Contoh Penerapan Strategi Green Marketing pada Brand Kosmetik, Simak Yuk!

contoh penerapan green marketing pada brand kosmetik

Tak hanya soal kecantikan, berbagai brand kosmetik kini membranding merk mereka dengan berbagai konsep menarik, misalnya dengan menjangkau isu-isu lingkungan hidup. Ini dapat dilihat dari banyaknya contoh penerapan strategi green marketing (pemasaran hijau) pada brand kosmetik.

Isu lingkungan hidup belakangan menjadi perbincangan yang hangat, khususnya di kalangan anak muda. Melanisr dari Databoks, sebesar 77,46% anak muda di Indonesia sangat tertarik dengan isu-isu lingkungan hidup. Dan hanya 22,6% responden lainnya yang merasa kurang tertarik dengan isu tersebut.

Sebagai gambaran, mari kita simak datanya berikut ini.

anak muda peduli isu lingkungan

Survey oleh KedaiKOPI tersebut menjaring 1.200 responden yang berasal dari Gen Z (14-24 tahun) dan generasi Y (25-40 tahun) pada tahun 2021 lalu.

Dalam survey tersebut, 81% responden yang ada secara spesifik juga beranggapan bahwa masalah perubahan iklim sedang dalam kondisi darurat. Sementara, hanya 18,9% saja yang menilai isu itu tidak darurat (penting).

Melihat bagaimana masyarakat menanggapi isu lingkungan hidup ini, banyak produsen yang akhirnya melakukan pemasaran hijau pada produk ataupun brand mereka. Tak terkecuali pada industry kosmetik.

Penggunaan dan pengalihan bahan-bahan ke organic sebenarnya sudah terjadi sejak 2019 lalu. Bahkan, menurut Allied Market Research, pertumbuhan pasar kosmetik organic dan herbal juga akan terus tumbuh.

Melihat fenomena ini, menerapkan strategi green marketing untuk brand kosmetikmu bukanlah hal yang merugikan. Sebaliknya, ini bisa membawa peluang tersendiri untuk bisnismu.

Lantas bagaimana cara menerapkannya dan bagaimana brand-brand besar melakukan strategi ini? Simak beberapa analisis contoh penerapan strategi green marketing pada brand kosmetik berikut ini, ya!

Bagaimana Pengaruh Strategi Green Marketing untuk Bisnis?

Sebelum membahas contoh-contoh penerapannya pada brand kosmetik, mari kita pahami dulu bagaimana pengaruh strategi green marketing ini untuk bisnis.

Pada dasarnya, menjalankan strategi green marketing sebenarnya tak mudah. Mengingat ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dan besaran biayanya jika dibandingkan manufaktur biasa. Karenanya, hanya perusahaan atau brand yang memiliki komitmen tinggi umumnya mampu menjalankan strategi ini hingga akhir.

Sebagai contoh, jelaskan mustika ratu dan brand luar

Namun kini, sudah banyak perusahaan yang berusaha untuk menerapkan strategi hijau dalam bisnis mereka. Di industry kosmetik misalnya, ada banyak sekali kosmetik indie local yang mengadopsi konsep ramah lingkungan dalam produk maupun karakter brand mereka.

Meskipun kadang lebih ‘rumit’, menerapkan strategi green marketing juga terbilang cukup menguntungkan utnuk perusahaan. Sebab konsumen akan lebih loyal, kredibilitas brand juga meningkat, dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Melansir dari Accurate, berikut ada beberapa data yang menunjukkan bagaimana strategi green marketing dapat berpengaruh pada bisnis secara umum.

  1. Lebih dari 48% konsumen Amerika mengungkapkan bahwa mereka pasti atau berkemungkinan besar untuk mengubah kebiasaan konsumtif mereka, supaya dapat mengurangi dampaknya bagi lingkungan.
  2. Produk yang memiliki nilai sustainable diprediksi akan terus meningkat. Mulai dari 19,7% pada tahun 2014, kemudian jadi 22,3% saat tahun 2017, hingga menjadi 25% di 2021 lalu
  3. Lebih dari 90% generasi milenial mengaku bahwa mereka mau mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli produk-produk yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Strategi Green Marketing dalam Industri Kosmetik, Begini Potensinya!

5 Contoh Penerapan Strategi Green Marketing pada Brand Kosmetik Ternama

Setelah memahami bagaimana pengaruh strategi green marketing pada bisnis, mencobanya ke dalam strategi promosi dan branding merk kosmetikmu tentu bukanlah hal yang buruk.

