10 Bahan Karsinogenik dalam Kosmetik yang Perlu Dihindari

Saat ini, sebagian besar konsumen sudah menganggap produk kosmetik sebagai barang primer untuk menunjang penampilannya. Sayangnya, tidak semua kosmetik benar-benar aman digunakan, justru ada banyak kosmetik yang bisa memicu penyakit pada tubuh. Salah satunya akibat penggunaan bahan karsinogenik dalam kosmetik oleh brand owner yang tidak bertanggung jawab.
Padahal, bahan karsinogenik dalam kosmetik ini bisa menyebabkan penyakit kanker jika dipakai secara terus menerus. Penyakit kanker ini dapat dipicu oleh rusaknya sel tubuh karena bahan karsinogenik yang terdapat dalam kosmetik.
Jadi, kamu perlu waspada dalam memilih dan menggunakan produk kosmetik. Hindari memakai kosmetik yang mengandung bahan karsinogenik agar produk yang kamu gunakan aman serta tidak menimbulkan bahaya untuk kesehatan di kemudian hari.


Apa Itu Bahan Karsinogenik?
Bahan karsinogenik adalah bahan-bahan yang dapat menyebabkan kanker. Bahan karsinogenik tidak hanya berupa zat berbahaya yang terdapat pada makanan, bahan karsinogenik juga bisa terdapat dalam bentuk zat kimia, virus, atau bahkan obat-obatan dan radiasi untuk pengobatan kanker itu sendiri.
Apabila suatu zat atau bahan yang telah mendapatkan label sebagai bahan karsinogenik, artinya para ahli telah melakukan penelitian secara mendalam dan menyeluruh mengenai potensi penyebab kanker di dalamnya.
Bahan karsinogenik ini sangat berbahaya karena dapat secara langsung merusak DNA dalam sel sehingga menyebabkan kelainan pada sel normal. Bahan karsinogenik juga dapat menyebabkan sel-sel membelah lebih cepat yang pada akhirnya dapat menyebabkan berkembangnya penyakit kanker dalam tubuh.
Jenis Bahan Karsinogenik dalam Kosmetik
Banyak sekali jenis bahan karsinogenik yang terkandung dalam kosmetik dan biasa ditemukan pada produk yang kamu pakai, di antaranya:
Merkuri
Bahan kimia yang banyak ditemukan pada kosmetik adalah merkuri. Merkuri atau air raksa merupakan zat kimia yang banyak ditemukan pada krim atau losion pemutih wajah dan tubuh. Logam berat yang terkandung dalam merkuri sangat berbahaya bagi tubuh.
Meskipun digunakan pada konsentrasi kecil, zat kimia ini tetap dapat meracuni tubuh. Dalam hal ini, kandungan dalam merkuri dapat menimbulkan perubahan pada warna kulit, menimbulkan bintik hitam, alergi, dan iritasi kulit.
Selain itu, merkuri dapat menyebabkan kerusakan permanen pada susunan saraf otak, ginjal, hingga gangguan perkembangan janin. Pada paparan jangka pendek dalam dosis yang tinggi, zat kimia ini mampu menyebabkan diare, mual-mual, dan kerusakan ginjal.
Hidrokuinon
Zat kimia berbahaya yang digunakan sebagai bahan kosmetik selanjutnya adalah hidrokuinon. Hidrokuinonkerap disalahgunakan dalam pembuatan krim atau lotion pemutih dan pencerah kulit.
Jika digunakan dalam jangka panjang atau lebih dari enam bulan dengan dosis tinggi, kosmetik yang mengandung hidroquinon dapat menyebabkan hiperpigmentasi terutama pada daerah kulit yang terkena sinar matahari langsung.
Efek samping lainnya, hidrokuinon juga dapat menimbulkan kulit berwarna berubah menjadi kehitaman atau ochronosis yang mungkin tak bisa pulih kembali. Oleh karena itu hidrokinon dalam jumlah tinggi dilarang digunakan dalam kosmetik, baik wajah maupun rambut.
