saluran tang cocok untuk menyediakan konten dari hasil riset tersebut. Kamu bisa membuat website, menggunakan sosial media, ataupun portal yang lainnya dalam memberikan konten pada konsumen.

Kamu juga harus memastikan jika situs yang kamu miliki menyakup hal-hal yang diperukan, sesuai dengan tujuan dari pemasaranmu. Seperti menerapkan prinsip SEO dengan baik, hingga memiliki call to action dengan newsletter atau register. Buatlah konten yang membuat konsymen tertarik untuk mengikuti call to action tadi.

Buatlah Konten yang Menarik

Penerapan inbound marketing dalam pemasaran bisnis yang ketiga adalah dengan membuat konten yang menarik.

Pada tahapan ini, kamu sudah memiliki rencana untuk membuat kontenmu. Mulai dari jenisnya, hingga format konten yang akan kamu tayangkan, serta di portal mana kamu akan menayangkan konten tersebut.

Nah, sekarang kamu harus memulai membuat kontenmu sendiri. Buatkan konten sesuai dengan tipe-tipe konsumenmu, mulai dari yang baru belajar memulai katagori topik terbaru. Kemudian layanan yang kamu tawarkan, hingga konten yang membuat konsumen mulai mempertimbangkan untuk menggunakan produkmu.

Menayangkan Konten dan Memulai Promosi

Penerapan inbound marketing dalam pemasaran bisnis yang keempat adalah penayangan konten dan mempromosikannya.

Jika kamu menayangkan kontenmu melalui media sosial berdasarkan riset yang sebelumnya kamu lakukan. Kamu bisa mengoptimalkannya lagi dengan native advertisment untuk menarik kesadaran konsumen yang sudah kamu incar sebelumnya. Penjelasan native advertisment bisa kamu baca di sini ya!

Menjaring Leads

Pada tahap ini, sangat penting jika portal media yang kamu punya memiliki elemen call to action tadi. Seperti berlangganan newsletter untuk mendapatkan kabar dan informasi terbaru, atau konten khusus yang gratis hanya untuk konsumen yang telah mendaftarkan diri mereka melalui email.

Dalam tahapan ini, kamu bisa menjaring data konsumen yang tentunya sudah kamu incar untuk bisa melakukan pembelian dari produkmu.

Ketahui juga soal apa itu Leads Generation untuk menarik lebih banyak calon pembeli di sini.

Mengoptimalkan Konten dan Media Secara Konsisten

Penerapan inbound marketing dalam pemasaran bisnis yang terakhir dengan mengoptimallkan kegiatan konten dan portal media yang kamu miliki. Kamu juga harus mengoptimalkan data dari konsumenmu yang telah terjaring melalui kegiatan inbound marketing ini.

Kamu bisa melakukan laporan secara periodik, dengan tujuan untuk mempelajari cara pengoptimalan dari strategi inbound marketing kedepannya.

Nah, inilah beberapa penjelasan mengenai penerapan inbound marketing dalam pemasaran bisnis. Melalui artiken ini, kamu bisa menjalankan strategi inbound marketing ini untuk meningkatkan dan memperluas pasar dari bisnis yang kamu punya.

Terlebih, pemakaian digital pada bisnis juga tidak bisa kamu abaikan. Dengan melalui media digital, kamu bisa menjangkau konsumen lebih luas, bahkan sampai daerah-daerah yang jauh sekalipun.

Semoga bisnis yang kamu jalankan bisa lebih berkembang lagi ya! Dan terima kasih telah membaca artikel ini sampai habis, semoga bermanfaat! See you next time guys!

About Author

Retno Ayu Wulandari

Seorang yang suka tidur, makan, dan menulis.

Related posts

total quality management adalah

Kenali Sistem Total Quality Management (TQM) dan 8 Elemen Pokoknya

Apakah kamu pernah mendengar istilah total quality management? Konsep awal total quality management awalnya diciptakan untuk sektor manufaktur, tetapi konsep tersebut sudah banyak digunakan untuk berbagai macam industri. Dalam penerapannya, konsep total quality management adalah meningkatkan budaya kerja, sistem,...

Continue Reading

Leave a Comment