Mengingat, ada banyak brand kosmetik ternama juga yang menerapkan strategi ini. Nggak percaya? Langsung pelajari dan simak contoh penerapan strategi green marketing pada 7 brand kosmetik ternama berikut ini, ya!

The Body Shop

Membicarakan clean beauty brand, organic brand, dan go nature brand, The Body Shop tentu tak bisa kita lewatkan begitu saja.

Brand kosmetik satu ini mendulang kesuksesan dengan memiliki lebih dari 2,400 toko yang tersebar di 61 Negara. Membawa konsep-konsep green marketing, The Body Shop memikat hati konsumen mereka, menciptakan segmentasi pasar baru, dan tampil sebagai brand kosmetik yang unik serta kredibel.

Lantas, bagaimana contoh penerapan strategi green marketing pada brand kosmetik ciptaan Dame Anita Roddick ini?

The Body Shop memiliki konsep manufaktur, penciptaan, dan pemasaran yang sangat khas dengan green marketing, meliputi:

  1. Memilih bahan-bahan herbal dalam produk mereka,
  2. Menciptakan produk yang aman untuk pengguna dan lingkungan
  3. Merancang program-program untuk lingkungan hidup
  4. Melakukan kampanye yang dipersonalisasi, dengan kata lain memahami dan menyadari sisi emosional konsumen,
  5. Berkomitmen melawan uji coba (formula produk) terhadap hewan,
  6. Mendukung komunitas-komunitas lingkungan hidup
  7. Lewat slogan Activate Self Esteem, artinya mendukung keberagaman dalam kecantikan.
  8. Peduli akan isu-isu HAM
  9. Serta, mempromosikan environmental Issues.

Love Beauty and Planet

Selanjutnya, ada Love Beauty and Planet yang diluncurkan pertama kali pada 2018 lalu di Amerika Serikat. Brand ini berada di bawah naungan Unilever, yang memang hadir dengan konsep green product and manufacturing.

Dari namanya saja, kamu pasti sudah menangkap pesan dari brand ini, bukan? Well, karenanya brand ini sangat cocok jika dijadikan sebagai salah satu contoh penerapan strategi green marketing pada kosmetik.

Sebab, dalam prakteknya, Love Beauty and Planet memenuhi semua elemen dalam strategi green marketing tersebut. Seperti dengan menerapkan:

  1. Penggunaan bahan-bahan alami dan aman, baik untuk alam dan pengguna,
  2. Menghindari dan melawan kekerasan pada binatang, termasuk animal testing yang kerap terjadi di industry kosmetika.
  3. Mengampanyekan visi & misi perusahaan sebagai green cosmetic brand.
  4. Aktif dalam kampanye lingkungan dan ham
  5. Membangun hubungan proaktif dengan komunitas lingkungan hidup
  6. Menggunakan kemasan yang reusable dan recycle
  7. Memberikan alternatif pengolahan limbah, dengan meletakkan dropbox pada tiap ritel Love Beauty and Planet agar pembeli bisa mengembalikan limbah kemasan mereka dengan mudah.

Innisfree

Brand asal Korea Selatan ini jadi salah satu contoh penerapan strategi green marketing pada brand kosmetik yang akan kita bahas selanjutnya.

Innisfree, sejak awal telah mendeklarasikan karakter mereka sebagai brand skincare dengan konsep clean dan organic. Bahkan, dalam berbagai bio media sosialnya, Innisfree menulis tagline singkat “Skin-Loving, Earth-Caring”. Well, maknanya jelas banget, ya.

Brand skincare ini mulanya begitu popular sejak tren kecantikan Korea Selatan merebak di dunia. Namun, berkat inovasi produknya dan bagaimana brand ini mem-branding diri mereka dengan green marketing, membuat popularitas Innisfree kian meledak.