Pasalnya, penggunaan jangka menengah saja dapat menyebabkan seseorang berisiko terkena masalah kulit vitiligo atau leukoderma (kehilangan pigmen sehingga kulit menjadi pucat tidak beraturan). Apabila digunakan dalam jangka waktu yang panjang secara rutin, hidrokinon dapat menyebabkan mutase gen dan kerusakan DNA yang memungkinkan masalah karsinogenik.
Resorsinol
Resorsinol merupakan salah satu zat kimia yang digunakan dalam pembuatan kosmetik. Zat kimia ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan mengganggu sistem imun.
Pemakaian resorsinol pada kulit terluka atau sedang iritasi dapat menyebabkan gejala seperti dermatitis, iritasi mata, mulut, tenggorokan, saluran pernafasan atas, peningkatan detak jantung, hingga hipotermia.
Diethylene Glycol (DEG)
Diethylene Glycol (DEG) merupakan sesepora yang terdapat pada bahan baku gliserin atau polietilen oksida yang umumnya digunakan pada pasta gigi. Zat kimia pada DEG dapat menjadi racun bagi tubuh manusia karena dapat menyebabkan depresi sistem saraf pusat, keracunan hati, dan gagal ginjal.
Formaldehida
Formaldehida adalah salah satu bahan kosmetik penyebab kanker yang ditemukan pada beberapa produk pelurus rambut. Zat kimia ini dapat menyebabkan penata rambut maupun pekerja salon yang terpapar formaldehida berisiko tinggi mengalami kanker.
Rhodamin (Merah K.10 dan Merah K.3)
Rhodamin atau bahan pewarna merah K.3 dan K.10 merupakan zat pewarna sintetis yang biasanya digunakan sebagai zat pewarna tekstil, kertas, atau tinta.
Bahan ini sering disalahgunakan pada produk lipstick, eyeshadow, atau blush on karena memiliki warna yang cerah. Rhodamin merupakan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernakan, kerusakan hati, dan menyebabkan kanker.
Seperti halnya informasi dari laman resmi Halal MUI, menjelaskan bahwa pewarna merah K3 dan K10, rhodamin B, phenacetin, serta benzene menjadi bahan karsinogenik yang dilarang dalam penggunaan kosmetik.
Baca Juga: Pewarna Berbahaya dalam Kosmetik yang Dilarang Menurut BPOM
Paraben
Paraben merupakan bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pengawet di berbagai produk kosmetik, seperti make up, skin care, hingga produk hair care. Bahan yang tergolong karsinogenik dalam kosmetik ini berguna untuk mencegah bakteri tumbuh di dalam produk. Bahan kimia ini dapat menembus kulit dan diduga dapat bertindak sebagai estrogen lemah yang hidup dalam tubuh.
Estrogen pada paraben ini berpotensi mengaktifkan pertumbuhan kanker payudara. Bahkan Food and Drug Administration (FDA) telah mengakui beberapa penelitian yang menyatakan bahwa paraben dapat menyebabkan kanker payudara dan kulit serta penurunan sperma.
Namun, penelitian masih terus dilakukan untuk mengetahui kebenaran apakah paraben memang dapat memicu tumbuhnya kanker payudara atau kanker lainnya. Sebenarnya, dugaan tersebut didasari oleh kemiripan antara paraben dengan estrogen. Akan tetapi, hingga saat ini belum dapat dipastikan bahwa kedua hal tersebut memiliki hubungan sebab dan akibat yang pasti.
Phthalate
The International Agency of Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan phthalate sebagai salah satu bahan karsinogenik atau zat yang dapat memicu timbulnya penyakit kanker. Bahan ini biasanya digunakan sebagai pewarna pada cat kuku dan bahan hair spray agar lebih awet.
Zat kimia pada phthalate dapat mengganggu keseimbangan hormon lain yang berinteraksi dengan estrogen, termasuk testosteron. Sebagai pengganggu endokrin yang dapat mengganggu kadar hormone dalam tubuh, phthalate dapat menyebabkan keguguran, menurunnya fertilitas serta gangguan kesuburan lainnya.
Akan tetapi, belum dapat diketahui dengan pasti apakah kondisi tersebut murni hanya disebabkan oleh phthalate dan seberapa besar paparan yang dibutuhkan untuk memunculkan efek tersebut. Sebab, sulit rasanya untuk mengisolir paparan satu zat saja pada tubuh manusia karena sering kali manusia terpapar pada banyak zat kimia secara bersamaan.
Endokrin
Bahan karsinogenik dalam kosmetik ini cukup banyak berada dalam sejumlah produk kosmetik. Endokrin dinyatakan berbahaya bagi tubuh manusia karena dapat mengganggu sistem hormonal dan disinyalir dapat menyebabkan kanker.
Lagi-lagi, keterkaitan antara endokrin sebagai penyebab kanker belum dapat dipastikan. Hal tersebut karena jenis kanker tertentu, seperti payudara, prostat, ovarium, dan endometrium dapat tumbuh akibat pertumbuhan hormon.
Arsenik
Arsenik menjadi bahan kimia lain yang dapat menyebabkan kanker. Zat kimia ini banyak digunakan sebagai pewarna kosmetik. Senyawa arsenik diklasifikasikan oleh IARC sebagai bahan karsinogenik yang berbahaya bagi tubuh manusia.
Kandungan arsenik pada kosmetik dapat menyebabkan kanker paru-paru, kulit, kandung kemih, hati, ginjal, hingga prostat.


Cara Memilih Kosmetik yang Bebas dari Bahan Karsinogenik
Dalam upaya membantu mengatasi kemungkinan buruk efek samping dari penggunaan kosmetik dengan kandungan karsinogenik, kamu harus dapat memilih kosmetik yang terjamin keamanan dan kualitasnya. Berikut ini cara memilih kosmetik yang aman dan berkualitas.
Pastikan Adanya Kode BPOM yang Legal
Kosmetik yang aman dan berkualitas pasti memiliki kode dari lembaga yang menangani kelegalannya, yaitu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Produk yang tidak memiliki kode legal bukan merupakan kosmetik yang aman untuk digunakan.
Dalam hal ini, pastikan kode BPOM kosmetik yang digunakan telah terdaftar pada situs resmi BPOM. Untuk melakukan pengecekan kode BPOM, masukkan kode produk atau nama produk di laman Cek BPOM.
Perhatikan Cara dan Langkah Pemakaian
Kosmetik yang aman dan berkualitas umumnya melampirkan tata cara dan langkah pemakaiannya pada produk. Hal tersebut dilakukan agar pengguna mendapatkan hasil maksimal dari manfaat pemakaian kosmetik tersebut.
Bahkan, kosmetik yang aman dan berkualitas akan mencantumkan tanda efek samping penggunaan produk bila kosmetik yang digunakan dirasa tidak cocok untuk jenis kulit tertentu.
Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa Produk
Hal penting lainnya yang harus dipastikan ada dalam sebuah produk kosmetik adalah tanggal kedaluwarsa produk. Bukan hanya makanan, kosmetik yang kedaluwarsa juga tidak baik apabila terus digunakan karena dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan.
Selalu pastikan tanggal kedaluwarsa produk untuk memastikan umur efektif produk yang tentunya berpengaruh pada tingkat kualitasnya.
Perhatikan Komposisi Bahan
Setiap produk kosmetik pastinya memiliki kandungan yang berbeda-beda sesuai dengan jenis dan fungsinya. Dalam hal ini, sebelum menggunakan sebuah kosmetik, penting rasanya untuk mengecek secara detail komposisi bahan yang terdapat pada produk yang akan digunakan.
Komposisi bahan yang terdapat dalam sebuah produk kosmetik biasanya tertera pada label kemasan atau wadah produk. Pastikan tidak terdapat bahan-bahan kimia berbahaya terutama bahan karsinogenik pada daftar komposisi bahan yang tertera.
Pastikan Adanya Nama dan Alamat Pabrik yang Memproduksi
Salah satu ciri produk kosmetik yang aman dan berkualitas adalah adanya nama dan alamat pabrik produksi yang tertera pada label kemasan.
Selain itu, produk yang aman dan berkualitas umumnya mencantumkan nomor pengaduan yang dapat dihubungi sewaktu-waktu untuk menanyakan produk kosmetik tersebut atau bila terjadi masalah karena penggunaan kosmetik tersebut.