Beberapa strategi green marketing yang Innisfree terapkan antara lain:

  1. Menggunakan bahan-bahan alami otentik Korea Selatan, khususnya dari Pulau Jeju.
  2. Mengusung Fair Trade pada komunitas petani local di wilayah Pulau Jeju
  3. Melakukan kampanye environmental advertising, dengan menyadarkan dan mengajak masyarakat untuk menggunakan produk-produk ramah lingkungan.
  4. Mendukung komunitas-komunitas local
  5. Menggunakan kemasan yang mudah diolah dan minim limbah.
  6. Mengadakan Kampanye Botol Bekas, dengan menyediakan berbagai storage box pada tiap gerai Innisfree agar konsumen bisa mengembalikan bekas botol produk yang mereka gunakan.
  7. Melakukan kampanye untuk mendorong masyarakat meninggalkan tisu sekali pakai, serta menggantikannya dengan sapu tangan.

L’Occitane

Contoh penerapan strategi green marketing selanjutnya dapat kita lihat pada brand kosmetik L’Occitane, yang merupakan sebuah ritel parfum beserta berbagai jenis kosmetik lainnya dari Prancis. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1976 dan resmi melantai di bursa ekonomi Hongkong tahun 2010.

Brand kosmetik satu ini juga turut menggunakan strategi green marketing, atau setidaknya memiliki konsep serupa dengan pemasaran hijau tersebut.

Melansir dari berbagai sumber L’Occitane menggunakan bahan-bahan alami, metode penanaman tradisional dan berbagai kampanye lain, seperti:

  1. Mendukung program tanam pohon badam di Alpen,
  2. Turut berkontribusi menjag adanya spesies langka tertentu melalu penanaman di lahan bunga Immortelle milik mereka sendiri di Corsica.
  3. Mengembangkan hubungan kerja sama dengan berbagai organisasi pendukung pengembangan tanaman aromatic.
  4. Mendorong langkah penanaman secara tradisional untuk bahan kosmetik, khususnya untuk lavender.
  5. Menghindari dan melawan pengujian produk pada hewan. Maupun menggunakan bahan-bahan hewani di dalamnya.
  6. Memiliki sertifikasi Ecocert

True Botanicals

Kelima ada True Botanicals, dari namanya saja pasti kamu sudah paham kenapa brand ini masuk dalam 5 contoh penerapan green marketing pada brand kosmetik.

Well, True Botanical mengklaim diri mereka sebagai clean beauty brand. Di mana mereka berkomitmen membuat berbagai produk dengan bahan-bahan organic, aman untuk kulit, dan juga mengurangi dampaknya pada lingkungan hidup.

Selain itu dalam penerapan strategi marketing hijau yang mereka lakukan, True Botanical juga menolak penggunaan bahan-bahan hewani dan tetap setia pada bahan vegan. Yang juga banyak diklaim lebih ramah dan memiliki potensi rendah untuk mengiritasi kulit.

Tak hanya menonjolkan manfaat dan bahan-bahan yang ada, brand satu ini juga mengkampanyekan isu-isu lingkungan hidup, self love, dan mendorong masyarakat untuk beralih pada bahan-bahan ramah lingkungan.

Menciptakan Green Beauty Brand dan Produk Bersama Tenaga Ahli

Setelah memahami lima contoh penerapan green marketing strategy pada brand kosmetik ternama di atas, apakah kamu tertarik untuk menggunkan langkah yang sama untuk brand kosmetikmu?

Terlebih potensi strategi ini di masa mendatang juga cukup menjanjikan. Generasi muda, seperti Gen Z dan Y, menyadari betapa pentingnya melindungi alam. Untuk itu, produk-produk kosmetik ramah lingkungan tentu sangat mereka butuhkan, terlebih produk-produk ini juga digunakan dalam jangka waktu panjang.

Nah, Beautypreneurs, bersama Mash Moshem Indonesia kamu bisa menciptakan green beauty brand an product sesuai tujuan bisnismu. Tim ahli kami akan membantumu meracik formula terbaik yang sesuai dengan konsep green marketing. Kamu bahkan bisa memilih jenis kemasan apa yang nantinya akan kamu gunakan dalam produkmu.

Selain pembuatan produk dan desain kemasan, kami juga memfasilitasi pengurusan legalitas serta sertifikasi produk. Kamu bisa mengajukan sertifikasi khusus untuk membuat kredibilitas green beauty brand kian meningkat di mata konsumen, seperti adanya sertifikasi Vegan Kosmetik.

Menarik, kan? Langsung hubungi tim kami lewat Contact Us untuk diskusi dan informasi lebih lanjut!

About Author

Mash Moshem Indonesia

PT. Mash Moshem Indonesia merupakan perusahaan jasa pembuatan kosmetik private label yang telah beroperasi sejak tahun 2011

Related posts