Panduan Membuat Kosmetik dengan Kandungan Aman
Memahami bahan karsinogenik dalam kosmetik menjadi langkah awal kamu sebelum membangun brand sendiri. Peluang bisnis kosmetik brand sendiri terus meningkat setiap tahunnya, sehingga bisa kamu manfaatkan dengan berpartner bersama jasa maklon di PT Mash Moshem Indonesia. Didukung fasilitas standar CPKB Grade A, produk kosmetik yang kamu kembangkan dijamin aman, karena terhindar dari bahan karsinogenik dan sudah sesuai regulasi industri kosmetik.
Bahkan, meskipun kamu masih brand baru dan mulai dari nol, tidak perlu khawatir karena akan didampingi oleh tim ahli PT Mash Moshem Indonesia dari penentuan konsep hingga produk siap edar. Untuk mewujudkannya, kamu bisa ikuti tahapan maklon di bawah ini.
Diskusi Awal Penentuan Konsep Produk
Tahap awal maklon di PT Mash Moshem Indonesia adalah melakukan diskusi bersama tim ahli untuk menentukan konsep produk. Apakah ingin mengembangkan produk skincare, hair care, atau decorative. Kemudian, kamu juga perlu menentukan segmentasi pasar, fungsi utama produk, dan manfaat yang akan ditonjolkan.
Merancang Formulasi yang Aman
Ketika konsep sudah disepakati, tim R&D akan merancang komposisi bahan yang aman, tentunya menghindari pemakaian bahan karsinogenik dalam kosmetik. Tim lebih memilih mengombinasikan bahan-bahan alami untuk memastikan keamanan dan efektivitas pada kulit.
Membuat Desain Label dan Kemasan
Bukan hanya formulasi, tim PT Mash Moshem Indonesia juga akan mendampingi kamu membuat desain label dan kemasan. Mulai dari pemilihan jenis wadah sesuai karakter produk dan visi brand, seperti tube, pump, atau jar. Kemudian, tim akan membuat desain label kemasan yang menarik dan informasinya mudah dibaca oleh konsumen, termasuk tidak adanya bahan karsinogenik dalam kosmetik.
Pengurusan Legalitas Produk
Agar produk kosmetik brand kamu legal di pasarkan, maka wajib memenuhi legalitas resmi sesuai regulasi. Pada tahap ini, tim PT Mash Moshem Indonesia akan mendampingi kamu untuk mengurus semua dokumen yang akan didaftarkan, baik BPOM, sertifikat halal MUI, HAKI, klaim cruelty-free, dan lain sebagainya.
Produksi Skala Besar
Produk kosmetik kamu akan masuk ke tahap produksi skala besar dengan teknologi modern sesuai standar CPKB Grade A. Setiap prosesnya, akan didampingi langsung oleh tim ahli untuk memastikan kualitas dan keamanan produk telah sesuai regulasi industri kosmetik.
Pemasaran dan Penjualan produk
Tidak berhenti di produksi saja, PT Mash Moshem Indonesia menawarkan layanan after-sales yang bisa kamu manfaatkan. Di sini, tim akan mendampingi menyusun strategi promosi yang tepat, pemilihan kanal penjualan, hingga pembuatan konten video pemasaran sesuai target pasar.
Yuk, Bikin Produk Kosmetik Brand Sendiri yang Aman & Legal dengan Maklon di PT Mash Moshem Indonesia!
Bersama PT Mash Moshem Indonesia, kamu bisa mengembangkan produk kosmetik brand sendiri dan bisa kustom formula agar menghindari bahan karsinogenik dalam kosmetik. Didukung tim ahli, kamu akan didampingi mulai dari penentuan jenis produk, target pasar, hingga penyusunan strategi promosi yang tepat.
Dengan fasilitas standar CPKB Grade A, semua produk milikmu dipastikan aman dan sesuai regulasi industri kosmetik. Pemilihan bahan bakunya terkurasi, sistematis, dan menyesuaikan aturan, sehingga terhindar dari bahan karsinogenik maupun kandungan berbahaya lainnya. Jadi, jangan ragu, segera hubungi tim ahli kamu untuk konsultasi lebih lanjut dengan tekan banner di bawah ini, Gratis!













